Happy Reading !
Author POV
Ada pemandangan berbeda kali ini. Ya karena ada seseorang yang sudah berangkat ke sekolah , bahkan lebih pagi dari Freya yang dikenal sebagai murid teladan.
Namun ... Seseorang tersebut bukanlah dari kelas 1 - C. Lantas dari kelas berapakah siswa tersebut?
Beberapa menit kemudian datanglah Freya , namanya juga murid teladan pastilah ia berangkat pagi , awalnya ia merasa tidak ada yang janggal namun semakin lama ia merasakan ada yang mengikutinya. Setelah ia menoleh kebelakang , tidak ada siapapun. Hingga ia memutuskan untuk melanjutkan langkahnya kembali menuju kelasnya.
Tiba - tiba............
Sreeeet...
“ Uhm.... Uhm..... Uhm..... " Ya itu suara Freya. Apa yang terjadi ?
Ternyata ada yang menarik dan membekap mulut Freya dari belakang menggunakan saputangan yang telah dilumuri obat bius dengan dosis tinggi.
Freya pun berusaha meronta untuk melepaskan diri namun terlambat , sehingga rontaan Freya melemah karena lemas dan ia terkulai pingsan.
“ I got you " batin orang itu dengan seringai jahat di wajahnya. Ia segera membopong Freya dan membawa gadis itu kabur ke suatu tempat.
Suasana sekolah sudah semakin ramai karena sudah hampir masuk , waktu hampir menunjukkan pukul 07.00 , sahabat - sahabat Freya sudah mulai merasa ada sesuatu yang janggal , tidak biasanya nona cantik mereka itu datang siang bahkan hingga saat ini , Freya tak menampakkan batang hidungnya.
“ Mungkin dia sakit " pikir mereka.
Hal serupa juga dirasakan oleh Kaka - kaka kesayangan Freya. Pasalnya mereka juga belum melihat Freya sampai bel masuk berbunyi.
“ Kemana anak itu ? Biasanya kalau nggak masuk pasti dia kirim chat , ini malah nggak ada sama sekali" gumam Arnold.
Mommy Freya pun sudah merasakan firasat buruk yang membuat hatinya merasa tak nyaman.
“ Ya Tuhan , lindungilah anakku. Semoga tak terjadi apapun pada Freya " ia merapalkan doanya.
Sementara itu di suatu tempat....
Tampaklah dua manusia lawan jenis sedang berbaring dan tidur. ( atau salah satunya pingsan )
Beberapa menit kemudian si gadis tersebut melenguh dan mengerjapkan matanya beberapa kali , sebelum matanya terbuka lebar.
Ketika kedua matanya sudah terbuka sepenuhnya , ia memandang sekeliling tempat ini nampak asing dimatanya.
“ Dimana aku ?" Batinnya.
Ia berusaha bergerak , namun ia merasa aneh , kemudian ia mencoba melihat keadaan dirinya dan terkejut lah ia karena kondisi nya kini. Sulit dijelaskan dengan kata - kata , yang lebih membuat nya terkejut lagi adalah adanya seseorang disampingnya dan itu adalah seorang pria.
Bayangkan saja , jika dirimu yang tidak mengetahui apapun , kemudian terbangun dengan keadaan yang ya kau bisa bayangkan sendiri. Terlebih lagi bersama seorang pria dengan keadaan yang serupa.
“ Ya Tuhan , apa yang terjadi denganku ? Kenapa seperti ini ? Hiks.... Mommy maaf" batin Freya. Ya Freya telah sadar dari pingsannya beberapa menit lalu.
Ia menangis meratapi nasibnya , ia merasa kotor dan merasa tidak pantas.
“ Hiks.... Mommy Freya takut hiks... Freya kotor " isak nya.
Pria yang berada di sebelahnya merasa terusik dalam tidurnya ia segera membuka mata. Dapat dilihatnya Freya sedang menangis dengan menekuk kedua lututnya dengan kepala menunduk menyembunyikan wajahnya di lutut.
Pria itupun mendekati dan menarik Freya dalam pelukannya. Seketika Freya mengangkat wajahnya dan pria itu terkejut , dengan wajah Freya yang memerah dan tampak banjir air mata disertai dengan isakan memilukan.
Tiba - tiba.....
PLAAAAK......... PLAAAAK...... BUGH.....
” BRENGSEK , LU BRENGSEK , LU BIADAB ZION , LU APAIN GUA ? SALAH GUA APA ZION APA HAH ?" Bentak Freya. Dan ternyata orang yang menculik Freya adalah Zion. Sebelumnya Freya sudah melayangkan tamparan dan pukulan keras untuk Zion.
Terlihat bekas tamparan di pipi putih milik Zion dan sudut bibirnya yang berdarah. Selain itu disekitar matanya terdapat lebam yang disebabkan oleh tonjokan Freya.
