Happy reading !
Author POV
“ So - sorry kak , aku nggak sengaja. Maaf banget " ucap Freya dengan nada takut.
“ Apa Lo bilang maaf ? Heh mata Lo buta ? Lo nggak lihat seragam gue basah kuyup begini dan Lo cuma bilang minta maaf ? Oh wow enak banget Lo "
“ Ya terus Kaka minta apa ? Ya udah sebagai pertanggungjawaban Freya cuci deh seragamnya " ujar Freya yang setengah kesal.
“ Lo cuci ? Najis yang ada kena tangan Lo yang kotor itu "
“ Kalau nggak terima ya udah nggak usah protes lagipula sini sudah minta maaf juga , sudah ada maksud baik buat bersihin seragamnya juga tapi malah nggak diterima ck... Dasar labil "
“ Lo ngatain gue ? "
“ Nggak "
“ Lo nggak tahu gue siapa?"
“ Halah... Ngapain juga harus tahu Kaka emangnya Kaka orang penting disini ?"
“ L - LO ???!!!! "
“ Permisi kak , saya mau masuk kelas " Freya pamit undur diri.
“ YAK !!! DASAR MURID BARU SIALAN !!! " Teriaknya.
“ Mas - mas udah buru masuk kelas sudah bel masuk. Sebelumnya bayar dulu hutangnya sama makan hari ini dan hari - hari sebelumnya" peringat ibu kantin.
“ Hutang lagi bisa nggak Bu. Saya nggak bawa uang sebanyak itu"
“ Yah terus ini gimana mas? Masa hutang lagi. Mas jangan hutang lagi atuh hutang mas yang kemarin - kemarin aja belum dilunasi ke saya. Sudah numpuk juga sampai ratusan ribu " melas ibu kantin tersebut.
“ Punya saya juga mas , mas belum juga lunasi hutang yang ditempat saya sampai numpuk juga " kata ibu kantin yang satunya lagi.
“ Apalagi punya saya. Mas nya kalau ambil kue dagangan saya juga nggak kira - kira mana belum dibayar juga " ibu kantin yang lain ikut bersuara.
“ Aduh Bu saya janji deh bakal lunasi hutang - hutang saya tapi nggak sekarang suer ! "
“ Kalau gitu kapan mas ? Masa hampir 2 setengah tahun cuma bilang besok terus ?"
“ Uang saya aja belum ditransfer sama Kaka saya Bu "
“ Ya udah besok ya. Jadi hari ini hutangnya ibu catat ya. Nambah lagi nih hutang mas nya"
“ Iya - iya. Ya udah saya masuk dulu ya Bu "
“ Semangat belajar mas jangan tidur di kelas terus "
“ Sip deh ! "
Siswa tersebut menuju kelasnya. Beruntung guru belum mengajar saat itu dikarenakan ada urusan mendadak.
“ Bapak Lo kemana , kaga masuk dia?"
“ Ada urusan mendadak katanya. Habis dari mana Lo ?"
“ Kantin "
“ Ditagih lagi ?"
“ Hmm... "
“ BWAHAHAHAHA.... Bro kebangetan Lo jadi orang masa hari gini masih ngutang?"
“ Diem ah "
“ Eh ngomong - ngomong baju Lo kenapa tuh? Lo habis mandi apa gimana?"
“ Mata Lo habis mandi. Gue kesiram es teh nya adik kelas tahu "
“ What ? Hahaha... Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sabar bro , emang siapa yang berani sama elo ? Perasaan adik kelas kita kaga ada yang berani sama elo deh. Lo kan serem "
“ Kaga tahu , gue belum pernah lihat. Anak baru kayanya mana dia berani jawab gue ngomong lagi "
“ Seriously ??? Seorang maskot sekolah sekaligus kingka disini kalah sama anak baru?"
“ Hormat suhu. Gue bakal simpuh dibawah adik kelas yang berani lawan elo kalau gitu. Cowok kan ?"
“ Cewek "
“ Hee??? Lo dilawan sama cewek??? Cewek???? Cewek??? Seriusan cewek???"
“ Iya "
“ Ya ampun harga diri Lo makin ternodai amat ya hahaha"
“ Diem "
“ Iya gue tampan gue diem "
“ Najis "
Sementara itu di kelas 1 - C sedang dalam keadaan cinta damai. Walaupun dalam keadaan yang bisa dibilang cukup serius karena tengah mendiskusikan sesuatu. Ya mereka sedang diskusi kelompok , beberapa waktu lalu telah terjadi pembentukan kelompok belajar dan tim Freya adalah tim yang lebih dominan laki - laki. Bagaimana tidak dari 5 orang anggota yang perempuan hanya Freya sendiri. Freya sih tidak ada masalah karena dia lebih nyaman berteman dengan laki - laki dibanding perempuan.
“ Oke saya lihat tim Ilene agak unik ya dominan laki - lakinya , sudah ditentukan siapa yang akan menjadi ketua kelompok kalian ?" Tanya Bu Tiara guru yang mengajar saat itu.
“ SUDAH BU ! " serempak mereka kecuali Freya.
