Setelah mengatakan hal itu, Nafa langsung menutup teleponnya, Ia merasa begitu bersalah kepada Rudi, bagaimana pun juga Ia tidak bisa mengkhianati tunangannya, karena sebelum kehadiran Dion, mereka berdua sudah menjalani hubungan yang cukup lama hingga akhirnya Nafa dan Rudi memutuskan untuk menikah.
"Halo, Nafa! Halo ... sial!" Dion pun merasa kecewa karena cintanya bertepuk sebelah tangan, pria itu membanting ponselnya dan terlihat meracau sendiri.
"Kenapa Nafa? Kenapa semua ini harus terjadi, disaat aku mulai merasakan cinta pada seorang wanita, disitu pula Aku harus menerima kenyataan jika dirinya bukan milikku, apa memang Aku memang tidak boleh berbahagia dengan wanita yang aku cintai. Alaska, maafkan Daddy, Daddy tidak bisa membawa Mama Nafa menjadi Ibumu, Nak! Maafkan Daddy!" ucapnya sembari duduk di atas tempat tidur dengan menundukkan kepalanya.
Sementara di sisi lain sepasang mata tengah mengintip Dion yang tengah bersedih. "Aku harus bisa membawa Mama Nafa, kami berdua sangat membutuhkan Mama Nafa, apalagi Daddy, kasihan Daddy kalau nggak ada temannya bobo, Aku harus ngomong sama Om itu, iya ... Aku akan bertemu dengan Om pacarnya Mama Nafa."
Rupanya Alaska telah mengintip Dion yang baru saja menelepon Nafa, putra Dion itu begitu tahu jika Nafa akan menikah dengan pria lain, bocah itu memutuskan untuk bertemu dengan Rudi, apapun caranya, dan meminta Rudi untuk melepaskan Nafa menjadi Ibunya.
*
*
*.
Keesokan harinya, Nafa pun kembali bekerja dan dirinya harus siap mental menghadapi Dion saat di rumah Pengusaha kaya itu, karena tidak menutup kemungkinan Ia pasti akan merasa canggung saat bertemu dengan Dion, karena Nafa telah menolak cinta sang majikan.
Nafa berangkat pagi sekali, kali ini Ia harus lebih giat lagi karena hutang-hutangnya kepada Dion harus segera Ia lunasi, Ia tidak mau merepotkan Rudi untuk membayar hutang-hutangnya kepada Dion, walaupun sebenarnya bisa saja Nafa meminta tolong kepada Rudi untuk melunasi hutangnya kepada duda tampan itu, meskipun Nafa tahu jika sang tunangan kurang menyukai apabila Nafa tetap bekerja sebagai pengasuh Alaska, tapi Nafa tetap memaksa untuk bekerja sebagai pengasuh Alaska karena Ia tak tega melihat bocah itu menangis. Perlahan, Nafa akan membujuk Alaska supaya mau mengerti kondisi Nafa tidak bisa selamanya bersama Alaska.
Sesampainya di depan rumah keluarga besar Mahesa, Nafa menghela nafas panjang, siap atau tidak Ia harus bertemu lagi dengan Dion. Gadis itu masuk ke dalam rumah. Ia membunyikan bel rumah beberapa kali, entah kenapa pintu terbuka sedikit lama, hingga akhirnya seorang pria dengan penampilan rapi membukakan pintu untuk Nafa. Seketika Nafa membulatkan matanya saat melihat Dion yang membuka pintu untuknya.
"Selamat pagi, Tuan!" sapa Nafa sembari menundukkan wajahnya.
"Pagi!" balas Dion singkat, setelah itu Dion pun menyuruh Nafa untuk masuk, sikap Dion berubah menjadi dingin tidak seperti kemarin-kemarin, tentu saja Nafa melihat perubahan Dion yang pastinya itu pasti disebabkan karena dirinya.
"Apa mungkin Tuan Dion marah padaku? Sikapnya udah berubah." batin Nafa sembari melihat punggung Ayah Alaska itu, hingga akhirnya terdengar suara bocah laki-laki yang begitu bahagia melihat Nafa datang lagi ke rumahnya.
"Mama Nafa!" spontan Nafa menoleh ke arah Alaska yang sedang berlari. Nafa pun tersenyum melihat kedatangan Alaska, Ia pun menyambut kedatangan putra Dion itu sembari berjongkok dan memeluk Alaska penuh kerinduan.
"Mama! Alaska kangen sama Mama, Mama kenapa pergi tinggalin Alaska?" tanya bocah itu dengan lugu.
"Maafkan Mama, ya? Mama nggak bermaksud meninggalkan Alaska, Mama ada urusan sebentar, lagipula Mama udah ada di sini lagi, kan?" balas Nafa sembari mengusap lembut wajah sang anak.
"Jangan pergi lagi, Ma! Jangan tinggalkan Alaska, rumah ini sepi tanpa Mama, Alaska sedih banget, apalagi Daddy, Daddy semalam nangis, Ma!"
Seketika ucapan Alaska membuat Dion salah tingkah dan Nafa pun terkejut.
"Sialan nih anak! Kok dibilangin sih kalo Aku nangis, hadehhh ketahuan, kan!" batin Dion sembari menatap wajah sang anak yang sedang melihatnya, Alaska tampak menundukkan wajahnya karena sang Daddy tengah melototi dirinya. Nafa pun spontan melihat ke arah Dion yang sedang melototi anaknya sendiri, dengan cepat Dion memalingkan wajahnya dan berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa dengannya.
