18

Happy Reading !

Author POV

Semua orang yang berada di ruang tamu tersebut sontak memandang Freya. Sedangkan Richie hanya mendelik , tidak terima jika dipanggil paman oleh anak SD ini. Hello dia itu masih muda tahu , seenaknya saja panggil paman.

“ Kamu kenal Rey , sama Kaka ipar ku?" Tanya Zion.

Sebelum Freya menjawab Richie lebih dulu menyahut.

“ Kan gua udah pernah cerita ke elu , kalau gua nggak sengaja tabrak anak SD yang salah pakai seragam kayanya"

“ Enak aja. Aku bukan anak SD paman"

“ Dan aku bukan pamanmu gadis kerdil , jadi berhentilah memanggilku paman. Lagipula aku masih muda asal kamu tahu " balas Richie sengit.

“ Huh ? Jangan bohong paman , bohong itu dosa , kau tahu ?"

“ Bocah sialan. Kau menganggap ku berbohong ? Apa perlu aku tunjukkan kartu tanda penduduk padamu ?"

“ Buat apa? Lagipula aku bukan petugas kependudukan. Jadi terimakasih anda tidak perlu repot-repot"

Bianca dan Zion yang mendengar perdebatan mereka berdua hanya mampu menahan tawa. Sepertinya Richie mulai menemukan lawan yang sepadan. Karena selama tidak ada yang berani melawan Richie , sekalipun Zion yang terkenal urakan dan tidak suka diatur.

“ Dasar tidak tahu terimakasih , ini rumahku. Harusnya kamu berterima kasih padaku , karena aku sudah mengizinkanmu disini "

“ TERIMAKASIH PAMAN dan maaf tapi itu bukan kemauanku. Aku dibawa saat aku dalam keadaan pingsan. Kalau tahu aku dibawa ke rumah orang sombong seperti mu , sudah pasti aku akan menolaknya mentah-mentah"

Richie hanya melongo mendengar jawaban Freya , ia tak menyangka gadis itu bernyali besar untuk membalas kata - katanya yang menusuk.

“ Sudahlah mas. Nah Reya , bagaimana keadaan kamu ? Sudah membaik ?"

“ Sudah kak. Terimakasih sudah merawat ku "

“ Tak masalah. Ah aku dan Zion juga minta maaf atas perilaku mama dan saudara perempuan kami terhadapmu "

“ Apakah keluarga kalian seorang pegulat , pasalnya suka sekali menggunakan kekerasaan "

“ Ah soal itu. Ya kamu tahu lah bagaimana perilaku seseorang yang emosi "

“ BWAHAHAHAHAHA.... Oh my God pegulat. Mama kalian pegulat kata dia , hahahaha..... Maafkan aku sungguh aku tidak bisa menahan tawa , akibat celetukan gadis kerdil itu " kata Richie setelah ia mengontrol ekspresi nya.

Freya memandang Richie aneh. Pasalnya Zion bilang jika Richie adalah iparnya , itu berarti Richie adalah suami dari Kaka Zion kan ? Lalu kenapa Richie malah menertawakan mertuanya sendiri?

“ Kenapa lihat - lihat ? Awas nanti jatuh cinta "

“ Anda percaya diri sekali tuan "

Saat mereka tengah berdebat , datanglah dua malaikat kecil Richie dan Bianca , melihat mereka berdua Freya pun merasa gemas.

“ Wah manisnya , adik kecil siapa namamu ?" Tanya Freya pada si bungsu. 

“ Aua " jawab gadis kecil itu cadel.

Freya mengerutkan keningnya , sedikit tidak paham dengan maksud gadis kecil ini.

“ Namanya Laura " jelas Bianca.

“ Ihh... Lucu Reya gemas" ungkap Freya ketika ia melihat balita gembul tersebut. Ia beralih pada gadis kecil satunya.

“ Kalau kamu siapa namanya ?"

“ Aku Lorraine , apa aunty kekasih dari uncle Zion ?"

