Melihat Rudi dan wanita lain

Nafa melepaskan pelukannya dan menatap wajah sang majikan yang basah oleh air hujan, Dion menangkup wajah Nafa dan mencium bibirnya sekilas. Mengecupnya untuk yang terakhir kali.

Setelah itu, Dion pun segera pergi menjauh dari hadapan Nafa, dan akhirnya perpisahan pun tak bisa dielakkan, Dion membalikkan badannya dan berjalan menuju ke mobil miliknya, sementara itu Nafa terlihat tak kuasa menahan kepergian Dion, tangannya ingin sekali meraih sang majikan, tapi apalah daya. Takdir sudah menggariskan mereka tidak untuk bersama.

Dion mulai masuk ke dalam mobil dan untuk terakhir kalinya Ia menoleh ke arah Nafa yang masih berdiri di tengah halaman sembari memandangi kepergiannya.

"Selamat tinggal, Nafa! Semoga hidupmu bahagia bersama pria pilihanmu, Aku akan mencoba ikhlas menerimanya," ucap Dion sembari melajukan mobilnya ke jalan raya.

Nafa melihat kepergian mobil Dion hingga akhirnya mobil itu menghilang dari pandangan, Nafa pun bersimpuh di tengah hujan dan meratapi kepergian sang majikan, Ia harus kuat, Ia harus bisa menghadapi kenyataan hidup yang tak memungkinkan dirinya bisa bersama sang majikan.

*

*

*

Keesokan harinya, Alaska menanyakan tentang kemana Mana Nafa nya yang belum tiba di rumah, hari sudah semakin siang, tidak biasanya Nafa datang terlambat ke rumah Dion. Alaska pun datang menemui sang Daddy dan bertanya kemana Nafa.

"Daddy! Mama Nafa kok belum datang? Ini kan sudah siang, apa Mama Nafa bangun kesiangan, ya?" tanya Alaska yang membuat Dion menatap sang anak dengan sendu.

"Alaska! Sekarang Mama Nafa sudah tidak bekerja di rumah ini lagi, karena besok Mama Nafa akan menikah. Mama Nafa sedang sibuk mengurusi hari pernikahannya. Jadi, kamu harus mengikhlaskan kepergian Mama Nafa. Nanti, Daddy akan carikan pengasuh baru untuk kamu." mendengar ucapan dari Dion, Alaska pun terlihat kesal dan tidak terima jika Nafa harus menikah dengan orang lain.

"Alaska nggak mau, Dadd! Kenapa sih nggak Daddy saja yang menikah dengan Mama Nafa? Alaska juga nggak mau punya pengasuh baru. Pokoknya Alaska maunya sama Mama Nafa, titik." protes sang bocah sembari menyilangkan kedua tangannya layaknya orang dewasa.

"Alaska! Daddy mengerti, tapi kamu juga harus mengerti dong, Sayang!" Dion berusaha untuk sabar dan memberikan pengertian kepada anak semata wayangnya itu. Tapi, rupanya Alaska terus bersikeras untuk tetap memaksa Nafa menjadi Mamanya.

"Pokoknya Alaska nggak mau Mama Nafa menikah dengan Om Rudi, nggak mau nggak mau."

"Cukup!!!!!" Dion seketika berteriak mendengar rengekan sang anak, dirinya masih pusing karena perpisahan dengan Nafa, ditambah lagi rengekan Alaska yang terus memaksa dirinya untuk menikah dengan Nafa yang tidak mungkin bisa Ia turuti.

Seketika, Alaska berlari ke kamarnya karena Ia melihat wajah Dion yang marah, sementara itu Dion pun segera pergi ke kantor untuk melupakan kejadian yang baru saja terjadi. Sedangkan Mommy Rima terlihat bingung dengan situasi di dalam rumah ini.

"Ya Tuhan! Kenapa bisa jadi seperti ini?"

*

*

*

Dion pun pergi ke kantor, sementara itu Alaska berada di dalam kamarnya sembari melihat kepergian sang Daddy. Hari ini Alaska berencana untuk menemui Nafa di rumahnya, karena bocah itu sangat tidak bisa jauh dari Nafa.

Alaska berpamitan kepada sang Oma untuk berangkat ke sekolah, dan sepulang sekolah nanti Alaska berencana untuk menemui Nafa di rumahnya dan membujuk kembali Nafa agar mau membatalkan pernikahannya dengan Rudi, meskipun itu mustahil. Tapi, Alaska sangat yakin pasti bisa membawa Nafa untuk menjadi Ibu sambungnya.

