Happy reading !
Author POV
Freya yang mendengar keributan bersama Lucky menghampiri asal keributan tersebut. Ternyata Arnold dan Xavier sudah kembali ke kelasnya. Lantas Freya pun menghampiri Arnold dan memeluknya sembari menangis.
“ Harusnya Kaka nggak perlu lakuin itu , aku sudah baik - baik aja sekarang. Aku nggak mau Kaka , terseret ke dalam masalah ku kak " ujar Freya.
“ Kaka cuma nggak terima aja , kamu diteror dan dikatakan ****** sama Zion apalagi dituduh perusak hubungan ku sama Tasya "
“ Tapi.... Hiks.... Aku memang.... Hiks ... "
“ Queen , mereka cuma orang baru yang ngerti dan nggak paham sama hubungan kita. Kamu bukan perusak hubungan ku sama Tasya dan Tasya tahu tentang itu " ucap Arnold.
“ Sebenarnya hubungan Lo sama Tasya gimana sih ? " Tanya Xavier yang penasaran juga.
“ Kenapa Lo ikut nanya - nanya juga ? Lo juga mau ikut nuduh adik gue ?" Jawab Arnold sedikit ketus.
“ Gue cuma pengen tahu lebih jelas nya gimana. Sebelum kesalahpahaman nya semakin besar disini "
Flashback :
Beberapa Minggu angkatan Freya menjadi murid baru di SMP......
“ Dek , itu teman kamu kah ?" Tanya Arnold pada Freya.
“ Si rambut panjang itu maksud Kaka ?" Jawab Freya.
“ Iya yang itu "
“ Hmmm... Itu memang teman aku dari kecil kita temenan. Memangnya kenapa ?"
“ Nggak ada apa - apa "
“ Awas kak jangan main api. Kaka udah punya kak Tasya "
“ Hmmm... Iya - iya"
Namun ucapan Arnold hanyalah sekedar ucapan di mulut saja. Karena setelah obrolannya dengan Freya , tak lama pula Arnold menyatakan perasaannya pada teman Freya. Dan Freya tidak mengetahui hal tersebut.
Beberapa hari setelahnya Tasya datang bersama Kirana sahabatnya untuk me - labrak teman Freya. Dengan tuduhan merebut pacar orang.
Hal itu membuat beberapa siswa dan siswi yang mengetahuinya terkejut termasuk Freya. Dan perlu diketahui juga semenjak Arnold putus dengan Tasya ia juga menjauh dari Freya.
Sebulan setelah kejadian yang membuat ramai warga sekolah , Freya merasakan tatapan berbeda dari beberapa murid di sekolah nya. Seperti tatapan bullying.
Freya tidak mengerti hal apa yang sudah terjadi.
Sampai di kelas , ia diseret keluar oleh beberapa temannya dan ia dilempari telur busuk , tepung dan disiram menggunakan air sungai yang kotor.
Freya masih shock dan menangis kenapa ia mendapat perlakuan seperti ini , apa salahnya?
“ Dasar perusak hubungan orang ! Wajah aja sok polos ternyata kelakuan murahan. Pakai mengkambinghitamkan orang lagi , nggak tahunya dia sendiri yang rebut kak Arnold dari kak Tasya"
Freya terkejut mendengar kata - kata yang dilontarkan teman - temannya.
“ Ber - henti bukan aku yang rebut kak Arnold dari kak Tasya.... Bukan.... "
“ Kamu jadi orang nggak usah playing victim deh. Jelas - jelas selama ini kak Arnold itu dekatnya sama kamu. Udah gitu perhatian lagi. Padahal cuma sekedar adik kelas kok memberi perhatian berlebih. Sudah gitu sampai menuduh teman sendiri lagi untuk jadi selingkuhan kak Arnold. Jahat huuu..... Jahat... Jahat..." Sorak semua siswa - siswi.
Flashback end
“ Jadi begitu , dan gue nggak tahu kalau adik gue jadi korban fitnah temannya sendiri sampai dia jadi korban bullying gitu" jelas Arnold.
“ Terus Tasya atau elo nggak meluruskan kesalahpahaman gitu dan diemin gitu aja ? Gue nggak habis pikir sih ternyata elo lebih jahat dibandingkan gue " ujar Xavier. .
“ Waktu itu , nggak lama gue putus sama temannya dia , karena udah putus ya udah gue anggap selesai masalahnya ngapain diperpanjang lagi" jawab Arnold.
“ Maaf menyela pembicaraan , walaupun Kaka udah putus seharusnya Kaka juga meluruskan masalahnya itu dulu. Setidaknya biar Ilene nggak hidup dalam fitnah kak. Harusnya Kaka juga mengembalikan nama baik Ilene " saran Lucky.
“ Nah itu maksud gue. Benar - benar ya Lo sama Tasya sama aja. Pasangan bodoh tahu nggak?" Ucap Xavier lagi.
“ Maafin Kaka ya dek. Gara - gara Kaka kamu jadi begini ” ucap Arnold pada Freya.
