9

Happy Reading !

Author POV

Freya kembali ke kelas dengan bersungut - sungut. Sungguh ia tidak mengerti dimana letak kesalahannya , mengapa Zion terus saja mengganggu hidupnya tenangnya?

Pemandangan ini disaksikan oleh beberapa teman sekelasnya termasuk Lucky , si paling malas gerak dan punya hobi rebahan ini.

“ Mana kopinya? Katanya tadi mau beli kopi ?" Tanya Lucky.

“ Nggak jadi kopi ku udah tumpah gara - gara Zion tahu nggak?"

“ Lah , saya mana tahu non. Kan saya tadi nggak ikutan beli di kantin "

“ Ihhh.... Aku tuh ngasih tahu ke kamu jangan ngeselin deh jadi orang"

“ Astaga.... Iya - iya , jangan marah - marah dong nanti muncul keriput cepat tua "

“ Aku tuh kesal sama dia. Dia selalu ganggu ketenangan hidup ku , mana aku masih haus lagi "

“ Ya , kamu minta ganti rugi dong cantik"

“ Malas ngomong sama orang yang IQ - nya jongkok macam dia "

“ Yaampun tak patut benar kata - katamu nak. Awas dia lebih tua nanti kamu durhaka sama dia"

” Nggak ada kata - kata durhaka dalam hidup aku kalau berurusan sama dia "

“ Ya udah nanti aku beliin es kopi deh sekalian sama makanan biar mood kamu balik lagi "

“ Serius ?"

“ Iya cantik "

“ Ahh... Makasih "

Freya dan Lucky pun berjalan bersama menuju kantin. Demi menuruti keinginan Freya , Lucky yang terkenal dengan julukan manusia malas gerak itupun akhirnya mau keluar juga dari kelas.

Sesampainya di kantin Lucky pun memesan es kopi yang sama dengan Freya dan beberapa makanan. Freya pun merasa senang dengan kebaikan dan pengertian Lucky.

Pemandangan itu tak luput dari pandangan penghuni kantin sekolah termasuk Zion.

“ Buset , adik gue baru beberapa hari sekolah aja udah dekat aja sama cowok"

“ Maklum aja adik kita kan cantik. Buktinya tuh sampai ada yang nggak kedip lihatnya "

“ Selain itu adik kita memang menarik , jadi wajar ya kalau banyak orang yang tertarik"

“ Yang jelas adik kita apa adanya dan nggak munafik "

“ Didukung juga dengan sifatnya yang baik dan kebiasaan yang unik "

Arnold , Leora , Tasya , Reygan , dan Nico lah yang mengomentari semua tentang Freya yang saat ini sedang makan bersama Lucky.

“ Menurut gue Freya sama itu cowok cocok juga " pendapat Leora.

“ Tapi dia kayanya agak bad boy nggak sih ?" Tanya Tasya.

“ Nah disini nih keistimewaan seorang Freya yaitu bisa merengkuh orang - orang yang dipandang sebelah mata agar mereka nggak merasa sendirian dan merasa dianggap serta dihargai" terang Reygan.

“ Lah , benar juga buktinya Daniel tuh " timpal Leora.

“ Kalau itu bukti konkrit sih , tapi dia ya masih berandalan , judes dan omongannya sangat pedas , cuma sama Freya aja dia bisa sweet banget " ujar Arnold.

“ Sampai - sampai pacarnya aja merasa tersaingi sama Freya sampai cemburu buta " Nico yang mencoba mengingat nya hanya terkekeh kecil.

“ Ya begitulah " sahut mereka berempat.

Sementara itu........

“ Kayanya ada yang gosip tentang kita berdua deh " ujar Lucky.

“ Kamu keberatan kah ? " Jawab Freya.

“ Nggak sih , udah biasa kok jadi bahan gosip. Kamu kali yang keberatan "

“ Sama sih , aku juga sudah terlalu sering jadi bahan gosip sama wartawan dadakan "

“ Berasa artis papan atas lama - lama "

“ Mungkin hidup kita tertarik untuk diulik"

“ Hahaha..... " Mereka berdua pun tertawa bersama.

“ Kamu tadi ada masalah ? Kok semua pandang kamu kaya gitu?" Tanya Lucky. Pasalnya Lucky merasa pandangan mata seluruh pengunjung kantin mengarah pada Freya.

“ Nggak ada "

“ Bohong hidung kamu panjang kaya Pinnochio "

“ Berasa anak balita ditipu kaya gitu "

“ Debat sama siapa sekarang?"

“ Sebenarnya nggak debat cuma mengeluarkan unek - unek aja "

“ Oh pasti soal tadi ?"

Dijawab anggukan oleh Freya.

“ Adu mulut lagi sama kak Zion ?" Bisik Lucky.

“ Entahlah apa namanya aku tak tahu "

Lucky memandang sekeliling dan matanya menangkap sosok Sheila yang seperti menahan air mata karena masalah tadi.

“ Lene , kamu nggak cari ribut sama anak yang itu kan ?" Bisik Lucky pada Freya dengan jarinya yang menunjuk Sheila.

“ Oh cewek itu. Aku sih nggak cari masalah awalnya. Eh tapi dia yang sok - sokan bentak aku karena belain Zion"

Lucky menepuk dahinya tak habis pikir dengan Freya yang pasti berani membentak balik.

“ Jangan cari masalah sama dia deh. Sama kak Zion juga , Sheila itu anak guru sini. Kamu pasti udah dengar dari Kaka kamu kan ?"

“ Oh aku nggak menyangka aja kalau siswa - siswi disini tuh pada gila hormat dan haus akan status" ujar Freya dengan sedikit keras sehingga menarik perhatian pengunjung kantin.

Lucky pun sontak menginjak kaki Freya dan memberi isyarat untuk diam agar tak terkena masalah yang lebih besar.

“ Ihh... Pelan dong injak nya sakit ini kaki ku , Lucky sialan " umpat Freya.

“ Ya kamu juga ngomong nggak ada filter , jadi dilihatin sama banyak orang kan ?" Jawab Lucky.

“ Tapikan aku bicara fakta. Kejujuran dan kebenaran harus ditegakkan" balas Freya.

“ Kejujuran yang gimana sok bijak anda cita - cita mau jadi politisi kah ?" Cibir Lucky.

“ Pengacara. Kalau jadi " jawab Freya seadanya.

“ Dasar labil "

“ Yang penting kan ada cita - cita bos kita yang penting sekolah dulu , nilai baik dulu tentuin mau jadi apa itu urusan belakangan aja "

“ Terserah. Semerdeka kamu saja "

“ Cewek selalu benar Lucky "

“ Baiklah "

Makan pun sudah selesai mereka kembali ke kelas sembari bercanda satu sama lain tanpa menghiraukan beberapa pasang mata yang melihat mereka.

Dari jauh Caesar , Laurent dan Bernard sudah menginterupsi mereka berdua.

“ Pacaran terus dunia serasa milik berdua yang lain cuma iklan " sindir halus Laurent.

“ Gimana gue udah cocok belum jadi pacarnya Ilene ?" Tanya Lucky dengan menaikkan satu alisnya.

“ Apaan sih sok tampan sekali anda ini" cibir Caesar.

“ Sesungguhnya hal itu masih jauh dari kata cocok nak" Laurent menjawab dengan menirukan gaya orang dewasa.

“ Please Lo terlalu jujur sobat hahaha.. " Bernard tertawa keras.

“ Demi apapun kau membuatku tertawa brother " sambung Caesar.

“ Gue jadi ada keinginan untuk panggang kalian bertiga lama - lama " Lucky berkata dengan nada kesal.

