18 : Menyerah Dan Ikhlas

Kedatangan Jemmy yang kedua tangannya menenteng karton warna cokelat dan menebarkan aroma lezatnya roti, tetap tidak membuat Amel memberikan tanggapan berarti. Amel tetap diam tak ubahnya patung, gamang gara-gara ancaman Tianka. Kedua tangan Amel saling remas di pangkuan. Ia malah agak membelakangi Jemmy setelah pria itu duduk di sebelahnya.

“Aku minta maaf, aku menyesal sudah membiarkan ini, terjadi,” lirih Jemmy benar-benar menyesal. Dalam hatinya, ia juga membenarkan anggapan Dion, bahwa lepas dari orang seperti Tianka, sangat lah tidak mudah.

“Kamu enggak berpikir, ... melepaskanku, kemudian mengakhiri hubungan kita, akan jauh lebih membuatku dan juga anakku, lebih aman?” lirih Amel yang kemudian menoleh, menatap Jemmy di tengah matanya yang sudah langsung basah. Tak beda dengannya, di hadapannya, pria itu juga sudah langsung berkaca-kaca. Jemmy yang tampak gelisah menggeleng tegas sembari terus menatapnya dengan tatapan memohon.

“Kamu sudah bermain api, hingga semua yang kamu miliki termasuk kami, terbakar dan hanya bisa kamu ratapi,” ucap Amel lagi masih dengan suara lirih. Ia kembali memunggungi Jemmy kemudian menunduk. Jujur, ia menjadi kasihan kepada Jemmy. Namun sisi lain dari dirinya mengatakan, daripada mengasihani Jemmy, lebih baik ia jauh lebih waspada karena nyawanya termasuk nyawa calon bayinya, akan makin terancam.

“Aku mohon percayalah, aku yakin aku bisa mengatasi semua ini,” mohon Jemmy. Baru saja, butiran bening jatuh menimpa bangku tunggu, dari kedua sudut matanya. Amel tetap mengabaikannya. Wanita itu tampak sangat terbebani.

Setelah menghela napas dalam, Jemmy mendekap tubuh Amel dari belakang. Dagunya mengunci pundak kanan Amel, sementara kedua tangannya bertumpu sambil sesekali mengelus perut Amel.

“Sekarang begini saja,” lirih Amel terdengar tegas.

Jantung Jemmy langsung berdetak lebih cepat karenanya.

“Kamu ceraikan aku, lalu kamu menikah dengannya. Kamu bahagia dengannya seperti keinginanmu sebelumnya, dan aku bahagia bersama anakku!” lanjut Amel yang kemudian menoleh menatap Jemmy tanpa ragu. Pria itu langsung menggeleng.

“Aku enggak bisa!” tolak Jemmy.

“Kamu harus bisa karena ini juga hukuman untuk kamu!”

“Enggak, Mel. Aku bisa membereskan semua ini!” yakin Jemmy.

“Namun andai mamah kamu juga tetap enggak kasih restu, ... jangan salahkan aku jika aku melakukan semua yang aku mau. Karena demi anakku, aku akan melakukan apa pun terlebih aku sadar, kami enggak bisa bergantung apalagi mengandalkan kamu!” tegas Amel tak mau toleransi. Waktunya terlalu berharga jika ia isi dengan hal-hal yang hanya membuatnya dan calon anaknya terluka. Seperti kata Dion, Amel berhak bahagia. Perceraian yang ia minta pada Jemmy juga bagian dari haknya terlebih ia memiliki alasan kuat yang bisa memberatkan Jemmy.

 

“Ini yang terakhir!” tegas Amel. Melalui ekor lirikannya, ia mendapati Jemmy yang langsung menyikapinya dengan serius. Jemmy yang baru saja mematikan mesin mobil, menatapnya tajam cenderung takut.

“Mel,” ucap Jemmy memohon.

Tanpa menatap atau setidaknya membalas tatapan Jemmy, Amel berkata, “Rumah kamu dan segala kenangan di dalamnya terlalu menyakitkan buat aku, Jem. Kamu tega memaksaku untuk menelan semua pil pahit dari sikap kalian? Kalian yang main api, tapi kenapa aku yang tetap harus mengerti bahkan memaklumi?!”

