Memang aku belum tahu siapa pastinya orang itu, tapi aku yakin dia tidak berniat mencuri di rumah kami, karena keesokan harinya aku menemukan sebuah gelang yang terjatuh di tempat saat dia melempar pot ke arahku. Saat aku melihat gelang itu, aku bisa menebak kalau harga gelang itu pasti mahal dan sangat mustahil dimiliki oleh kalangan menengah. Dan, untuk saat ini aku sudah menyimpan gelang itu, aku yakin suatu saat nanti gelang itu pasti berguna untukku.
Setelah kejadian itu, aku memang semakin membatasi diriku dengan Shanon. Aku tidak mau dia merasa tidak nyaman tinggal dalam satu rumah bersamaku dan semakin berpikiran buruk padaku. Apalagi, saat ini dia belum tahu masa lalu kami.
Sebenarnya aku bisa membuka jati diriku dan masa lalu kami pada Shanon karena aku masih memiliki foto-foto kedekatan kami saat masih SMA. Tapi, hal itu tidak mungkin kulakukan karena saat ini aku yakin Shanon pasti lebih mempercayai Kak Ethan dibandingkan dengan diriku, dan aku mencegah sesuatu hal yang lebih buruk terjadi. Aku tidak mau semua rencanaku hancur berantakan jika aku menuruti ego dan ambisiku. Aku pun harus bersikap tenang, meskipun di balik ketenangan sikapku itu hatiku rasanya begitu sakit, dan tersiksa.
Tapi aku Aku tidak mau bertindak ceroboh, agar Kak Ethan tidak curiga padaku. Aku tidak ingin Kak Ethan tahu kalau aku sudah tahu semua rahasianya. Karena itulah aku sengaja meminta ijin pada Kak Ethan untuk membawa Chelsea ke rumah tepat di hari keberangkatannya ke Finlandia, agar Kak Ethan berfikir kalau aku sedang mengerjakan project dengan Chelsea, agar dia berfikir aku sedang sibuk mengerjakan project itu. Memang, aku punya project dengan Chelsea, tapi di sela mengerjakan project itu, aku tetap bisa memantau perusahaan.
Kepergian Kak Ethan juga sebenarnya tak luput dari campur tanganku karena aku yang meminta Tuan Mark, pemilik tender yang bekerja sama dengan perusahaan kami agar mengadakan pertemuan itu di Finlandia. Aku memang sangat mengenal Tuan Mark karena dia dulu adalah salah satu client-ku saat meminta membuatkan program untuk perusahaannya. Aku sengaja melakukan itu agar aku bisa bebas memporak porandakan akses perusahaan kami dan juga tentunya mendekati Shanon, meskipun awalnya ada beberapa drama yang kualami. Termasuk penolakan Shanon yang tidak mau ditinggal bersamaku, ya mungkin saja dia takut.
Terpaksa aku harus berpura-pura jual mahal di depan Shanon dengan mengatakan kalau aku saja yang akan pergi dari rumah ini. Dan aku yakin Kak Ethan pasti akan membujukku, karena dia selalu ingin terlihat sebagai laki-laki yang bijaksana di depan istrinya.
"Kalian kenapa? Apa ada sesuatu yang terjadi di antara kalian? Apa kalian sedang bermusuhan?" sahut Kak Ethan saat aku mengatakan akan pergi dari rumah ini.
"Nggak!" jawab kami secara bersamaan.
"Ada apa sebenarnya, Sa? Ada apa sebenarnya Arsen? Hubungan kalian baik-baik saja kan?"
"Nggak apa-apa, Mas. Kami baik-baik aja, aku cuma kaget jadi spontan pengen pulang, kangen Mama sama Papa."
"Manjanya mule kumat nih."
"Arsen, gimana?"
"Iya Kak, kami baik-baik saja, tidak apa-apa. Aku hanya sedikit sungkan tinggal dalam satu rumah bersama kakak iparku selama satu atau dua minggu, dia juga sepertinya merasa tidak nyaman dan sedikit keberatan tinggal bersamaku."
"Arsen dia kakak iparmu, aku yakin Shanon tidak akan keberatan tinggal bersamamu. Jadi tolong, selama aku pergi, kau yang bertugas menggantikan kewajibanku untuk menjaganya. Tolong kau jangan pergi, dan jaga kakak iparmu baik-baik."
