Happy reading !
Author POV
Malam ini seperti malam - malam sebelumnya rumah Freya terasa sangat sepi sekali. Mommy nya lembur dan belum kembali jadi ia berada di rumah sendiri.
Saat ia sedang belajar tiba - tiba ponselnya berdering. Ia melihat Id si penelepon dan segera mengangkatnya.
“ Halo Bernard , ada apa ? Tumben Lo telepon ?"
“ Kaya nya Lo nggak seneng ya kalau gue telepon , apa gue ganggu ?"
“ Mau jujur atau bohong ?"
“ Jujur "
“ Iya Lo ganggu gue , ganggu banget malah , gue baru belajar nih "
“ Wah , gue ganggu ya sorry deh kalau gitu "
“ Hahahaha.... Nggak kok gue cuma bercanda Lo jangan serius gitu lah , nanti yang ada Lo cepat tua "
“ Lalu kita akan menua bersama ?"
“ Apaan sih Lo , nggak jelas hahaha"
“ Cih , nggak apa-apa. Yang penting Lo bisa ketawa lagi "
“ Gombal. Udah belajar belum ?"
“ Aku ? Sudah... Belajar bagaimana cara mencintaimu "
“ Ihh... Bernard "
“ Apa sayangku ?"
“ Jangan gitu ah nanti pacarmu marah sama aku "
“ Ciee.... Aku kamu - an "
“ Ihh... Jangan gitu nanti pacar Lo salah paham sama gue "
“ Siapa ? Gue free nggak ada pemilik hati gue. Tapi kalau Lo mau ya nggak apa-apa"
“ Huh ?"
“ Ahahaha.... Bercanda jangan terlalu serius dong nanti Lo tua "
“ Ihh Lo copy paste kata - kata gue "
“ Selama itu gratis why not ?"
“ Ihh belajar sana "
“ Iya selamat belajar ya cantik. Aku sekarang juga mau belajar juga.. Dahh "
“ Oke malam Bernard "
Sambungan terputus.....
Disisi lain .......
“ Seandainya Lo tahu kalau kata - kata gue itu serius bukan cuma sekedar candaan Lene "
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Pagi menjelang hari ini Freya sudah sampai di kelasnya bersama Bernard.
“ Tumben berangkat pagi , biasanya Lo berangkat siang bareng Laurent "
“ Sekali - kali jadi anak teladan Lene , emang Lo doang yang bisa jadi anak teladan ?"
“ Bercanda , nggak usah sensi dong "
“ Lah sebelum gue , udah ada yang masuk sebelumnya ? "
“ Iya. Jangankan sebelum elo , gue belum masuk aja dia udah ada mungkin"
“ Hmm... "
“ Lo , kenal sama dia Nard ?"
“ Kalau nggak salah namanya Ruth deh. Kenapa ?"
“ Memang pendiam gitu orangnya?"
“ Gue nggak tahu sih. Nggak terlalu kenal. Kenapa Lo nggak kenalan aja gitu ?"
“ Karena dia kayanya pendiam banget. Gue jadi sungkan , nanti jadinya canggung sendiri"
“ Hahahaha..... Sesama orang pasif ya pastinya nggak ada komunikasi lah. Nggak bisa ngebayangin gue "
Freya hanya mendengus kasar mendengar cemoohan Bernard.
“ Kalau gitu Lo nya aja yang berubah dari pasif ke aktif Lene , sekali - sekali Lo ngalah lah "
“ Dia itu sudah terlanjur nyaman sama zona nyamannya. Gue nggak mau ganggu "
Bernard hanya mendengus , menurutnya Ilene sama saja dengan Ruth yang tidak mau meninggalkan zona nyamannya.
“ Lo susah kenalan sama orang baru ya ?" Tanya Bernard.
“ Kalau gue susah kenalan sama orang baru , nggak mungkin rasanya kita ngobrol akrab begini sekarang"
“ Lo pemilih ya orangnya?" Selidik Bernard. Freya hanya menyeringai tipis.
