Happy Reading !
Author POV
Richie masih berdiri mematung setelah mendengar permintaan tolong istrinya , membelikan baju untuk anak SD tersebut , sebenarnya tidak masalah baginya , hanya saja sampai ke pakaian dalamnya? Oh my God sun apa istrinya sudah tidak waras ?
“ Emm... Sayang , gi - gimana kalau kamu yang beli aja? Tenang pakai uang aku kok " Richie mencoba bernegosiasi dengan istrinya.
“ Tapi mas kalau aku yang beli. Nanti yang kasih penanganan pertama siapa? Lihat dia sudah berdarah gitu loh ? Apa kamu nggak kasihan ?"
“ Sayang tapi aku nggak tahu berapa ukuran dia , sayang "
“ Kan kamu bisa cari info mas. Bukannya kamu punya orang ?"
“ Ahh... Baiklah - baiklah " pasrah Richie.
Richie keluar sebentar ia menelepon orang kepercayaannya.
“ Halo "
“..........
“ Tolong kamu cari tahu dan selidiki seseorang secara lengkap mulai dari fisik perilaku dan sebagainya. Nanti aku kirim foto nya ”
Richie mengirim foto Freya yang didapatkan dari memotret diam - diam. Kemudian ia mengirimkannya pada orang kepercayaannya.
“ Sudah aku kirimkan ya , aku minta kamu kirimkan informasinya secepatnya dan detail ”
“.......... "
“ Oke "
Beberapa menit kemudian , ponselnya menerima sebuah notifikasi pesan dari orang kepercayaannya.
Lalu ia pergi membeli semua pakaian yang diminta istrinya sesuai dengan ukuran gadis itu.
Ia segera menuju sebuah mall ternama , beberapa orang membungkuk melihat ia datang.
“ Selamat datang tuan muda Richie , anda tidak mengatakan sebelumnya , jika anda ingin kemari " tanya kepala mall.
“ Ini mendadak , paman "
“ Ahh... Begitu , jadi ada keperluan apa kamu kemari ?"
“ Bisa , paman carikan pakaian gadis remaja dengan ukuran ini , lengkap dengan ********** ?" Mohon nya.
“ Gadis ? Apa kamu mengencani seorang gadis sekarang , lalu bagaimana istri mu?" Tanya kepala mall.
“ Jangan bercanda paman. Mana mungkin aku mengencani seorang gadis" sungutnya.
“ Lalu gadis itu siapa ?"
“ Kekasih adik ipar ku "
“ Wow , kuharap dia gadis yang manis" kata kepala mall itu. Ia segera menyuruh pegawai lain untuk mencarikan pakaian yang dimaksud. Bersama Richie tentunya. Beruntung Richie mempunyai selera fashion yang tinggi. Mengingat ia pernah menjadi model sebelum memiliki buntut dua.
Sebelumnya ia telah memerintahkan sopir untuk menjemput istrinya dan Freya agar bisa dirawat di villa mereka.
Mengapa demikian ?
Hal itu karena Richie tidak mau jika keluarga nya menjadi perhatian banyak orang , apalagi setelah peristiwa terjadinya bullying.
“ Jadi kamu pilih yang mana ?" Tanya kepala mall tersebut.
“ Aku pilih ini , ini , dan ini " kata Richie dengan menunjuk pakaian yang dipilihnya.
“ Pilihan yang bagus. Selera mu masih sama seperti dulu ternyata" puji kepala mall.
“ Yah begitulah , tapi sepertinya aku masih kalah dengan Lucio dalam hal fashion seperti ini " kata Richie.
“ Adik - adikmu sangat detail jika mengenai fashion. Terlebih Lucio , bukankah ia selalu tampil gemilang ?" Kekeh Paman itu sambil bertanya.
“ Aku juga bingung kenapa dia memilih banting setir menjadi dokter spesialis jantung , jika dia bisa menjadi desainer" ucap Richie.
“ Karena si bungsu , tentu saja , meski ia terkadang Badung dan susah diatur serta masih semaunya sendiri , ia juga masih memiliki perasaan seorang kakak terhadap adiknya. Lagipula bukankah dia juga pandai ?" Ucap paman lagi. Richie mengangguk membenarkan.
“ Lalu bagaimana kabar si bungsu ? Apa dia masih melukis juga ?"
“ Iya , dan ia sedang mencoba membuat lagu ciptaan sendiri. Selain tertarik dengan seni lukis dia juga mulai tertarik dengan dunia musik "
“ Kalian bertiga mempunyai kesamaan , sama - sama mencintai dunia musik. Kuharap kalian tidak pernah mencintai orang yang sama pula. Hahahaha " tawa paman itu.
“ Kau tahu paman ? Hal itu nyaris saja terjadi. Tapi sekali lagi akulah yang menjadi pemenangnya " bangga Richie.
“ Apa ? Jadi dia pernah mencintai istrimu ?"
Dan Richie menjawab dengan anggukan.
“ Bagaimana mungkin ? Ahh... Pasti adik mu patah hati. Ngomong - ngomong itu adikmu yang mana?"
“ Lucio "
“ Hahahaha.... Astaga aku tidak percaya ini. Lucio jatuh cinta pada istrimu dahulu? " Tanya Paman itu lagi.
“ Ya dan aku bersyukur , aku yang menjadi suami dari istriku. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika ia menjadi suami Bianca , paman "
“ Sedikit banyak , aku mengetahui bagaimana keluarga Bianca , dan yah dengan Lucio yang menjadi suaminya , paman sendiri tidak yakin jika ia mampu menahan diri "
“ Maka dari itu. Dia sedikit berbeda denganku dan Raphael " jawab Richie.
“ Kau begitu sabar nak. Lain kali kau harus tegas pada istrimu , beruntung anak kalian lebih lengket padamu daripada ibunya"
“ Aku harus melakukannya paman , jika tidak mereka akan menjadi - jadi. Apalagi neneknya sangat membenci Lorraine "
“ Karena Lorraine lebih mirip denganmu bahkan sifat dan tingkah lakunya juga benar - benar seorang Richie Guerrero versi perempuan"
“ Hah... "
“ Sudahlah nak. Apapun yang menjadi keputusan mu. Paman akan selalu di pihak mu "
“ Terimakasih paman. Oh iya bagaimana keadaan mall ?"
“ Keadaan mall kita masih stabil dan keuntungan meningkat sebesar 20% "
“ Baiklah jika begitu. Aku akan kembali paman "
“ Hati - hatilah jika begitu. Salam untuk keluarga mu dan adik - adikmu "
Kemudian Richie kembali ke rumahnya serta memberikan baju untuk Freya. Ya , gadis itu agak lain jika menurut Richie. Sudah sangat jarang menemui gadis se-cuek Freya.
Sesampainya di rumah , ia hanya melihat Freya dan istrinya , tidak ada Zion. Kemana bocah itu pergi ?
“ Sayang ini pesanan kamu " kata Richie.
Bianca menerimanya. Ia segera ke kamar tamu , dimana Freya berbaring disana.
“ Gimana keadaaannya ? Apa sudah membaik ?"
“ Aku sudah jahit lukanya. Dia masih pingsan dan belum sadar juga"
“ Kamu nggak kasih dia bius total kan ?"
“ Ini cuma luka kecil. Tapi perlu di jahit. Jadi aku nggak kasih dia bius total mas"
Richie hanya mengangguk saja , baguslah jika anak itu masih baik - baik saja.
“ Ya udah mas aku mau pakaikan dia baju. Omong - omong pilihan bajunya sangat feminim kali ini "
“ Aku cuma asal pilih. Asalkan masih dalam ukuran anak SD itu. Oh iya , mana Zion , dia nggak kembali kemari ?"
“ Aku pikir dia pulang ke rumah mas " jawab Bianca.
“ Ya sudah kamu keluar dulu sana" lanjutnya lagi.
Dan Richie pun keluar dari kamar tamu tersebut.
Saat ia sedang bersantai di sofa , Richie dikejutkan dengan bantingan pintu yang amat keras hingga dia terlonjak.
BRAK .....
Richie melihat kearah pintu dan ternyata Zion lah pelakunya , dengan raut wajah yang tampak menyebalkan ia masih menggerutu.
“ Aku harap kau tidak melupakan sopan santun mu yang jatuh entah dimana anak muda" interupsi Richie.
“ Gua kesal tahu kak " Zion menjawab dengan nada yang tak ramah kali ini.
“ Dibilang nggak usah pulang ke rumah. Lu ngapain pulang kesana bodoh " cibir Richie.
“ Ya gua cuma mau meluruskan sekaligus kasih peringatan buat mama sama Stephanie itu " gerutu Zion.
“ Terus apa yang lu dapat ? Bukannya lurus , malah semakin keriting. Pikiran mama lu ruwet sih. Nggak pernah di jalan yang benar , jadi susah kan hidup lu ?" Richie menanggapi.
“ Ya terus gua harus gimana coba? "
“ Lu itu udah mau 20 , udah dewasa ikuti kata hati lu aja kenapa sih ? Lagian mau lu sama siapapun , yang jalani hubungannya kan elu , bukan mama lu ”
“ Kak Bianca mana ?"
“ Lagi urus pacar lu tuh , dia pingsan. Ada di kamar tamu tuh "
“ Heh , Reya ada disini ?" Kaget Zion.
“ Yoi. Dia hipotermia kayanya ada luka juga di keningnya atau kepalanya ga ngerti gua "
“ Kok bisa ?"
“ Ya bisalah , orang tadi disiram pakai air es , terus balok esnya juga nggak ketinggalan ikut andil. Gimana nggak luka tuh kepala "
“ Siapa yang berani siram kesayangan gua ?"