“ H - hah ?" Gagap Freya. Anak sekecil itu tahu apa tentang kekasih ?

Sementara Zion hanya menepuk jidatnya. Ya Tuhan ada - ada saja pikirnya.

“ A - aku adalah teman uncle mu Lorraine " jawab Freya terbata.

“ Oh jadi bukan ya ? Jadi kekasih uncle itu yang uncle kenalkan lewat video call terakhir kali?"  Ucap Lorraine polos. Freya yang mendengar ucapan Lorraine , hanya menatap Zion dengan tajam. Seolah - olah matanya berbicara

“ Apa ada kekasih lain yang lebih kau cintai daripada aku? , berani - beraninya kau mengenalkan gadis lain di depan keluarga mu "

Zion yang melihat Freya hanya menelan ludah gugup. Pemandangan itu juga disaksikan oleh Richie dan Bianca , melihat keduanya , mereka lantas menahan tawa.

“ H - honey , Ka - kamu kan tahu kalau aku amnesia , j - jadi mungkin aja " ucap Zion terbata.

“ Oh iya , aku mengerti kok dan SANGAT MENGERTI " kata Freya dengan penekanan.

“ Sudah - sudah. Nah sekarang kamu makan ya ? Setelah ini biar Zion antar kamu pulang ya. Kaka tadi sudah izin sama guru piket kok " kata Bianca.

“ Terimakasih kak " ujar Freya.

“ Jangan lupa nanti seragamnya " peringat Richie.

“ Ahh... Iya , kami Kaka juga sudah siapkan seragam sama pakaian mu tadi"

“ Ahh... Maaf kak baju - baju ini untuk ku?"

“ Iya Reya , itu buat kamu. Kenapa ? Kamu kurang suka dengan modelnya ?"

“ Eh ? Bukan begitu hanya saja , a - aku nggak terbiasa pakai dress , tapi aku suka modelnya kok "

“ Ah.... Gadis tomboi , macam Stephanie" komentar Richie.

“ Kalau begitu , mulai dari sekarang kamu harus biasakan pakai dress , aku lihat kamu ada kemiripan sama kak Bianca " usul Zion.

“ Hmm ... Masa sih ? Memang kita berdua semirip apa ?" Tanya Bianca dan Freya bersamaan.

” Terlihat Feminim diluar dan tomboi di dalam " jawab Zion kemudian.

“ Ha ?" Freya melongo.

“ Iya kan kamu kaya gitu sayang. Sama kaya Kaka aku " Zion berujar lembut.

“ Ya udah kalau gitu , ganti aja yang jadi adiknya Bianca. Gimana kalau si anak SD ini yang jadi adiknya Bianca aja ? Kamu mah hempas aja " seloroh Richie.

“ Lu mau gua santet nggak , kak ?" Zion melirik sinis kearah Richie.

Bianca hanya tersenyum , adik dan suaminya itu ada saja yang mereka perdebatkan hampir setiap hari jika bertemu.

“ Jangan uncle , kalau daddy disantet , Lorraine sama adik nanti jadi anak yatim" celetuk Lorraine tiba - tiba.

Freya tertawa mendengar penuturan polos Lorraine.

“ Daddy mu ditukar - tambah aja nak. Habisnya Daddy kamu ngeselin orangnya" kata Zion pada Lorraine.

Freya mencubit tangan Zion hingga Zion mengaduh kesakitan.

“ Auh , sakit sayang " adu Zion.

“ Jangan ajarin yang nggak - nggak sama anak kecil " Freya menatap Zion sengit.

“ Lorraine sayang , kamu jangan dengerin kata uncle mu ini ya. Kalau misalkan , Daddy kamu ngeselin , jual aja di online shop " usul Freya.

Semua yang mendengarkan usul Freya hanya melongo , apa bedanya dengan usul Zion tadi ? Pikir mereka.

“ Sa - sayang kamu sehatkan ?" Tanya Zion yang tadi sempat melotot horor.

