Dion secara tak sadar menatap wajah sang pengasuh dengan senyum-senyum, sejenak Ia tersadar dan berusaha untuk menutupi seolah-olah dirinya tidak memperhatikan Nafa dengan memalingkan wajahnya ke arah lain. Sementara itu Alaska yang tak sengaja melihat Dion tengah senyum-senyum kepada Asha, bocah berpipi chubby itu berkata sesuatu kepada sang Daddy yang membuat Dion salah tingkah.
"Cie Daddy! Curi-curi pandang ya sama Mama!" ucapnya sembari menunjuk giginya yang ompong di depan.
Seketika keduanya saling menatap dan terlihat saling memalingkan wajahnya karena malu.
"Aduh Alaska, benar-benar bikin Aku malu saja." batin Dion sembari garuk-garuk tengkuknya.
"Hehehe ya sudah! Daddy mau mandi dulu, setelah ini kita makan malam." pamit Dion sambil mengusap rambut sang anak. Sementara itu di saat yang bersamaan, Nafa mendapati ponselnya berdering, Ia pun sedikit menjauh dari posisi Dion dan Alaska, karena Ia melihat ke layar ponsel. Rudi, sang tunangan tengah menghubunginya.
"Permisi Saya mau angkat telepon sebentar!" pamit Nafa kepada Dion yang saat itu masih bersama Alaska.
"Halo Mas!"
"Halo Nafa! Kamu sekarang kemana saja? Aku cari di rumah selalu tidak ada, kata Ibu kamu, sekarang kamu bekerja sebagai pengasuh, apa itu benar?"
"Iya Mas! Maafkan aku, Aku belum sempat bilang sama kamu, Aku sudah tidak bekerja lagi sebagai kurir pengantar paket."
"Kenapa kamu tidak bilang, seharusnya kamu tidak usah bekerja menjadi pengasuh anak-anak, sekarang kamu lihat, kamu seharian penuh harus bersama anak itu, kapan kamu punya waktu untuk Aku?
"Iya Mas, tapi Aku tidak bisa keluar dari pekerjaan ini, Aku harus membayar ganti rugi atas apa yang sudah Aku lakukan pada mobil Tuan Dion, kamu jangan khawatir, Aku usahakan agar bisa tetap bertemu dengan mu. Kamu mengerti, kan?"
"Pokoknya Aku tidak mau kamu melupakan hubungan kita, ingat Nafa! Hari pernikahan kita semakin dekat, dan sebentar lagi kamu akan menjadi istriku, lebih baik kamu keluar saja dari rumah itu, Aku akan membayar semua ganti rugi yang mengharuskan kamu menjadi pengasuh. Kalau kamu tidak menuruti permintaan ku, maka pernikahan kita batal!" ancam Rudi, tunangan Nafa.
"Oke oke! Aku akan menuruti permintaan mu, tapi Aku mohon jangan batalkan pernikahan kita, Aku sudah ingin sekali keluar dari rumah dan segera pergi bersama mu. Baiklah! Aku akan berbicara kepada Tuan Dion untuk berhenti bekerja."
"Bagus! Dan sebaiknya kamu pulang sekarang dan tidak usah bekerja lagi di rumah itu, mengerti!"
"Ta-tapi, Mas! Halo ... halo!"
Tut ... tut ... tut ...
Rudi pun menutup teleponnya langsung dan Nafa terlihat menghela nafasnya. Pria itu sangat posesif sekali kepada Nafa. Nafa pun menghela nafas dan segera membalikkan badan, Ia terkejut saat melihat Alaska yang tengah berdiri di depannya, sementara sang Daddy berdiri di belakang Alaska sembari mengernyitkan dahinya.
"Eh .... Alaska!"
"Mama jangan pergi dari rumah ini, Alaska nggak mau ditinggalkan Mama, nggak mau!" spontan Alaska memeluk sang pengasuh, secara tak sadar, Alaska mendengar percakapan Nafa pada ponselnya.
"Eh Alaska, kamu dengerin Mama, ya!" Nafa tampak berjongkok mensejajarkan diri dengan bocah tampan itu. Air mata sang bocah tiba-tiba mengalir deras, sungguh bocah itu tidak rela jika Nafa harus pergi darinya.
"Aku nggak mau Mama pergi, kalau Mama pergi. Alaska mau ikut bersama Mama, Alaska udah terlanjur sayang sama Mama Nafa! Jangan pergi, Ma!"
Sungguh melihat Alaska menangis, Nafa menjadi tak tega untuk meninggalkan bocah itu demi calon suaminya. Apalagi Dion pun mendekati dirinya dan berkata. "Kamu ingin pergi dari sini? Dan meninggalkan putraku dalam keadaan seperti ini? Dengar Nafa! Jika berani saja selangkah kamu pergi meninggalkan putraku, maka ganti rugi mu semakin bertambah besar, kamu harus mengganti kan hari-hari Alaska yang bersedih karena kehilangan sosok Ibu, dia sudah sangat nyaman dengan mu. Well mungkin Aku bisa memaafkan mu dan meniadakan uang 10 juta itu. Tapi, Aku tidak akan biarkan kamu hidup tenang jika kamu membuat anakku bersedih lagi. Tetaplah tinggal di sini!"
