Lingerie Tipis

Aku hanya bisa terdiam, menatap adik iparku yang sedang berjalan ke arah parkiran mobil sambil menahan berbagai tanda tanya di dalam benakku. Aku benar-benar tak mengerti dengan apa yang dia katakan, bagaimana bisa dia mengatakan dia sudah lama tidak bertemu denganku sedangkan aku saja baru pernah bertemu dengannya.

Aku memejamkan kedua mataku, dan mencoba mengingat tentang semua orang yang kukenal, dan Arsen? Aku benar-benar tidak mengingatnya. Aku menghembuskan nafas panjangku takkala mengingat bagaimana sikap Arsen saat tadi kami baru pertama bertemu, dan detik itu juga aku menyadari jika dia pasti sedang mengerjaiku dengan mengatakan seperti itu agar membuatku merasa bingung. Ah betapa bodohnya aku kalau aku sampai memikirkan kata-katanya yang tak jelas itu.

Tiba-tiba lamunanku tersentak saat sebuah suara memanggil namaku. "Sha, kamu kenapa diem?"

"O-oh gapapa, Mas. Cuma sedikit ngantuk," jawabku gugup saat tiba-tiba Mas Ethan sudah memeluk pinggangku.

"Oh ya udah kalau gitu kita pulang sekarang yuk! Arsen mana?"

"Dia udah masuk ke mobil, Mas."

"Ck, anak itu memang ya. Bukannya ajak kamu ngobrol malah masuk ke mobil."

"Gapapa, Mas. Mungkin dia cape."

"Maybe, ya udah kita masuk ke mobil yuk!"

Aku menganggukkan kepalaku, lalu kami berjalan ke arah mobil. Saat kami memasukki mobil, tampak Arsen sedang duduk dengan memainkan poselnya, dan begitu cuek saat kami masuk ke dalam mobil itu, seolah dia larut dalam dunianya sendiri.

"Kita jadi ke makam mama sama papa kan, Kak?" tanya Arsen beberapa saat kemudian saat Mas Ethan mulai mengendarai mobilnya keluar dari komplek bandara.

"Iya, kita mampir ke makam mama sama papa dulu," jawab Mas Ethan, sambil tetap fokus mengendarai mobilnya. Detik selanjutnya, kami semua terdiam dan hanyut dalam pikiran masing-masing. Sesekali, aku melihat Arsen dari kaca spion yang ada di dalam mobil, dan ya dia tetap larut dengan poselnya, terkadang dia juga tampak mengerutkan keningnya.

"Sha, mule besok aku ga perlu khawatir lagi kalo aku lembur sampe malem. Biarpun di bawah ada satpam, kadang aku tetep khawatir kalo ninggalin kamu sendiri malem-malem," ucap Mas Ethan yang membuyarkan lamunanku saat sedang mengamati tingkah Arsen. Lagi-lagi aku menyadari kebodohanku, ya sudah dua kali Mas Ethan menyentak lamunanku saat aku sedang memikirkan adik iparku. 'Astaga, kenapa adik iparku yang menyebalkan itu justru menarik atensiku dibandingkan memperhatikan laki-laki tampan yang sedang mengendarai mobil di sampingku?' batinku sambil memijit pelipisku.

"Sha..."

"Oh iya kenapa, Mas?"

"Mulai hari besok aku ga perlu khawatir lagi kalo ninggalin kamu di rumah."

"Memangnya kenapa, Mas? Ada satpam kan, Mas?"

"Bukan gitu, Sha. Arsen kan udah pulang ke rumah, tiap hari dia bisa jagain kamu, terutama kalo aku lagi lembur. Kamu tahu kan pembantu kita cuma sampe sore, kadang aku suka khawatir kalo kamu di rumah sendirian."

"Loh memangnya Arsen juga di rumah terus? Bukannya dia juga ke kantor? Ikut kerja di perusahaan almarhum papa kan?"

"Nggak sayang, Arsen itu programmer. Kerjaan dia itu coding di rumah, jadi tiap hari dia ada di rumah sama kamu, aku tenang kalo ada dia di rumah."

'Oh tidak! Jadi mulai besok aku harus di rumah dengan makhluk menyebalkan itu?' batinku saat mendengar penjelasan Mas Ethan.

"Kamu kenapa diem, Sha? Kamu seneng kan ada temen ngobrol di rumah?"

'Ngobrol? Yang benar aja? Mungkin aku bisa mati karena darah tinggiku kumat kalo harus ngobrol sama makhluk kaya dia?' batinku kembali, dengan terpaksa aku pun menganggukan kepalaku, sambil menarik kedua sudut bibirku. Mencetak sebuah senyuman yang sebenarnya sangat dipaksakan karena berbanding terbalik dengan hatiku.

Beberapa saat kemudian, kami pun sudah sampai di pemakaman almarhum mertuaku. Saat Arsen turun hingga memasuki pemakaman, dia tampak begitu cuek dan seolah kami berdua tidak sedang bersama dengannya. Aku benar-benar tidak menyangka Mas Ethan yang baik dan sangat ramah bisa memiliki adik seperti dia yang sifatnya sangat berbanding terbalik dengan suamiku. Dan sialnya mulai besok kami tinggal berdua dalam satu rumah jika Mas Ethan pergi ke kantor.

