"Terdapat berbagai macam skenario dari Tuhan, tapi yang kita tahu, kita hanya bagian dari panggung sandiwara bukan penulis skenarionya."
- Anonymous.
•
•
•
Diajeng kini sudah bisa menghela napas lega saat berada di dalam mobil wanita tadi, dia tidak pernah menaruh pikiran bagaimana jadinya jika dia di jadikan wanita malam sungguhan.
"Saya, Renata, kamu siapa?" tanya wanita yang disinyalir bernama Renata itu.
Diajeng menilik ekor matanya ke arah Renata dan menatapnya yang sedang menyetir. "Di-diajeng, Mbak."
Mendengar itu membuat Renata menganggukkan kepalanya, dia kemudian menghela napas panjang sembari tetap mengendarai mobilnya.
"Serius kamu setuju dengan syarat yang akan saya berikan, ini?" tanya Renata memastikan.
Diajeng menganggukkan kepalanya, dia tidak ada pilihan lain sekarang, karena dia sudah di tolong oleh Renata.
"Syarat dari saya adalah kamu harus menjadi istri dari kakak saya, bagaimana?" ujar Renata kembali.
Mendengar itu membuat Diajeng sedikit terkejut bagaimana bisa dia langsung menjadi istri. "I-istri, Mbak?"
"Iya, kamu harus menikah dengan kakak saya, biar saya jelaskan yah kakak saya pernah kecelakaan yang membuat dia jadi lumpuh, nah tugas kamu adalah menjadi istrinya."
Diajeng terdiam sejenak, dia tidak memiliki pilihan lain, dia hanya punya dua pilihan ikut dengan Renata atau kembali ke rumahnya dan kembali ke rumahnya bukanlah pilihan untuk Diajeng.
"B-baik, aku bersedia, Mbak."
Renata tersenyum, dia kemudian kembali mengendarai mobilnya menuju rumahnya, dimana dia dan kakaknya tinggal.
•
Renata memarkirkan mobilnya di sebuah halaman rumah yang luas, rumah dengan dua tingkat bangunan membuat Renata sudah terlihat seperti orang berada.
"Ayok."
Renata turun dari mobil bersama dengan Diajeng, Diajeng sendiri masih kebingungan dia harus bereaksi apa dan melakukan apa sekarang.
Krt!
Renata mendorong pintu rumahnya sampai terbuka dan tampak seorang pria dewasa duduk di sebuah sofa tepat diruang tamu yang terhubung langsung dengan pintu utama.
"Darimana saja, kamu?" tanya pria itu yang membuat Renata menghela napas panjang kemudian berjalan ke arah pria itu.
"Kak Danu belum tidur?" tanya Renata menyimpan tasnya di meja yang ada di hadapan Danu. "Obatnya udah diminum?"
"Kakak tanya, kamu darimana?"
"Lembur kak, tadi ada problem di mainframe kantor jadi harus ngurus itu dulu, oh iya kak, ini Diajeng," jawab Renata kemudian memperkenalkan Diajeng kepada Danu.
"Terus?"
"Dia calon istri kakak," jawab Renata yang membuat Danu mengangkat alisnya.
"Jangan bercanda!" Danu menggerakkan sedikit tubuhnya untuk naik ke kursi roda.
Walaupun lumpuh, Danu bukanlah pria yang tidak bisa melakukan apa-apa, dia bisa mandiri untuk kembali ke kursi roda sendiri.
Setelah kembali ke kursi rodanya, Danu menggerakkan kursi rodanya meninggalkan Renata dan Diajeng di ruangan itu.
"Diajeng, tunggu yah, saya temuin Kak Danu dulu," ujar Renata berjalan menyusul kakaknya.
Danu sudah masuk ke dalam kamarnya yang terletak di samping tangga menuju lantai dua rumah itu, Renata masuk ke dalam sana.
"Kak, dengerin Renata dulu," ujar Renata berjalan ke arah kakaknya.
"Apa! Kamu udah gak mau ngurus kakak? Kalau kamu gak mau yaudah gak usah!"
Renata menghela napas panjang. "Bukan begitu kak, aku tuh sayang sama kakak, tapi aku harus ke luar negri buat ngurus perusahaan peninggalan Papa di sana, dan aku gak bisa ninggalin kakak sendirian."
"Kakak udah bilang, kalau kamu gak mau ngurus kakak, gak usah!"
"Terus aku ninggalin kakak disini? Gak lah kak, tolong yah kak, Diajeng itu wanita baik-baik, oke emang aku baru kenal dengan dia tapi aku yakin feelingku gak akan pernah salah."
Danu terdiam, dia memejamkan matanya perlahan. "Kamu yakin? Kakak gak akan menjamin dia akan bahagia."
Renata tahu betul keras kepala kakaknya itu, Renata meraih tangan kakaknya. "Gak akan ada siapapun yang bisa menghakimi kondisi fisik kakak, percaya sama aku."
Danu memejamkan matanya sejenak. "Oke, kakak setuju."
•
•
•
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
pembaca 🤟
fav langsung 👍👍
2023-03-22
1
moomsq
seru dey... 😍😍
2023-03-19
0
Tati Suwarsih Prabowi
saya udah sering baca karyamy dek...
2023-02-16
0