BAB 18

Catatan Penulis:

Jika ada Pesan penulis tolong di baca dan perhatikan baik-baik ya, saya tulis ini untuk petunjuk kalian biar tidak gagal paham dengan alurnya. Segaja saya tulis disini alias bukan di kolom komentar supaya terbaca langsung oleh kalian sang pembaca asli karya saya ini.

It's Oke, Enjoy Reading ... Baca saja perlahan, kalau lelah baca marathon kalian bisa baca di lain hari, karena kata-perkata tulisan ini saya tempuh berjam-jam saat menciptakannya. Tuh kan ... saya jadi kebanyakan ngomong malah seperti curhat pula. Maaf ya ... hehe. Lanjut kembali kedalam cerita.

___

#Next Story.

Penjelasan:

1. Saat masih Sore sekitar pukul 15:00 Pm, mobil yang melaju kencang nyaris bertabrakan dengan mobil yang dikendarai oleh Saga bersama Mike, Dion dan Samuel semasih mereka diperjalanan menuju gunung Sebenarnya yang mengendarai mobil itu adalah Daniel. (Cerita ini ada di Bab 17)

2. Saat sudah petang Sekitar pukul 18:15 Pm, Sang pengemudi Mobil yang tak sengaja menabrak Alan saat dia hendak menyebrang jalan juga si Daniel. (Cerita ini ada di bab 9)

3. Pada waktu petang sekitar pukul 18:15 pm, Mike tergelincir dari atas gunung adalah hari, waktu dan detik yang sama dengan Alan saat dia tertabrak mobil yang dikemudikan oleh Daniel.

Ya, inilah sebuah misteri kehidupan, layaknya kehidupan kita. Ibarat/misal disaat kita sedang menangis, pada jam itu detik itu pastilah ada juga kejadian serupa yang dilakukan/alami oleh oranglain dari sisi yang berbeda misalnya saja Suami/istri atau saudara kita yang berjarak jauh.

Yang dialami oleh Alan dan Mike ini juga demikian, yang mana Alan tertabrak mobil kurang lebih pukul 18:15 Pm disaat itu pula saudara kembarnya sedang terpeleset dari atas gunung pukul 18:15 pm.

Ya, beginilah kisah takdir kehidupan mereka berdua.

___

#Next Story.

(Bagian ini tersambung dengan bab 9)

Daniel sangat terkejut melihat orang yang di tabraknya adalah anak dari teman akrabnya, namun Daniel tidak tahu bahwa yang di tabraknya tersebut bukanlah Mike, melainkan Alan.

Saat insiden terjadi, jalanan dalam keadaan sepi pengendara karena masih dalam waktu magrib. Namun, beberapa menit kemudian banyak para pengendara yang melintas dan langsung berhenti sejenak untuk menyaksikan kejadian saat Alan tertabrak dan bersimbah darah.

Karena wajah mereka benar-benar sama persis, tentu, Daniel menduganya Alan adalah Mike.

"Astaga Tuhan, kamu nak, ya ampun Tuhan kenapa ini bisa terjadi ..." Ucap Daniel merasa kacau dan sangat bersalah ketika melihat Alan terkapar di jalan aspal dengan tubuh dan bagian kepalanya sudah bersimbah darah.

Tidak ingin membuang waktu lantaran menyangkut nyawa, Daniel bergegas mengangkat tubuhnya hendak membawanya masuk kedalam mobil pribadinya.

Namun, Karena daerah tersebut adalah daerah perkampungan. Maka orang-orang yang melintas dan berhenti sejenak menyaksikan insiden tersebut masih sangat primitif, lantas banyak kalimat terceletuk diantara mereka. Semasih Daniel membopong Alan.

"Anda jangan coba-coba lari dari tanggung jawab, cepat segera bawa anak yang anda tabrak itu ke rumah sakit sebelum dia kehabisan darah."

"Iya benar, anda jangan coba-coba melarikan diri." Sambung warga yang lain.