“ Nggak sangka Lo bisa tebak kepribadian gue " ucap Freya.
“ Sial , benar ternyata " ujar Bernard.
SKIP SAAT KEGIATAN BELAJAR....
Saat ini sedang dalam kegiatan belajar mengajar dan sedang dalam diskusi kelompok.
“ Buset deh , dari kemarin diskusi sama presentasi terus. Aku kan lelah " ucap Laurent.
“ Hayati lelah bang " sambung Caesar.
“ Kok aku jadi jijik ya ?" Lucky merasa jijik.
“ Astaga pusing kepalaku lihat kelakuan kalian " ujar Freya.
“ Astaga nona cantik kita pusing kepalanya " ucap Laurent.
“ Kebanyakan tagihan kali " Caesar berujar asal.
“ Heh , mulutnya sembarangan banget kalau ngomong" sanggah Freya.
“ Ampun master , maafkan saya " Caesar menangkup kan kedua tangan.
“ Hahaha " mereka yang ada di kelas itupun tertawa karena melihat drama tidak jelas antara Freya dan Caesar.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
ISTIRAHAT.......
Siang ini matahari bersinar dengan teriknya sehingga membuat Freya enggan untuk keluar. Hal itu membuat seseorang bertanya - tanya mengapa dia tidak keluar , karena seseorang tersebut seperti kehilangan target.
“ Tumbenan tuh anak nggak keluar ?" Gumam Zion.
“ Siapa ? " Jawab Nico.
“ Siapa tuh namanya Ilene ?"
“ Ngapain Lo cari dia? Kangen Lo ?"
” Cih , siapa juga yang kangen. Gue cari dia tuh karena mau kasih kejutan aja. Kayanya dia pas banget jadi target gue, biar nggak sombong lagi tuh anaknya"
“ Nggak sadar diri dia , yang ada elo yang sombong , pakai ngatain orang lagi nih manusia satu " cibir Nico.
“ Apa Lo ? " Balas Zion dengan melotot.
“ Apa ? Apanya yang apa. Gue kan ngomong fakta. Lagipula Lo tuh harusnya tobat bro , udah kelas 3 pikir tuh ujian nasional , bukan malah cari gara - gara "
“ Ujian Nasional masih lama "
“ Hmmm.... Terserah , kaya nilai Lo bagus aja , jawab ujian masih lama "
Zion yang sedang menyantap makanan dengan nikmat dan hikmat pun tiba - tiba terganggu dengan kedatangan kekasihnya.
“ Sayang , kok kamu nggak ajak aku sih buat makan , aku cariin kamu dari tadi. Kamu tega deh "
“ Sudah ketemu kan sekarang ? " Jawab Zion , Sheila pun mengangguk.
“ Yaudah , nggak usah rewel lagi jadi orang , jangan manja deh. Gue nggak suka punya pacar yang rewel " lanjut Zion ketus. Sheila hanya mengerucutkan bibirnya. Teman - teman Zion yang melihat itu hanya tersenyum tipis.
Mood Zion menjadi buruk karena rengekan tidak penting dari Sheila. Saat sedang merasa jenuh tiba - tiba ada objek yang membuat seringai kecilnya terbit di wajahnya. Ya akhirnya targetnya muncul setelah beberapa menit ia menunggu sembari menggerutu dalam hati.
Pada akhirnya Freya datang ke kantin juga untuk membeli minum dikarenakan minum yang ia bawa dari rumah telah habis tak bersisa.
“ Bu , tolong kopi G***D** vanilla latte satu ya , pakai es " pesan Freya pada ibu kantin.
“ Oke mbak siap. Ditunggu ya !" Balas ibu kantin. Kemudian ia mulai membuat pesanan Freya. Freya pun mengangguk.
“ Astaga panas banget hari ini , nggak tahan sama panasnya , sudah berasa dipanggang aja " gumam Freya.
