Sebenarnya sikap Chelsea yang begitu manja padaku, sedikit menggangguku. Tapi aku harus bisa bersabar karena aku tidak mau merusak rencanaku yang sudah berjalan dengan lancar. Kuakui sejak dulu Chelsea memang menyukaiku, dia bahkan pernah beberapa kali mengungkapkannya padaku saat kami duduk di bangku SMA. Tapi aku selalu menolaknya karena aku memang sudah menyukai Shanon. Sampai detik ini pun wanita yang kucintai hanyalah Shanon, meskipun harus kuakui kalau Chelsea juga sebenarnya sangat cantik. Tapi hatiku sudah terpaut pada satu orang dan selamanya tidak akan pernah berubah. Meskipun orang itu saat ini tidak mengingatku, tapi aku yakin suatu saat nanti pasti dia akan kembali padaku.
Sejak awal aku tahu bagaimana kondisi Shanon, aku tidak ingin memaksanya untuk mengingatku karena aku yakin cintaku ini nanti yang akan menuntun dia kembali lagi padaku.
Sikap manja dan centil dari Chelsea akhirnya kumanfaatkan untuk menarik perhatian Shanon. Saat makan siang aku sengaja tidak mau memakan masakannya, dan mengajak Chelsea untuk pergi makan di luar. Padahal sebenarnya aku tidak melakukan itu, aku memang mengajak Chelsea keluar rumah tapi bukan untuk makan siang. Aku meminta Chelsea untuk menurunkanku di kantor milik papa dengan alasan ada sesuatu yang harus kukerjakan.
Kenyataannya memang ada yang ingin kukerjakan di kantor itu. Aku memang menemui beberapa orang yang kupercayai di dalam perusahaan tersebut untuk menyelidiki Kak Ethan. Katakan saja ini jahat karena aku curiga pada kakakku, tapi bukankah aku berhak untuk tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam perusahaanku? Aku juga ingin tahu bagaimana gerak-gerik tak Ethan selama memimpin perusahaan ini selama 2 tahun terakhir sejak kepergian papa.
Dari orang-orang kepercayaanku yang ada di perusahaan itulah aku baru tahu kalau sebelum papa mengalami kecelakaan ternyata dia sempat bertengkar hebat dengan Kak Ethan. Seketika itu aku pun merutuki kebodohanku yang hanya memikirkan diriku sendiri.
Aku baru menyadari jika dulu aku memang sangatlah naif dan egois. Aku hanya memikirkan kepentinganku saja sedangkan orang tuaku ternyata sedang mengalami berbagai hal buruk di sini dan ironisnya aku tak tahu.
Seharian itu aku ada di kantor, dan sibuk mencari data-data yang kubutuhkan, mulai dari laporan keuangan selama dua tahun terakhir dan menyelidiki berbagai tender yang dikerjakan oleh perusahaan kami setelah kepergian papa. Dari situ pula aku baru tahu jika ternyata alasan kepulangan orang tua Shannon ke Indonesia bukan hanya berkaitan dengan kesehatan Shanon semata, tapi ada alasan lainnya yaitu berkaitan dengan perusahaan Ayah Shanon yang mengalami kebangkrutan saat di Jepang.
Akibat kebangkrutan itu, mereka menjual seluruh asetnya dan mendirikan perusahaan baru di Indonesia, dan Kak Ethan-lah yang membantu berdirinya perusahaan orang tua Shanon. Dari situlah aku juga jadi curiga apakah pernikahan Kak Ethan dan Shannon itu sudah direncanakan oleh dia sebelumnya. Lalu apakah Kak Ethan benar-benar mencintai Shanon? Apakah ada maksud yang lain? Pikiranku pun semakin berkecamuk, rasanya semua ini bagaikan misteri bagiku.
Sejak itu, aku memang sering kali pergi ke perusahaan papa dan tentunya juga mengawasi gerak-gerik Kak Ethan selama di Finlandia melalui mata-mataku yang kuperintahkan untuk mengawasi Kak Ethan.
Hingga tepat satu minggu kepergian Kak Ethan, kulihat tiba-tiba Shanon menangis, dan tiba-tiba memelukku saat kami bertabrakan. Entah apa yang terjadi, aku tak tahu. Tapi, aku yakin ini pasti ada hubungannya dengan Kak Ethan, meskipun dia menyangkalnya.
