Happy Reading !
Freya POV
“ Lihatlah mulai sekarang ! Aku akan mengacuhkan mu dan tidak peduli padamu , seperti halnya kau tak peduli padaku "
Freya POV end
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Author POV
Hari ini Freya bersiap berangkat ke sekolah , kali ini ia sedang ingin memakai suatu aksesoris untuk memperindah tangannya.
Sampai dalam mobil , mommy nya memperhatikan tangan Freya.
“ Tumben kamu pakai gelang sayang ? Baru ya ?" Tanya mommy nya.
“ Nggak mom , ini sudah lama tapi jarang Freya pakai , sekarang lagi ingin pakai aja " jelasnya.
“ Mawar putih ? Selera kamu banget " ucap mommy nya lagi.
Freya hanya berdeham menanggapi.
“ Disaat orang lain tergila - gila dengan mawar merah , kamu malah suka dengan mawar putih " sang mommy berkata sambil tersenyum.
“ Mawar putih itu melambangkan kita menerima apa adanya dan tidak menuntut lebih " jelas Freya.
Sang mommy mengangguk mengiyakan sambil tersenyum mendengar jawaban sang anak.
Tak terasa tibalah ia di depan gerbang sekolah , Freya berpamitan dengan mommy nya dan turun dari mobil.
“ Sudah sana turun , nanti sore mommy jemput sekalian mommy ada urusan dengan kepala sekolah kamu , sayang" jelas mommy nya.
“ Apa mommy mau bahas yang kemarin ?" Tanya Freya.
Mommy nya hanya mengangguk.
“ Bisa nggak kalau nggak usah aja mom ? Aku takut kalau ini jadi pemberitaan besar di sekolah" pinta Freya pada mommy nya.
“ No ! Ini sudah masalah serius dan ini sudah masuk tindakan asusila sayang nya mommy. Jadi mommy harus bilang masalah ini ke kepala sekolah kamu" jelas mommy nya mutlak.
Freya hanya mengangguk pasrah tak bisa membantah perkataan mommy nya.
“ Semangat sayang , belajar yang rajin ! Oke ?" Ucap mommy nya.
Freya hanya tersenyum tipis dan mengangguk lalu bergegas menuju kelasnya.
Sesampainya di kelas ternyata sudah ada yang datang terlebih dahulu , yaitu Ruth seorang anak yang pendiam dan jarang bicara.
“ Hai , kamu udah masuk ? Kok kemarin nggak masuk ? Kamu kenapa?" Tanya Ruth tiba - tiba.
Freya merasa terkejut , sebelumnya ia sama sekali belum pernah bertegur sapa dengan Ruth.
“ Eh halo , iya aku kemarin agak nggak enak badan aja , makanya absen " jelas Freya.
“ Sekarang udah baik - baik aja ?" Tanya Ruth.
“ Puji Tuhan baik Ruth " jawab Freya dengan senyum.
“ Syukurlah " ucap Ruth.
Freya hanya mengangguk canggung , ia tak tahu mau menanggapi bagaimana lagi.
Tak lama kemudian ada Arnold dan Reygan yang masuk ke kelas Freya.
“ Queen , kamu baik - baik aja ?" Tanya Arnold khawatir.
Reygan dan Arnold lalu minta izin untuk membawa Freya keluar kelas sebentar pada Ruth.
“ Aku baik - baik aja kak " jawab Freya.
“ Syukurlah , kemarin kita berlima keliling cari kamu , nggak ketemu juga. Kita sudah duga kamu sama dia , right ?" Reygan memastikan.
“ Darimana kalian bisa tahu ?" Tanya Freya penasaran.
“ Kami punya feeling sayangku " jawab Reygan.
” Kamu nggak lupa kan dia siapa ?" Lanjut Arnold.
“ Terus kamu kemarin kemana ? Kita cari kamu , kamu nya udah nggak ada Queen. Kita panik tahu ?" Cecar Arnold.
“ Aku sudah pergi dari tempat itu , aku pilih naik bus " jawab Freya.
“ Queen , kemarin kamu diapakan sama dia ?" Tanya Reygan penuh selidik.
Freya menghembuskan nafasnya , haruskah ia menjawab pertanyaan atas kejadian kemarin ?