Pesanan pun sudah siap ibu kantin memanggil Freya untuk mengambil pesanannya. Namun disaat Freya akan mengambil tiba - tiba saja ada yang sengaja menyenggol dan membuat segelas es kopi pesanan Freya jatuh dan tumpah. Freya sangat kesal dibuatnya.
“ Yah , apa kaka itu nggak punya mata ? Apa kaka itu mau balas dendam sama aku ? Kekanakan sekali " cibir Freya.
“ Oops... Maaf aku kan nggak sengaja " jawab Zion dengan wajah tanpa dosa.
“ Aku heran kok ada ya cowok yang sikapnya masih childish begitu. Dan herannya lagi kok masih ada orang yang suka dan mau sama dia " sindir Freya keras.
“ Lo ngatain gue childish? " Sengit Zion.
“ Oh Kaka ngerasa ? Bagus deh kalau masih ngerasa " balas Freya cuek.
Zion yang mendengar ucapan Freya pun mengepalkan tangannya menahan kesal.
Freya yang sudah kesal karena minumnya tumpah pun telah kehilangan mood , ia memutuskan untuk kembali ke kelasnya. Lebih baik ia menghindari manusia tak berotak ini daripada menyebabkan keributan yang tak penting baginya.
“ Hahahahaha.... " Tawa paksaan Zion keluar , ia tak percaya ada yang berani mengabaikan bahkan merendahkan dirinya.
“ HEH LO ANAK BARU YANG SOPAN KALAU SAMA KAKA KELAS. LO NGGAK TAHU SIAPA ITU KAK ZION EMANG ?" Sheila membentak Freya yang hendak kembali ke kelas.
Mendengar suara yang bentakan menggema ditujukan untuk dirinya Freya langsung menoleh dan tersenyum tipis.
“ Lo bilang apa? Sopan ? Gue disuruh sopan sama dia ?" Tanya Freya sambil menunjuk Zion.
“ Hell no ! Kalau Lo nyuruh gue buat jaga sopan santun ke dia buat apa? Orang dia juga nggak bisa jaga sopan santunnya ke orang lain , Lo sebagai pacar yang baik buat dia kalau dia ada sifat yang nggak terpuji Lo tegur lah atau Lo nasehati. Bukannya malah ngedukung. Ah satu lagi memangnya apa untungnya buat gue tahu siapa dia? Memang bisa buat nilai ujian gue bagus dengan nilai sempurna? Nggak juga kan ? Jadi mending Lo diam aja dan urusi pacar Lo yang nggak punya tata krama itu. Dasar pasangan minim Tata Krama " gerutu Freya dan pergi meninggalkan kantin.
Sheila yang mendengar perkataan Freya merasa terhina dan tidak terima sementara Zion membelalakkan matanya tak percaya akan balasan Freya yang sungguh menohok dan menjatuhkan harga dirinya.
“ Siapa sih dia anak baru aja berlagak banget " gerutu Sheila.
Nico langsung membalas perkataan Sheila.
“ Lo nggak ada kaca di rumah Sheil ? Ngatain orang lain , tapi diri sendiri juga berlagak sok penguasa , mentang - mentang ayahnya jadi guru di sekolah ini"
“ Kamu tuh harusnya sadar diri Sheil , kamu itu bukan anak yang mandiri. Masih berlindung dibawah ketiak sang ayah , harusnya jaga sikap. Kamu pikir semua orang suka sama tingkah laku kamu ?" Sambung Reygan menohok.
“ Dasar manusia miskin akhlak " cemooh Tasya.
“ Maklum sister , nilai tata krama nya 0 besar " kekeh Leora.
“ Mungkin nggak pernah dididik benar sama orang tuanya " gurau Arnold.
Semua orang yang berada di kantin sontak menertawakan Sheila dan seketika wajah Sheila menjadi merah padam karena malu dan hendak menangis.
“ Ini cewek buat gue penasaran sama nyali nya " batin Zion.
Author POV end
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Syhr Syhr
Haha...miskin akhlak, kaya Utang nggak tuh!
2023-02-10
0
Sunmei
kenapa enggak di kasih judul bab kaka
2023-01-26
1