Happy Reading !
Author POV
Pagi menjelang matahari sudah bersinar dengan cerah. Namun tidak untuk Zion sepertinya. Ya , hari ini ia menjalankan aktivitas seperti biasanya tapi ia seperti merasa hampa , entah apa yang menyebabkan ia seperti demikian.
Mungkinkah perasaan bersalah pada Freya setelah apa yang ia lakukan dengan gadis tersebut ?
Entahlah kita semua tidak akan pernah mengetahui perasaan dan isi hati seseorang bukan?
Seperti yang dilakukan Zion saat ini matanya memandang sekeliling kawasan sekolah dengan tajam bak mata seekor burung elang.
Ia sudah merasa gelisah karena tidak menemukan apa yang ia cari.
“ Dia kemana ya ? Apa dia nggak masuk ?" Batin Zion.
Nico yang melihat gelagat Zion yang sedari tadi nampak tidak tenang pun merasa heran , maka ia memutuskan untuk bertanya.
“ Lu kenapa sih ? Dari tadi gua perhatiin lu kaya gerak terus kaya orang mau maling motor aja "
“ Salah emang , gua lihat dunia luar ?" Jawab Zion agak sensitif.
” Cih , tanya doang sensitif amat lu kaya cewek datang bulan " cibir Nico sambil berdecih.
Zion hanya diam tak menanggapi ucapan Nico. Pikirannya melayang hanya pada Freya.
Entahlah kenapa gadis itu berseliweran di pikirannya. Padahal ia sudah memiliki kekasih , namun tak pernah sekalipun ia memikirkan kekasihnya , ironis memang.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Freya masih mengurung dirinya di kamar , ia masih merasa terguncang akibat peristiwa yang baru saja dialaminya.
Pandangan matanya kosong tidak ada lagi binar di mata indahnya.
Mommy Freya pun masuk ke dalam kamar Freya dan duduk di tepi ranjang Freya. Ia merasa miris melihat keadaan puterinya yang seperti mayat hidup itu.
Tidak ada binar kebahagiaan yang ia pancarkan di matanya.
“ Sayang , sarapan dulu yuk ?" Bujuk sang mommy.
Tidak ada jawaban.
Mommy nya pun menghela nafas , sampai kapan anaknya akan terus diam seperti ini.
“ Sayang , ayo sarapan dulu. Hari ini kamu izin nggak masuk sekolah dulu ya , mommy mau ajak kamu ke suatu tempat ” kata mommy nya.
“ Kemana ? " Akhirnya Freya menjawab meski dengan suara yang lemah.
“ Nanti kamu akan tahu. Sekarang kamu sarapan dulu ya " bujuk mommy nya kembali.
Freya hanya mengangguk.
“ Yuk " Mommy nya menggandeng pelan tangan Freya. Freya melangkah pelan keluar kamar menuju ruang makan.
Sampai di ruang makan mommy nya pun mengambilkan sarapan untuk Freya.
“ Terimakasih mommy " ucap Freya.
“ Sama - sama sayang " jawab mommy dengan senyum hangat.
Mereka sarapan dengan tenang. Tanpa ada pembicaraan sama sekali , sang mommy sangat menghargai perasaan dan sangat mengerti kondisi buah hatinya.
Selesai sarapan mommy Freya mengajaknya mendatangi rumah sakit. Ya hari ini Freya akan menjalani visum , untuk memastikan kondisi puterinya baik - baik saja.
Beberapa menit kemudian.....
Freya sudah selesai menjalani pemeriksaan dan Puji Tuhan hasilnya masih baik walau psikisnya agak terguncang , mungkin karena shock.
Mommy nya pun merasa bersyukur akan keadaan puterinya yang tidak kehilangan kehormatannya sebagai perempuan.
“ Syukurlah , kamu masih baik - baik aja sayang , mommy lega sekali " ucap mommy nya.
Freya hanya mengangguk , ia juga merasa sangat bersyukur karena apa yang ia takutkan tak terjadi.
“ Besok mommy akan ke sekolah kamu , untuk membicarakan masalah ini sama kepala sekolah , sekalian dengan membawa seluruh hasil pemeriksaan kamu. Sekarang kita ke psikiater ya sayang ?"
Freya mengangguk lagi.
Sampai di ruang psikiater Freya pun diperiksa. Mommy nya pun menunggu diluar , ia sangat berharap psikis anaknya tidak begitu parah , seperti korban pelecehan seksual lainnya.
Beberapa menit setelah pemeriksaan...
Dokter memanggil wali pasien. Mommy Freya masuk ke dalam. Setelah bincang - bincang ringan dokter tersebut menjelaskan bahwa Freya mengalami trauma sedang. Maka untuk lebih lanjut harus dilakukan beberapa terapi penyembuhan.
