..."Jangan pernah mengalah oleh takdir yang belum pernah kamu jalani."...
...- Anonymous....
•
•
•
Diajeng hendak melangkah kakinya ke sofa yang ada di kamar itu tapi langkahnya terhenri dan membalikkan badannya.
Diajeng melempar bantal dan selimut itu ke samping Danu dan duduk disamping Danu di ranjang itu.
"Saya bilang kamu tidur di sofa, Diajeng."
"Nyonya Danu, itu namaku Mas, aku berhak atas hidupmu dan segala hal yang berkaitan dengan suamiku, kau memang diktator dalam hidupmu tapi tidak semua orang bisa kau atur itu termasuk diriku."
Diajeng mengambil posisi tidur di samping Danu, Danu yang melihat itu mendelik dia meraih bahu Diajeng yang membuat Diajeng membalikkan badannya.
"Sejak kapan kamu mulai berani? Bukannya kamu adalah wanita penuh air mata?" tanya Danu.
Diajeng segera bangkit dari tidurnya kemudian duduk di samping Danu, dia menarik wajah Danu dan menangkup sedikit wajahnya.
"Sejak aku menjadi istri Tuan Danu."
"Cih!"
"Aku sedang bersikap seperti seorang istri, jadi Mas juga harus bersikap seperti seorang suami, aku harap aku bisa bertahan."
"Bagaimana, kalau saya yang membuat kamu menyerah?"
"Menyerah?"
"Menyerah menjadi istri seorang Danu," jawab Danu serius.
"Aku menunggu saat-saat dimana dirimu berusaha, Mas, lebih baik sekarang kita tidur, karena besok adalah hari pertamaku menulis cerita pernikahanku dalam sebuah buku bertajuk Istri Seorang Danu.
Diajeng kembali ke posisi tidur, Danu masih dengan posisinya, dia terdiam sejenak kemudian kembali menyusul tidur.
Mereka berdua tidur di ranjang yang sama walaupun sedikit terpisah jarak karena memang keduanya belum cukup akur.
•
01.24 - Dini Hari.
"Argh!"
Diajeng terbangun dari tidurnya saat merasakan pergerakan disampingnya, yah Danu tampaknya mimpi buruk seperti dibayang-bayangi sesuatu yang membuat Diajeng langsung panik.
"Mas?"
Keringat dingin membasahi tubuh Danu yang membuat Diajeng langsung menaikkan suhu AC karena rasa gerah, Diajeng menyibakkan selimut Danu yang membuat seluruh tubuh Danu terlihat olehnya.
Tuan Impoten satu ini tampaknya ada di fase dimana hasrat dan gairahnya tidak bisa tersalurkan dengan benar ditambah kondisi lucid ****** membawa dirinya dalam mimpi buruk yang membayangi dirinya.
"Mas Danu?"
"Argh! Saya tidak berguna, Diajeng!" teriak Danu masih memejamkan matanya.
Melihat itu Diajeng berinisiatif memeluk Danu yang membuat Danu bangkit dari duduknya dan menatap Diajeng perlahan.
Seolah tidak sadar apa yang dia lakukan, Danu hanya menatap Diajeng datar. "Saya bukan suami yang berguna, saya lumpuh, saya impoten dan saya, saya rasa kamu tidak layak atau mungkin saya yang tidak layak."
"Saya kira saya bisa menindas kamu, tapi kamu adalah seorang istri yang tidak bisa ditindas, saya marah Diajeng!" lanjut Danu dengan kesal.
"Siapa bilang Mas tidak berguna, Mas Danu itu spesial di mata yang tepat dan dimataku Mas Danu adalah Mas Danu dan tidak yang berhak menghakimi kondisi Mas Danu."
Hening sesaat.
Dan seketika diantara sadar dan tidak sadar Danu langsung memeluk Diajeng erat yang membuat Diajeng terdiam.
"Saya marah sama diri saya dan saya marah sama kamu, biarkan saya memeluk kamu sebentar agar marah saya bisa hilang," bisik Danu lembut. "Saya benci pernikahan ini, Diajeng."
Rasa Denial memenuhi sanubari Danu yang memuncak dalam kata-kata yang sulit dia artikan sendiri.
Danu melepas pelukannya dan langsung mencium Diajeng singkat, singkat tapi ciuman itu berbekas dalam yang membuat Diajeng terdiam sesaat.
Tak lama kemudian Danu tumbang dan tertidur kembali, mungkin keesokannya dia tidak akan menyadari apa yang terjadi malam ini akibat syndrome lucid dream yang dia alami.
Entah apa dan bagaimana, bahkan Diajeng sendiri tidak memahami apa yang terjadi kepada Danu malam ini.
•
•
•
TBC
Assalamualaikum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
Dyah Oktina
maksutnya rasa daniel?????apa ada orang lain????
2024-01-04
0
moomsq
syndrome lucid acid???
2023-03-20
0
Yunia Afida
ini kisah danu anak Agnes dan halim ya
2022-12-28
1