"Pokoknya hari ini Aku harus bertemu dengan Mama Nafa, Mama Nafa pasti kasihan melihatku, dan Aku yakin jika Mama Nafa pasti akan menjadi Mamaku." ucap Alaska yakin.

Sepulang sekolah Alaska langsung meluncur ke rumah Nafa, Ia diantar oleh sopir pribadinya yang selalu setia menemani Alaska. Namun, ditengah perjalanan Alaska dikejutkan dengan pemandangan yang membuatnya menggosok matanya berkali-kali. Tidak salahkah Ia melihat itu.

"Berhenti, Pak!" titah Alaska kepada sang sopir, mobil pun berhenti dan Alaska melihat Rudi sedang bersama dengan seorang wanita yang belum Alaska kenal.

"Itukan Om Rudi? Bersama siapa?"

Rudi terlihat merangkul pundak seorang wanita cantik, kemudian mereka masuk ke dalam mobil cukup lama. Tentu saja Alaska semakin penasaran dengan apa yang dilakukan Rudi di dalam mobil bersama wanita itu.

Karena Alaska takut jika jika Ia turun dan Rudi pasti mengenalinya, Ia pun meminta sang sopir untuk turun dan melihat mereka sedang apa, dengan berpura-pura sebagai orang yang lewat.

Sang sopir pun menuruti permintaan Alaska, dengan memakai jaket dan topi, Sang sopir turun dari mobil dan berjalan menghampiri mobil Rudi yang terparkir di sisi jalan yang berseberangan, sementara Alaska memantau dari jauh bagaimana Pak sopir mencoba mengambil bukti jika Rudi telah membohongi Mama Nafa nya.

Sang sopir mulai mendekati mobil Rudi dan Ia berpura-pura menelepon seseorang, sehingga memaksa untuk berhenti di depan mobil Rudi. Sementara itu Rudi yang sebenarnya tahu jika ada orang yang berdiri di depan mobilnya. Ia pun tampak cuek dan tidak perduli, Ia berfikir jika orang itu hanyalah orang lewat dan Ia tidak mengenalinya.

Sementara itu si wanita di samping Rudi terlihat begitu agresif dan mereka terlihat sedang berciuman panas, pak sopir yang diutus Alaska untuk memata-matai Rudi, dengan mudah merekam video lewat kamera tersembunyi yang dibawa oleh sang sopir.

Alaska dengan sabar menunggu sang sopir untuk membawa bukti jika benar Rudi telah berselingkuh. Wajahnya terlihat bahagia dengan adanya kejadian ini. Dan Alaska berharap Nafa dan Daddy nya bisa bersatu.

Setelah beberapa saat, sang sopir kembali ke mobilnya, Ia pun berkata kepada Alaska bahwa Ia berhasil merekam kegiatan yang ada di dalam mobil Rudi, meskipun terlihat samar, namun cukup membuktikan jika keduanya sedang bermesraan di dalam mobil.

"Saya sudah mendapatkan rekaman mereka, Tuan muda!" seru sang sopir sembari memberikan rekaman adegan ciuman itu kepada Alaska.

"Benarkah, Pak? Coba Alaska lihat?" .

"Eh sebaiknya Tuan muda jangan lihat, mending yang lihat Daddy saja. Ini tidak baik untuk anak-anak, Tuan muda mengerti maksud Bapak?"

Sejenak Alaska berpikir mungkin adegan itu adalah orang dewasa dimana anak-anak tidak boleh melihatnya, seperti yang pernah Nafa katakan kepadanya. Alaska selalu dilarang untuk melihat video atau foto tentang orang-orang dewasa yang tidak sesuai dengan usianya.

"Oh gitu! Penasaran sih sebenarnya apa yang Om Rudi lakukan, biar Alaska langsung kasih tahu Mama Nafa saja, kalau Alaska yang lihat, nanti Alaska dimarahi sama Mama!" ucap sang bocah yang membuat Pak sopir tersenyum.

"Mbak Nafa memang sudah menjadi panutan untuk Tuan muda, semoga saja pernikahan Mbak Nafa gagal ... Astaghfirullah kenapa Aku juga ikut mendoakan seperti itu?" batin sang sopir.

...BERSAMBUNG...

Terpopuler

Comments

Ani

Ani

Aamiiinnn

2023-12-16

0

💘💞Ratunya Bo Qingang💕💘.

💘💞Ratunya Bo Qingang💕💘.

Amiiiiinnnn....🤲🤲🤲🤲🤭🤭

2023-03-06

1

💘💞Ratunya Bo Qingang💕💘.

💘💞Ratunya Bo Qingang💕💘.

Good job boy...👍🤗😉👌😘

2023-03-06

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!