“ Kamu pikir kami daging Wagyu apa ?" Protes Laurent.

“ Daging Wagyu mungkin justru lebih mahal dari punya kalian " jawab Lucky seadanya.

“ Sialan " jawab mereka bertiga , sementara Freya hanya tertawa terbahak.

“ Udah yuk masuk kelas bentar lagi bel. Bisa sakit perut gue gara - gara kalian" Freya menengahi perdebatan tidak jelas mereka bertiga.

SKIP SAAT PULANG SEKOLAH....

Hal yang paling membahagiakan bagi seorang murid adalah bel pulang sekolah. Saat ini Freya , Bernard , Lucky , Laurent dan Caesar keluar kelas dan hendak hang out bersama.

“ Kita jadi kan ? " Tanya Caesar.

“ Kalau gue sih oke , nggak tahu yang lain ?" Jawab Lucky.

“ Gue oke " sambung Bernard.

“ Gue juga ayo aja " Laurent menimpali.

“ Lene , kamu gimana ? "

“ Asyik aku - kamu - an " ucap Laurent , Bernard dan Caesar.

“ Hmm.... Aku tadi sudah udah izin sama mommy dan dibolehin asal jangan pulang terlalu malam " jawab Freya.

“ Oh , kita nggak bakal malam banget kok cantik. Tenang aja " ujar Caesar.

“ Tapi aku sama siapa nanti ?" Tanya Freya.

“ Sama gue aja nggak apa-apa Lene " Bernard menjawab.

“ Duh yang rela teken kontrak jadi ojek nona manis " celetuk Caesar.

“ Kasihan dia nggak ada barengan , kalau kalian kan bawa motor sendiri " ucap Bernard.

“ Kalau gitu besok aku nggak mau bawa motor ah biar bisa dibonceng sama Abang Bernard " seloroh Laurent.

“ Boleh kok boleh banget malah. Tapi uang bensin Lo yang tanggung ya ?" Jawab Bernard sambil nyengir tanpa dosa.

“ Kenapa gue dikenai biaya buat uang bensin ?" Dengus Laurent.

“ Udah berangkat yuk keburu sore " Lucky menengahi.

“ Kita mau kemana jadinya ?" Tanya Freya.

“ Gimana kalau ke Timezone?" Usul Bernard.

“ Oke lah. Yuk "

Sesampainya mereka di Timezone , mereka berlima langsung mencoba berbagai permainan yang ada disana. Melupakan sejenak penatnya aktivitas sekolah.

Mereka bersemangat dalam bermain dan mendapatkan banyak voucher agar nanti bisa ditukarkan dengan hadiah.

Kini mereka sedang berada di permainan basket. Freya mencobanya , namun tidak ada satupun bola yang berhasil ia masukkan dalam ring , hal itu membuat Freya kesal , sehingga ia menggerutu. Bernard yang melihat itupun hanya terkekeh kecil.

“ Bukan gitu cara mainnya , Lene "  ucap Bernard.

“ Ihh... Cara mainnya itu ya begini , sudah benar kok " kukuh Freya.

“ Kamu kurang fokus. Begini caranya" Bernard berada di belakang Freya dan menuntun tangan Freya untuk mencari posisi yang benar.

Freya yang terperangkap dalam tubuh besar Bernard merasa agak sedikit canggung.

Sementara ketiga temannya yang lain hanya memandang mereka penuh arti.

“ Gua kira Elu pacaran sama Ilene " celetuk Caesar.

“ Nggak , Ilene sudah gua anggap adik gua sendiri " jawab Lucky.

“ Bernard ada rasa kah , sama Ilene?" Tanya Laurent.

“ Kayanya sih , iya ” jawab Lucky singkat.

“ Kelihatan dari pancaran sinar matanya , kalau lu mau tahu "  timpal Caesar.

Kembali pada Bernard dan Freya. Freya senang bukan main karena ia telah berhasil memasukkan bola ke dalam ring , berkat bantuan Bernard.