Langkah kami terhenti, saat kami sudah sampai pada dua buah pusara bertuliskan Chandra Bimantara, dan Larasati Bimantara. Kami lalu berdoa di samping kedua pusara itu, pusara mertuaku yang meninggal lima tahun yang lalu. Mas Ethan mengatakan mereka meninggal akibat kecelakaan, hanya itu saja yang aku tahu, karena Mas Ethan jarang membicarakan tentang mereka. Mungkin saja dia tidak mau hanyut dalam kesedihan saat mengingat kedua orang tuanya jika terlalu sering menceritakan tentang mereka padaku.

Setelah selesai berdoa, kami kemudian pulang ke rumah. Dan ya, seperti yang sudah kuduga, saat turun dari mobil, Arsen langsung melenggang masuk ke dalam rumah tanpa memedulikan kami berdua. Mungkin saat ini aku memang harus terbiasa hidup dengan mayat hidup seperti dia.

***

Keesokan Harinya...

Aku membuka kedua mataku saat sebuah benda kenyal menempel di pipiku, setelah mata ini sepenuhnya terbuka tampak sosok laki-laki tampan duduk di depanku, dan tampak sudah rapi dengan menggunakan pakaian kerja formal. Aku pun terkejut, dan merasa begitu panik saat menyadari suamiku sudah siap pergi ke kantor, aku berfikir jika aku bangun kesiangan. Seketika, aku pun mengalihkan pandanganku lalu melihat jam di dinding. Aku pun menghembuskan nafas panjangku saat menyadari jika sekarang masih pagi.

"Mas? Ini masih pukul setengah enam. Kok kamu udah rapi gini sih?"

"Hari ini aku mau ke Bandung, Sayang. Ada meeting pukul sembilan pagi di sana."

"Kok dari kemarin kamu ga cerita, Mas. Kalo kamu cerita, aku kan siapin semua perlengkapan kamu."

Mas Ethan kemudian duduk di tepi ranjang, lalu membelai wajahku. "Nggak usah sayang, aku nggak mau repotin kamu."

"Tapi Mas, aku kan istri ka..."

Belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku, tiba-tiba Mas Ethan sudah menempelkan bibirnya pada bibirku, lalu memaggutnya dengan begitu lembut hingga aku merasa begitu hanyut dalam permainan lidah dan bibirnya itu. Namun, aku buru-buru melepaskan ciuman itu karena aku tidak mau Mas Ethan terlambat pergi ke Bandung.

"Mas, udah. Lebih baik kamu berangkat sekarang, sebelum macet."

Mas Ethan pun menganggukkan kepalanya, lalu mengecup keningku. "Aku pergi dulu, Sayang."

"Aku anter ke bawah."

"Ga usah, kamu bobo lagi aja. Ini masih pagi."

"Ya udah mas, hati-hati."

Mas Ethan kemudian keluar dari kamar, meninggalkanku yang menatapnya hingga tubuhnya tak lagi terlihat mataku. Aku pun tersenyum, rasanya sungguh bahagia karena begitu beruntung memiliki suami seperti Mas Ethan. Namun, saat akan merebahkan tubuhku kembali, tiba-tiba perutku terasa begitu keroncongan. Ya, mungkin aku harus mengisi tenagaku, setelah tadi malam melewati permainan panas dengan suamiku.

Aku pun memutuskan untuk sarapan, namun saat aku baru saja keluar dari kamarku, tiba-tiba aku bertemu dengan Arsen yang terlihat baru selesai berolah raga.

"Kamu udah bangun?" tanyaku mencoba bersikap ramah.

"Aku nggak bisa tidur semalem, kamar sebelah brisik!" sentaknya yang membuatku tertegun. Aku pun hanya diam mendengar perkataannya, lancang sekali dia terang-terangan berani protes tanpa rasa sungkan padaku. Namun, belum selesai aku terkejut dibuatnya, tiba-tiba dia mendekat padaku sambil menatapku dari ujung rambut sampai ujung kali dengan tatapan yang begitu aneh.

"Ke-kenapa?"

Namun, dia hanya diam lalu menaruh handuk kecilnya di atas dadaku, untuk menutupi... 'Astaga!' batinku, di saat itu juga aku merutuki kebodohanku karena baru menyadari sedari tadi aku hanya memakai lingerie tipis yang begitu menerawang, dan tentu saja Arsen melihat bentuk tubuhku, termasuk buah dadaku.

'Sial!'

Terpopuler

Comments

Kod Driyah

Kod Driyah

kasihan arsen sampai g bs tidur

2023-09-01

0

Tiahsutiah

Tiahsutiah

ko kegiatan Ethan dan shanon ga di bahas thor😁🤭

2022-12-07

1

Deviastryveads_

Deviastryveads_

waduhhhh🤣🤣🤣

2022-12-05

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!