“ Aku bingung kak mau cerita darimana , aku nggak mau ingat - ingat itu lagi kak " jawab Freya dengan senyum paksa.
“ It's okay , kita tahu kalau itu berat buat kamu sampai kamu nggak bisa cerita ke kita , tapi ingat dia masih awasi kamu Queen walau dia nggak sekolah disini " terang Arnold.
“ Dan lagi dia juga kenal siapa Zion " tambah Reygan.
“ Kak please , jangan kasih tahu dia. Kaka tahu kan dia itu gimana kalau marah ?" Mohon Freya.
“ Kami tahu Queen. Tapi bukannya Zion juga bisa kasih perlawanan ?" Ujar Reygan dengan seringai.
“ Tapi aku nggak yakin dia bakal bisa lawan orang satu itu " jawab Freya lagi.
“ Justru itulah yang kita inginkan , sayang " jawab Reygan dan Arnold sembari berhigh - five.
Freya memutar bola mata malas , yaampun Kaka - Kaka nya ini sungguh mempunyai jiwa psikopat.
Reygan tak sengaja menyentuh tangan Freya. Ia merasa terkejut.
“ Queen , kamu tumben pakai gelang ini lagi ?" Tanya Reygan.
“ Lagi mau pakai aja " jawab Freya dengan tersenyum simpul.
“ Nggak percaya. Kaka yakin kamu pasti ada alasannya kan pakai barang itu " selidik Arnold.
Seringai Freya muncul.
“ Oh , atau jangan - jangan ?" Kaget Arnold. Freya mengangguk.
“ Wah , pemikiran yang brilian " puji Reygan.
“ Jangan panggil aku Queen , kalau aku nggak brilian " sombong Freya.
“ Kita lihat nanti " seringai mereka bertiga.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Saat ini sedang dalam jam istirahat Freya dan sahabat - sahabatnya sedang makan di kantin. Ia sedang mengantre untuk membeli makanan , kebetulan Zion berada tepat di belakang Freya.
Zion memperhatikan suatu objek yang menarik atensinya , yaitu gelang mawar putih milik Freya.
“ I - itu ? Aku rasa aku nggak asing sama gelang itu " batin Zion.
Zion terdiam sejenak berusaha mengingat. Ia merasa ia sangat familiar dengan gelang tersebut. Tapi ia lupa dimana pernah melihat gelang itu sebelumnya.
Beberapa menit melamun sampai ia tak sadar jika sudah menghentikan antrean yang berada dibelakangnya. Ia segera minta maaf dan pergi dari situ.
Reygan dan Arnold yang melihat dari meja kantin tersenyum penuh arti.
“ Sebentar lagi " batin mereka.
Zion kembali ke kelasnya ia masih memikirkan perihal gelang tadi. Gelang mawar putih.
“ Rey , jangan lari kamu "
“ Hahahaha.... Kejar aku kalau bisa "
“ Oh ya ? Awas kalau tertangkap nanti "
“ Nggak bakal... Hahahaha.... "
Zion terus berlari mengejar seorang gadis , dengan langkahnya yang lebar dan kaki panjangnya , akhirnya ia dapat menangkap gadis itu.
“ Aha... Kena kau gadis nakal "
“ Ahahaha... Jangan gelitikin Reya "
“ Biar ini hukuman buat kamu "
“ Ugh , kesal deh aku ketangkap Kaka "
“ Dasar kucing nakal "
“ Dasar T - Rex "
Karena lelah mereka pun duduk di atas Padang rumput yang luas. Gadis itu bersandar pada dada bidang Zion.
“ Manja banget sih sayangnya Kaka ini "
“ Biar. Memangnya nggak boleh manja sama pacar sendiri ?" Gadis itu menjawab dengan bibir yang terpout sempurna.
Tangan Zion mengelus rambut kekasihnya , sedangkan tangan lainnya sedang merogoh sesuatu dalam saku.
Merasa sudah menemukan apa yang ia cari di dalam saku , kemudian memakaikannya ke tangan gadis itu.
“ Eh apa ini ?" Tanya gadis tersebut.
“ Nih , kamu pakai terus ya ? Jangan sampai hilang ! "
Gadis itu terpana akan keindahan gelang mawar putih yang melingkar di tangannya.
“ Wah , bagus banget. Kaka beli dimana?"