Jemmy mengangguk-angguk seiring ia yang menghela napas pelan sekaligus dalam. “Kita ke sini hanya untuk memohon restu. Selebihnya, kita akan tinggal di rumah pilihan kamu. Kamu yang tentukan semuanya, aku janji!” tegasnya kembali menatap Amel penuh keseriusan.

Bukannya menanggapi, Amel buru-buru melepas sabuk pengaman dari tubuhnya. Kenyataan yang jujur saja membuat Jemmy takut, Amel nekat meninggalkannya bahkan sekalipun ia melarang sekaligus berulang kali memohon. Kini saja, Amel langsung menyingkirkan cekalan tangannya tanpa sedikit pun meliriknya.

Jemmy mendengkus pasrah kemudian melepas sabuk pengaman dan turun menyusul Amel. Kedatangan Tianka beberapa jam lalu yang nekat menemui Amel di butik, dirasanya menjadi pukulan tersendiri bagi Amel meski Amel cenderung menyikapinya dengan masa bodo. Semua yang terjadi seolah membuat Amel muak. Wanita itu makin ragu dalam memberinya kesempatan apalagi memperbaiki hubungan mereka.

Kedatangan Amel dan Jemmy ke kediaman orang tua Jemmy, langsung ditanggapi dengan sangat dingin oleh ibu Marta. Belum banyak perubahan dari ibu Marta. Tak hanya sikapnya yang masih sangat dingin, tetapi juga tatapannya. Semuanya benar-benar masih sama tanpa sedikit pun perubahan. Kedua mata itu selalu menatap Amel dengan sinis sekaligus jijik. Hampir di setiap kesempatan ketika tatapan mereka tak sengaja bertemu, ibu Marta juga buru-buru mengakhirinya. Wanita itu masih tidak sudi untuk sekadar melirik Amel.

Di ruang keluarga lantai bawah kediaman megah milik orang tua Jemmy, kebersamaan itu terjadi. Amel apalagi Jemmy mulai merasa frustrasi menghadapinya. Terlebih Jemmy karena jika sang mamah terus begitu, ancaman Amel sungguh akan ia dapatkan. Amel benar-benar akan meninggalkannya.

Lain dengan ibu Marta, pak Winarya selaku papah Jemmy, justru menyikapi Amel dengan sangat hangat. Pria yang memiliki wajah tampan layaknya Jemmy itu tak hentinya mengumbar senyum hangat kepada Amel. Pria itu begitu antusias, teramat bahagia mendengar kabar kehamilan Amel yang sebelumnya disampaikan oleh Jemmy.

“Sekarang kamu fokus istirahat, ya, Mel. Biar kamu dan janin kamu selalu sehat. Kalau kamu mau makan atau minum apa, tinggal bilang saja. Cukup telepon enggak usah naik turun tangga. Kalaupun kamu mau kamu olahraga, olahraga yang ringan-ringan dulu. Semacam yoga apa jalan kaki. Kalau enggak, panggil pelatih senam khusus ibu hamil juga lebih bagus,” ucap pak Winarya sarat perhatian dan sepertinya akan kesulitan mengakhirinya.

Bukankah perhatian yang diberikan pak Winarya harusnya dilakukan oleh seorang ibu mertua? Bukankah sebelumnya, ibu Marta selalu menjadikan kehamilan sebagai olok-olokan kepada Amel? Lantas, setelah mengetahui Amel hamil dan bahkan tak jadi keguguran, kenapa ibu Marta malah hanya diam dan malah terkesan masa bodo?

“Tes DNA! Mamah mau Amel tes DNA buat janinnya!” tegas ibu Marta dan seketika menorehkan luka tak kasat mata jauh di lubuk hati mereka khususnya Amel.

Ketiga orang di sana terdiam tak percaya menatap ibu Marta. Dada mereka seolah amblas lantaran permintaan wanita itu benar-benar menyakitkan di tengah kebahagiaan yang harusnya mereka rasakan.

“Mah!” bentak Jemmy yang detik itu juga langsung emosi. Apalagi di waktu yang sama, ia mendapati kedua mata Amel menjadi basah. Istrinya itu menitikkan air mata dan buru-buru menyekanya sambil menunduk.