“ Uh , Gua nggak sangka bisa masuk bolanya beberapa kali ke ring " ujar Freya.

“ Senang ?"  Tanya Bernard.

“ Banget. Rasanya kaya menang Lotre "

“ Mau main apa lagi ?" Tawar Bernard.

Freya melihat sekeliling dan matanya menangkap suatu objek permainan yaitu mesin capit boneka.

“ Nard , lu mau main itu buat gua?" Tanya Freya.

“ Mau ? " Tanya Bernard.

“ Kalau elu bisa "

“ Semoga ya , gua nggak janji "

Mereka berdua menuju mesin capit boneka. Bernard mencoba peruntungan ia sangat fokus saat menjalankan mesin tersebut. Sementara Freya menunggu sembari menonton di sampingnya.

Ketiga temannya masih bermain balap mobil dan mereka mengadakan taruhan sendiri.

“ Biarkan Bernard dan Ilene dating hari ini" ucap Laurent , yang di - iyakan mereka berdua.

“ Tapi menurut kalian , si Bella kaya ada rasa nggak sih sama Bernard?" Tanya Caesar penasaran.

“ Kalau aku sih yes "  jawab Laurent.  Lucky mengangguk setuju dengan jawaban Laurent.

“ Jangan sampai ada perang dunia deh kalau begitu " ucap Caesar lagi. Keduanya mengangguk.

Sementara itu , Freya dan Bernard sedang bersorak , dikarenakan Bernard berhasil mengambil boneka panda , dari mesin capit boneka.

“ Wah... Hebat juga lu , bisa dapat boneka panda ” puji Freya pada Bernard.

“ Apa sih yang nggak , buat kamu " jawab Bernard percaya diri.

“ Gombal "

“ Nih  " Bernard menyerahkan boneka panda itu untuk Freya. Freya pun menerima dengan senyuman yang terpatri di wajahnya. Melihat itu hati Bernard pun merasa hangat.

“ Gua , orang yang paling beruntung di dunia karena bisa lihat senyum Lu yang indah banget , Lene " batinnya.

“ Heh Bernard , gua ucapin terimakasih , lu malah diam aja " Freya mengejutkan Bernard , dengan berbicara agak sedikit keras.

“ Eh , kaget. Apa sih Lene ? Sama - sama ah. Nggak usah lah ucapin terimakasih. Kaya sama siapa aja lu " Jawab Bernard dengan gelagapan.

“ Ya , habisnya Lu melamun " sambung Freya.

Bernard diam.

“ Lu melamun apaan sih ? Hutang ? " Selidik Freya.

“ Muka gua , emang kelihatan banyak hutang , ya ?" Jawab Bernard bersama- sama.

“ Maaf , gua nggak ada maksud " ucap Freya merasa bersalah.

“ Nggak apa - apa. Santai aja lagi. Gua tahu kok , kalau lu bercanda" Bernard menenangkan.

Setelah mereka selesai bermain , mereka memutuskan untuk makan.

“ Mau makan apa nih ?" Tanya Bernard.

“ Ya udah sih samakan aja " Jawab Laurent , yang lainnya mengangguk setuju.

“ Ramen aja gimana?" Usul Bernard lagi.

“ Boleh " Jawab mereka.

Merekapun menuju ke kedai Ramen , tak lama kemudian terlihatlah waiters , Lucky pun memanggil waiters tersebut.

Mereka menyebutkan makanan dan minuman yang mereka pesan , setelahnya waiters pergi menyiapkan pesanan mereka.

Sembari menunggu mereka berlima sedang berbincang.

“ Waduh , dapat juga tuh boneka " celetuk Laurent.

“ Usahamu patut diacungi jempol , nak " timpal Lucky sembari menepuk pundak Bernard.

“ Gua cuma berbagi aja " alasan Bernard.