“ Enak aja beli. Ini buat tahu. Kan buat kesayangan Kaka , masa iya beli ?"
“ Keren banget bisa buat gelang cantik kaya gini. Ini bakal aku pakai terus. Terimakasih ya sayangnya Reya. Love you Zion Aprilio "
“ Love you too , Ile — Reya "
” ARGHHH...... Ile , siapa ? Reya ? Apa gua kenal sama yang namanya Reya ? Tapi Reya siapa ? Dimana Reya ? Auw... , Kepala gua sakit banget " keluh Zion dalam gumamnya.
“ Gua harus cari tahu tentang gelang itu" tekad Zion.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Freya kembali ke kelas bersama sahabatnya saat ini ia berada di depan kelas dan sedang mengerjakan tugas.
Ia dan temannya memilih lesehan ( duduk melantai ) sambil mengerjakan tugas.
“ Gila nih tugas matematika kenapa begitu sulit ya ?" Keluh Caesar.
“ Mana gurunya malah seenak jidat , pergi begitu saja " timpal Laurent.
“ Jangan - jangan makan gaji buta " duga Caesar lagi.
“ Ketahuan kepala sekolah kena poin loh , baru tahu rasa " ujar Freya.
“ Ih jangan suka nakutin orang begitu cantik , nanti jalan untuk jodohnya buntu" peringat Caesar.
Lucky , Bernard dan Freya hanya tersenyum tipis. Mereka tidak habis pikir dengan jalan pemikiran Laurent dan Caesar yang cenderung aneh ini.
“ Yes - in aja biar fast " jawab Lucky.
“ Ne - in aja biar ppali " sambung Bernard.
Akhirnya pecahlah tawa mereka berlima.
“ Udah yuk ah , balik fokus lagi kerjain matematikanya" peringat Freya.
“ Oke siap kapten " jawab mereka.
Zion keluar kelas untuk izin ke toilet , namun di tengah perjalanan menuju toilet , ia melihat Freya bersama temannya yang sedang sibuk mengerjakan tugas matematika itu.
Ia tersenyum kecil melihat ekspresi Freya saat berpikir , terlihat lucu dimatanya.
Kemudian Zion terfokus pada gelang yang tersemat di tangan Freya. Ya , ia harus mencari tahu tentang gelang itu.
Zion bergegas menuju toilet untuk panggilan alam. ( beberapa siswa menyebutnya seperti itu , jika ada urusan ke toilet )
Ketika Freya sedang serius mengerjakan tugas karena ia juga merasa kesulitan , tiba - tiba datanglah Xavier bak pahlawan yang akan membantu dalam kesulitan.
“ Hai Freya , kamu baru kerjain tugas apa ?" Tanya Xavier.
Freya mendongak , ia terkejut tumben sekali Xavier beramah-tamah dengannya. Padahal diawal pertemuan ia sangat ketus saat bicara , tapi sekarang? Apa yang terjadi sebenarnya?
“ Eh , kak Xavier , kita baru kerjain soal matematika sih , agak sulit juga " jawab Freya seadanya.
“ Mau dibantu nggak ? " Tawar Xavier.
“ Boleh , kalau Kaka nggak keberatan"
Xavier tersenyum kemudian melihat materi dan soal matematika Freya. Ia pun mulai menjelaskan pada Freya dan teman - temannya.
Teman - teman Freya merasa amat terbantu oleh Xavier dan merasa senang , kapan lagi mereka mendapatkan tutor privat matematika secara gratis.
“ Nah jadi gitu caranya , kalian sudah paham ?" Tanya Xavier.
Mereka pun mengangguk.
“ Sudah kak , terimakasih ya " jawab Laurent.
“ Freya , sudah paham ?" Tanya Xavier. Freya hanya mengangguk kecil sebagai jawaban.
“ Thank you " lanjutnya.
“ Sama - sama " balas Xavier sambil tersenyum manis , kemudian ia mengusap rambut Freya. Hal itu tak luput dari pandangan sahabat Freya.
” Kak " erang Freya.
“ Hahahaha.... Ya udah Kaka masuk kelas dulu ya ? Ingat belajar yang benar " ucap Xavier sedikit keras sembari berjalan ke kelasnya.
“ CIYEEEE...... " teriak para sahabat Freya.
“ Wah saya mencium benih - benih cinta" ujar Laurent.