“ Aku sehat kok. Kan udah dirawat sama kak Bianca " jawab Freya polos.

“ Heh anak SD , maksudmu apa mau menjualku di online shop , dipikir aku gigolo apa ?" Tanya Richie sambil menatap tajam Freya.

“ Gigolo itu apa dad ?" Tanya Lorraine polos.

“ Aish , sial. Bukan apa - apa nak " jawab Richie.

” Hati - hati kalau bicara , ada anak kecil disini " balas Freya dengan seringai.

“ Mari makan dulu " ajak Bianca untuk memutus perdebatan tidak jelas ini.

Mereka bergegas menuju ruang makan untuk makan siang ada berbagai hidangan yang disiapkan Bianca.

Freya makan dengan tenang meski ia merasa lapar sedari tadi. Tapi ia bisa menjaga image nya dengan baik.

“ Bagaimana Reya ? Kamu suka ?" Tanya Bianca.

“ Ah , aku suka kak , terimakasih jamuan makan siangnya , ini enak " puji Freya.

“ Terimakasih , Kaka masak sendiri menu ini , hari - haripun Kaka masak sendiri untuk keluarga. Kamu bisa masak juga katanya? Kapan - kapan kita masak bareng yuk ?" Ajak Bianca.

“ Boleh kak " jawab Freya antusias.

Zion yang melihat nya tersenyum kecil , ia merasa senang sang kekasih bisa mengambil hati Kaka nya yang amat disayanginya itu. Sementara Richie hanya acuh saja.

Selesai makan siang Freya membantu Bianca membereskan meja makan dan mencuci piring. Zion dan Richie hanya mengamati mereka dalam diam.

“ Terlihat seperti calon istri idaman huh ?" Tanya Richie ke Zion.

“ Aku nggak salah pilih kan ?" Jawab Zion dengan pertanyaan.

“ Jangan senang dulu. Belum tentu tuh cewek jadi sama lu " cibir Richie dengan mulut tajamnya.

“ Pasti jadi sama gua " jawab Zion yakin.

“ Ya kalau jadi Puji Tuhan. Tapi yang jelas lu bakalan cari musuh buat mama lu , selain gua " ucap Richie dengan senyum tipis.

Zion hanya mendengus mendengar ucapan Richie tentang mamanya lagi , ingin rasanya ia membantah perkataan Richie , namun apa yang diucapkan Richie adalah fakta. Zion sendiri tidak yakin jika suatu saat ia bersanding dengan Freya , Freya bisa akur dengan mamanya.

“ Kalau gua lihat ya Bro , Reya tuh tipe - tipe yang nggak mau asal nurut aja sama suami. Dia orangnya realistis , motto hidup dia hampir sama kaya gua. Akan melakukan apa yang dia anggap benar. Jadi kalau salah ya dia berani lawan "

Zion hanya mendengarkan ucapan Richie.

“ Dia itu tipe independen. Jadi lu nggak bisa sembarangan atur - atur dia. Jadi kalau semisal lu jadi sama dia , siap - siap aja mama lu jantungan tiap hari ribut sama menantu. Hehehe " ucap Richie dengan cengiran khasnya.

Zion terdiam , ia sedang membayangkan bagaimana kehidupan rumah tangganya dengan Freya suatu hari nanti.

Ya , bayangan keributan yang terjadi setiap harinya sudah tergambar dengan jelas sekali. Bisa dipastikan ia tidak akan pulang kampung jika sudah hidup berumah tangga. Tentunya untuk menghindari pertengkaran.

Jika ia pulang kampung minimal hanya ketempat Bianca dan keluarganya.

“ Heh , lamun apaan lu ? Lu lamunin kata - kata gua?" Tanya Richie penasaran.

“ Sialan , kata - kata lu buat gua kepikiran tahu nggak " umpat Zion.

“ Nggak " jawab Richie sok polos.

Zion hanya mendengus dan memilih bermain game di ponselnya daripada ia merasa lebih dongkol lagi.