"Tapi Kak, aku tidak ingin Shanon merasa tidak nyaman kalau kita tinggal dalam satu rumah dengan jangka waktu yang relatif lama. Dan aku juga tidak ingin Shannon pulang ke rumahnya karena merasa tidak nyaman denganku. Jadi sebaiknya aku saja yang pergi dari sini."
"Tidak Arsen, dia pasti tidak keberatan, lagipula apa kau sudah lupa orang tua Shannon adalah rekan bisnisku. Jadi, Shanon juga tidak bisa pulang ke rumah karena orang tuanya pun ikut pergi bersamaku ke Finlandia," bujuk Kak Ethan padaku. Dia lalu mengalihkan pandangannya pada Shanon.
"Kamu kenapa, Sha? Kok diem? Kamu juga nggak keberatan kan tinggal sama Arsen selama aku pergi?"
"Iya gapapa, Mas," jawab Shanon pada akhirnya.
"Mas, ngantuk. Bobo yuk!"
"Iya, Sayang. Arsen kita naik dulu ya."
"Iya Kak."
Aku menatap Shanon dan Kak Ethan sambil tersenyum menyeringai. "Kita mulai permainan yang sebenarnya, Kak."
***
Keesokan harinya, saat Kak Ethan sedang berpamitan dengan kami, aku harus merasakan amarah yang begitu menyelimuti hatiku saat melihat mereka bermesraan di depan kedua mataku. Aku sengaja mengalihkan pandanganku saat mereka bermesraan di depanku, meskipun hanya berlangsung sebentar tapi rasa sakitnya seakan menusuk sampai ke tulang. Apalagi saat melihat bibir mereka menempel, hatiku rasanya begitu remuk redam.
"Mas cepet pulang!"
"Iya kalo semuanya udah selese, aku pulang secepatnya, Sayang. Jangan sedih lagi dong, kalau sedih nanti cantiknya ilang. Aku pergi dulu, Sayang."
"Aku pergi dulu, Arsen. Tolong jaga Shanon baik-baik."
"Iya Kak."
Tak lama setelah Kak Ethan pergi, Chelsea pun datang. Seperti biasa, Chelsea selalu bersikap manja padaku, sama seperti dulu. Ya, aku memang sudah lama mengenal Chelsea, orang tua kami berteman sejak dulu, jadi kami sudah mengenal sejak kami masih kecil, bahkan saat acara pemakaman mama, dia yang selalu di sampingku.
Seperti dugaanku, Shanon pasti merasa penasaran pada Chelsea. Dia sampai mengurungkan niatnya masuk ke dalam rumah dan mengamatiku bersama Chelsea, hingga akhirnya Chelsea sadar ada seorang wanita yang sedang memperhatikan kami berdua.
"Arsen, siapa dia?"
"Kakak iparku, istri dari Kak Ethan," jawabku sambil tersenyum, dan melirik Shanon yang sepertinya tidak nyaman dengan kehadiran Chelsea.
"Oh, hai Kak kenalin aku Chelsea."
"Shanon."
"Udah yuk, kita ke kamar aja sekarang!" perintahku pada Chelsea.
"Iya, kamu pasti udah ga sabar kan?" balas Chelsea yang kujawab dengan anggukan kepala.
"Kak Shanon, kami ke kamar dulu," pamit Chelsea pada Shanon. Kami kemudian masuk ke dalam rumah, diikuti Shanon yang berjalan di belakang kami. Tanpa Shanon tahu, aku sempat melirik padanya dan melihat gurat kesedihan di wajahnya setelah kedatangan Chelsea.
Apakah ini artinya dia mulai cemburu?
Bersambung....
NOTE: mampir juga ya novelnya Kak SyaSyi, dijamin keren abis n bikin baper loh. Nyesel kalo nggak mampir 😍🤗😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
Tiahsutiah
semangat arshen semoga rencana mu berhasil semua amiin,,,
2022-12-15
1
Deviastryveads_
iya si shanon udah mulai cemburu. dan smoga ingatan si shanon cepat kembali, dan jg dia akan kmbali padamu lg sen, .
seandainya si shanon ga kmbali ingatannya, yaudah kamu sama aku aja sen, dan aku yg akan mengobati luka hatimu😁.
2022-12-15
0
Crystal
Lanjut thor...
2022-12-15
0