“ Sungguh mulia tujuanmu , nak " komentar Caesar.

“ Udah , jangan ganggu Bernard kasihan dia " lerai Freya.

“ Iya deh , iya " jawab mereka.

Pesanan sudah siap mereka makan ramen diselingi dengan canda dan tawa. Serta bertukar pikiran , mengenai kegiatan sekolah mereka hari itu.

Hari sudah semakin sore , mereka memutuskan untuk pulang , tapi sebelum itu mereka berempat mengantar Freya  pulang ke rumah nya.

Sesampainya di rumah Freya mereka berhenti.

“ Thank 's ya guys , kalian udah mau antar gua pulang. Mau masuk dulu minum atau makan gitu?" Tawarnya.

“ Panggil mama lu aja deh , kita mau pamit sekalian " ucap Lucky.

“ Oke , sebentar ya , gua panggil mommy gua " ucap Freya dan beranjak memanggil mommy nya.

“ Gila , rumahnya mewah banget " Laurent berdecak kagum.

“ Maaf nak , kau tak perlu menunjukkan sifat norak mu itu " Caesar berkata bak orang tua. Sementara yang lain hanya terkikik geli.

Tak lama datanglah Freya dan mommy nya. Keempat teman Freya memberikan salam.

“ Halo , ini teman - teman Freya ya? " Sapa Mommy Freya.

“ Sore Tante , hehe ... Iya kami temannya Ilene " ucap Lucky mewakili temannya.

“ Siapa nama kamu nak ?" Tanyanya lagi.

“ Saya Lucky Tante "

“ Saya Caesar "

“ Saya Bernard "

“ Saya Laurent "

Mommy Freya mengangguk , tak pernah ia sangka bahwa puterinya memiliki seorang teman juga. Ia sangat bersyukur Freya sudah mau terbuka dengan orang lain.

“ Kalian yakin nggak masuk dulu buat makan malam sekalian ?" Tanya mommy Freya.

“ Terimakasih Tante , tapi kami mau pamit lagipula ini sudah sore " jawab Lucky sopan.

“ Ya sudah kalau begitu , terimakasih sudah mau antar Freya ya " ujar mommy Freya sembari tersenyum manis.

Teman - teman Freya pun pamit pulang dan meninggalkan rumah Freya.  Mommy Freya pun bergegas masuk rumah. Ia mengetuk pintu kamar anaknya.

“ Sayang , mommy boleh masuk ?"

“ Masuk aja mom , pintunya nggak dikunci kok "

Sang mommy masuk ke kamar.

“ Gimana jalan - jalannya tadi ?"  Tanya mommy.

“ Seru mom , lihat nih aku dapat boneka dari Bernard tadi " jawab Freya sambil menunjuk ke boneka panda.

“ are you happy sweetheart?"

“ Yes , i am happy "

“ Mommy senang sekali , kamu mau membuka diri untuk berteman lagi dan mau bersosialisasi "

“ Freya cuma nyaman sama orang tertentu aja mom. Dan mereka bisa buat Freya merasa nyaman sama mereka"

“ Carilah teman yang bisa menerima kamu apa adanya , sayang. Nggak masalah walau cuma sedikit " nasehat mommy. Freya hanya mengangguk.

Sang mommy memeluk anaknya dengan sayang dan mengecup puncak kepala Freya.

“ Sekarang mandi , kalau kamu capek langsung istirahat ya " peringat mommy pada Freya.

“ Siap kapten , laksanakan ! "

Sementara itu di tempat lain .....

“ Ilene , lihat aja gua bakal bikin lu menyesal seumur hidup lu , karena lu berurusan sama gua " gumam orang itu dengan seringai yang terpatri di wajahnya.

Author POV end

Vote + comment ........

Terpopuler

Comments

Syhr Syhr

Syhr Syhr

Siapa itu? Bunga mawar 🌹 untuk Freya.

2023-02-10

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!