..."Mengerti akan arti kesempurnaan adalah sebuah kesempurnaan."...
...- Anonymous....
•
•
•
"Selamat siang, Tuan Artonegoro," sapa seorang satpam yang sedang berjaga di depan pintu utama kantor Danu.
Memanggil atasan dengan panggilan nama bslakangnya sudah menjadi kebiasaan bagi dunia pekerjaan seperti yang terjadi pada Danu yang biasa disapa Artonegoro.
Danu tidak menghiraukannya, dia hanya memasang ekspresi datar sembari Diajeng mendorong kursi rodanya masuk ke dalam.
Sesampainya didalam staff kantor langsung berdatangan menyambut kehadiran Danu, CEO Perusahaan msreka.
Disaat penyambutan itu, seorang cleaning servis berjalan tergopoh-gopoh mendatangi Danu ingin ikut menyambutnya tapi dia malah terjatuh di hadapan Danu.
Melihat itu membuat Glen mengode cleaning servis wanita itu untuk segera menjauh namun Diajeng langsung menahannya.
"Tunggu!"
Semuanya terdiam, termasuk cleaning servis wanita itu karena dia tahu bahwa Diajeng adalah istri CEO di perusahaan ini.
Diajeng melangkahkan kakinya ke arah cleaning servis itu dan menatap serius dirinya. "Kamu gapapa?"
Cleaning servis wanita itu menundukkan kepalanya kemudian menganggukkan kepalanya.
"Kamu pucat, kamu belum makan?"
Tidak ada jawaban, Diajeng beralih menatap Glen yang merupakan penanggung jawab disana selagi Danu tidak dikantor.
"Glen!" panggil Diajeng yang membuat Glen berjalan ke arah Diajeng.
Danu tidak bisa mencegah karena yang sudah Renata atur, Diajeng memiliki hak yang sama dengan Danu dalam terms sebagai istri seorang CEO.
"Kenapa karyawan disini semuanya agak pucat yah, apakah mereka tidak disediakan makan siang oleh pihak kantor?"
Glen terdiam. "Disediakan, Nyonya."
"Lantas? Kenapa bisa kejadian begini?"
"Peraturan dikantor sudah menuliskan bahwa selagi pekerjaan tidak selesai, tidak ada yang boleh mengambil istirahat walaupun sudah masuk istirahat," jawab Glen.
Diajeng terdiam, peraturan macam apa itu, ini sama saja menindas apa yang sudah menjadi hak seorang pekerja.
"Siapa yang membuat peraturan ini?"
"Tu-Tuan Artonegoro," jawab Glen yang membuat Diajeng menatap Danu suaminya.
Danu membuang muka malas meladeni tatapan mata istrinya yang bak elang menusuk dirinya.
Diajeng menghela napas kemudian berpikir sejenak.
"Dengar Glen, saya mau kalian semua istirahat makan siang dulu karena ini sudah lewat jam makan, siang mengenai peraturan tentang ini saya akan obrolkan bersama suami saya dan ipar saya, kalian bisa bubar saja," ujar Diajeng yang membuat semuanya bubar untuk mengambil istirahat.
"Glen! Kamu sudah makan siang?" tanya Diajeng yang membuat Glen mengangguk.
Diajeng kemudian meminta Glen kembali melanjutkan apa yang harus Danu pantau di kantor ini sehingga membuat Danu harus naik lift dulu untuk ke lantai dua.
"Saya naik, Tangga darurat saja Nyonya, Tuan," ujar Glen yang membuat Diajeng mengangguk.
Diajeng menekan tombol lift yang membuat pintu lift itu tertutup dan bergerak naik.
"Maksud kamu apa, merubah peraturan yang saya buat?"
"Kamu boleh arogan dan kejam Mas, tapi jangan sampai lupa atas hak-hak orang lain."
"Maksud kamu?" tanya Danu pada Diajeng yang berekspresi serius.
"Mereka pekerja kamu, mereka bekerja untuk kamu."
"Saya membayar mereka, Diajeng!"
"Tapi bukan itu hal utamanya, Mas, kalau kamu gak bisa memperlakukan mereka dengan baik setidaknya perlakukan mereka seperti manusia, jadilah manusia yang memanusiakan manusia lainnya," jawab Diajeng yang membuat Danu merasa tertampar.
Obrolan mereka terhenti saat pintu lift terbuka dan Glen sudah menunggu mereka, Diajeng lanjut mendorong kursi roda Danu menuju ruangan kerja Danu dimana disanalah Glen akan menjelaskan perkembangan terbaru tentang perusahaan mereka.
•
•
•
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
moomsq
peraturan yg aneh
2023-03-20
1
yukmier
rombak semua aturan yg berbau2 penindasan karyawan ,jeeng...😍😍😍
2023-02-27
1
Tati Suwarsih Prabowi
betul itu jeng...jangan mentang2 pimpinan perusahaan byat aturan yg tdk manusiawi
2023-02-17
0