"Maaf," ucapnya padaku saat menabrak tubuhku.
"Sha, kamu kenapa?"
"Gapapa, aku cuma lagi sedih aja, kangen sama kakak kamu."
"Bener kamu gapapa?"
Shanon tampak menggelengkan kepalanya. "Aku mau ke belakang dulu, Arsen."
"Iya Sha."
Setelah puas menangis dalam pelukanku, Shanon pun berniat pergi ke belakang, tapi dia kembali mengurungkan niatnya karena ada Chelsea. Dari kedatangan Chelsea aku tahu kalau Shanon pasti cemburu padanya.
"Halo Kak Shanon?"
"Halo Chelsea, emh Chelsea bukankah kita seumuran? Bagaimana kalau kau panggil aku Shanon saja?"
"Apa? Shanon? Tidak Kak, kau kakak ipar Arsen, jadi aku harus memanggilmu dengan sebutan Kak karena mungkin sebentar lagi kau akan menjadi kakak iparku," jawab Chelsea yang sepertinya membuat Shanon merasa sedikit kesal.
"Kak Shanon, kalau begitu kami ke kamar dulu."
Saat itu juga jelas terlihat raut wajah Shanon yang mulai merasa tidak nyaman dengan kehadiran Chelsea, bahkan senyumnya pun tampak dipaksakan.
***
Malamnya saat aku akan makan malam, aku melihat Shanon yang sedang memanaskan makanan di dapur, aku kemudian sengaja mendekat padanya. "Sha, kalo masak pake apron," ucapku sambil memasang apron di tubuhnya.
"Ta-tapi, aku cuma mau manasin makanan."
"Aku mau dimasakin kamu, Sha. Malam ini aku nggak mau makan masakan Bi Ijah, aku maunya dimasakin sama kamu."
"Bukannya kamu ga suka masakanku?"
"Tapi hari ini aku mau makan masakan kamu, Sha."
"Kamu mau dimasakin apa?"
"Nasi goreng, aku rindu makan nasi goreng buatan kamu, Sha."
"Me-memangnya aku pernah masakin kamu nasi goreng?"
"Pernah."
"Kapan?"
"Lupa," jawabku mencoba untuk memancing dirinya. Tapi dia malah tampak seperti orang kebingungan.
"Inget Sha, kalo lagi masak rambutnya diiket," ucapku sambil mengikat rambutnya.
"Ya udah, aku bikinin kamu nasi goreng dulu ya,"
"Ini nasi gorengnya,"
"Makasih, Sha."
Saat kami sedang makan malam, tiba-tiba Chelsea mendekat ke arah kami. "Arsen, aku ketiduran abis kita main tadi. Kamu kok ga bangunin aku sih," protes Chelsea, lalu duduk di sampingku sambil bergelayut manja padaku. Melihat sikap Chelsea, Shanon pun seperti merasa tidak nyaman, apalagi setelah mendengar Chelsea mengatakan kelelahan setelah bermain.
"Permisi, aku sudah selesai. Aku ke atas dulu," pamitnya pada kami. Melihat Shanon pergi, aku pun hanya bisa menatapnya. Detik itu juga aku menyadari jika Shanon benar-benar cemburu pada Chelsea.
"Chelsea, aku udah ngantuk. Aku tidur dulu! Sebaiknya kamu pulang sekarang."
"Tapi Arsen..."
Aku meninggalkan Chelsea begitu saja lalu berdiri di depan kamar Shanon, ingin rasanya aku mengetuk pintu kamar itu dan mengatakan "Shanon, aku cinta padamu."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
Nami chan
jangan2 ethan ada kaitannya sama kecelakaan shanon?
2023-11-30
0
Tiahsutiah
dari awal baca aku kurang sreek sama yg namanya Ethan, kaya ada yg di tutupin gitu, dan mungkin dia menikahi shanon ada maksud lain bukan mencintai nya, dari gerak gerik nya aja sangat mencurigakan?
tp ku masih berharap hanya sekedar dugaan ku aja, semoga aja Ethan emang tulus mencintai shanon,
2022-12-16
0
Muhammad Adam
next please thor 🙏..
2022-12-16
0