..."Pasangan ideal adalah pasangan yang memiliki pikiran bersama bukan untuk berpikir sama."...
•
•
•
"Mau aku ceritain gak?" tanya Diajeng berjalan ke arah Danu.
Danu tidak menjawab dia hanya dia mematung memeriksa semua anggota tubuhnya karena dia mulai terintervensi oleh kalimat Diajeng yang membuat integritas yang dia bangun sejak awal perlahan jatuh.
"Kemarin tuh Mas Danu tiba-tiba meluk aku, terus Mas Danu cium aku dan Mas Danu paksa aku bu-"
"STOP!"
Diajeng tidak melanjutkan kalimatnya Danu memotongnya yang membuat Diajeng tersenyum sini. "Nah itu, Mas!"
"Kemarin aku udah bilang, Stop Mas! Stop! Mas gak mau denger malah Mas maksa aku buat ngelakuin itu," lanjut DIajeng.
"Lakuin apa!"
"Lakuin apa yang dilakukan di malam pertama, dan Mas nyuruh aku buat-"
Lagi-lagi kalimat Diajeng menggantung karena Danu langsung menarik tangannya yang membuat Diajeng langsung terjatuh ke arah ranjang.
Untung saja tangan Diajeng langsung sigap menahan tubuhnya sehingga membuat Diajeng tidak jatuh menimpa Danu yang menariknya.
Tapi akibat hal itu kini kedua wajah mereka saling bertatapan, wajah yang sama-sama kembali canggung itu kembali beradu ibarat beradu argumen dasar.
Manik mata DIajeng bahkan menelusuk masuk ke dalam pandangan Danu ke arahnya.
"Saya bilang STOP!"
"Yaudah sih, lagipula kemarin kita juga gak ngelakuin apa-apa," jawab Diajeng beranjak berdiri. "Maksudku, belum."
Diajeng berjalan ke arah lemari mengambil baju ganti untuk Danu kemudian menaruhnya di ranjang. "Mandi sendiri atau dimandiin?"
"Saya bisa mandi sendiri!" jawab Danu yang membuat Diajeng memberikan jempolnya karena dia duluan yang ingin ke kamar mandi.
•
Diajeng kini mendorong kursi roda Danu ke teras rumah, karena sekarang mereka ingin melepas kepergian Renata yang akan mengurus perusahaan di luar kota.
"Diajeng, aku mau ngobrol bentar," ujar Renata menarik tangan Diajeng masuk ke dalam rumah.
Diajeng mengikuti Renata sampai di rumah tamu, setibanya di ruang tamu Diajeng hanya diam melihat Renata mengeluarkan sesuatu.
"Sebelum aku pergi, aku cuma pengen nitip Mas Danu baik-baik yah, dia agak keras aku harap kamu bisa mengerti sifat dia, setiap hari Kamis dan Jumat dia akan ke kantor untuk memantau perusahaan di Indonesia, dan aku harap kamu bisa mengantar Mas Danu kemanapun dia butuh kamu," ujar Renata memberikan sebuah map yang dia keluarkan tadi kepada Diajeng. "Dan ini."
"Ini apa, Mbak?" tanya Diajeng kepada Renata.
"Ini itu sertifikat sebuah restoran peninggalan Mama aku, Agnes Place, semenjak Mama menetap di Australia karena Papa aku sakit, gaada yang ngurus restoran ini dan Papa juga udah harus rawat disana, aku harap kamu bisa meneruskan usaha restoran ini."
Diajeng menerima sertifikat itu, dia menimang dirinya jauh, apakah dia pantas untuk mengembang tugasnya untuk meneruskan restoran peninggalan mertuanya.
Sebenarnya restoran ini juga di kelola oleh Tante aku, tapi setelah Tante meninggal, Mama merasa sedih, dan akhirnya Mama dan Papa ke Australia dan menyerahkan hak perusahaan kepada aku dan Mas Danu yang sudah dewasa saat ini."
Diajeng kira, kedua orang tua Danu dan Renata sudah meninggal tapi ternyata mereka di luar negri karena medis di luar negri lebih canggih untuk perawatan papa mertuanya.
"Emang Papa Mas Danu dan Mbak Renata sakit apa?" tanya Diajeng.
"Papa sakit jantung koroner, sama kayak Tante aku, Tante Glenda, Tante Glenda juga jantung koroner tapi takdir membuat Tante Glenda meninggal, maka dari itu Mama aku gak mau Papa bernasib sama dan memilih melanjutkan pengobatan di luar negri," jelas Renata.
Setidaknya Diajeng sedikit tahu, apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarga ini.
•
•
•
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
Fitrianti
lanjut thor jd pensran
2023-06-07
0
moomsq
owalahh anaknya Halim & Aģnes yaaa, trus kk²nya Agnes apa kbr tuch?? Penjaga Agnes toch
2023-03-20
2
Endah Pratiwi
oo jd halim sama agnes di luar negara, glenda udah meninggal, trus sodara agnes yg lain mana?
2023-01-02
2