"Baik pak, saya akan bertanggung jawab dan kebetulan anak ini adalah anaknya teman saya, anda semua jangan berfikiran yang tidak-tidak, saya pasti akan segera membawanya ke rumah sakit." Jawab Daniel.

Setelah selesai bercakap-cakap sejenak dengan mereka, tak ingin membuang-buang waktu lagi, lantas bergegas memasukkan Alan ke dalam mobil, serta langsung memacu kendaraannya menuju ke rumah sakit terdekat.

Namun, letak rumah sakit di daerah tersebut sangatlah jauh, lantas inisiatif dalam dirinya pun tumbuh yakni mengambil langkah cepat dengan membawa Alan ke klinik terdekat.

Beruntung, tak lama ia berkendara sudah menemukan klinik terdekat, lekas Alan segera di bawa masuk kedalam ruang perawatan dan langsung di tangani oleh dokter.

___

Setelah beberapa saat kemudian, sang dokter keluar dari ruang rawat, Daniel beranjak mendekat hendak menanyakan kondisinya.

"Dokter, bagaimana keadaan anak itu? apakah dia baik-baik saja dokter? Apa ada cedera yang serius?" Tanya Daniel secara terus-menerus lantaran sangat menghawatirkannya.

"Lebih dari serius pak, peralatan rawat kami tidak lengkap, jadi akan lebih baik anak ini segera di rujuk ke rumah sakit yang fasilitasnya jauh lebih lengkap pak, klinik kami tidak sanggup." Ujar sang dokter.

"Ya Ampun Tuhan … baiklah dokter, terima kasih, saya akan segera membawanya kembali ke ibu kota dan segera membawanya ke rumah sakit." Pungkas Daniel.

Usai berbincang dengan sang dokter, lekas mengambil langkah cepat, yakni kembali memasukkan Alan kedalam mobilnya hendak dibawanya menuju kembali ke Ibu Kota.

Tentu, menjadikan jiwa mudanya kembali membara dalam berkendara yakni sangatlah kencang cenderung ugal-ugalan. Meski demikian, dia tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas sehingga perjalannya pun aman terkendali.

Kebetulan, sewaktu melalui perjalanan laut (Naik kapal) tidak ada kendala apapun, bahkan jarak tempuh yang biasa memakan waktu nyaris 2 jam, kini hanya di tempuh kurang dari 1 jam. Apalagi dermaga seakan menyertai Alan, maka tidak terjadi antrian panjang.

Sesudahnya kapal menyandar di dermaga, Daniel kembali memacu kendaraannya menuju pusat ibu kota yang masih memakan waktu selama 4 jam (Kondisi Normal) Namun, mengingat saat ini adalah malam hari cenderung menjelang pagi, maka jalan raya sangatlah sepi yang melintas. Bahkan, ia sampai di pusat ibu kota hanya memakan waktu 2 jam.

___

Kini ia pun sampai lantas bergegas menuju rumah sakit yang menyediakan pelayanan 24 jam. Alan segera di masukkan pada ruang UGD. sambil menunggu penanganan utama Alan, Daniel keluar dari ruang UGD tersebut hendak menghubungi Marvin melalui telepon.

"Halo iya Daniel, ada apa tengah malam begini tiba-tiba menelpon?" Tanya Marvin melalui telepon.

"Ada hal yang mendesak Vin, Mike kecelakaan dan saat ini sedang masuk ruang UGD" Jawab Daniel.

"Astaga Tuhan, rumah sakit mana Daniel?" Tanya Marvin, Lantas Daniel menyebutkan nama rumah sakit tersebut sekaligus lokasi.

"Baiklah Dani, aku akan segera kesana." Jawab Marvin, saat ini posisinya sudah pulang dari luar kota dan kini ia sedang berada dirumah rekan-nya.

"Yasudah Vin, hati-hati di jalan jangan terlalu terburu-buru." Pangkas Daniel, lantas mematikan sambungan telephone tersebut nan kembali melangkah ke ruang UGD.

