..."Kesempurnaan yang kita inginkan, sebenarnya adalah ketidaksempurnaan yang belum sempurna."...
...- Kata Pembina Pramuka Author....
•
•
•
[Beberapa Jam Sebelumnya]
"Tuan Artonegoro! Apakah benar tadi Tuan dibawa kesini menggunakan sebuah motor yang dikendarai Nyonya Artonegoro?"
"Tuan, bagaimana perasaan anda setelah terkunci di ruangan bersama istri anda?"
"Apakah anda merasa bahwa diri anda sangat tertolong dengan kehadiran Nyonya Artonegoro?"
"Apakah Nyonya Artonegoro merupakan istri yang baik bagi anda?"
Danu yang dihampiri wartawan yang masuk ke dalam ruangan rawatnya hanya bisa diam malas menjawab karena memang dia tidak dalam kondisi fit.
Tak lama kemudian, Glen masuk ke ruangan itu dan segera mengusir para wartawan itu bersama seorang dokter dengan dalih untuk tidak menganggu ketenangan pasien.
Wartawan itupun terpaksa keluar dengan wajah hampa karena tidak mendapat penjelasan apa-apa dari Danu.
"Dasar sombong! Kalau bukan karena istrinya dia pasti sudah mati!"
"Dia sudah lumpuh, kasian istrinya yang harus menikahi pria lumpuh tidak berguna."
Sebelum wartawan itu keluar, Danu sempat mendengar kalimat hujatan yang membuat dirinya sedikit tersentil.
Setelah semuanya kosong, kini hanya tersisa Danu dan Glen saja diruangan itu karena dokter juga ikut keluar.
"Kenapa mereka bisa masuk ke dalam?" tanya Danu pada Glen.
"M-Maaf Tu-"
"Saya bilang KENAPA?"
"Mereka memaksa masuk Tuan, karena video saat Nyonya Artonegoro menggendong anda menuju rumah sakit sudah tersebar."
"Jadi kejadian tadi benar? Bukan mimpi?"
"Bu-Bukan."
Glen sangat gugup karena ketakukan dihadapan Danu apalagi dia membiarkan Danu terkurung satu setengah jam karena dia sendiri tidak curiga atas lamanya Danu di ruangan atas.
"Termasuk kejadian di ruangan pendingin?"
"Kalau kejadian didalam sana, saya kurang tahu, Tuan."
Danu menghela napas panjang kemudian menyugar rambutnya penuh dengan tekanan dan rasa Denial.
"Dimana, Diajeng?"
"Nyonya Artonegoro sedang di rawat di ruangan sebelah Tuan."
"Tinggalkan saya!"
"Ta-tapi."
"TINGGALKAN SAYA! GLEN!"
Glen beranjak keluar setelah mendengar nada tinggi Danu yang membuat Glen melangkah keluar.
ARGH!
PRANG!
Danu melempar segala benda di atas nakas samping ranjang dan mencabut infus ditangannya membuat bekas infus itu mengeluarkan darah.
"Saya tidak berguna! Saya tidak berguna!"
BRAK!
Danu terjatuh ke lantai dan hanya bisa duduk disana, mendengar sesuatu yang mencurigakan membuat Danu kembali masuk.
"SAYA BILANG KELUAR GLEN!"
•
[Saat Ini]
"Tuan Artonegoro sedang tidak ingin dikunjungi, Nyonya," jawab Glen menjawab pertanyaan Diajeng.
Diajeng bangkit dari sana, namun baru berdiri saja membuat dirinya hendak jatuh karena belum terlalu fit.
"Sebaiknya istirahat saja nyonya," pinta Glen hendak membantu Diajeng.
"Tidak perlu, saya ingin ke ruangan Mas Danu," jawab Diajeng memaksa keluar.
Glen tidak bisa melawan, entah kenapa dia memiliki dua Boss yang sangat keras kepala, Diajeng mendapati koridor kosong tidak ada lagi wartawan dan ruangan rawat Danu memang disamping ruangannya.
Diajeng masuk ke dalam sana dan mendapati ruangan itu bak kapal pecah ditambah Danu yang terbaring di lantai.
"Mas!" Diajeng panik dan langsung menghampiri Danu.
Diajeng memangku kepala Danu di pahanya dan mengusap kepala suaminya itu.
"Ngapain kamu disini Diajeng?"
"Kamu yang ngapain, Mas!" jawab Diajeng memeluk kepala Danu.
"Saya adalah suami yang tidak berguna bukan, disaat tadi saja saya tidak bisa membantu kamu malah kamu yang membantu saya."
"Aku gak peduli soal itu, Mas," jawab Diajeng yang membuat Danu memejamkan matanya pelan.
"Diajeng, saya meminta satu permintaan, dan kamu harus menurutinya," ujar Danu yang membuat Diajeng menatapnya serius.
"Apa?"
"Mari, bercerai."
DEG!
•
•
•
TBC
Assalamualaikum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
moomsq
Danu bukannya jd bucin koq mnta cere??
2023-03-22
1
Yunia Afida
waalaikumsalam, danu kamu bakal nyesel
2022-12-29
0
Cherry🍒
buka hatimu lah Danu
2022-12-21
0