Mommy Freya mengiyakan saran dokter. Ia akan melakukan apapun demi kesembuhan puterinya.
“ Kalau begitu kami permisi dokter , terimakasih atas waktunya " pamit mommy Freya.
“ Iya ibu sama - sama , sudah menjadi tugas saya " jawab dokter tersebut.
Mereka berdua pun kembali pulang.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Hari ini keempat sahabat Freya sedang bertanya - tanya , pasalnya mereka sudah mengirimkan beberapa chat pada Freya , namun tidak ada jawaban.
“ Ilene kemana ya ? Ponselnya aktif tapi kok nggak diangkat pas di telepon , di chat juga nggak dibalas" gumam Lucky.
“ Masih cari kabar Ilene ? " Tanya Laurent.
Lucky mengangguk.
“ Gua juga tadi chat Ilene nggak ada balasan , check list nya sih udah dua tapi nggak ada warna birunya" terang Laurent.
“ Daripada bingung , gimana kalau nanti kita ke rumah Ilene aja ? Lagipula kita sudah tahu alamat rumahnya kan?" Usul Bernard.
“ Iya deh iya , sekalian si masnya ketemu calon mertua ya mas ?" Goda Caesar.
“ Gua cuma mau besuk , nanti dikira nggak ada rasa solidaritas " Bernard memberi alasan.
“ Alasan kamu mas " cibir Caesar.
“ Jangan lupa , bawa martabak manis biar dikasih restu " Lucky ikut menimpali.
“ Betul tuh , itu buah tangan yang wajib dibawa kalau mau ketemu calon mertua" jelas Laurent.
“ Eits , jangan lupa harus ada kacangnya , karena yang spesial itu yang ada kacangnya " Caesar memberi saran.
“ Hahahaha " merekapun tertawa bersama.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Sepulang sekolah para sahabat Freya mengunjunginya ke rumah.
“ Sore Tante " sapa mereka berempat.
“ Eh halo , selamat sore , mau ketemu Ilene ?"
“ Iya Tante , kita mau ketemu sama Ilene , soalnya tadi nggak masuk sekolah " Jawab Bernard.
“ Maaf , kalau boleh tahu Ilene sakit apa ya tante ?" Tanya Lucky.
“ Kalian masuk dulu aja ya ? , Nanti Tante jelaskan di dalam "
Merekapun masuk rumah Freya.
“ Kalau mau temui Ilene , dia ada di kamarnya. Kalian naik aja cari aja yang pintunya ada sticker panda. Nanti Tante susul kalian. Oh ya , kalian mau minum apa ? Tante buatkan ya ?"
“ Apa aja deh Tante " jawab mereka.
“ Ya udah Tante tinggal dulu ya ? , Kalian langsung naik aja "
Mereka berempat pun permisi dan bergegas naik ke kamar Freya. Sampai di depan pintu yang terdapat sticker panda , Lucky mengetuk pintu tersebut.
“ Lene , ini kita datang buat lu. Kita boleh masuk nggak ?" Tanya Laurent bermaksud izin.
Freya yang mendengar suara Laurent pun sontak terkejut. Ia tak menyangka jika teman - temannya datang ke rumahnya.
“ Masuk aja , pintunya nggak gua kunci " ucap Freya.
Ceklek.....
Mereka berempat pun masuk ke dalam kamar Freya setelah mendapat izin dari pemilik kamar.
“ Wah , inikah kamar dari seorang Ilenna Freya ? " ucap Laurent dan memandang sekeliling.
“ Lu kalau nggak norak , bisa nggak ?" Sengit Bernard.
“ Nggak , maksud gua tuh , Ilene kalau di sekolah tuh sederhana banget loh , tapi gua nggak nyangka kalau ternyata kamar dia aja semewah ini " Jelas Laurent.
“ Kalian jangan gitu dong , kamar ku biasa aja " ucap Freya tak enak hati.
“ Oke lupakan semua itu kawan - kawan , tujuan kita kesini cuma mau tengok lu dan tanya lu kemarin kok nggak masuk ? Lo sakit ?" Tanya Bernard.
Mendengar hal itu Freya terdiam , tak tahu harus menjawab apa.
“ Lene ? " Panggil Lucky hati - hati.
“ Ah , eum gu - gua cuma nggak enak badan aja kok " jawab Ilene.
Semuanya mengangguk mendengar jawaban Freya terkecuali Lucky , ia melihat ada yang tak biasa dari Freya , seperti tengah menyembunyikan sesuatu , namun ia menunggu waktu yang tepat untuk meminta kejelasan dari Freya.
Lucky mencoba bersikap santai dan mulai berbincang dengan Freya , begitupun yang lainnya.
