..."Jangan pernah goyah akan pandangan orang lain, karena kamu adalah bintang dalam kisahmu sendiri."...
•
•
•
Setelah Danu kembali tidur, Diajeng masih duduk di posisinya, ia hendak kembali tidur tapi Danu kembali menarik tangannya sehingga membuat Diajeng terjatuh ke dada Danu.
"Jangan pergi, saya takut," bisik Danu dengan mata masih terpejam.
Diajeng terdiam. Diajeng hendak bangkit kembali tetapi Danu lagi-lagi menahan tubuhnya sehingga kini wajah Diajeng bisa menatap wajah Danu yang tertidur.
"Kamu gak akan ninggalin saya kan? Renata pengen ninggalin saya, terus saya sama siapa kalau kamu juga mau ninggalin saya?"
Danu seratus persen berada diantara alam bawah sadarnya, Diajeng hanya menatap heran, entah dorongan dari mana dia mengusap rambut Danu yang lebat kemudian mengecup keningnya.
"Aku gak akan ninggalin Mas Danu, bagaimanapun kondisinya," jawab Diajeng tidur di dada Danu yang masih memeluknya erat.
Entah apa yang akan terjadi keesokan paginya jika Danu melihat kejadian ini, yang penting Diajeng hanya berusaha memberikan apa yang Danu inginkan.
Malam semakin larut, bahkan sudah sampai pada Dini hari, Diajeng membatalkan niatnya untuk sholat di persetiga malamnya.
Diajeng masih membuka matanya, dia masih dalam posisinya sebelum Danu membalikkan tubuhnya dan melepaskan pelukannya pada Diajeng.
Diajeng sudah tidak bisa tidur sekarang, dia berdiri dari duduknya, dia berjalan ke arah tasnya, dia mengambil sebuah laptop disana.
Yah, Diajeng memang memiliki sebuah laptop sewaktu dia kuliah tapi saya dia tidak bisa melanjutkan kuliahnya.
Makanya Diajeng menggunakan laptopnya untuk menulis sebuah novel dan kali ini dia ingin menuliskan kisah pernikahannya dengan Danu.
Disaat Diajeng sibuk mengetik sesuatu pada laptopnya, sayup-sayup suara azan subuh terdengar dari masjid di kejauhan.
Diajeng beranjak untuk sholat subuh, dia melangkahkan kakinya ke kamar mandi yang berada di dalam kamar untuk mengambil air wudhu.
Setelah mengambil air wudhu, Diajeng kembali ke ruangan kamar dan menggelar sajadah di samping ranjang dan mulai melaksanakan sholat subuh.
Didalam setiap tasbihnya kini ada nama Danu dan berharap kesembuhan untuk suaminya dan kekuatan untuk dirinya menghadapi sikap suaminya.
Diajeng membereskan sajadah setelah dia sholat, melepas mukenanya dan kembali ke ranjang rencananya dia tidak ingin tidur tapi rasa kantuk menyerangnya akibat ia begadang sampai subuh.
Diajeng menatap Danu yang tidur menyamping ke arahnya dengan tangan mengulur ke depan yang membuat Diajeng kehabisan tempat.
Jangan salahkan Diajeng jikalau Diajeng langsung menelusup diantara kedua tangan Danu yang membuat kini posisinya seolah dia peluk Danu.
Dan benar saja, tak lama kemudian Danu malah memeluknya dengan sangat erat.
•
"AH!"
Danu berteriak saat ia mendapati dirinya terbangun dengan memeluk Diajeng, Diajeng membuka matanya dan sudah mekinat Danu menjauh dari posisinya.
"Kamu! Kamu gak ngapa-ngapain saya kan?" tanya Danu menatap nanar Diajeng.
Diajeng mengambil posisi duduk. "Ngapa-ngapain? Oh itu?"
"I-iya itu."
"Itu apasih Mas?"
"Yang kamu bilang," jawab Danu yang membuat Diajeng paham.
"Oh itu, yah semalam kita ngelakuin anu," jawab Diajeng menggoda Danu.
"Jangan mengada-ada yah!"
"Ngada-ngada gimana, kasurnya sampai berantakan begini, kalau gak gituan yah ngapain lagi, Mas suami?"
"Ga-gak mungkin! Ah!"
Diajeng beralih berdiri kemudian berjalan ke arah cermin dan menatap wajahnya di cermin. "Bisa aja, mungkin."
"STOP!"
•
•
•
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
Puji Rahayu
kok brasa danu yg mw di perkosa...
auto ngakakkk...😃😃😃
2024-12-06
1
UTIEE
nice quote
2023-05-06
0
pembaca 🤟
mekinat,, mungkin melihat ya
2023-03-22
0