Nafa menatap wajah Dion yang terlihat sangat serius, sungguh pria itu sudah membuat Nafa simalakama, di sisi lain Calon suaminya ingin Ia keluar dari pekerjaan itu. Tapi, disisi lain seorang bocah yang sangat membutuhkan nya, merengek meminta Nafa untuk tidak meninggalkannya.
"Ya Tuhan! Aku harus bagaimana? Mas Rudi pasti sangat marah jika Aku masih bekerja sebagai pengasuh Alaska. Tapi, anak ini sudah sangat menyentuh hatiku." batin Nafa yang tak tega melihat Alaska menangis. Ia pun berpikir untuk memberikan pengertian kepada Rudi kenapa Ia memutuskan untuk tetap menjadi pengasuh Alaska. Karena rasa kepedulian nya yang tinggi terhadap Alaska. Dengan sangat terpaksa Ia pun memutuskan untuk tetap menjadi pengasuh anak malang tersebut. Nafa menatap bola mata yang sendu itu sembari berkata dengan lembut.
"Alaska tidak usah menangis lagi, ya! Mama nggak akan pergi kok, Mama akan temani Alaska di sini."
Seketika Alaska jingkrak-jingkrak kegirangan mendengar Nafa berkata itu kepadanya. anak itu begitu bahagia mendengar Nafa tidak akan jadi pergi.
"Horeeeeee ... makasih, Ma!" teriak Alaska yang terlihat sangat bahagia, Dion pun tampak terharu melihat putranya bahagia kembali. Nafa pun berharap semoga calon suaminya bisa mengerti akan keputusannya.
Setelah itu Alaska menghampiri sang Daddy, anak itu tahu betul bagaimana Daddy nya sangat kesepian, entah kenapa tiba-tiba terdengar permintaan bocah lugu itu untuk memberinya seorang Adik.
"Daddy! Sekarang Alaska udah nggak sedih lagi, Alaska sangat senang ada Mama yang tidak akan meninggalkan Alaska lagi. Em ... tapi Daddy! Boleh nggak Alaska minta satu saja permintaan, Alaska janji deh nggak bakal nakal lagi." ucapnya yang membuat Dion mengerutkan keningnya.
"Apa yang Kamu minta? Daddy pasti akan memberikannya, kamu minta mainan sebanyak-banyaknya, atau bahkan minta jalan-jalan ke luar negeri, pasti Daddy turuti, asalkan jangan minta Daddy untuk menikah lagi, karena itu Daddy tidak akan pernah bisa." balas Dion yang memaksa Nafa membulatkan matanya.
"Yaaah Daddy! Alaska pingin punya dede bayi, Dadd! Teman-teman Alaska udah pada punya dede bayi semua, Alaska jadi pingin. Ayolah Dadd buatin satu dede bayi buat Alaska." rengek bocah lima tahun itu sembari memainkan hidung sang Daddy. Seketika Nafa tersenyum geli saat Alaska memasukkan satu jarinya ke dalam salah satu lubang hidung Dion.
"Ehhh ... Alaska! Tangannya jangan dimasukkan ke hidung dong!" seru Dion sembari menggelengkan kepalanya ketika jari sang anak masuk dan menggelitik hidung sang Ayah.
Alaska justru semakin menggelitik hidung Dion, sehingga membuat Dion spontan berguling di atas tempat tidur Alaska. Keduanya terlihat bersenda gurau dan Nafa pun ikut tertawa melihat keduanya. Hingga tak sadar karena tingkah Alaska yang tidak mau diam karena Sang Daddy membalas nya dengan menggelitik pinggang bocah itu. Karena geli tanpa sengaja tangan Alaska bergelayut pada tangan Nafa dan menariknya. Alhasil Nafa yang berdiri di samping tempat tidur Alaska, spontan tubuhnya ikut terjatuh berguling bersama mereka berdua.
"Aaaaaawwwwww ...!"
Seketika Nafa terjatuh dan menindih tubuh Dion tanpa sengaja, membuat baik Dion maupun Nafa seketika saling bertatapan mata dan tentu saja tubuh keduanya sangat dekat sekali.
Tapi, justru itu membuat Alaska tertawa bahagia melihat Nafa yang terjatuh menindih tubuh sang Daddy."
...BERSAMBUNG...
*
*
*
*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Asha??
2023-06-01
1
Tutik Yunia
anak nakal 😁😁😁😍😍
2023-02-26
1
violet
🤣🤣🤣🤣
2023-01-09
0