Ditengah - tengah perbincangan mereka mommy Freya masuk dan membawakan minuman serta beberapa kudapan untuk mereka.
“ Nih silahkan dinikmati " mommy Freya mempersilakan mereka untuk menikmati kudapan yang disiapkan.
“ Ahh... Tante kenapa harus repot - repot sih ? Harusnya tadi nggak usah repot-repot begini " ucap Laurent namun dengan tangan yang sudah menjulur ke dalam toples cookies cokelat.
Teman - teman yang melihat tingkah Laurent hanya geleng-geleng kepala dan menutup wajah mereka karena malu. Sedangkan Freya dan mommy nya hanya tersenyum.
“ Bukan teman gua Lu Laurent " batin Lucky , Bernard dan Caesar.
“ Dihabiskan aja nggak apa-apa kok. Ya udah Tante tinggal dulu ya ? Silahkan ngobrolnya dilanjutkan " ucap mommy Freya.
“ Terimakasih Tante " jawab mereka. Lalu mommy Freya keluar.
“ Lene , nih catatan pelajaran hari ini kita sudah berbaik hati mencatat buat lu dan hari ini ada tugas dari Bu Tessa pelajaran Sosiologi tahu nggak ?" Ucap Caesar.
“ Nggak , gue nggak tahu. Kan gua nggak masuk " jawab Freya dengan tatapan polos.
“ Bodohnya memang natural anak ini " celetuk Lucky.
“ Hahahaha..... " Bernard tertawa keras.
“ Aduh Caesar.... Caesar.... Ya jelas lah Ilene nggak tahu kan dia nggak masuk , kalau dia nggak masuk suruh tahu darimana coba ?" Jelas Laurent.
“ Baru kali ini gua menemukan PlayStation di kamar perempuan. Lu suka main ?" Ucap Bernard.
“ Eung... Kadang gua main kalau lagi suntuk " jelas Freya.
“ Main apaan lu ?" Tanya Lucky.
“ Smackdown , terus kaya balap - balap mobil atau motor gitu. Terus soccer dan masih banyak lagi sih " terang Freya.
“ Smackdown wah sakit lu , cewek jarang ada yang suka Smackdown nak " heran Lucky.
“ Lene , lu sehat ? " Tanya Caesar kemudian.
“ Lu tomboy apa gimana sih nak ?" Lanjut Laurent.
Freya memutar bola mata malas memang apa yang salah dengannya ? Menurut dia wajar - wajar saja jika seorang perempuan menyukai gulat. Selama adegan kekerasan tersebut tidak dicontoh untuk hal yang main - main.
“ Menurut gua nggak masalah , asalkan kita nggak ikut - ikutan banting sembarangan orang kan ?" Freya mengutarakan pendapatnya.
Mereka berempat mengangguk kemudian.
Mereka terus berbincang hingga malam mulai menyapa , mommy Freya memanggil mereka turun untuk makan malam bersama.
Mereka pun menuju ruang makan dan makan malam bersama. Mommy Freya cukup senang karena keadaan rumah tidak sepi seperti biasanya.
Dan ia juga merasa bersyukur puterinya sudah kembali tersenyum ceria berkat teman - temannya yang baik hati.
“ Makan yang banyak ya ? Tante masak banyak untuk kalian" Ucap mommy Freya.
“ Terimakasih loh Tante atas jamuan makan malamnya , masakan Tante enak banget " puji keempatnya.
“ Terimakasih atas pujiannya , kalian bisa aja " jawab mommy Freya dengan senyum.
Selesai makan malam mereka memutuskan untuk pamit pulang.
“ Terimakasih sudah mau jenguk Ilene ya , jangan lupa belajar kalian , untuk pulangnya jangan terlalu ngebut ya " nasehat mommy Freya.
“ Siap Tan , kami bakal hati - hati kok. Kalau gitu kita pamit dulu ya Tante ?" Ujar Lucky. Mereka berempat menyalami mommy Freya dan cium tangan. Setelah itu meninggalkan rumah Freya.
Mommy Freya tersenyum lembut pada sang anak.
“ Sekarang kamu mandi setelah itu belajar ya ! Teman - teman kamu anaknya lucu - lucu dan mereka semua sopan. Mommy senang kamu bisa berkawan baik dengan mereka" ucapnya.
“ Iya mom " jawab Freya.
Author POV end
Vote + comment
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
🥀
jangan mengurung diri freya, banyak yang sayang kamu, termasuk mak, sini peluk mak, mak kasih mawar🌹
2023-02-17
0
Syhr Syhr
Persahabatan yang jarang di temui.
2023-02-17
0
Mom La - La
aku suka dengan persahabatan mereka
2023-01-17
0