Tanpa menunggu jawaban dari Arsen, aku kemudian keluar dari kamar itu, rasanya aku begitu marah, aku benar-benar muak dan kesal padanya. Aku tidak habis pikir, kenapa dia begitu kurang ajar padaku. Kupikir dia hanyalah seorang manusia aneh yang menyebalkan, tapi ternyata aku salah. Dia ternyata lebih dari itu, dia adalah laki-laki messum dan sangat berbahaya. Selain itu dia juga tidak waras karena sudah berani mengatakan kalau dia menyukaiku. Apa dia tidak bisa berfikir, siapa diriku sampai dia berkata seperti itu padaku.
Setalah masuk ke dalam kamar, aku bergegas menuju ke kamar mandi lalu berdiri di depan wastafel, menatap wajahku pada kaca yang ada di atas wastafel, meraba bibirku kemudian mulai mencuci bibirku ini. Ciuman tadi rasanya begitu menjijikan. Berulang kali aku menggosok bibirku, lalu menyikat gigi, dan mulutku, tak lupa aku juga berkumur dengan menggunakan mouthwash. Rasanya mulut ini begitu menjijikan saat ada laki-laki lain yang menjamahnya selain suamiku, dan sialnya itu adalah adik iparku.
Setelah cukup lama membersihkan mulutku, aku kemudian keluar dari kamar mandi, dan di saat itu juga aku sudah melihat suamiku ada di dalam kamar. Melihat dia yang saat ini ada di dalam kamar ini, bergegas aku menghambur ke dalam pelukannya, lalu menangis di atas dadanya. Hatiku begitu campur aduk, rasa kesal, marah, dan sedih seolah menjadi satu. Ingin rasanya aku mengatakan pada suamiku untuk tidak tinggal satu rumah dengan adiknya, tapi rasanya itu tidak mungkin, aku tidak mungkin menceritakan semua yang telah terjadi antara diriku dengan Arsen. Aku tidak mau hubungan mereka berantakan karena aku, ya karena aku.
Melihat sikapku yang tiba-tiba seperti ini, suamiku pun merasa heran. Dia melepaskan pelukanku, lalu memegang wajahku, menghapus air mata di wajahku, lalu mengecup sisa-sisa air mata itu. "Kau kenapa, Sayang? Kenapa kau tiba-tiba nangis kaya gini?" tanya Mas Ethan sambil mengerutkan keningnya.
Terpaksa aku pun menarik kedua sudut bibirku, meskipun rasanya begitu berat karena berbanding terbalik dengan apa yang kurasakan saat ini. Namun, tidak mungkin aku mengatakan kalau semua ini terjadi karena ulah adik kandungnya yang menyebalkan itu.
"Gapapa, Mas. Aku cuma kangen."
Mas Ethan pun terkekeh mendengar jawabanku. "Kamu ada-ada aja, Sayang."
"Iya Mas emang ga boleh kangen sama suami sendiri?"
"Kamu lucu banget sih, Sayang. Gemes deh!" jawab Mas Ethan sambil mencubit pipiku. Mendengar ucapan Mas Ethan, entah mengapa rasanya aku merasa begitu sedih. Aku merasa sangat bersalah telah membiarkan salah satu bagian tubuhku dinikmati orang lain, aku pun kembali meneteskan air mataku.
"Loh kok nangis lagi sih?"
"Gapapa, Mas. Aku ngantuk."
"Ya udah, bobo yuk!"
"Kamu ga mandi dulu?"
"Aku udah mandi di kantor tadi sore."
"Mandi di kantor?" tanyaku sambil mengerutkan keningku.
"Iya sayang, tadi badanku lengket banget jadi aku sekalian mandi di kantor," jawab Mas Ethan yang tiba-tiba sudah membopong tubuhku ala bridal style, lalu merebahkan tubuhku di atas ranjang, kemudian mulai mengecup bibirku, memaggutnya perlahan sambil meremmas gundukan kenyal milikku yang membuatku mendessah lirih disela kecapan bibir basah kami berdua. Detik berikutnya, dessahan dan errangan pun mulai terdengar menggema di seluruh ruangan ini. Rasa kesalku gara-gara adik iparku pun mengendap begitu saja, berganti dengan kenikmatan surgawi yang diberikan oleh suamiku.