“Mamah sudah janji ke aku!” tegas Jemmy lirih, menagih janji sang mamah.

Amel yakin, memang sudah terjadi perjanjian seperti yang Jemmy tegaskan. Mungkin semacam ibu Marta yang Jemmy minta bahkan tuntut menerima Amel, selain ibu Marta yang juga Jemmy larang mengusik Amel lagi. Namun sepertinya, kebencian ibu Marta kepada Amel memang tidak akan pernah ada akhirnya. Ibu Marta telanjur benci sekaligus dendam kepada Amel.

“Mamah ini!” tegur pak Winarya lirih. Ia tak hanya menatap, tetapi juga menghadap sang istri yang ada di sebelahnya. Namun, dengan sinis sang istri menepisnya sambil mendengkus sebal. Tak habis pikir olehnya, kenapa wanita itu begitu egois dan tak segan mempertaruhkan nasib rumah tangga Jemmy di atas keegoisannya.

“Kalau mau tes DNA, ayo tes DNA. Namun selebihnya, saya beneran enggak mau memperbaiki hubungan ini lebih dari yang Jemmy minta. Saya beneran mau cerai!” Amel berusaha tenang, berusaha seelegan mungkin. Meski tanggapan tegas dari ibu Marta yang mendukung permintaan perceraiannya, sukses membuat darahnya mendidih. Ibu Marta terlihat jelas ingin menyingkirkannya dari kehidupan mereka, secepatnya.

“Mah!” Jemmy murka dan sampai berdiri dari duduknya. Namun seperti sebelumnya, teguran yang ia layangkan tidak ditanggapi oleh ibu Marta. Sang mamah seolah sudah kebal dan sepertinya memang sangat tidak sudi berurusan apalagi membiarkan Amel menjadi bagian dari mereka.

Terpopuler

Comments

Akbar Razaq

Akbar Razaq

lama" gak kasihan aku sama amel.dia sendiri yg milih begini padahal ada arden dan dio yg siap membantu.

2024-07-02

1

Lienda nasution

Lienda nasution

tes DNA tidak bisa dilakukan pada saat hamil kalaupun dilakukan akan sangat beresiko terhadap perkembangan janin. ngerti gak ya hai manusia modern tapi oon

2023-11-26

0

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

seorang ibu bersifat setan

2023-11-18

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Menantu yang Tak Diharapkan
2 2 : Istri yang Dibuang
3 3 : Godaan yang Sayang Untuk Ditolak
4 4 : Kabar Amel yang Keguguran
5 5 : Terlalu Menyakitkan
6 6 : Mati Rasa
7 7 : Sakit Tak Berdarah
8 8 : Balas Dendam Pun Telah Dimulai
9 9 : Gundik Perebut Calon Suami Orang
10 10 : Emosi yang Akhirnya Meledak
11 11 : Bangkit dan Memulai Lembaran Baru
12 12 : Dion, Pria yang Hangat
13 13 : Penyesalan Jemmy
14 14 : Usaha Jemmy Dalam Meyakinkan Amel
15 15 : Syarat Dan Kesempatan
16 16 : Tidak Mudah
17 17 : Serangan dan Tawaran Dari Sang Pelakor
18 18 : Menyerah Dan Ikhlas
19 19 : Tes DNA Dan Gugatan Perceraian
20 20 : Kepergian Amel
21 21 : Delapan Bulan Berlalu
22 22 : Rindu yang Ditolak
23 23 : Pembukaan dan Gelombang Cinta
24 24 : Dipaksa Menikah Lagi
25 25 : Benar-Benar Sulit
26 26 : Demi Anak-Anak
27 27 : Dukungan Dari Dion
28 28 : Diaminin Saja
29 29 : Ketika Suamiku Menikahi Cinta Pertamanya
30 30 : Terbiasa dan Bisa
31 31 : Kebohongan yang Mulai Tercium
32 32 : Kebahagiaan Dari Dion
33 33 : Kejutan Manis Dari Dion
34 34 : Pesona Mantan Istri
35 35 : Ingin Kembali Memiliki
36 36 : Jemmy yang Menjadi Posesif
37 37 : Teguran Untuk Jemmy
38 38 : Selingkuh dan CCTV
39 39 : Negatif dan Langsung Kacau
40 40 : Kejutan Dari Menantu Idaman
41 41 : Pembalasan Dan Jebakan
42 42 : Terasa Mustahil
43 43 : Peringatan Terakhir
44 44 : Mendadak Ijab Kabul, SAH!
45 45 : Campur Aduk
46 46 : Sesakit Ini, Semalu Ini!
47 47 : Karma yang Sangat Menyakitkan
48 48 : Pillow Talk
49 49 : Merasa Beruntung
50 50 : Rencana Balas Dendam Dari Tianka
51 51 : Kenekatan Pak Tohir
52 52 : Takut
53 53 : Serangan dan Bantuan
54 54 : Pembalasan Kejam
55 55 : Membereskan Masalah
56 56 : Hari Bahagia
57 TAMAT
58 Novel Baru : Pembalasan Seorang Istri yang Dianggap Sebagai Parasit Rumah Tangga
59 Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
60 Novel : Cinta Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
61 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
62 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
63 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
64 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
Episodes

