Mengantarkan pulang

"Ya ... sayang sekali jika kamu harus pergi meninggalkan Alaska, sepertinya cucuku sudah terlanjur sayang sama kamu, Nafa! Tapi ya mau bagaimana lagi, kamu akan memiliki suami dan kamu harus ikut suamimu, Aku tidak tahu bagaimana perasaan Alaska nanti jika tahu kamu akan pergi, Aku tidak bisa membayangkan, pasti dia sedih sekali." ucapan Mommy Rima untuk sesaat membuat Nafa juga bersedih. Pasalnya Ia juga mulai nyaman dengan Alaska, dan tidak bisa dipungkiri Alaska juga sudah menyentuh hatinya.

"Saya juga tidak tahu, Nyonya! Tapi, setidaknya Saya sudah bertanggung jawab atas segala kesalahan Saya terhadap Tuan Dion, setelah hutang ganti rugi Saya lunas, Saya akan pergi dari rumah ini dan ...." Nafa tidak melanjutkan kata-katanya karena Dion tengah menyela pembicaraan nya.

"Dan Alaska? Apa kamu tega meninggalkan dia? Dia pasti sangat kehilanganmu, Nafa. Tapi Aku juga tidak bisa berbuat apa-apa, kamu berhak menentukan hidupmu, hanya saja Aku berharap, waktu bisa diputar kembali, jika itu memungkinkan Aku tidak ingin ada tunangan mu ikut hadir, dia yang sudah membuatmu ingin meninggalkan Alaska." seketika Mommy Rima dan Nafa terkejut dengan ucapan Dion yang seakan pria itu tidak ingin Nafa menikah.

"Apa maksud, Tuan?" tanya Nafa dengan wajah yang serius.

"Haaaa tidak ada, lupakan! Aku tunggu di mobil, Aku antar kamu pulang, lagipula Aku tidak berhak melarang-larang mu untuk pergi, temui pacarmu, Aku tidak perduli." setelah mengatakan hal itu Dion pergi ke mobilnya dan akan tetap mengantar Nafa pulang. Entahlah meskipun Dion kesal karena permintaan Nafa yang ingin pulang. Tapi, tidak semudah itu Ia membiarkan Nafa pulang sendirian, Dengan menahan rasa kesal Dion tetap bersedia mengantarkannya.

"Tuan Dion kenapa, Nyonya? Apa Saya yang salah? Saya cuma minta izin pulang. Kok Tuan Dion marah gitu sih?" Nafa menjadi bingung dengan sikap Dion yang seolah pria itu tidak ingin Nafa bertemu dengan tunangannya.

Mommy Rima tersenyum dan berkata kepada Nafa, "Aku rasa putraku sedang ingin membuka hatinya untuk seseorang, Aku melihat kecemburuan pada matanya, hmm ya sudah. Pulanglah! Selesaikan urusanmu, semoga semuanya baik-baik saja." ucap Mommy Rima sembari tersenyum kepada Nafa.

"Iya Nyonya, terima kasih atas pengertiannya, Saya permisi dulu!" Nafa segera pergi dan menuju ke mobil dimana Dion sudah menunggunya. Tapi, Nafa rupanya tidak ingin merepotkan sang majikan. Ia pun tetap berjalan menuju ke luar halaman rumah tanpa memperdulikan Dion yang sudah siap mengantarnya pulang.

"Lebih baik Aku pulang naik taksi saja, nggak enak ngerepotin tuh orang, entar malah kena ceramah." batin Nafa sembari terus berjalan keluar halaman, meskipun cuaca sedang tidak bersahabat, diiringi hujan rintik-rintik, Nafa tetap berjalan menerjang hujan yang cukup membuat bajunya basah.

Nafa terus berjalan tanpa melihat ke arah mobil Dion yang mesinnya sudah menyala. Tentu saja itu membuat Dion membulatkan matanya dan Ia pun segera mengejar Nafa yang sudah berada di luar pagar rumah.

"Ck ... udah ditunggu lama malah pergi nyelonong aja, dasar gadis aneh. Aku kejar kamu!" Dion langsung melajukan mobilnya keluar halaman rumah, tentu saja Ia mengejar Nafa yang saat itu sedang berjalan di sepanjang jalan sembari menunggu kedatangan taksi. Dion membuka jendela mobilnya dan meminta Nafa untuk segera masuk ke dalam mobil.

Nafa melihat mobil Dion yang sedang menghadang langkahnya. Setelah itu sang majikan berkata kepada Nafa, "Masuk! Kamu tidak lihat sekarang masih hujan, nanti kamu masuk angin." titah Dion sembari membuka pintu depan mobilnya.

"Tidak usah, Tuan! Saya bisa pergi sendiri naik taksi, nanti merepotkan Tuan Dion!" balas Nafa yang tetap menolak untuk ikut bersama Dion.

"Hey kamu ini keras kepala sekali sih, kamu mau sakit dan melihat Alaska sedih. Ayo cepat masuk!"

"Tidak Tuan! Saya beneran tidak apa-apa, Tuan pulang saja!" justru Nafa meminta Dion untuk pulang. Karena Dion sudah hilang kesabaran, pria itu pun ikut turun dari mobil dan menghampiri Nafa yang masih berdiri di luar mobil dengan pakaian yang hampir basah kuyup.