“ Siapa ?"
“ Ilene " jawab mereka. Freya yang mendengarnya sontak terkejut pasalnya tidak ada diskusi tentang pemilihan ketua.
“ Kenapa jadi gue ?" Bisik Freya pada teman - temannya.
“ Ayolah Lene nggak apa - apa masa iya kita ? Kita malas jadi ketua " cengir Caesar.
“ Bagaimana Ilene , apa kamu bersedia?"
“ Siap Bu saya bersedia "
“ Baik untuk kelompok kamu berarti ada Lucky , Bernard , Caesar , Laurent dan kamu ya " ujar Bu Tiara. Freya pun mengangguk walaupun sebenarnya ia pasrah terhadap keadaan.
” Jadi ibu kepala suku apa yang harus kita bahas untuk presentasi besok ?" Tanya Bernard.
“ Freya pun mulai membuat peta konsep agar lebih mudah dipahami oleh temannya dan memberikan kesempatan pada temannya untuk berpendapat. Sangat demokratis sekali.
“ Jadi udah pada paham kan ? Kalau gitu kita bagi tugas ya. Laurent Lo cari materinya sama Bernard , Lucky Lo bagian gambar grafiknya , Caesar Lo bagian IT yah dan gue buat power point nya sekalian yang jadi pembicara waktu presentasi"
“ Setuju "
“ Oh , untuk Laurent gue nunjuk Lo buat jadi wakil gue ya? Semisal kalau gue nggak masuk , Lo bisa gantiin gue " jelas Freya.
“ Gue juga akhirnya yang gantiin elo " pasrah Laurent.
“ Terima aja sob , itu udah takdir Lo , jadi asisten Ilene " ucap Lucky sembari terkekeh.
Mereka melanjutkan pembelajaran dan mengerjakan tugas - tugas mereka hingga tak terasa jam pelajaran telah usai.
Saat Freya hendak menuju gerbang sekolah tiba - tiba ada guru yang memanggil nya.
“ Ternyata cantik sekolah disini ya ? Kamu kangen sama saya ?"
“ Bapak ? Bapak kenapa ada disini ?"
“ Saya mengajar seni budaya disini "
Namanya Bapak Rangga guru mata pelajaran Seni Budaya. Beliau ini sudah mengajar sejak Freya masih SD , SMP , bahkan sekarang di bangku SMA.
“ Duh kenapa harus ketemu pak Rangga lagi coba ? Guru aneh yang paling aku hindari , udah gitu genit lagi " batin Freya.
“ Ternyata kita berjodoh ya cantik "
“ Pak sadar pak ingat anak - istri di rumah. Lagipula kalau bapak jadikan saya jodohnya bapak , bapak bisa bangkrut loh pak"
“ Ah masa iya ?"
“ Iya pak , karena saya bakal minta fasilitas rumah 2 lantai dengan model rumah yang modern industrial selain itu juga harus ada fasilitas canggih juga harus ada kolam renang yang besar. Bukan cuma itu aja saya juga minta dibelikan mobil mewah sekelas Ferarri dan Lamborghini Aventador dan itu semua harus atas nama mommy saya. Gimana bapak sanggup?" Freya memberikan persyaratan.
Para murid yang mendengarnya sontak membelalakkan mata tak percaya kecuali kelima murid yang sudah jelas - jelas mengenal Freya. Mereka bahkan tertawa terpingkal - pingkal. Siapa lagi jika bukan Arnold , Leora , Reygan , Tasya dan Nico.
“ Ampun deh pak , dari dulu kok nggak berubah masih aja modus sama Freya " ledek Nico.
“ Freya nggak bakalan mau kali pak , walaupun bapak bisa sanggup sama semua persyaratan Freya. Tapi dia bukan tipe perusak rumah tangga. Apalagi Freya masih belum legal umurnya" timpal Tasya.
“ Jangan jadi pedofil pak , sikap bapak tuh bikin Freya risih " sambung Leora yang memang terkenal dengan kata - kata tajam menusuk.
“ Pak Freya tuh nggak gampang tersentuh seperti cewek lain kalau bapak lupa " Arnold menambahkan.
“ Jangan nambah musuh buat Freya pak. Anak bapak sekolah disini juga nanti salah paham " peringat Reygan.
“ Hmm... Kaka - Kaka semuanya aku pamit pulang dulu ya permisi " pamit Freya. Ia sebenarnya malu jadi bahan tontonan beberapa siswa - siswi.
“ Hati - hati dek " kata mereka berlima. Freya hanya mengacungkan ibu jarinya.
Author POV end
Vote + Comment
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄𝓐𝔂⃝❥AyJinda❀∂я
Gak papa main ma laki tapi inget harus bisa jaga diri ya Frey
2023-09-19
0
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄𝓐𝔂⃝❥AyJinda❀∂я
si tukang ngutang ini maskot sekolah? gak salah tuh
2023-09-19
0
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄𝓐𝔂⃝❥AyJinda❀∂я
bocah belagur tukang utang ya tukang molor niat sekolah apa kagak sih nih bocah heran aku
2023-09-19
0