..."Jangan pernah percayai apa yang ada di hadapanmu."...
...- Kata Kasir Indomaret dekat rumah....
•
•
•
"Argh!"
Danu membuka matanya dan mendapati dirinya berada di dalam kamar, dia sedikit mengedarkan pandangan, karena seperingatnya dia ada di ruang tamu bukan di dalam kamar.
"Diajeng! Jam berapa ini, kenapa kamu ga bangunin saya?" teriak Danu memanggil nama Diajeng.
Tidak ada jawaban apapun dari Diajeng, Danu mendelik kemudian kembali berteriak memanggil nama Diajeng.
"Diajeng!"
"Astaga! Dia sudah tidak ada disini," ujar Danu dalam hati saat mengetahui bahwa Diajeng sudah pergi sedari kemarin.
"Heh!"
Danu terperanjat kaget melihat bahwa kini area sensitifnya sedang mengalami ereksi di pagi hari, padahal dia adalah seorang pria impoten.
Bagaimana bisa kejadian seperti ini terjadi, apalagi dia hanya mengalami perawatan terapi impoten seminggu yang lalu.
"Apakah efek dari ruangan pendingin? Tidak mungkin kan? Impoten saya sudah sembuh?" ujar Danu dalam hati.
Danu memilih membuang jauh-jauh pikiran itu, dia kemudian beranjak menuju kursi rodanya dan berjalan keluar dari kamar menuju dapur.
Biasanya Diajeng atau Renata akan menyiapkan kopi untuknya, tapi untuk kali ini dia akan berusaha sendiri.
Tapi baru saja dia berjalan ke dapur dia sudah melihat sosok Glen yang sedang memasak di dapur.
"Glen?"
Glen kemudian membalikkan badannya, sang sekretaris CEO ini segera membalikkan badan kepada Danu.
"Iya Tuan?"
"Kamu ngapain, disini?"
"Sedang membuat sarapan untuk Tuan Artonegoro, saya diberi perintah dari Nyonya Artonegoro."
"Kapan kamu datang?" tanya Danu berusaha memastikan siapa yang memindahkannya ke kamar.
"Tadi pagi, Tuan, saya sudah datang dan Tuan masih tidur di kamar," jawab Glen.
"Kamu yakin, dikamar?" tanya Danu.
Glen mengangguk yakin, Danu kemudian meminta Glen melanjutkan pekerjaan sementara Danu masih diam saja memikirkan, kalau bukan Glen, apa mungkin Diajeng.
Danu tidak mengingat apa-apa lagi sekarang.
Disaat Danu sedang berpikir suara bel dari pintu rumahnya membuat Danu beranjak mengerakkan kursi rodanya untuk membuka pintu tersebut.
"Om Aryo?"
Danu menatap sosok yang datang, dia adalah Aryo adik dari ibunya, Aryo kemudian beranjak masuk ke dalam rumah tanpa disuruh dan duduk di sofa, Danu mengikutinya saja dibelakang.
"Om sudah mendengar kabar yang terjadi semalam, Kecelakaan dikantor dan kamu malah diselamatkan oleh istrimu sendiri, Om diperintahkan untuk memantau keadaan perusahaan selama dipegang oleh kamu, dan Om rasa kamu sudah tidak cocok Danu."
"Maksud Om?"
"Om tidak bermaksud apa-apa, kamu tahu kan sebuah perusahaan besar harus memiliki seorang CEO yang intelektual dan kamu sudah kehilangan kriteria itu, apalagi kejadian semalam sempat jadi bahan perbincangan yang membuat kredibilitas kamu dipertanyakan."
Aryo menatap dalam Danu, dia memegang kedua pundak keponakannya itu kemudian menatapnya dalam. "Om gak akan melaporkan kejadian semalam ke orang tua kamu dan Om juga masih mau kamu menjabat sebagai CEO."
"Satu bulan lagi, kalau kamu tidak bisa memberikan pembuktian maka jabatan CEO akan diberikan kepada Renata dengan begitu Renata akan bekerja menjadi General Manager dan CEO sekaligus," jelas Aryo berdiri. "Om pamit dulu, Danu, Om berharap banyak dari kamu, kamu harus kembali seperti dulu, Danu yang punya semangat hidup."
"Assalamualaikum."
Aryo melangkahkan kakinya keluar dari rumah itu meninggalkan Danu yang sedang berkutat dengan kekesalannya.
"ARGH!"
Danu menyenggol sebuah vas bunga dan secara otomatis matanya langsung teralihkan ke sebuah sudut sofa dimana ada sebuah gumpalan tissue disana.
Dan gumpalan tissue itu berisi bercak darah, Danu memeriksa badannya karena semalam dia mabuk disini, tapi dia tidak menemukan tanda luka apapun.
"Apa Mungkin?"
•
•
•
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
moomsq
unboxing yg terlupakan Danu
2023-03-22
0
pembaca 🤟
nah ada om Aryo nih
2023-03-22
0
Tati Suwarsih Prabowi
darah perawan ajeng
2023-02-17
0