Updated 64 Episodes

1
1 : Menantu yang Tak Diharapkan
2
2 : Istri yang Dibuang
3
3 : Godaan yang Sayang Untuk Ditolak
4
4 : Kabar Amel yang Keguguran
5
5 : Terlalu Menyakitkan
6
6 : Mati Rasa
7
7 : Sakit Tak Berdarah
8
8 : Balas Dendam Pun Telah Dimulai
9
9 : Gundik Perebut Calon Suami Orang
10
10 : Emosi yang Akhirnya Meledak
11
11 : Bangkit dan Memulai Lembaran Baru
12
12 : Dion, Pria yang Hangat
13
13 : Penyesalan Jemmy
14
14 : Usaha Jemmy Dalam Meyakinkan Amel
15
15 : Syarat Dan Kesempatan
16
16 : Tidak Mudah
17
17 : Serangan dan Tawaran Dari Sang Pelakor
18
18 : Menyerah Dan Ikhlas
19
19 : Tes DNA Dan Gugatan Perceraian
20
20 : Kepergian Amel
21
21 : Delapan Bulan Berlalu
22
22 : Rindu yang Ditolak
23
23 : Pembukaan dan Gelombang Cinta
24
24 : Dipaksa Menikah Lagi
25
25 : Benar-Benar Sulit
26
26 : Demi Anak-Anak
27
27 : Dukungan Dari Dion
28
28 : Diaminin Saja
29
29 : Ketika Suamiku Menikahi Cinta Pertamanya
30
30 : Terbiasa dan Bisa
31
31 : Kebohongan yang Mulai Tercium
32
32 : Kebahagiaan Dari Dion
33
33 : Kejutan Manis Dari Dion
34
34 : Pesona Mantan Istri
35
35 : Ingin Kembali Memiliki
36
36 : Jemmy yang Menjadi Posesif
37
37 : Teguran Untuk Jemmy
38
38 : Selingkuh dan CCTV
39
39 : Negatif dan Langsung Kacau
40
40 : Kejutan Dari Menantu Idaman
41
41 : Pembalasan Dan Jebakan
42
42 : Terasa Mustahil
43
43 : Peringatan Terakhir
44
44 : Mendadak Ijab Kabul, SAH!
45
45 : Campur Aduk
46
46 : Sesakit Ini, Semalu Ini!
47
47 : Karma yang Sangat Menyakitkan
48
48 : Pillow Talk
49
49 : Merasa Beruntung
50
50 : Rencana Balas Dendam Dari Tianka
51
51 : Kenekatan Pak Tohir
52
52 : Takut
53
53 : Serangan dan Bantuan
54
54 : Pembalasan Kejam
55
55 : Membereskan Masalah
56
56 : Hari Bahagia
57
TAMAT
58
Novel Baru : Pembalasan Seorang Istri yang Dianggap Sebagai Parasit Rumah Tangga
59
Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
60
Novel : Cinta Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
61
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
62
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
63
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
64
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!