“ Sheila & geng nya "
“ Gimana ceritanya? "
“ Kamu tahu lah kalau orang lagi berusaha ambil hati orang lain itu gimana ?"
Zion hanya menghembuskan nafas panjang , seperti yang ia duga sebelumnya pasti Freya akan menjadi korban bullying.
“ Lu harus pilih salah satu , Bro "
“ Ya gua udah jelas pilih Reya. No debat sih ”
“ Ya kalau gitu lu putusin Sheila lah. Mau sampai kapan ku koleksi selingkuhan , udah mirip museum aja perasaan"
“ Lu mah mulutnya makin hari makin tajam ya ? Kebiasaan diasah tiap hari "
“ Demi pertahanan diri. Biar gua bisa balas sindiran mama lu yang makin hari makin jadi" ucap Richie sambil berlalu ke kamarnya.
Zion melangkah menuju kamar tamu dimana Freya berada , ia mengetuk pintu terlebih dahulu.
“ Masuk pintunya nggak dikunci "
Masuklah Zion setelah mendapat sahutan dari Kaka sulung nya.
“ Zee "
“ Gimana kondisi Reya kak ?"
“ Sejauh ini baik - baik aja. Kaka terus pantau kondisi Reya " jelas Bianca.
Zion bisa melihat perban yang ada di kepala kekasihnya itu dan bagaimana wajahnya yang pucat.
“ Kamu jaga dia sampai siuman ya Zee , Kaka mau lihat Laura sama Lorraine dulu "
“ Ya kak , makasih udah mau rawat Reya"
“ Sama - sama. Kaka tinggal dulu ya Zee" Balas Bianca. Lalu Bianca keluar dari kamar tersebut.
“ Maafin Kaka yang nggak bisa jaga kamu Rey , kamu jadi seperti ini karena Kaka " batin Zion sembari mengelus kepala Freya dengan sayang.
Sementara itu di kediaman Zion.....
“ Mama , sudah berapa kali papa bilang , Zion itu sudah besar ma. Sudah saatnya dia bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan , jangan setiap dia salah kamu bela dong " ucap papa Zion jengah sambil mengurut kepalanya yang terasa pusing akibat ulah sang istri.
“ Wajar dong , aku belain anakku mas , apalagi jika anakku berurusan dengan gadis miskin macam dia "
“ Sudah berapa kali aku bilang kan , jangan menilai orang dari penampilannya aja , kamu kapan sih bisa ubah cara pandang kamu terhadap seseorang?"
“ Kok kamu malah salahin aku sih mas ? Aku cuma bela anak aku "
“ Bela anak itu boleh , tapi kamu juga ngerti situasi sama kondisi dong , jangan asal bela , kalau jelas - jelas anak kamu itu salah. Niat kamu itu membela anak kamu , tapi malah jatuhnya bikin anak kamu malu. Kamu nggak kasihan sama anak kamu ?" Ujar papa Zion.
“ Berhentilah , melakukan hal yang bisa membuat malu diri sendiri " nasehat papa Zion. Kemudian ia meninggalkan istrinya yang masih kesal dan menggerutu.
Kembali di Kediaman Richie......
Freya sudah siuman , membuat Zion bernafas lega. Ia meminum segelas teh hangat yang sudah disiapkan.
Freya masih merasakan sedikit pusing walaupun tidak sepusing tadi.
“ Kak Zion , aku ada dimana ?" Tanya Freya.
“ Kamu tenang dulu ya. Sekarang kamu ada di tempat Kaka ipar aku , tadi kepala kamu luka sayang , jadi Kaka ku bawa kamu kesini untuk dirawat. Kebetulan Kaka aku dokter " jelas Zion.
“ Aku boleh keluar ? " Tanya Freya setelah melihat sekeliling kamar.
“ Kamu sudah enakan ? Kalau badan kamu sudah enakan , ayo Kaka tuntun kamu keluar , tapi kalau belum kamu istirahat dulu aja di kamar " tanya Zion balik.
“ Aku sudah merasa lebih baik kok kak "
“ Ya udah , kalau gitu kaka bawa kamu ke depan ya ?" Ajak Zion.
Freya memandang dirinya , sejak kapan ia memakai rok dengan gaya feminim?
“ Kak , Kaka tahu seragam aku nggak?"
“ Seragam kamu baru dikeringkan , sama pakaian dalam juga. Karena tadi basah kuyup "
“ Terus , kenapa aku pakai baju ini ?"
“ Oh. Ipar ku yang belikan baju itu buat kamu. Nggak apa-apa kan kalau bajunya sedikit feminim ? Lagipula gimanapun juga kamu kan juga perempuan"
” Hmmm.... Nggak apa - apa kok , iya nggak apa - apa "
Merekapun keluar dari kamar dan menuju ruang berkumpul , ternyata disana sudah ada Richie dan keluarganya.
“ PAMAN ??? " Kaget Freya.
Author POV end
Visualisasi baju pilihan Richie
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Syhr Syhr
Cantik
2024-01-13
0