___

Tidak selang lama, Marvin sudah sampai di rumah sakit tersebut, lantaran jarak kediaman rekan yang ia singgahi tadi, tidak begitu jauh dari rumah sakit yang Daniel sebutkan. Segera menuju ruang UGD untuk menemui sang anak.

"Vin," Sapa Daniel semasih Marvin baru saja tiba didalam rumah sakit tersebut. Dan sedang berjalan menuju ke arahnya.

"Apa yang sebenarnya terjadi dengan Mike, Daniel? apa dia baik-baik saja?" Marvin amat khawatir.

Sebelum belah bibir Daniel terbuka hendak menjawab pertanyaan Marvin, sang dokter keluar dari dalam ruang UGD tersebut. Alhasil kalimat yang hendak Daniel ucapkan pun tertunda.

Melihat sang dokter usai menangani Alan, Marvin beranjak mendekatnya. "Dokter, bagaimana keadaan putra saya? apa dia baik-baik saja?" Tanya-nya tampak tergesa-gesa.

"Begini pak, Akibat benturan keras pada bagian kepala anak bapak, membuat cedera yang sangat parah di bagian otaknya pak, sehingga memori ingatannya kini 85% hilang." Jawab sang Dokter.

Sungguh membuat Marvin sangat terkejut. "Oh Tidak! Ya Tuhan, Mike ... jadi, maksud dokter putra saya hilang ingatan dok?"

"Iya pak, benar sekali." Jawab dokter singkat.

Tak kuasa menahan kesedihan, air mata mengalir diantara kedua pipi Marvin. Tentu, siapapun orangtua pastilah depresi mengetahui anak-nya mengalami hal semacam ini, apalagi Mike kini menjadi satu-satunya anak yang ia miliki dan hanya Mike-lah tujuan dia dapat melangsungkan hidup usai tragedi meninggalnya sang istri, ayahnya dan jua hilangnya satu putranya.

Sementara Daniel hanya terdiam ketika melihat sahabatnya menangis histeris, karena semua itu adalah kesalahan dia yang menabrak anaknya sehingga anaknya kini hilang ingatan.

____

Alan di pindahkan kedalam ruang rawat. Marvin lekas masuk kedalam ruang rawat tersebut untuk segera menemuinya. Setelah ia melihat posisi Alan berbaring diatas kasur, Marvin tak kuasa menahan air mata yang terus-menerus membanjiri kedua pipinya.

Sementara Daniel masih diam membisu melihat keadaan Marvin yang masih sangat berduka sehingga ia belum mampu mengatakan kejadian yang sesungguhnya.

Lantas Marvin berdiri dari tempat duduk yang posisi-nya disebelah Alan, melangkah mendekat Daniel.

"Daniel, Apa yang sebenarnya terjadi dengan Mike? Lalu … dimanakah kamu menemukan dia kecelakaan? apa pelaku yang menabraknya melarikan diri? Apa sudah tertangkap?" Tanya Marvin secara sekaligus.

Daniel dirundung kebimbangan lantaran ada beberapa hal yang ia pikirkan mengenai hal ini.

"Daniel … Kenapa kamu diam saja? tolong jawablah pertanyaanku. Dimanakah dan siapakah yang menabrak anakku Daniel?" Lanjut Marvin mengulangi pertanyaannya seraya mengusap pundak sang sahabat.

Sungguh membuat Daniel semakin bimbang, "A--ak--aku tidak tau siapa yang menabraknya Vin, aku … menemukan Mike sudah tergeletak di jalan" Jawab-nya tersenggal-senggal.

"Ya Ampun Tuhan … dimana itu Daniel?" Tanya Marvin tampak sangat sedih.

"Di--di--Disana Vin, aku menemukan Mike di daerah penghubung antar Propinsi." Jawab-nya tidak gamblang.

"Apa! Ya Tuhan, Mike …" Marvin masih terus menangis. Namun dia tidak mencurigai Daniel sedikitpun, meskipun Daniel menjawab pertanyaanya dengan tersengal-sengal, lantaran dia sangat paham sekali tingkah Mike yang sangat gemar keluyuran, maka ia samasekali tidak heran Daniel bisa menemukan Mike di daerah luar propinsi.

