Untuk beberapa saat Tatapan mata keduanya saling beradu, ada sesuatu yang ingin disampaikan tapi rasanya tak mampu untuk berucap.
"Matamu indah sekali, cantik!" batin Dion.
"Astaga! Kenapa Aku sangat deg-degan melihat bola mata ini, ohhh my God! Dia pria yang tampan!" Nafa sangat kagum dengan bola mata Dion yang berwarna coklat dan tajam. Namun terkesan sangat meneduhkan hati. Mereka tak sadar jika saling mengagumi masing-masing. Hingga akhirnya Nafa merasa tidak nyaman saat Ia merasakan sesuatu yang mengganjal pada perut bagian bawah.
"Hoooo ya ampun! Apaan sih!"
Spontan Nafa bergerak cepat untuk bangun dan menjauhi Dion, "Ma-maaf Pak, Saya tidak sengaja!" ucap Nafa yang terlihat takut dan gemetaran, sementara itu Dion pun bangun dan duduk di atas tempat tidur Alaska sembari merapikan bajunya.
"Mama kenapa minta maaf, itu bukan salah Mama, Alaska yang udah buat Mama jatuh. Daddy jangan marahin Mama, ya! Tadi itu salah Alaska yang udah tarik-tarik tangan Mama." ungkap bocah itu dengan polosnya.
Dion tidak bisa berkata apa-apa, Ia pun segera beranjak pergi dari kamar sang anak dengan berkata kepada Nafa tanpa menatap wajah gadis itu.
"Baiklah! Daddy tidak akan marah, meskipun sebenarnya Daddy sangat kesal karena dia sudah membuat badan Daddy sakit, mana berat lagi badannya. Dan kamu jangan coba-coba pergi dari anakku, jika kamu pergi juga, maka Aku tidak segan-segan akan mengikat kakimu agar tidak kemana-mana." gerutu Dion.
"Yaaah Daddy payah! Tapi, sebenarnya Daddy suka, kan? Kalau Daddy ngga suka mana mungkin Daddy diam saja saat Mama Nafa jatuh, pasti Daddy langsung menghindari Mama, tadi enggak kok, Aku lihat Daddy malah diem aja dan merasakan, haaaa capek deh!" sontak apa yang dikatakan oleh Alaska membuat wajah Dion memerah. Pria itu pun langsung keluar dari kamar Alaska dengan cepat.
"Ahh ... udah-udah, Daddy mau mandi!"
Nafa tertawa kecil melihat tingkah Dion yang selalu konyol di depan sang anak, padahal laki-laki itu terkenal dengan sifat angkuh dan dingin.
"Tuan Dion lucu juga." batin Nafa.
*
*
*
Setelah menidurkan Alaska, Nafa pamit pulang ke rumah, karena Ia sudah janji dengan Rudi untuk ketemu. Ia berpamitan kepada Mommy Rima yang saat itu sedang duduk di teras rumah.
"Permisi Nyonya! Saya mau pamit pulang sebentar, sudah beberapa hari ini Saya belum pulang sama sekali. Alaska sepertinya sudah tidur dan besok pagi-pagi sekali Saya pasti sudah datang." ucap Nafa meminta izin.
"Oh begitu! Baiklah Nafa, silahkan! Tapi, sekarang sedang hujan, apa sebaiknya kamu pulang nanti saja, nunggu hujannya reda." seru Mommy Rima yang melihat cuaca sedang hujan rintik-rintik.
"Tidak apa-apa, Nyonya! Saya sudah terbiasa kehujanan." jawabnya sembari tersenyum.
"Oh nggak bisa dong! Nanti kalau kamu sakit, siapayang merawat Alaska. Gini aja biar kamu diantarkan sama Dion, bentar ya!"
"Aduhh tidak perlu, Nyonya! Saya bisa pulang sendiri."
Rupanya Rima tidak mau tahu, wanita itu terus memanggil sang anak yang masih berada di dalam rumah.
"Dion! Dion!"
Tak berselang lama, Dion keluar dari rumah dan melihat sang pengasuh anaknya sedang mau pergi. Seketika Dion bertanya kepada Nafa, "Mau kemana kamu? Mau kabur ya?"