Kemudian Nafa menghibur Alaska agar bocah itu tidak bersedih lagi.
"Emm Mama nggak akan ninggalin Alaska, Mama janji, sekarang Alaska udah mandi belum? Mandi dulu gih, habis itu Mama antar Alaska ke sekolah." ucap Nafa yang berusaha untuk mengambil hati Alaska.
"Hore ... nanti dianterin Daddy dan Mama, sekarang Alaska mau mandi dulu asyiiik!!!!" bocah itu segera pergi ke kamarnya untuk mandi, sementara Nafa tampak melongo, haruskah Ia dan Dion mengantarkan Alaska ke sekolah bersama.
*
*
*
Setelah Alaska siap untuk berangkat, terlihat Nafa yang gugup saat dirinya akan mengantarkan Alaska ke sekolah, karena tentu saja Ia akan berangkat bersama Dion, karena dirinya sudah telanjur janji, maka Nafa pun terpaksa mengantar Alaska ke sekolah dengan satu mobil bersama sang majikan.
Akhirnya, mereka sudah berada di dalam mobil, Dion dan terlihat tidak saling melihat, sedangkan Alaska yang duduk di antara keduanya tampak menyilangkan kedua tangannya dan mencari cara agar Sang Daddy dan Mamanya semakin dekat.
Alaska memiliki rencana untuk membuat Daddy dan Nafa lebih dekat, tiba-tiba saja Alaska meraih satu tangan Nafa, pun sama Ia juga meraih satu tangan Sang Daddy. Kemudian Alaska duduk di antara keduanya dengan menyatukan tangan Dion dan Nafa di atas pangkuannya. Tentu saja baik Dion dan Nafa saling menatap melihat ulah Alaska yang memaksa tangan keduanya bersentuhan.
Keduanya tidak bisa melepaskan tangan masing-masing, karena ada tangan Alaska di antara tangan mereka, sehingga Nafa terpaksa menggenggam tangan Dion, dan Dion pun semakin erat menggenggam tangan Nafa.
"Ya Tuhan! Kenapa Alaska justru semakin mendekatkan Aku dengan Tuan Dion?" batin Nafa.
"Tanganmu dingin sekali, Nafa. Aku tahu kamu pasti sangat gugup, tapi Aku suka." batin Dion sembari melihat genggaman tangannya bersama Nafa.
*
*
*
Sesampainya di depan sekolah, Alaska pun segera turun dari mobil, sebelumnya Ia berpamitan kepada Dion. Dion mencium kening sang anak, setelah itu Ia turun diiringi oleh sang pengasuh.
"Alaska yang pinter, ya! Nanti Mama akan jemput Kamu." ucap Nafa sembari mencium kening sang bocah.
"Iya, Ma!" Alaska pun berlari menuju ke dalam kelas, Nafa melambaikan tangannya kepada Alaska sembari tersenyum.
Setelah itu Nafa masuk kembali ke dalam mobil, dimana sekarang tinggal mereka berdua. Dengan perasaan gugup, Nafa duduk bersebelahan dengan Dion di kursi belakang, mereka berdua tidak saling melihat satu sama lainnya. Hingga akhirnya suara Dion memecah suasana.
"Terima kasih kamu sudah ada untuk anakku, Alaska sangat bahagia sekali melihatmu berada di rumah, dan Aku berharap selamanya kamu akan tetap berada di rumah, jangan tinggalkan kami, Nafa!" ucap Dion sembari meraih tangan sang pengasuh.
Nafa tidak melihat ke arah sang majikan, justru Ia semakin memejamkan matanya, karena sudah dipastikan dirinya tidak akan bisa menahan perasaannya, karena Nafa pun mulai mencintai Dion.
"Ya Tuhan! Kenapa harus jadi seperti ini, Tuan Dion benar-benar membuatku tidak bisa berfikir jernih." batin Nafa yang mulai merasakan ada getaran-getaran halus yang merambat dalam hatinya saat Dion menyentuh tangannya.
*
*
*
Sementara itu di sekolah, di saat jam istirahat, Alaska menghubungi sopir pribadinya, sebelumnya Ia sudah meminta tolong kepada sang sopir untuk mencari tahu tentang siapa tunangan Nafa, dimana alamat rumahnya. Rupanya sang sopir pun mengetahui jika calon suami Nafa adalah pengusaha karaoke di sebuah tempat hiburan, namanya Rudi Setiawan. Hari itu juga Alaska berniat untuk berbicara kepada Rudi dan meminta Rudi untuk tidak melanjutkan rencana pernikahannya dengan Nafa.
Alaska pergi diam-diam dari sekolah, Sementara sang sopir yang sudah di calling sudah menunggu Alaska di pinggir jalan.
"Ayo Pak kita berangkat!" titah Alaska yang berharap tidak ada orang yang melihat kepergiannya.
"Baik Tuan muda!"
...BERSAMBUNG ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
🌹Fina Soe🌹
Alaska lebih gercep dibanding daddynya...memperjuangkan mama nafa...
2024-03-12
0
Ani
ayo Alaska rebut mama Nafa dari om Rudi..💪💪💪💪💪 kamu pasti bisa
2023-12-16
0
Dyah Oktina
ya Allah. ...alaska... demi ingin mempunyai mama nafa... nekad nemui calonnya mama nafa 🤦🏻♀️🤦🏻♀️😁
2023-11-19
1