..."Bagian dari dalam hidup yang harus kita ketahui adalah cara untuk mengetahuinya."...
...- Coretan Dapur....
•
•
•
Diajeng terdiam mendengar ucapan dari Danu, mungkin dia salah dengar atau dia memang mendengar apa yang isi kepalanya pikirkan.
"Mari bercerai, Diajeng."
Diajeng diam saja, apa maksud dari ucapan Danu sekarang, bagaimana mungkin mereka bercerai sedangkan mereka baru menikah kemarin.
"Mas! Mas ngomong apasih? Cerai apa! Bangun sini, Mas ngapain juga di lantai," jawab Diajeng membantu Danu berdiri dan duduk di ranjangnya.
"Saya, serius!"
"Maksudnya?"
"Saya, ingin kita bercerai, saya tidak bisa menjalankan pernikahan ini lagi, jika kamu memang menginginkan saya bahagia, berikan saya peluang untuk sendiri!"
Diajeng diam terpaku, dia masih dengan rasa dalam sekejap yang membuat dirinya menjadi bimbang dan ragu.
"Apakah hal ini, bisa membuat Mas Danu senang?"
"Jelas, saya menginginkan hal ini, saya rasa kamu pun sama," jawab Danu yang membuat sebuah duri menusuk dalam hati Diajeng.
Rasanya, Diajeng sudah kehilangan kemampuannya untuk berdiri saat itu, sehembus angin menerpa mereka.
Kedua manik mata itu saling berhubungan, haruskah Diajeng menyerah sekarang? Padahal dia baru berjuang satu hari.
"Aku gak mau kita cerai, tapi kalau memang Mas ingin waktu untuk sendiri, aku siap pergi dari rumah Mas Danu," jawab Diajeng pada Danu.
Danu menatap Diajeng dalam. "Kenapa kamu keras kepala, saya sudah mengatakan bahwa jangan memberikan saya sebuah madu jika saya hanya bisa membalas racun."
"Lantas? Aku harus bagaimana Mas?"
"Saya sudah bilang, saya ingin bercerai!"
"TAPI AKU GAK MAU!"
Suara tinggi Diajeng membuat Danu terdiam rasanya Danu seperti melihat sosok berbeda dari Diajeng yang biasa dia lihat.
"Pernikahan itu bukan mainan Mas, bagiku pernikahan itu adalah sekali seumur hidup, bukan untuk berkali-kali mungkin bagus Mas sama, tapi tidak bagi aku!"
"Apa yang kamu tahu, soal pernikahan, Huh? Saya lebih tahu dari apa yang kamu tahu!"
"Tapi Mas gak pernah sadar bahwa Mas itu berjalan diantara masa lalu dan masa sekarang, kalau memang Mas ingin berpisah untuk sementara, aku akan pergi dari rumah tapi aku tidak akan menerima perceraian apapun dari Mas," jawab Diajeng berjalan keluar dari ruangan Danu.
•
01.32 -
Bermodal sisa modal yang diberikan Renata, Diajeng menyewa sebuah apartemen untuk dia tempati karena tidak mungkin baginya kembali ke rumah lamanya dan tinggal bersama ayahnya.
Kini Diajeng sedang berada di kamar membereskan bajunya, jika harus pisah rumah untuk sementara, Diajeng tidak mengapa asal jangan ada kata perceraian.
Diajeng sudah satu setengah jam di dalam kamar sementara Danu berada di ruang tamu entah apa yang dia lakukan disana.
Setelah membersihkan pakaiannya, Diajeng berjalan ke ruang tamu bermaksud untuk pamit kepada Danu.
Lagipula Diajeng masih memiliki satu janji untuk meneruskan restoran milik mertuanya.
Sesampainya di ruang tamu, Diajeng melihat Danu sedang duduk sempoyongan ditangannya ada sebotol alkohol dan Diajeng yakin Danu sedang mabuk sekarang.
"Mas! Kamu apa-apaan sih!" teriak Diajeng meraih botol tersebut.
Danu mengangkat kepalanya kemudian menarik tangan Diajeng sehingga membuat Diajeng jatuh ke arah Danu.
"Kamu yang apa-apaan!" bisik Danu pada Diajeng.
Dengan cepat Danu langsung membalikkan tubuh Diajeng sehingga membuat Diajeng tertidur di sofa dan dengan pelan Danu menindihnya.
"Mas! Sadar-"
Diajeng tidak bisa berkutik saat ciuman ketiga itu datang kembali, Diajeng bisa merasakan bau alkohol dari dalam mulut Danu.
Satu yang membuat Diajeng terkejut, ada sesuatu yang bangkit dari area sensitif Danu yang membuat Diajeng berpikir bahwa.
"Mas Danu, bukan pria impoten?" tanya Diajeng pada hatinya sendiri.
•
•
•
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
moomsq
seru.. 21+ ke atas dey 🤭🤭
2023-03-22
1
Yunia Afida
tar apa ada kejadian 21+terus diajeng hamil
2022-12-29
1
Herlan
mungkin danu memang tidak impoten
2022-12-12
0