..."Belajar kesempurnaan adalah ketidaksempurnaan."...
•
•
•
Diajeng sudah setengah jam meminta tolong, suhu ruangan pendingin juga sudah semakin dingin, rasanya lelah menyerang yang membuat Diajeng menyerah dan duduk di samping kursi roda Danu.
"Udah jam tiga, aku belum sholat asar lagi," keluh Diajeng yang membuat Danu menatapnya malas.
"Pikirin tuh cara keluar, bukan kamu bisa sholat apa gak!"
"Justru sholat itu Mas, kalau kita sholat kita bisa diberi kemudahan, udah salah Ngotot lagi," jawab Diajeng menekuk kakinya karen memang ruangan itu sudah sangat dingin.
Melihat itu membuat Danu melepas jasnya kemudian melemparkannya ke arah Diajeng. "Pake."
"Nanti Mas dingin juga, loh."
"PAKE DIAJENG! Kalau kamu kenapa-napa bisa habis saya di omelin sama Renata," jawab Danu yang membuat Diajeng memakai jas itu.
Suhu ruangan pendingin itu memang sudah sangat dingin, bahkan Diajeng saja sudah sangat kedinginan, sedangkan Danu mungkin karena sikapnya yang sudah dingin makanya dia kebal.
Diajeng masih berusaha menelepon seseorang tapi hasilnya masih nihil karena sinyal tidak ada.
"Mas," panggil Diajeng.
"Hm!"
"Dingin Ga? Atau mau aku peluk?"
"Gak usah!" jawab Diajeng pada Danu.
"Jangan ngomong kosong kamu!" ujar Danu.
"Terus kita mau ngapain?"
"Yaudahlah kamu habisin aja coklat itu sampai Glen sadar kalau kita kekunci di ruangan pendingin," jawab Danu.
Diajeng hanya bisa melengkungkan bibirnya keatas dan cemberut yang membuat Danu agak senang melihatnya.
Tak lama kemudian suasana sudah semakin dingin, bahkan Danu yang tadi kuat tampak mulai lemas.
"Mas!" Diajeng bangkit dan melihat Danu.
Danu sudah pucat dengan bibirnya yang agak memutih akibat dingin, bahkan tangannya sudah agak biru.
BRAK!
Danu terjatuh dari kursi rodanya dikarenakan dia tidak sanggup lagi menopang tubuhnya, melihat itu membuat Diajeng bergerak ke arah Danu memeluk Danu.
"Mas? Kamu gapapa?"
Danu masih sadar dia tidak membalas pertanyaan Diajeng, Diajeng kemudian memeluk Danu ala koala dan menyelimutinya dengan jas Danu.
"TOLONG!"
"Saya ngantuk Diajeng! Jangan berisik!" bisik Danu lemas.
Air mata Diajeng jatuh, dia dilanda kepanikan karena kondisi Danu kian parah, bahkan dia sudah sangat menggigil sekarang.
"Buka mata Mas! Pas sampai rumah Mas boleh tidur, jangan sekarang," jawab Diajeng menempelkan keningnya ke kening Danu.
Akibat hal itu air mata Diajeng menetes ke wajah Danu yang membuat Danu menatapnya. "Kamu menangis?"
"Karena Mas Danu!" jawab Diajeng masih menangis.
"Bodoh! Saya mau tidur," jawab Danu semakin lemas.
Diajeng semakin mempererat pelukannya kepada Danu. "Mas mau tahu apa yang terjadi di malam pertama kita?"
Diajeng sengaja ingin bercerita agar Danu bisa menjaga kesadarannya. "Mas Danu mengigau terus meluk aku, iya kita ciuman malam itu dan Mas Danu bilang jangan tinggalin Mas."
"Aku pikir, aku juga mau ninggalin Mas, tapi melihat kejadian malam itu, aku gak akan mungkin ninggalin Mas, bagaimanapun caranya dalam kondisi apapun."
Danu diam, dia masih membuka matanya, kini hidung Diajeng dan Danu saling bersentuhan sehingga memangkas jarak diantara mereka berdua.
Suhu ruangan yang semakin dingin membuat keduanya semakin mempererat pelukan masing-masing, bahkan Diajeng merasakan bahwa kakinya sudah mati rasa tapi yang ada dikepalanya adalah keadaan Danu.
"Jangan tinggalin aku Mas, Mas bisa, Mas kuat kok, kalaupun ada yang harus pergi, itu aku kan, lantas kenapa Mas yang pergi duluan?" bisik Diajeng.
"Kamu bercanda bukan? Ini kalimat penghibur sebelum saya menemui sang pencipta bukan?" ujar Danu yang membuat Diajeng menatapnya nanar.
"Aku cinta, sama Mas Danu," bisik Diajeng pelan.
"Sa-saya cin-"
Danu tidak melanjutkan kalimatnya karena dia sudah mendorong kepalanya sehingga membuat bibirnya bersentuhan dengan bibir Diajeng dan mereka berdua saling berciuman.
Tidak sesingkat malam itu, tapi setelahnya Danu sudah tidak sadarkan diri yang membuat Diajeng kembali panik.
•
•
•
TBC
Assalamualaikum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
moomsq
deg²an ehhh bacanya
2023-03-22
0
Musniwati Elikibasmahulette
ternyata takut juga sama Renata 🤣😂🤣😂🤣😂
2022-12-27
0
Cherry🍒
ngakak hahahahhaaaa emang bisa gitu ya mas
2022-12-21
0