..."Memahami arti sebuah pernikahan adalah belajar dalam penolakan."...
...- Anonymous....
•
•
•
"Mas Danu?" Diajeng berjalan membawa sebuah piring berisi makanan dan obat untuk Danu.
Diajeng berjalan keluar dari dapur menuju ruang tamu untuk mencari keberadaan Danu tapi dia tidak menemukan Danu disana.
"Mas?"
Tidak ada jawaban dari Danu yang membuat Diajeng melangkahkan kakinya keluar dari rumah dan melihat Danu di teras rumah.
"Mas, makan dulu," Diajeng duduk di kursi yang ada di samping Danu.
Danu hanya diam, melirik Diajeng sejenak kemudian membuang mukanya. "Gak."
"Makan," jawab Diajeng menaruh piring di meja yang ada disana.
Danu membalikkan kursi rodanya membelakanginya Diajeng, Diajeng yang melihat itu langsung membalikkan kursi roda tersebut menghadap ke arahnya.
"Makan Gak! Gak makan aku nih yang makan," ancam Diajeng asal. "Buka mulutnya."
Danu membuang mukanya, Diajeng menaruh piring itu kembali ke meja dan menangkup wajah Danu dengan kedua tangannya.
"Mas Danu, Ahh-"
Diajeng membuka mulutnya yang secara reflek Danu mengikutinya, dan tanpa sadar kini Diajeng sudah menyuapi makan kepada Danu.
"Nah, gitu dong makan," ujar Diajeng kembali menyuapi Danu dan Danu masih diam saja menuruti Diajeng.
Diajeng menyuapi Danu makannya, sampai akhirnya habis, Diajeng memberikan gelas berisi air putih kepada Danu.
"Padahal yah Mas," ujar Diajeng membuka tempat obat Danu. "Mas itu ganteng, tapi saya Mas aja jarang senyum."
"Ga peduli," jawab Danu ketus.
Danu memalingkan wajahnya ke arah lain dan menyunggingkan senyum tipis, untuk pertama kalinya dia senyum pada Diajeng walaupun Diajeng tidak melihatnya.
"Nah loh! Mas ganteng kalau senyum gini," ujar Diajeng memergoki Danu tersenyum.
Seketika blushing diwajah Danu semakin memerah di pipinya yang membuat Diajeng ikut tersenyum.
"Udah ah! Saya mau ke kantor sekarang jadwalnya mantau, kamu harus ngantar saya, siapin baju dan kamu juga siap-siap."
"Oke!"
•
"Jangan lihat!" ujar Danu yang sedang membuka bajunya sehingga membuat dirinya telanjang dada.
"Gak kok, ngintip aja dikit," jawab Diajeng yang duduk di ranjang.
Diajeng membalikkan badannya agar dia tidak melihat Danu dan Danu bisa bebas membuka bajunya.
Danu hanya mendengus kemudian berusaha membuka celananya tetapi dia kesulitan yang membuat Diajeng membalikkan badan menatap Danu.
"SAYA BILANG JANGAN LIHAT!"
Danu reflek mengambil handuk dan menutupi area sensitifnya walaupun sebenarnya dia memakai dalaman.
"Lah Mas tadi kesusahan buka celananya, kalau ga dibantu nanti gak bisa loh," jawab Diajeng yang membuat Danu menatapnya nanar.
"Pasti ini salah satu modus kamu kan?"
"Halah, modus apaan, kita udah sah jadi suami istri kok," jawab Diajeng berjalan ke arah Danu.
Danu membuang wajahnya saat Diajeng sudah bersimpuh di hadapannya berusaha membantu Danu membuka celananya.
"Sudah selesai Mas, itunya gamau dibantu juga?" ujar Diajeng yang membuat Danu menatapnya tajam.
"Gausah! Saya bisa sendiri!" jawab Danu mengerakkan kursi rodanya masuk ke dalam kamar mandi.
•
"Diajeng! Cepat!"
Danu sudah setengah jam menunggu di ruang tamu menunggu Diajeng siap-siap yang menurut Danu lama sekali.
"Dasar Wanita! Dia gak bisa apa lebih cepat sedikit?" keluh Danu melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan angka dua siang.
Tak lama kemudian, Diajeng turun dari arja tangga dengan style pakaian ala wanita karir kantoran yang membuat Danu tertegun.
"Lama banget! Kamu tahu kan saya sudah terlambat?" tegur Danu pada Diajeng yang sudah ada dihadapannya.
"Biarin, aku kan istri CEO," jawab Diajeng mendorong kursi roda Danu keluar dari rumah.
Diluar sudah ada Glen yang sudah menjemput mereka, dengan dibantu Glen, kursi roda Danu ditaruh di bagasi sedangkan Diajeng dan Danu duduk di kursi depan.
•
•
•
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
Dyah Oktina
kursi depan itu kan supir sm penumpang.... apa maksutnya author.. d kursi depan bagasi... 🤭✌️😅
2024-01-04
0
moomsq
ada yg malu² tpi mau 🤭🤭
2023-03-20
0
yukmier
jadi tom n jerry
2023-02-27
0