..."Didalam hidup ada dua opsi presepsi, menjadi pemeran cerita atau pemerhati cerita."...
...- Anonymous...
•
•
•
Ruang Akad.
Renata berjalan ke arah Diajeng, dia memegang kedua pundak Diajeng dan memberinya kode agar Diajeng kembali ke posisinya semula.
Diajeng menyeka air matanya, kemudian berjalan kembali ke kursinya bersama Rusdi untuk melanjutkan akad nikah mereka.
Diajeng duduk di kursi samping Danu, Danu tidak mengatakan apapun, dia hanya berekspresi datar karena kejadian tadi, dia sendiri tidak menampik ini semua adalah pernikahan diatas kertas.
Tamu undangan hanya diam saja, atitude bagus dari mereka tidak ada bisik berbisik walaupun Renata tahu kejadian ini akan menjadi bahan pembicaraan dari mulut ke mulut.
"Baik, kita ulang kembali yah, silakan Pak Rusdi," ujar penghulu tersebut memberikan mic kepada Rusdi.
"Saudara Ardanu Halim Artonegoro binti Halim Hartawan, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak saya, Diajeng Putri Dreantama binti Rusdi Dreantama dengan mas kawin berupa .... Dengan seperangkat alat sholat dibayar tunai!"
Danu menghela napas panjang dengan tangan dingin menjabat tangan Rusdi.
"Saya terima nikah dan kawinnya, Diajeng Putri Dreantama Binti Rusdi Dreantama dengan mas kawin berupa ... Dan seperangkat alat sholat dibayar TUNAI!"
"Bagaimana, para saksi?"
"SAH!"
"Alhamdulillah."
Semuanya menundukkan kepala membaca doa bersama atas jadinya pernikahan yang mengesahkan keduanya sebagai pasangan suami istri.
Danu membuka sebuah kotak cincin dan memasangkan cincin kepada Diajeng begitupun sebaliknya, Danu beralih mencium kening Diajeng sebelum Diajeng mencium tangan Danu.
Sebuah pernikahan diatas kertas atas sebuah keterpaksaan kembali terjadi diantara mereka berdua.
•
22.15 - Kamar Pengantin.
Diajeng duduk di ranjang kamar mereka dengan Danu yang duduk di ranjang juga dengan punggung berpangku pada punggung ranjang.
"Diajeng," panggil Danu pelan.
Hawa dikamar itu berubah drastis karena kecanggungan diantara keduanya, walaupun AC menyala rasanya Diajeng merasakan gerah.
"Iya, Mas."
"Saya tahu rasa canggung kamu, walaupun saya mau, saya tidak akan bisa menunaikan hak saya sebagai suami, selain lumpuh saya adalah seorang pria impoten."
Diajeng diam, betapa buruknya beban yang dibawah oleh pria satu ini yang sudah sah menjadi suaminya, Diajeng membalikkan badannya kemudian menatap Danu.
Danu balas menatapnya, kedua manik mata hitam merona itu saling bersitatap dalam keinginan yang salah.
"Lantas?"
"Apa lagi yang kamu pertanyakan, saya tidak akan bisa memberikan sebuah kebahagiaan untuk kamu karena saya adalah pria yang tidak sempurna."
"Aku gak tahu Mas," jawab Diajeng pelan.
"Saya tahu keraguan kamu, daripada kamu bersama saya sedang ada pria lain yang menanti cintamu, saya harap kamu tidak bertahan, setelah Renata pergi ke luar negri nanti saya akan menceraikan kamu dan kamu bisa bebas."
Diajeng terdiam.
Rasanya dia berat untuk berkata-kata lagi, rasanya dia tidak tahu harus bagaimana lagi berekspresi.
"Kenapa, Mas akan melakukan itu?"
"Karena yang ada di dalam hati kamu itu pria lain, memang saya yang halal menghapus setiap air mata kamu, tapi apakah pantas saya menjadi suami dari istri yang mencintai orang lain?"
"Maaf, Mas."
"Tidak ada takdir yang salah Diajeng, hanya saja kita yang tidak bisa bertahan," Danu memberikan sebuah bantal dan selimut kepada Diajeng. "Malam ini kamu tidur di sofa, saya tidak ingin seranjang dengan kamu."
Diajeng menerima bantal dan selimut itu kemudian berdiri dari duduknya.
•
•
•
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
moomsq
semangat Diajeng
2023-03-19
1
Far~ hidayu❤️😘🇵🇸
bin
2023-02-11
0
bunda endang
Danu ngomong cerai bgtu
apa itu sdh termasuk TALAK ?
2023-01-29
1