___

Pagi hari kemudian. Perlahan Alan sudah kembali membuka kedua matanya.

"Mike ... anakku, Mike ... Puji Tuhan, kamu sudah siuman, Nak. bagaimana keadaanmu, Nak?" Tanya Marvin secara langsung dan bertanya secara sekaligus.

Alan masih terdiam, karena sejatinya dia memang tipikal pendiam sangat berbeda dengan Mike. Terlebih lagi kini ia kehilangan 85% ingatannya membuatnya sangat bingung dengan keadaan yang ada.

Ia tidak mengenali siapa dirinya, terlebih lagi dengan orang yang saat ini sedang mengajaknya berbicara (Marvin)

Marvin masih terus bertanya beberapa kalimat, lantas Alan pun akhirnya bertanya kepadanya.

"Anda siapa?"

Terpopuler

Comments

Sazia Almira Santoso

Sazia Almira Santoso

teros gimana nasip mike

2021-06-11

1

ANI dfa W⃠🍓ˢˢᶜ🌴

ANI dfa W⃠🍓ˢˢᶜ🌴

terus nasibnya mike gimana

2021-01-14

1

chia kitty 💞💞

chia kitty 💞💞

🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧🤧

2020-12-23

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1
2 BAB 2
3 BAB 3
4 BAB 4
5 BAB 5
6 BAB 6
7 BAB 7
8 BAB 8
9 BAB 9
10 BAB 10
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 BAB 29
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32
33 BAB 33
34 Michealan Stevanus Lawrence (Alan)
35 BAB 35
36 BAB 36
37 BAB 37
38 BAB 38
39 BAB 39
40 BAB 40
41 BAB 41
42 BAB 42
43 BAB 43
44 BAB 44
45 BAB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 Mike Stevanus Lawrence (Mike)
50 BAB 50
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 58
59 BAB 59
60 BAB 60
61 BAB 61
62 BAB 62
63 BAB 63
64 BAB 64
65 BAB 65
66 BAB 66
67 BAB 67
68 BAB 68
69 BAB 69
70 Alan Vs Mike Part 1
71 Alan Vs Mike Part 2
72 Alan Vs Mike Part 3
73 Alan Vs Mike Part 4
74 Alan Vs Mike Part 5
75 BAB 75
76 BAB 76
77 BAB 77
78 BAB 78
79 BAB 79
80 BAB 80
81 BAB 81
82 BAB 82
83 BAB 83
84 BAB 84
85 BAB 85
86 BAB 86
87 BAB 87
88 BAB 88
89 BAB 89
90 BAB 90
91 BAB 91
92 BAB 92
93 BAB 93
94 BAB 94
95 BAB 95
96 BAB 96
97 BAB 97
98 BAB 98
99 BAB 99
100 BAB 100
101 BAB 101
102 BAB 102
103 BAB 103
104 BAB 104
105 BAB 105
106 BAB 106
107 BAB 107
108 BAB 108
109 BAB 109
110 BAB 110
111 BAB 111
112 BAB 112
113 BAB 113
114 BAB 114
115 BAB 115
116 BAB 116
117 BAB 117
118 BAB 118
119 BAB 119
120 BAB 120
121 BAB 121
122 BAB 122
123 BAB 123
124 BAB 124
125 BAB 125
126 BAB 126
127 BAB 127
128 BAB 128
129 BAB 129
130 BAB 130
131 BAB 131
132 BAB 132
133 BAB 133
134 BAB 134
135 BAB 135
136 BAB 136
137 BAB 137
138 BAB 138
139 BAB 139
140 BAB 140
141 BAB 141
142 BAB 142
143 BAB 143
144 BAB 144
145 BAB 145
146 BAB 146
147 BAB 147
148 BAB 148
149 BAB 149
150 BAB 150
151 BAB 151
152 BAB 152
153 BAB 153
154 BAB 154
155 BAB 155
156 BAB 156
157 BAB 157
158 BAB 158
159 BAB 159
160 BAB 160
161 BAB 161
162 BAB 162
163 BAB 163
164 BAB 164
165 BAB 165
166 BAB 166
167 BAB 167
168 BAB 168
169 BAB 169
170 BAB 170
171 BAB 171
172 BAB 172
173 BAB 173
174 BAB 174
175 BAB 175
176 BAB 176
177 BAB 177
178 BAB 178
179 BAB 179
180 BAB 180
181 BAB 181
182 BAB 182
183 BAB 183
184 BAB 184
185 BAB 185
186 Terima kasih
Episodes

