Hari ini yang ditunggu pun tiba, semua orang pada sibuk, termasuk aku, aku membantu persiapan acara mulai dari bagian dapur sampai bagian tempat pestapun aku ada siap membantu, sudah terasa hari mulai siang, kami bergegas tukar pakayan, setelah mandi aku di datangi kak Yani.
" Hari ini keluarga besar kita pakai baju seragam, tapi maaf kamu tidak ke bagian, karna kami lupa kamu juga bagian dari keluarga ini, tapi tenang saja aku masih punya kebaya pesta untuk mu, ya setidak nya nanti kamu tidak malu maluin di pesta nanti" kata kak Yani dengan angkuh nya.
Aku merilik kebayanya, sudah lusuh itu baju kebaya waktu dia ikut acara Kartini waktu dia masih Gadis, aku hanya ter senyum miring melihat pemberian kakak ku.
"Ngak usah repot repot lah kak, aku tau kakak baik, aku sudah ada baju ,yang sudah ku persiap kan untuk keluarga kecil ku, maaf kak kayak nya baju kakak itu ke kecilan ngak muat sama aku, karna aku sekarang agak bahenol, " kataku sedikit menyombongkan diri.
" S0m bong banget, pakayan apa yang kamu punya palingan barang murahan, " kata kakakku lagi.
" Oh tidak, aku mana mau kalah sama mu kak, yang punyaku lebih berkualitas dari punyamu, lihat bajumu itu, sangat tidak cocok kalau yang makai kamu kak, kegendutan, semua nyembul kayak balon,"
"Udah pake gamis saja sana, kakak ngak cocok pakai kebaya borkat kayak gitu, lebih baik ngaca deh, " aku sengaja memancing emosinya, aku sudah muak dengan kesombongan nya, dari dulu selalu begitu.
"Kamu makin kurang ajar ya, berani berani nya kamu ke pada ku, kamu akan menyesal, ingat itu".
Lalu dia menarik baju kebaya nya tadi dari tangan ku, aku hanya menghela nafas, seperti nya akan sulit bagi ku untuk bisa mengontrol emosiku disini.
Setelah berpakayan aku dan dan mas Rido berserta anak anak pergi ke depan, aku berdiri di bagian tempat penerima tamu, tamu nya sangat banyak.
Aku sedikit kualahan melayani para tamu, dari kejauhan aku melihat kakak kakak ku hanya duduk duduk di samping pelaminan dengan baju seragam mereka, tak ada yang berniat untuk membantu ku.
Setelah para tamu sudah duduk semua dengan cemilan di meja masing masing akhir nya aku bisa istirahat, aku menuju samping rumah mengambil sebuah kursi untuk duduk, seseorang menghampiri ku.
" Hay kawan, kamu pulang ya, " ternyata teman ku dari kecil namanya Sartika.
"Hai sini sini duduk dekat aku, " Kata ku menawarkan.
"Wah aku kangen kawan, wah baju kamu bagus sekali beli dimana? " tanya Tika.
" Aku juga kangen, ini baju aku jahit sendiri seragam dengan suami dan anak anakku, tuh mereka disana," kataku menjelaskan.
" Wah kapan kapan bikinin buat aku juga bagus sekali ini, disini kamu yang paling cantik dengan baju ini," aku jadi tersipu malu dengan pujian dari teman ku, tiba tiba kak Melisa lewat.
"Baju nya jelek, cocok nya di kasih air, " tiba tiba kak Melisa menumpah kan satu gelas air ke gaun ku, aku pun menjerit.
Karna aku menjerit semua tamu melihat ku, lalu Sartika menarik ku kebelakang di ikuti kak melisa karna malu sama para tamu.
"Apa apaan sih kamu kak, baju ku jadi basah semua, " kataku.
"Eh Karmila, makanya jadi orang jangan sok pamer, baju jelek begitu saja di pamerin, " kata kakakku.
" Heh kak yang pamer siapa ah, bilang saja sirik, baju mu kalah dengan gaun ku yang ke kinian ini kan, makanya kamu sengaja nyiram aku pakai air," kataku.
" Siapa yang sirik, baju jelek kayak gitu juga banyak di lapak tepi jalan, s0m bong amat".
"Sudah sudah kita pergi saja yuk, " Tika menarik lagi tangan ku meninggalkan kak Melisa.