“ HAHAHAHA " Tawa Richie meledak.

Freya berada di villa Richie hingga sore. Sebelumnya ia sudah mendapat pesan dari Lucky , jika ia dibuatkan salinan catatan mata pelajaran di hari itu.

Sedari tadi fokus Freya hanya ke dua bocah cilik tersebut , ia tidak memperhatikan Zion , hanya sesekali saja.

“ Niatnya sih mau pacaran , eh malah dimonopoli sama tuyul dua " keluh Zion.

“ Enak aja anak gua dikata tuyul. Ya sorry , anak gua lebih menggemaskan dibanding elu. Jadi , yang sabar nak " sahut Richie.

“ Aunty , kenapa sih aunty mau sama uncle Zion ? Padahal uncle Zion itu jelek loh , pemalas lagi. Pelit pula , kok aunty bisa mau ?" Tanya Lorraine pada Freya dengan binar mata polos.

Sontak Zion menganga kan mulutnya dengan wajah yang tidak elit akibat shock dengan ucapan bocah evil tersebut.

“ HAHAHAHAHA... Kamu terlalu jujur sayang , tahu aja kalau uncle kamu jelek" ujar Richie memprovokasi.

“ Dulu waktu diminta jadi pacar sama uncle mu aunty baru pakai kacamata hitam. Jadinya gelap , nggak kelihatan kalau uncle mu jelek " jawab Freya sekenanya.

Bahu Zion melemas rasanya mendengar jawaban sang kekasih. Memang sang kekasih sedikit hobi menistakan dirinya.

“ Oh , jadi aku jelek ? Terus yang tampan siapa menurutmu Xavier gitu?" Zion berujar sinis.

“ Waow... Ada yang marah nih , Ya kamu tuh peka sedikit jadi perempuan. Tuh bayi besar kamu ngambek " ujar Richie lagi.

“ Yaampun aku cuma bercanda , gitu aja marah kaya perempuan aja " sungut Freya.

Bianca hanya menggelengkan kepalanya pelan , tapi setidaknya ia bersyukur ada seseorang yang mampu membuat Zion tersenyum kembali selain dirinya.

“ Kak , udah sore nih. Freya mau izin pulang "

“ Eh , kamu mau pulang ? Nggak nanti malam sekalian aja. Sekalian makan malam " ucap Bianca.

“ Nggak kak. Nanti mommy sendirian. Kasihan mommy " jawab Freya.

“ Daddy kamu kemana dek ? " Tanya Bianca. Zion yang mendengar hal itu hanya melirik pada Bianca dan menggelengkan kepalanya pelan. Beruntung Bianca mengerti isyarat yang Zion berikan.

” Ah maaf ya Reya , Kaka nggak bermaksud , Kaka cuma nggak tahu tadinya. Ya sudah Kaka siapin baju sama seragam kamu tadi ya , tunggu sebentar " ucapnya kembali dan bergegas menyiapkan pakaian dan seragam Freya.

Freya hanya tersenyum tipis.

Zion menghela nafas panjang.

Richie hanya terdiam karena masih shock dengan isyarat Zion tadi.

Tak berapa lama Bianca kembali dengan membawa tas berisi pakaian dan seragam Freya tadi , serta obat - obatan.

“ Ini pakaian nya. Dan ini obat - obatan buat kamu. Kalau kamu masih pusing dan nggak enak badan. Besok izin aja ya , biar badan kamu fit dulu " nasehat Bianca.

“ Terimakasih , maaf sudah merepotkan" ucap Freya tak enak.

“ Nggak kok , justru kami yang minta maaf sama kamu , gara - gara perilaku mama dan saudara kami. Kamu jadi kaya gini " Jawab Bianca.

“ Ya sudah , Zee kamu antar Reya pulang ya ?" Suruh Bianca pada Zion. Zion pun memandang Richie sambil menengadahkan tangannya.

“ Ngapain lu ?" Tanya Richie.

“ Kunci mobil mana , gua mau pinjam. Gitu aja nggak peka lu " Jawab Zion.

“ Oh kunci mobil , nih " kata Richie sambil menyerahkan kunci pada Zion.

“ Em.. kalau gitu kita pamit dulu ya kak. Terimakasih dan permisi " ucap Freya berpamitan. Mereka mengangguk dan mulai mengendarai mobil.

Sepeninggal Freya dan Zion , Bianca hanya memandang sedih.

“ Aku nggak sangka kalau dia anak yatim mas. Kasihan ya ?" Ucap Bianca.

“ Freya anak yang kuat dan tahan banting sayang. Aku lihat dari sorot mata dia , dia enggan dikasihani orang lain " Richie mengemukakan pendapatnya.

Back to Zion - Freya....

Di perjalanan Freya hanya diam. Sesungguhnya ia memikirkan kejadian tadi di sekolah. Apa ia memang tidak cocok dengan Zion atau ia akan mempertahankan laki - laki itu.

“ Rey , kamu kok bengong ?" Tanya Zion.

“ Kak , apa mamamu , nggak suka sama aku ?" Tanya Freya.

“ Rey , untuk masalah itu kamu nggak usah dipikir terlalu berat ya ?" Pinta Zion.

” Aku cuma tanya aja. Wajar kan ? Kesan pertama ketemu aja sudah jelek"

“ Tapikan itu bukan salah kamu sayang , itu salah mama aku "

“ Tapi apa mama kamu mau akui kesalahannya?"

“ Rey , aku lagi nggak mau bahas ini Rey , kita jalani dulu aja ya ?"

Tak terasa mereka sudah sampai rumah Freya. Ia turun dari mobil.

“ Eh , sayangnya mommy sudah pulang , yaampun kamu kenapa nak ? Kok diperban gini kepalanya ?" Khawatir mommy Freya.

“ Sebelumnya saya minta maaf Tante. Reya seperti ini karena saya. Karena masalah kemarin Freya mengalami pembullyan dan juga kekerasan yang dilakukan oleh mama dan saudara saya. Saya minta maaf " ucap Zion sembari menundukkan kepala.

“ Mama kamu datang ke sekolah Zion ?" Tanya mommy Freya.

“ Iya Tante. Saya minta maaf yang sebesar-besarnya sama Tante juga Reya" lanjut Zion.

“ Saya maafkan , tapi jika anak saya mendapat perlakuan kekerasan seperti ini lagi , bahkan lebih parah , saya tidak akan tinggal diam " peringat mommy Freya.

“ Saya jamin ini terakhir kalinya Reya dapat perlakuan tidak menyenangkan seperti ini Tante , saya janji " ucap Zion.

“ Saya nggak butuh janji kamu Zion. Yang saya mau itu bukti. Jadi kalau kamu berucap seperti itu , maka buktikan ! "

“ Saya paham Tante. Kalau begitu saya permisi mau pulang Tante "

“ Terimakasih sudah mau antar Freya"

“ Sama - sama Tan. Lagipula itu sudah kewajiban saya kok , jaga Reya. Mari "

“ Hati - hati "

Lalu mobil Zion pun meninggalkan pekarangan rumah Freya.

“ Udah sekarang kamu istirahat ya , sayang kalau masih sakit besok izin aja"

“ Reya , udah baik - baik aja kok mommy"

“ Sekarang kamu istirahat ya "

“ Iya mommy " jawab Freya dan bergegas menuju kamar.

Author POV end

Visualisasi menu makan siang

Visualisasi mobil Richie yang dipinjam Zion...

Toyota Alphard

Terpopuler

Comments

վմղíα | HV💕

վմղíα | HV💕

tuh rasain ngapain ngomong sembarangan di depan anak kecil, bingung sendiri kan mau jawab apa

2023-09-04

0

վմղíα | HV💕

վմղíα | HV💕

Freya suka anak kecil

2023-09-04

0

🥀

🥀

jadi laper liat makanan nya🤤🤤

salfok ke makanan

2023-02-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!