Freya pun merasa marah ia pun segera memakai seragamnya kembali dan berkemas untuk pergi sejauh mungkin dari Zion.
Namun sebelum itu ..
“ LU BAJINGAN ZION GUA BENCI SAMA LU , DASAR MANUSIA RENDAH NGGAK PUNYA OTAK " umpat Freya. Kemudian pergi dari tempat itu.
“ Harusnya gua merasa senang setelah lakuin ini semua karena gua berhasil balas dendam , tapi lihat dia menangis kaya tadi , kenapa hati gua rasanya sakit ya ? Gua kenapa ?" Batin Zion.
Akibat kejadian menjijikan itu Freya enggan kembali ke sekolah , ia belum siap bertemu dengan teman - temannya dan Kaka kelas nya.
Ia perlu menata hatinya yang hancur karena kejadian tersebut. Ia memutuskan untuk pulang ke rumah dengan menggunakan bus.
Disisi lain mommy Freya merasa khawatir karena baru saja beliau mendapatkan telepon dari pihak sekolah karena Freya yang tak hadir tanpa keterangan. Padahal ia sendiri yang mengantarkan Freya ke sekolah , tak mungkin jika anaknya tidak ada di sekolah dan tidak mengikuti kegiatan belajar - mengajar.
“ Kamu dimana sayang ?" Gumam sang mommy.
Tak jauh berbeda di sekolah Kaka kelas nya pun juga sangat mengkhawatirkan Freya.
“ Guys , Freya pamit sama kalian nggak , kalau hari ini dia nggak masuk sekolah ?" Tanya Arnold.
“ Nggak ada , dia nggak bilang sama kita" terang Leora.
“ Kok perasaan gua nggak nyaman ya ? Apa ada sesuatu yang terjadi sama Freya ” ucap Reygan.
“ Firasat seorang Reygan tak pernah diragukan , yang benar lu ?" Tanya Tasya.
” Guys , gua mau kasih info kalau Zion hari ini juga tidak masuk kelas" beritahu Nico.
“ Wah celaka , Zion nggak masuk dan Freya juga nggak ada di sekolah " ucap Tasya.
“ APA JANGAN - JANGAN ?”
“ CEPAT , KITA BOLOS HARI INI DAN CARI ZION. MASALAHNYA TADI DIA UDAH BERANGKAT PAGI ! " Perintah Arnold.
Mereka pun bergegas mencari Zion. Tak peduli jika mereka berlima harus bolos. Yang terpenting saat ini adalah keselamatan adiknya.
“ Duh , kalau sampai ada apa - apa sama Freya bakal gua tongseng tuh orang" geram Nico.
“ Gua bakal bakar dia hidup - hidup pokoknya " Leora menimpali.
“ Kepalanya dia bakal gua jadiin bola golf " Tasya menggeram marah.
“ Gua nggak tahu mau ngapain dia , pikir nanti aja belakangan " ucap Arnold.
“ Kalau gua , nggak akan apa - apain dia , tapi gua bakal hubungi Daniel buat menuntaskan hukuman buat dia " Reygan menyeringai.
“ Betul juga ide lu , kenapa harus repot - repot kalau kita bisa hubungi Daniel ?" Nico menyetujui ide Reygan.
“ Ya udah , buru cari , tapi kita mau cari dimana ?" Tanya Tasya.
“ Tenang , gua tahu tempatnya " jawab Arnold.
Mereka mencari Zion dengan menggunakan motor.
Sementara itu Freya sudah sampai rumahnya dalam keadaan lesu dan mata yang bengkak dan sembab akibat menangis.
Mommy nya tidak ada di rumah dikarenakan sedang berada di butik untuk bekerja.
Ia melangkahkan kakinya menuju kamar untuk menenangkan diri dan melanjutkan menangis meratapi nasibnya diperlakukan tidak semestinya oleh Kaka kelasnya.
“ GUA BENCI SAMA LU ZION , GUA BENCI ..... " teriaknya dalam hati.
Karena terlalu lama menangis ia pun kelelahan dan tertidur.
Sore harinya mommy Freya telah pulang dan bertanya pada salah satu asisten rumah tangga nya mengenai Freya. Setelah mendapatkan jawaban , ia menuju kamar puterinya.
Dilihatnya Freya yang sedang tertidur dengan mata yang bengkak dan jejak airmata di pipinya.
Selain itu tak sengaja matanya menangkap bekas kissmark di leher jenjang sang puteri.
Ia pun menuju ranjang sang puteri dan mengelus kepalanya dengan sayang. Freya yang merasakan elusan di kepalanya seketika membuka mata.
Dilihatnya mommy yang sedang memandanginya.
“ Hey princess kesayangan mommy , sudah bangun Hmm?"
“ Mom "
Sang mommy duduk di tepi ranjang sembari memeluk anaknya.
“ Sayang , jawab pertanyaan mommy dengan jujur ya ?"
Freya hanya mengangguk lemah.
“ Tadi mommy dapat telepon dari sekolah , katanya kamu absen tanpa izin dan nggak ada di sekolah. Kamu kemana nak ? Jujur sama mommy. Mommy nggak akan marah sama kamu , sayang" ujarnya dengan hati - hati , agar Freya tak merasa takut.
Mengingat hal itu membuat airmata Freya tumpah kembali membasahi pipinya.
“ Hiks... Freya... Freya... Di - cu... Hiks ... Diculik sama Kaka kelas Freya mommy. Freya nggak tahu apa yang udah dia perbuat ke Freya ka - ka - karena Freya pingsan mommy. Waktu Freya sudah sadar hiks... Keadaan Freya udah... Udah... - " Freya tak dapat melanjutkan ceritanya karena menangis.
Sang mommy hanya memeluk dan berusaha menenangkan puterinya. Ia tidak menyangka puterinya mendapatkan perlakuan tak senonoh dari Kaka kelasnya sendiri.
“ Maafin Freya mom , Freya sudah kotor , hiks... " Isak Freya.
“ Kamu nggak kotor sayang , kamu tetap anak kesayangan mommy , sekarang kamu istirahat ya. Mommy tahu kamu capek , tapi makan dulu ya ? Kata bibi kamu belum makan dari siang tadi " ucap mommy nya. Freya pun hanya mengangguk lemah.
Setelah keluar dari kamar Freya , sang mommy pun menangis sedih. Hatinya seperti ditikam pisau kala melihat puterinya menangis seperti itu.
“ Kenapa setelah kamu pergi semuanya terasa berat sayang ? Aku merasa gagal menjadi ibu yang baik untuk Puteri kita " batinnya.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Malam mulai menyapa , Zion pulang kembali ke asrama dan ternyata disana sudah ada Arnold , Reygan dan beberapa teman lainnya yang menunggu.
Namun kali ini ada yang berbeda. Pandangan mereka jauh dari kata ramah dan tidak bersahabat. Seakan - akan ingin menelannya hidup - hidup.
“ Darimana aja lu keparat ? " Sapaan selamat datang dari Arnold yang dilontarkan untuk Zion.
“ Maksud lu ?" Jawab Zion.
“ Nggak perlu pura - pura nggak tahu deh akting lu murahan banget asli " balas Arnold pedas.
“ Hari ini bolos kemana lu ? Kita cari di markas tadi nggak ada " tanya Reygan.
“ Gu - gua ” gagap Zion.
“ Kenapa lu gagap ? Lu udah lupa cara ngomong ?" Desak Arnold.
“ Yon , lu tahu nggak kalau tadi Ilene juga nggak masuk , padahal pak Bon sama satpam sekolah kita tadi sempat lihat Ilene , udah masuk sekolah. Aneh ya ? Kok Ilene tiba - tiba bisa hilang gitu aja" jelas Reygan.
“ Lebih aneh lagi lu juga ikut - ikutan hilang , padahal lu juga berangkat pagi , hari ini " timpal anak lain.
“ Lu tahu nggak Yon , dimana hilang nya Ilene ?" Tanya Reygan.
“ Gua.... Gua nggak tahu " jawab Zion gugup.
“ Kok lu gugup gitu sih ? Santai aja dong kita kan cuma tanya biasa , kan lu berangkat pagi. Siapa tahu lu ngerti dimana Ilene , iyakan ?" Sindir Arnold.
” Lihat " Reygan membenarkan.
“ Nah iya , itu maksud gua "
“ Serius gua nggak tahu apapun tentang Ilene tadi pagi" jawab Zion berusaha meyakinkan.
“ Oh ya udah kalau beneran nggak tahu" jawab Arnold. Kemudian melangkah mendekati Zion.
“ Tapi kalau ada apa - apa sama Ilene dan itu semua gara - gara elu , jangan harap lu gua lepas gitu aja Yon " bisik Arnold pada Zion.
“ by the way tatto lu bagus amat tuh di pipi sama di mata ” Reygan menyusul Arnold , begitu juga teman - temannya yang lain.
Zion terdiam .
Author POV end
Vote + Comment....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
վմղíα | HV💕
lanjut thor 👍
2023-03-28
0
🥀
freyaaa🥺
semoga akan happy ending,
2023-02-17
0
Syhr Syhr
Jadi ingat teman satu kelas dulu. Di culik, dan di perkaos sama kenalan cowok baru di temuinya.
Mudah-mudahan Freya bisa happy ending. 😊
2023-02-13
1