" Kamu ganti baju saja, semua sudah basah kayak gitu, nanti kamu masuk angin, " kata Tika.
"Ya sudah aku ganti baju dulu ya, nanti kita lanjutin lagi ngobrol nya, " kataku, dan Sartika mengangguk.
Setelah ganti baju, kami kedepan lagi, dan mengobrol lagi, kami bercerita tentang masa lalu, dan diiringi gelak tawa dan candaan.
Aku baru sadar dari tadi aku tidak melihat mas Rido dimana mana? aku tanya anak anak mereka juga ngak tau, dari sekian tamu aku tidak melihat batang hidung nya kemanakah dia?
Beberapa lama kemudian aku mendengar suara gaduh dari dalam rumah, mereka para tamu banyak yang berdiri dan penasaran termasuk aku juga, ada apa ya di dalam?
Setelah berdempet dempeten masuk rumah aku terbulalak, ternyata semua orang sedang menyaksikan adengan yang sangat memalukan.
Aku melihat kak Melisa hanya memakai sarung sampai ke dada, dan di samping nya ada mas Rido juga memakai sarung hanya di bagian bawah nya saja yang di tutupi.
Semua orang menghela nafas ter masuk pak jorong ( Pak Rt) .
" Bawa ke kantor polisi tidak tau malu, mereka telah mengotori kampung kita,
tak tau malu sudah beristri, kelakuanmu seperti ini, " kata salah satu tamu pesta.
"Iya tak tau malu bawa ke kantor polisi, " serentak para tamu bersorak.
" Ampun, ampun kami memang salah, kita selesaikan secara kekeluargaan saja, jangan bawa bawa kami ke polisi, " Kata mas Rido merengek.
" Iya maafkan kami, kami akan bayar denda tapi jangan bawa kami ke polisi, " ditambah oleh kak Melisa.
Memang mereka tak tau malu, berani berbuat asusila padahal acara masih berlansung, aku hanya memantung, tidak ada respon ataupun ingin membela, mungkin ini saatnya aku membalas semua sakit hatiku.
Pak jorong melihat ku " Nak Karmila, menurut kamu gimana, Rido kan suami mu, apa kasus ini kita selesaikan secara kekeluargaan atau kita bawa kekantor polisi, " kata pak Jorong ( pak rt).
Aku hanya membeku tampa bersuara, dari belakang ku ada yang berteriak, ternyata Tiara adikku dia menangis histeris.
" Tak tau malu, berani nya kalian buat masalah dalam pestaku, aku jadi malu, aku tak akan memaafkan kalian, aku yakin kak Karmila juga tidak akan membela kalian, bawa saja mereka pak, mereka sudah mempermalukan keluarga," kata Tiara mewakili perasaan ku.
" Gimana nak Mila? " tanya pak jorong lagi, aku hanya mengangguk.
Kemudian semua tamu bersorak, dan lalu menggiring mereka berdua ke kantor polisi, setelah ke pergian mereka aku pingsan tak sadarkan diri, aku merasakan banyak tangan yang menyambut ku agar tidak terbentur.
*
*
*
Entah beberapa lama aku tak sadarkan diri, aku terbangun, ternyata banyak orang di sekelilingku, mereka menanyakan ke adaan ku, ada yang memberi minum, ada yang memberi minyak kayu putih.
" Kamu sudah sadar Mila, apa kamu mau makan, " kata kakak ipar ku.
" Tidak kak, aku belum lapar, " kataku ,aku coba coba mengingat apa yang terjadi, lalu aku menghela nafas karna mengingat apa yang terjadi.
Aku berjalan keluar, ternyata acaranya telah berhenti, ke adaan sudah sepi, ini semua karna kelakuan mas Rido dan Kak Melisa, mereka mengacaukan acara pernikahan Tiara.
Aku yakin sekali Tiara sangat malu dengan ini, aku hanya tersenyum sambil menunduk, tak terasa air mataku jatuh meratapi nasipku yang begitu menyedihkan.
" Baiklah aku sudah bertekat, akan ku akhiri semua ini, berarti mas Rido bukan lah jodoh ku, aku akan membesarkan anak ku sendiri, aku harus bisa mandiri, aku tidak butuh laki laki yang tidak bisa menghargai aku, secepat nya aku harus kekota dan mengurus surat percerai an, ini lah akhir kita mas Rido".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments