..."Tidak harus Good People kalau untuk jadi Wise People."...
...- Kalimat dari coretan kamar mandiku....
•
•
•
"Mas?"
"Mas belum tidur kan?"
Danu masih sangat sadar dengan hal, dia masih belum benar-benar pingsan dan dia masih bisa mendengar suara-suara lain.
"Kita sudah di surga?"
"Surga terus ih! Gak, Mas gak akan masuk surga, Mas tuh dah ada Tiket jalur VIP di neraka jadi Mas sekarang belum kemana-mana," jelas Diajeng merasa kesal apalagi kini dia terjebak macet padahal rumah sakit tinggal berjarak beberapa meter di depannya.
PIT!
Diajeng menekan klakson tapi hasilnya nihil, kendaraan dihadapannya tidak bergerak sedikitpun, setelah Diajeng teliti ternyata ada kecelakaan didepan sana yang membuat lalu lintas menjadi kacau.
"Kalau kelamaan, Mas Danu bisa makin parah," jelas Diajeng pada dirinya sendiri.
Dengan kemampuannya, Diajeng memilih nekat, dia menggendong Danu di punggungnya dan berjalan ke arah trotoar, bisa dibayangkan bahwa kini Diajeng sedang berusaha keras menuju rumah sakit.
Rumah sakit sudah keliatan didepan, tapi karena bobot badan Danu yang lumayan berat membuat Diajeng kesulitan.
"Diajeng, pas di ruangan itu kamu bilang sesuatu ke saya kan?" Danu tampak dengan suara tidak jelas dan mengigau.
"Apa?"
"Kamu bilang, kamu cinta sama saya, kan?"
"Kalau itu bisa bikin kesadaran Mas Danu terjaga, iya aku cinta sama Mas Danu," jawab Diajeng berusaha keras berjalan dengan cepat.
"Saya juga cinta sama kamu."
PIt!!!
PIt!!!
Diajeng tidak bisa mendengar apa yang diucapkan Danu karena suara klakson motor yang menganggu pendengarannya.
"Apa?" tanya Diajeng kembali.
"Saya juga cin-"
"Nanti Mas, kita sudah sampai di rumah sakit," jawab Diajeng saat kini dia sudah berada di depan rumah sakit.
Diajeng langsung membawa Danu masuk dan memanggil beberapa tenaga medis yang langsung membantu Danu ke ruangan rawat.
Menurut dokter yang menanganinya, Dane mengalami kedinginan dan dehidrasi hebat karena sudah satu setengah jam terkurung di ruangan dengan suhu yang tidak wajar dengan kondisi manusia.
Diajeng hanya diam seribu bahasa, mungkin karena kekuatan ingin menyelamatkan Danu membuat dia merasa kuat tapi setelah Danu tertolong, Diajeng malah jatuh pingsan karena kehabisan tenaga.
•
Diajeng membuka matanya sesaat dia tidak sadar sudah berapa lama dia pingsan, dia merasakan bahwa kepalanya berat sekali, saat sampai di rumah sakit, jam sudah menunjuk pukul empat sore dan kini sudah jam delapan malam, sekitar empat jam Danu pingsan.
Belum habis Diajeng melihat sekeliling, Diajeng harus dikejutkan dengan sekelompok wartawan yang memaksa masuk ke ruangannya.
"Nyonya Artonegoro, bagaimana kondisi Nyonya?" tanya seorang wartawan.
Diajeng mendelik, apa maksud dari semua ini, dan dia sadar, berita tentang Kecelakaan yang menimpa dirinya dan Danu pasti sudah tersebar apalagi Danu sudah memiliki nama besar di muka publik sebagai CEO Perusahaan besar.
"Bagaimana kondisi Nyonya, apakah Nyonya Artonegoro dan Tuan Artonegoro terkunci karena perbuatan orang yang tidak suka dengan nyonya?"
Diajeng diam, dia mematung, tak lama kemudian, Glen masuk dan mengusir sekelompok wartawan itu meninggalkan kamar Diajeng.
Diajeng masih mengumpulkan seluruh kesadarannya dan mencoba melihat sekitar.
"Maaf nyonya, maaf atas kejadian ini, saya tidak sadar kalau wartawan itu bisa menemukan ruangan rawat nyonya," jelas Glen meminta maaf.
"Glen?"
"Iya, nyonya, saya Glen, ada yang bisa saya bantu?"
"Dimana, Mas Danu?"
"Tuan, Tu-Tuan Artonegoro," Glen diam, dia tidak melanjutkan kata-katanya.
•
•
•
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
moomsq
ada sesuatu ini.. curiga ke siapa yaa?
2023-03-22
0
Andriyati
kok aku curiga sana glen ya,, ada sesuatu kayaknya gt
2023-01-09
3
Yunia Afida
semoga danu gpp
2022-12-29
0