"Apa yang kau anggap baik belum tentu baik, bisa jadi itu baik dimatamu tapi belum tentu Dimata Allah, dan bisa jadi itu buruk dimatamu tapi baik Dimata Allah."
- :)
•
•
•
04.17 - Subuh.
Diajeng duduk bersimpuh dengan mukena yang dia pakai, berusaha bicara lewat hati ke hati dengan Allah atas hal yang terjadi padanya.
"Ya Allah, jika memang begini harusnya, apakah harus hamba menjalaninya, ya Allah berikanlah hamba setidaknya jawaban atas apa yang hamba hadapi."
Setelah persetujuan dari Danu, akhirnya Diajeng benar harus menikah dengan Danu pagi itu juga, Renata benar-benar sudah mempersiapkannya dengan baik.
Masih subuh begini, berbagai orang sudah ada dirumah itu mempersiapkan akad nikah secara dadakan itu.
Tok! Tok!
Diajeng berdiri dari simpuhnya kemudian berjalan membukakan pintu untuk orang yang mengetuk kamar itu.
Yah, Diajeng menginap dirumah itu dan menempati kamar tamu, disaat Diajeng membuka pintu dia mendapati Renata berdiri di hadapannya.
"Kamu habis sholat? Saya ganggu yah?" tanya Renata pada Diajeng.
"E-enggak kok, Mbak."
Renata tampak dengan seorang wanita yang membawa sebuah kotak di tangannya yang terlihat seperti tas.
"Ini Make-up pengantin kamu yah, kamu akan di make up dari sekarang."
Renata memerintahkan perias wajah itu masuk ke kamar Diajeng dan mulai merias Diajeng, Renata juga membawa satu setel kebaya syari'i untuk Diajeng.
"Mbak, bukankah menikah butuh wali, tapi ayah aku-"
Diajeng menggantung kalimatnya yang membuat Renata mengerti ucapan dan kekhawatiran Diajeng.
"Saya sudah mengurus semuanya," jawab Renata berjalan meninggalkan Diajeng dan Perias itu.
Renata berjalan ke arah ruang tamu dan mengecek persiapan yang sudah hampir selesai, Renata sendiri sudah mengantongi alamat rumah Diajeng.
"Sebelum jam enam pagi, semuanya sudah harus siap."
Renata kemudian berjalan keluar dari rumah menuju mobilnya, langit masih gelap bahkan suara sayup-sayup dimasjid masih terdengar, Renata mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah Diajeng.
Sesampainya disana, Renata turun dari mobil dan berjalan di halaman rumah Diajeng, Renata mengetuk pintu tersebut.
"Siapa sih! Subuh-subuh begini ganggu, gak tahu apa saya lagi pusing!" teriak Rusdi membukakan pintu. "Siapa kamu!"
"Anda butuh berapa juta?" ujar Renata to the point. "Lima ratus juta."
Renata menyodorkan sebuah check lima ratus juta kepada Rusdi, Rusdi yang melihat itu lantas ingin meraihnya tapi Renata mengelak.
"Harus ada syaratnya, dong."
"Apa syaratnya?"
"Anda harus menjadi wali nikah, Diajeng, anak Anda, pagi ini akad nikahnya, bagaimana?"
Rusdi terdiam, bagaimana bisa Diajeng akan menikah dengan seseorang secara mendadak, Rusdi tidak memikirkan itu yang ada di kepalanya hanya uang.
"Oke, saya bersedia," ujar Rusdi.
Renata menjulurkan tangannya. "Deal?"
"Deal!" ujar Rusdi menerima check senilai lima ratus juta itu.
Tak jauh dari sana, seorang pria dalam keadaan babak belur mendengar ucapan mereka, matanya menatap nanar dengan sembab mendengar kabar itu.
Dia adalah Damar, betapa hancurnya Damar mengetahui sang kekasih akan menikah dengan seorang pria lain.
•
"Saya ingin bicara berdua dengan Diajeng, bisa kamu keluar?"
Suara Danu yang baru saja masuk ke kamar Diajeng membuat Perias itu keluar meninggalkan Diajeng.
"Diajeng menatap kaca dimana ada pantulan Danu di belakangnya.
"Saya berharap kamu tidak menyesal, saya tidak akan bisa memberikan apa yang kamu mau."
Air mata Diajeng turun perlahan.
"Maafkan saya yang sudah membawa kamu di posisi sulit seperti ini, tapi semuanya sudah terjadi, sulit bagi saya menikahi wanita yang saya tidak cintai, begitupun kamu, tapi saya harus."
Diajeng menunduk dengan keadaan sesenggukan dan air mata memudarkan setengah riasan wajahnya.
"M-Maaf, Mas."
"Saya yang minta maaf, kamu harus menjadi istri dari saya, tapi sebelum kamu terkejut nantinya, saya ingin mengatakan bahwa saya tidak sesuai dengan ekspektasi kamu, jangan mencari kebahagiaan dengan saya, karena saya tidak akan pernah bisa mencintai kamu."
Danu menggerakkan kursi rodanya keluar dari kamar, sesampainya di ambang pintu Danu berhenti. "Satu lagi, jangan memberikan saya madu nantinya jika saya hanya mampu membalas racun, ini tidak seindah pernikahan di novel-novel Diajeng."
Semakin jatuh air mata Diajeng apalagi setelah Danu benar-benar keluar dari kamar itu.
•
•
•
TBC
Assalamualaikum
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
@bimaraZ
outhor Ritz trmsk daftar favoritku,,meskipun masih muda karyamu selalu bikin candu
semangat berkarya....
2024-12-07
1
pembaca 🤟
Thor otak mu cerdas sekali ya,,,,pinter bgt bikin karya yg bagus,, semangat 💪👍
2023-03-22
0
moomsq
daripada jadi pelacur 😄
2023-03-19
0