Mendengar jerit kenikmatan kami berdua, rasanya aku ingin melepas peredam suara yang ada di dalam kamarku. Entah mengapa aku ingin Arsen mendengar percintaan kami agar dia lebih sadar diri hingga tak bersikap semena-mena lagi padaku.
***
Dua minggu kemudian...
Setalah kejadian itu, aku semakin membatasi diri bertemu dengan Arsen, dia pun mungkin menyadari Itu dan tampak menghindar dariku. Kami bahkan sudah sangat jarang bertemu, hanya sesekali saat berpapasan ketika dia berjalan menuju ke kamarnya. Ya, dia memang sengaja menjauh dariku, pada siang hari sekarang dia sering pergi keluar rumah dan pulang larut malam, bahkan untuk sarapan pun dia selalu meminta Bi Ijah untuk mengantarkannya ke kamar. Sedangkan untuk makan siang dan makan malam, mungkin dia makan di luar, aku tidak pernah memikirkan itu, baguslah jika dia sadar diri jika aku sangat membencinya. Namun, tidak untuk malam ini. Entah mengapa malam ini tiba-tiba Mas Ethan meminta Arsen untuk makan malam bersama kami.
Melihat Arsen yang malam ini menikmati makan malam bersama kami, sebenarnya menggangu selera makanku. Tapi, aku bersikap seolah-olah hubungan kami baik-baik saja.
"Aku sengaja nyuruh kamu makan malem bareng sama kita," ucap Mas Ethan membuka percakapan saat Arsen sudah menyelesaikan makan malamnya.
"Memangnya ada apa, Kak?"
"Aku mau titip Shanon selama satu minggu sama kamu," jawab Mas Ethan yang seketika membuatku tersedak.
"Uhuk.., uhuk.., uhuk.."
"Kamu kenapa kok tiba-tiba tersedak gini, pelan-pelan kalo makan, Sayang."
"Aku kaget mas, kok tiba-tiba kamu ngomong gitu sih?"
"Maaf sayang, maaf kalo mendadak gini. Aku ada urusan bisnis ke Finlandia selama satu atau dua minggu sayang."
Mendengar perkataan Mas Ethan aku pun begitu terkejut. 'Jadi ini artinya dia mau ninggalin aku begitu saja sama adiknya yang nggak waras itu?' batinku sambil menahan perasaan yang begitu berkecamuk.
"Mas, kok mendadak gini sih?"
"Iya sayang, awalnya memang mau diadakan pertemuan di sini tapi tiba-tiba owner tender itu minta pertemuan itu diadakan di Finlandia, karena kesehatannya sedikit menurun. Awalnya aku memang berniat ajak kamu ikut, tapi kamu kan punya alergi dingin. Aku takut kamu malah kenapa-kenapa di sana, Sayang."
Aku pun tersenyum kecut mendengar perkataan Mas Ethan, kepala ini rasanya seakan mau pecah saat memikirkan hal itu, bukan karena aku harus ditinggal pergi oleh suamiku, aku tidak terlalu memikirkan itu, meskipun ada sedikit rasa kecewa, tapi aku tidak terlalu mempermasalahkan itu. Tapi masalah utamanya saat aku harus hidup dengan adik iparku selama satu atau dua minggu, ini benar-benar sangat menakutkan.
"Sayang, kamu gapapa kan aku tinggal?"
"Gapapa, Mas. Emhhhh, e..., tapi boleh nggak kalo selama kamu pergi aku pulang aja ke rumah orang tuaku," jawabku sambil meringis.
"Aku saja yang keluar dari rumah ini, Kak," ucap Arsen disela pembicaraan kami.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
Ainisha_Shanti
Ethan sangat mencurigakan.
2023-02-26
1
Deviastryveads_
kok aku jadi curiga yah, itu bisnis apaan???. ato jangan2 si Ethan kek diandra, bilangnya ada shooting di puncak eh ternyata lg enak2an sama si selingkuhan🤣🤣🤣.
2022-12-07
4
Tiahsutiah
lanjut thor,,, makin seru aja nih dan makin penasaran dengan alur nya😍😘
2022-12-07
0