“ Apaan sih kalian ? Diam deh " sergah Freya.
Tanpa mereka sadari hal itu tak luput dari pengamatan seorang gadis.
“ Oh , jadi itu yang namanya Freya ? Awas aja dia " batin gadis itu.
WAKTU SEPULANG SEKOLAH........
Seperti janjinya , siang ini mommy Freya datang ke sekolah untuk menemui kepala sekolah dan membahas kejadian yang dialami puterinya itu.
Saat ini beliau sudah berada di kantor kepala sekolah dan mereka sedang berbincang serius.
“ Baik Bu kalau begitu maafkan kami , kami akan lebih memperketat pengawasan dan memperhatikan putera - Puteri kami Bu , agar kejadian seperti ini tidak akan pernah terulang kembali" ucap kepala sekolah.
“ Saya berharap sekolah ini segera menindak tegas peristiwa tersebut dan kepada siswa yang bersangkutan diberikan sanksi tegas sebagaimana mestinya" ujar mommy Freya.
“ Baik ibu , kalau begitu saya akan memanggil siswa dan siswi yang bersangkutan " ucap kepala sekolah.
Kepala sekolah pun memanggil Freya dan Zion melalui pengeras suara yang terhubung di seluruh ruangan yang ada di sekolah.
“ PANGGILAN KEPADA ILENNA FREYA KELAS 1 - C , DAN ZION APRILIO KELAS 3 - C , DIHARAPKAN SEGERA MENUJU KE RUANG KEPALA SEKOLAH SEKARANG. TERIMAKASIH "
Seluruh siswa-siswi yang mendengar pengumuman tersebut terkejut dan merasa ingin tahu hingga membuat kehebohan.
“ Sheil , pacar lu ada masalah apa lagi ?" Tanya Lucas sahabat Sheila. Sheila hanya mengangkat bahunya.
Lain halnya di kelas Freya.
“ Lene , lu nggak buat masalah kan ?" Tanya Lucky penuh selidik.
“ Nggak , ya udah ya gua duluan " ujar Freya buru - buru.
Di kelas Zion....
“ Langganan banget lu dipanggil kepala sekolah " celetuk temannya.
“ Berisik ! Diam lu ! " Balas Zion ketus.
Nico menyeringai.
“ Selamat menanti poin negatif mu kawan " ucapnya.
Zion pun bergegas menuju ruang kepala sekolah , disana sudah ada kepala sekolah , mommy Freya guru bimbingan konseling dan Freya sendiri.
“ Duduk ! " Perintah kepala sekolah.
Zion pun duduk. Ia mengerti situasi ini , kali ini ia akan menerima nya dengan lapang dada segala keputusan yang diterima nya nanti.
“ Zion , 2 hari yang lalu ada sebuah kejadian , Ilene menghilang , padahal dia sudah berada di sekolah , disaat yang bersamaan kamu juga menghilang padahal teman kamu ada yang melihat bahwa kamu sudah berangkat ke sekolah lebih pagi dari biasanya. Bisa jelaskan kemana kamu pergi ?"
“ Saya bolos pak , saya ada di tempat biasa saya kumpul sama anak - anak lain " jawabnya.
“ Lalu , sebelum kamu bolos , apa kamu melihat Ilene masuk sekolah ? Karena menurut satpam dan petugas kebersihan sekolah kamu datang 10 menit sebelum Ilene datang ?"
Zion menghela nafas , ia menatap semua orang yang berada di ruangan tersebut.
“ Ya pak saya lihat Ilene masuk dan saya juga tahu dimana Ilene menghilang" jawabnya.
“ Kamu tahu dimana Ilene menghilang?"
“ Saya tahu. Ilene menghilang sama saya pak. Saya menculiknya " jawab Zion tanpa ragu.
“ Apa ada hal lain yang kamu lakukan selain menculik ?"
“ Ada. Saya juga tidur dengan Ilene dan juga melakukan foreplay , maka dari itu saya siap menerima segala konsekuensi dan keputusan. Dan juga maafkan saya Tante , saya sudah menodai anak Tante , walau nggak sampai inti. Tapi saya sadar apa yang saya lakukan adalah perbuatan yang tidak terpuji dan merugikan Ilene. Tante berhak marah sama saya , saya salah " jelas Zion panjang lebar sembari berlutut di depan mommy Freya meminta maaf.
Sejenak mommy Freya merasa terkejut dengan apa yang dilakukan Zion. Tak hanya mommy Freya bahkan kepala sekolah dan guru bimbingan konseling juga merasa terkejut dengan tindakan Zion yang berlutut di depan mommy Freya.
“ Apa motif kamu melakukan hal itu terhadap anak saya ?" Tanya mommy Freya.
“ Hanya emosi dan dendam sesaat Tante. Saya tidak suka jika ada yang berani menegur saya , maaf saya khilaf. Selama saya bersekolah disini , tidak ada satupun siswa lain yang berani menegur saya ketika saya salah. Hanya Ilene yang berani melakukan hal tersebut. Dan itu membuat saya emosi , maka saya melakukan itu bertujuan agar Ilene merasa jera dan tidak mencari atau ikut campur dengan urusan saya lagi" jelas Zion.
“ Kamu tahu ? Akibat perbuatan mu Puteri saya mengalami trauma sedang dan saat ini masih dalam proses menjalani terapi untuk psikisnya" terang mommy Freya.
“ Maafkan saya Tante. Dan untuk Ilene aku minta maaf gara - gara aku , kamu jadi mengalami trauma. Maafin aku " ucap Zion tulus.
“ A - aku masih butuh waktu " jawab Freya. Zion hanya tersenyum tipis. Ia mengerti kesalahan yang dilakukan olehnya begitu besar , wajar saja jika Freya belum memaafkan dirinya.
“ Nah Zion , karena kamu berani mengakui kesalahan kamu , saya sangat apresiasi keberanian kamu. Tapi yang namanya peraturan tetap peraturan nak , kamu tahu konsekuensi nya kan ?" Tanya kepala sekolah.
“ Siap pak , apapun keputusan sekolah nanti saya akan terima " jawab Zion.
“ Untuk hukuman kamu , kamu saya skors selama 2 bulan dan memperoleh poin negatif 50 " putus kepala sekolah.
Zion mengangguk. Ia sudah bisa memperkirakan hal ini sebelumnya.
“ Untuk surat peringatannya di tunggu tidak akan lama , nah karena semuanya sudah jelas dan masalah sudah selesai , maka dengan ini tidak perlu saya jelaskan lagi kan ? Ada pertanyaan?"
Mommy Freya menggeleng. Meski Zion bersalah setidaknya Zion sudah bersedia bersikap kooperatif.
“ Untuk Zion , walaupun kamu tinggal di asrama , tapi bapak tetap memberitahu orang tua kamu perihal masalah ini "
“ Baik pak "
.........
Masalah sudah selesai semua keluar dari ruang kepala sekolah. Freya dan mommy nya pulang sementara Zion kembali ke kelasnya.
Semua tidak ada yang berani menegur Zion , tatapan mata yang tajam membuat mereka enggan sekedar menyapa apalagi menanyakan.
Termasuk Nico , Tasya , Reygan , Leora , dan Arnold.
“ Apa kali ini dia bakal lolos lagi kaya yang sudah - sudah ?" Duga Tasya.
“ Nggak tahu kita. Lebih baik kita tanya Queen aja nanti , gimana hasilnya" jawab Nico.
“ Gua rasa kali ini hasilnya lain deh , walaupun tatapan matanya tajam , tapi tatapan matanya terasa kosong nggak sih ?" Ucap Arnold.
“ Memang hanya kamu yang mengerti dirinya mas " sahut Nico.
“ Gua teman satu asrama , ya jelas gua tahu " balas Arnold.
“ Tapi Reygan juga teman satu asrama , kok dia nggak tahu ?" Heran Tasya.
“ Gua nggak terlalu dekat sama dia. Maaf " jawab Reygan.
Mereka berempat mendesah malas , Reygan dengan dunianya sendiri adalah hal yang membosankan. Seharusnya mereka sudah tahu itu.
Author POV end
Vote + Comment.......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
վմղíα | HV💕
tuh KK kasih hadiah gift bulanan 30,
sengat terus ya.
2023-04-01
0
Syhr Syhr
Baru tahu arti warna bunga mawar
2023-03-04
0
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻𝘼𝙎𝙍𝙄k⃟K⃠
nyicil
2023-01-24
0