"Ti-tidak Tuan! Saya mau pulang sebentar saja, nanti pasti saya balik lagi ke sini, jangan khawatir, Saya hanya ingin bertemu dengan seseorang sebentar saja, biar hubungan kami tidak renggang, tolong Saya Tuan!" rengek Nafa yang meminta pulang sekejap untuk bertemu dengan Rudi.
"Bertemu seseorang? Siapa?" pertanyaan Dion seketika seolah Dion adalah detektif yang sedang menginterogasinya.
"Mas Rudi, tunangan Saya." jawab Nafa.
"Ohhh tunangan, ternyata laku juga ya kamu!" celetuk Dion sembari menyipitkan matanya memperhatikan penampilan Nafa dari atas hingga bawah, gadis yang terkesan sederhana itu tampak mengerutkan keningnya melihat Dion yang sedang memperhatikannya.
Ternyata ucapan Dion membuat Nafa tidak terima, Ia pun membalasnya. "Mending Saya sudah laku, daripada Tuan yang nggak laku-laku. Kasihan deh!" seketika Mommy Rima tertawa mendengar Nafa berkata seperti itu, ada benarnya juga Nafa berkata demikian, Sungguh putranya itu memang sulit sekali untuk membuka hati kepada wanita lain yang sering mengharapkan cinta dari Dion, tapi laki-laki itu tetap tidak mau tergerak hatinya untuk mencari pendamping hidup.
"Heh dasar pengasuh kurang ajar! Kalau bukan karena kamu menjadi pengasuh anakku, udah ku buat perhitungan dengan mu. Dan perlu kamu ingat, kamu tidak akan bisa menikah dengan pria manapun sebelum Aku menikah dengan seorang wanita yang akan menjadi pendamping hidupku. Camkan itu!" seru Dion yang membuat Nafa berkacak pinggang.
"Eh Tuan pikir siapa, Tuan seenaknya bikin peraturan seperti itu, diiihh masa bodo Tuan mau nikah apa enggak, pokoknya Saya akan tetap menikah dengan tunangan Saya, emang saya pikirin. Bodo!" balas Nafa.
Tingkah keduanya membuat Mommy Rima geleng-geleng kepala.
"Udah-udah, kalian ini bisa nggak sih nggak usah pakai bertengkar. Nanti kalian berjodoh loh!"
Seketika baik Nafa maupun Dion, membelalakkan matanya saat Mommy Rima berkata itu.
"Hahhh berjodoh sama dia Mommy! Ah males banget, masih banyak cewek cantik di luar sana, ngapain harus punya istri kayak dia, nggak banget!" ucap Dion dengan acuh.
"Anda pikir Saya juga mau jadi istri Anda, nggak akan pernah, makan hati jadi istri Tuan sombong kayak Anda!"
Mommy Rima semakin gemas melihat tingkah keduanya, Mommy Rima pun memisahkan perdebatan keduanya.
"Stop stop! Kalian ini apa-apaan sih ya ampun, kamu juga Dion, ada aja yang diomongin, biarkan saja Nafa menikah dengan siapapun, itu bukan urusan kamu, kepo banget sih!" seru Mommy Rima, setelah itu Ia menanyakan kepada Nafa kapan hari pernikahannya akan dilangsungkan.
"Oh ya Nafa! Kapan kamu akan menikah?"
"Akhir bulan depan, Nyonya. Dan setelah Saya menikah mungkin Saya tidak akan bisa merawat Alaska lagi. Sebelumnya Saya minta maaf."
Mendengar ucapan dari Nafa, entah kenapa Dion tiba-tiba merasa tidak rela jika sang pengasuh nya harus pergi meninggalkan sang anak yang sudah terlanjur menyayangi nya.
...BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
Dyah Oktina
kan baru 1thn ya dion... ngagurnya... wajar sih... tp ya harusnya segera move on dari mantan
2023-11-19
0
violet
makanya Dion jangan terlalu mengikuti ego donk
2023-01-09
1
🌺awan's wife🌺
ah Dion lain dimulut lain dihati nih
2023-01-01
0