Dalam hujan yang cukup deras itu, Dion tidak perduli jika bajunya basah, Ia pun tetap menghampiri Nafa dan menarik tangan gadis itu untuk segera masuk ke dalam mobil.

"Ayo masuk! Jangan jadi anak bandel. Kamu nggak lihat hujannya semakin deras." ucap Dion sembari membuka pintu mobil dan memaksa Nafa untuk masuk.

"Eh eh lepas Tuan!"

Dion tidak mempedulikan ucapan Nafa, setelah itu Ia pun segera masuk ke dalam mobil, bajunya terlihat basah dan tentu saja rambutnya juga mulai basah. Sejenak Nafa melihat Dion begitu tampan dalam keadaan seperti itu, "Nggak bisa bohong sih, Tuan Dion memang sangat tampan." Nafa membatin sembari melihat ke arah Dion yang sibuk merapikan rambutnya yang basah. Sekilas Dion menoleh ke arah Nafa. Dengan cepat gadis itu memalingkan wajahnya ke arah jendela, berpura-pura tidak melihat Dion.

Dion menyeringai dan kemudian melajukan mobilnya ke jalan raya. Hujan semakin deras, jalanan pun semakin terlihat samar-samar, Dion tidak terlalu menaikkan kecepatan mobilnya, Ia tahu kondisi hujan mempengaruhi pandangan dan juga jalanan. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan 20 km perjam.

"Ya ampun Tuan! Kenapa mobilnya lambat sekali sih, Saya bisa telat pulang." protes Nafa yang merasa mobil Dion terlalu lambat.

"Nggak usah protes! Kamu tahu hujan sangat lebat, kondisi jalanan lebih licin. Kalau kecepatan tinggi nanti bisa tergelincir. Kamu ngerti! Sudah nikmati saja. Sebenarnya Aku malas mengantarmu pulang, tapi karena Mommy memaksa. Terpaksa Aku harus mengantar mu." seru Dion.

"Ya udah, kalau malas nganter Saya pulang, ngapain Tuan suruh-suruh Saya untuk ikut sama Tuan? Diihh dasar majikan aneh, nggak mau nganterin tapi maksa orang untuk masuk. Maunya apa sih nih orang!" gerutu Nafa yang membuat Dion justru menghentikan mobilnya.

"Loh kok berhenti!"

"Kamu terlalu banyak omong, makanya mobil nya berhenti." balas Dion sembari memutar musik romantis.

"Aduuh Tuan ini bagaimana sih, kalau begini caranya kapan saya sampai rumah. Udah ah Saya turun saja naik taksi." Nafa pun mencoba untuk turun dari mobil Dion. Namun, rupanya Dion sudah mengunci pintu mobilnya sehingga Nafa tidak bisa keluar dari mobil.

"Tuan! Tolong buka pintu mobilnya, Saya mau keluar!"

"Heh kamu tenang sedikit bisa nggak sih, Aku tidak akan biarkan kamu pergi dari sini. Lebih baik kamu tenang, dengarkan lagu ini! Lagipula hujannya masih sangat deras. Kita istirahat di sini sebentar." Dion berkata sembari menatap wajah Nafa. Setelah itu Dion menyandarkan kepalanya pada jok mobil sembari memejamkan mata menikmati alunan musik romantis yang membuatnya terhanyut.

Nafa melihat Dion yang sedang meresapi lagu yang sedang diputar, untuk sejenak Nafa tersenyum melihat ekspresi wajah Dion yang ikut bernyanyi kecil.

Hingga akhirnya Nafa melihat seolah ada sesuatu yang sedang menempel pada hidung majikannya.

"Eh itu apa?" Nafa mencoba untuk mengambil sesuatu yang berada di ujung hidung Dion, perlahan Nafa berusaha menggapai benda kecil berwarna hitam yang menempel pada hidung sang majikan. Tentu saja Nafa begitu pelan-pelan mengambilnya, takut jika saja Dion sadar dan membuka matanya.

Namun, tiba-tiba saja saat Nafa berusaha mengambilnya dari ujung hidung Dion, seketika Nafa terkejut saat mendengar suara petir yang cukup keras. Spontan Nafa memeluk Dion karena takut dengan suara petir yang membuatnya bersembunyi pada dada bidang sang majikan.

"Awwww!"

Entah sengaja atau tidak, Dion pun spontan memeluk Nafa yang sedang ketakutan, Ia juga menutup telinga Nafa seolah dirinya melindungi gadis itu dari suara petir yang membuat Nafa ketakutan.

Setelah petir itu hilang. Nafa mulai tersadar dan alangkah terkejutnya saat ia merasa berada dalam pelukan seseorang, suara nafas Dion terdengar berbisik hingga ke telinganya.

...BERSAMBUNG...

Visual

Dion Mahesa si Duda keren yang bikin cenut-cenut Nafa 😁

Nafa Maheswari, gadis pengasuh yang bikin si Duda klepek-klepek 😁

Terpopuler

Comments

Ani

Ani

cocok tampan dan ayu

2023-12-16

0

Dyah Oktina

Dyah Oktina

visualnya...keren2 😍😍😍😍😍

2023-11-19

0

Heysi💔

Heysi💔

visualnya behhhhhh g ada tanding😍

2023-01-20

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!