“ Aku sudah maafin Kaka dari dulu kok. Lagipula aku dicap begini juga bukan karena Kaka aja " kata Freya.
“ Dek ? "
“ Aku nggak kenapa - napa kak sungguh"
Arnold memeluk Freya dengan sayang ia merasa sangat bersalah dengan gadis kecil itu.
SKIP PERGANTIAN MATA PELAJARAN...
Karena hari sudah semakin siang dan saat ini sudah pergantian mata pelajaran kelas Freya bergegas menuju ruang komputer. Kelas 1 - C ada pelajaran komputer hari ini. Namun kelas 3 - C ada pelajaran seni Budaya hari ini dan mereka sedang berada di ruang musik. Kecuali satu orang siswa ya Zion masih berada di kelasnya disaat semua temannya sudah berada di ruang musik.
Sedang apa dia dan menunggu apa ?
Rupanya ia sedang menunggu mangsanya lewat. Ya ia tahu jika kelas 1 - C sedang ada pelajaran komputer hari ini , sebagian besar murid kelas 1 - C sudah menuju ke ruang komputer kecuali Freya. Ia agak terlambat sedikit karena mencatat materi yang diajarkan oleh guru tadi.
Selesai mencatat ia segera bergegas menuju ruang komputer namun saat melewati kelas 3 - C , tangannya ditarik oleh seseorang dan mulutnya dibekap dari belakang.
“ Mmmffff.... Mmmffff " Freya meronta dengan suara tertahan.
“ DIAM ! " Bentak Zion. Ya yang menarik dan membekap mulut Freya adalah Zion. Sepertinya Freya adalah mangsa Zion mulai saat ini.
Ia menarik Freya di pojok belakang kelasnya tak ada siapapun disana lalu mendudukan Freya di pangkuannya.
Freya pun berusaha keras meronta agar dilepaskan namun sayang tenaga Zion lebih besar darinya.
Zion yang merasa kesal akibat kejadian tadi pagi pun berniat membalaskan dendam pada Freya. Ia menarik rambut Freya dari belakang dengan kencang hingga Freya merintih kesakitan , bahkan beberapa helai rambut Freya rontok.
“ Gimana huh ? Sakit ? "
“ Lepasin sa - sakit "
“ Huh apa ? Kurang jelas gue nggak dengar "
“ To - to - tolong lepasin kak sakit "
“ Lepasin ? " Kata Zion pada Freya.
Namun bukannya melepaskan tarikan pada rambut Freya tangannya malah berpindah ke leher Freya dan mencengkeram leher tersebut dengan kencang hingga Freya hampir kehabisan nafas.
“ Dengar , ini akibatnya kalau Lo cari masalah sama gue , anak baru "
“ A - aku uhuuk.... Nggak pernah cari masalah sama Kaka "
“ Apa Lo bilang ? Lo nggak pernah cari masalah sama gue ?"
“ Heh , gue jadi kaya gini itu gara - gara siapa? Gara - gara elo. Gara - gara elo Arnold hajar gue Lo tahu nggak"
Freya sudah hampir melemas dan Zion hanya memandang nya. Tangan Zion perlahan men - rape paha Freya dan semakin lama semakin menuju lubang senggama. Freya menggeliat walaupun ia sudah merasa sangat lemah dan tidak berdaya.
“ Lene " panggil Zion. Freya pun menoleh lemah dan langsung saja Zion pun mencumbunya dengan kasar.
“ Euum.. eum... " Bibir Freya pun berdarah karena Zion mengigit bibirnya dan lidah Zion memaksa masuk dalam gua hangat Freya mengabsen dan menjelajah dalam mulut Freya. Sedang tangan nya yang lain bekerja melakukan foreplay dengan kasar hingga membuatnya memekik dan menangis.
Freya masih berusaha keras mendorong Zion supaya menyudahi acara melecehkannya tersebut.
Zion bermain agak lama hingga Freya mengeluarkan desahannya.
“ Eungh... Kak lephasin "
“ Sial desahannya sungguh sexy " batin Zion menggila.
Setelah puas bermain ia pun melepaskan Freya. Freya pun segera berlari terseok - seok meninggalkan kelas Zion menuju kelasnya dengan menangis.
“ Tuhan mengapa aku mengalami kejadian menjijikan ini... Aku merasa kotor sekarang " batin Freya menangis pilu.
Ia meletakkan kepalanya dan menutupi wajahnya dilipatan tangannya sembari terisak hingga akhirnya kelelahan dan kemudian tertidur.
Sementara itu Zion memutuskan untuk membolos pelajaran hari ini. Dia masih teringat ******* Freya yang berdengung di telinganya.
“ Sial cuma bayangin dia mendesah aja gue udah turn on aja. Jadi ingin lagi " gumam Zion.
Author POV end
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Setia R
waduh, berbahaya itu si Zion!
2023-08-31
0
auliasiamatir
anak sma zaman sekarang lebih buas dari srigala yah
2023-03-04
0
Syhr Syhr
Tanggung jawab Zion. Kasihan anak gadis orang. 😏
2023-02-02
0