Updated 186 Episodes

1
BAB 1
2
BAB 2
3
BAB 3
4
BAB 4
5
BAB 5
6
BAB 6
7
BAB 7
8
BAB 8
9
BAB 9
10
BAB 10
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
BAB 29
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32
33
BAB 33
34
Michealan Stevanus Lawrence (Alan)
35
BAB 35
36
BAB 36
37
BAB 37
38
BAB 38
39
BAB 39
40
BAB 40
41
BAB 41
42
BAB 42
43
BAB 43
44
BAB 44
45
BAB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
Mike Stevanus Lawrence (Mike)
50
BAB 50
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 58
59
BAB 59
60
BAB 60
61
BAB 61
62
BAB 62
63
BAB 63
64
BAB 64
65
BAB 65
66
BAB 66
67
BAB 67
68
BAB 68
69
BAB 69
70
Alan Vs Mike Part 1
71
Alan Vs Mike Part 2
72
Alan Vs Mike Part 3
73
Alan Vs Mike Part 4
74
Alan Vs Mike Part 5
75
BAB 75
76
BAB 76
77
BAB 77
78
BAB 78
79
BAB 79
80
BAB 80
81
BAB 81
82
BAB 82
83
BAB 83
84
BAB 84
85
BAB 85
86
BAB 86
87
BAB 87
88
BAB 88
89
BAB 89
90
BAB 90
91
BAB 91
92
BAB 92
93
BAB 93
94
BAB 94
95
BAB 95
96
BAB 96
97
BAB 97
98
BAB 98
99
BAB 99
100
BAB 100
101
BAB 101
102
BAB 102
103
BAB 103
104
BAB 104
105
BAB 105
106
BAB 106
107
BAB 107
108
BAB 108
109
BAB 109
110
BAB 110
111
BAB 111
112
BAB 112
113
BAB 113
114
BAB 114
115
BAB 115
116
BAB 116
117
BAB 117
118
BAB 118
119
BAB 119
120
BAB 120
121
BAB 121
122
BAB 122
123
BAB 123
124
BAB 124
125
BAB 125
126
BAB 126
127
BAB 127
128
BAB 128
129
BAB 129
130
BAB 130
131
BAB 131
132
BAB 132
133
BAB 133
134
BAB 134
135
BAB 135
136
BAB 136
137
BAB 137
138
BAB 138
139
BAB 139
140
BAB 140
141
BAB 141
142
BAB 142
143
BAB 143
144
BAB 144
145
BAB 145
146
BAB 146
147
BAB 147
148
BAB 148
149
BAB 149
150
BAB 150
151
BAB 151
152
BAB 152
153
BAB 153
154
BAB 154
155
BAB 155
156
BAB 156
157
BAB 157
158
BAB 158
159
BAB 159
160
BAB 160
161
BAB 161
162
BAB 162
163
BAB 163
164
BAB 164
165
BAB 165
166
BAB 166
167
BAB 167
168
BAB 168
169
BAB 169
170
BAB 170
171
BAB 171
172
BAB 172
173
BAB 173
174
BAB 174
175
BAB 175
176
BAB 176
177
BAB 177
178
BAB 178
179
BAB 179
180
BAB 180
181
BAB 181
182
BAB 182
183
BAB 183
184
BAB 184
185
BAB 185
186
Terima kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!