3 : Godaan yang Sayang Untuk Ditolak

“Ya Tuhan, hamba mohon, izinkan dia baik-baik saja. Izinkan hamba melahirkannya, merawatnya menjadi anak yang sehat. Hamba mohon, tolong izinkan hamba membahagiakannya hingga akhir hayat. Karena meski hamba akan menjadi orang tua tunggal, hamba akan melakukan yang terbaik. Hamba akan melakukan semuanya untuk kebahagiaannya,” batin Amel. Tertatih ia melewati pintu mobil kemudi. Ia melangkah agak membungkuk demi mempertahankan janinnya yang seolah sudah ada di pangkal perut. Tas di pundak kanannya ia dekap erat guna meredam rasa nyeri dan benar-benar sakit di pangkal perutnya yang terasa sangat kuat di setiap ia melangkah.

Malaikat tak berdosa di rahim Amel seolah memberontak keluar, tapi susah payah Amel menahan, tak mengizinkan di tengah kesibukannya memohon kesempatan kepada Sang Pemilik Kehidupan, jauh di lubuk hatinya. Mengamati sekitar di tengah air mata yang akhirnya jatuh membasahi pipi mewakili suasana hatinya saat ini, Amel yang sangat mengkhawatirkan nasib janinnya, memohon belas kasih kepada orang yang ia jumpai.

“T-tolong, ... tolong antar saya ke rumah sakit ibu dan anak terdekat karena saya pendarahan. Sakit ....” Amel tersedu pilu. Tak terbayang olehnya, ia akan ada di titik sekarang walau hanya ada di mimpi. Padahal, Amel ikhlas mundur membiarkan Jemmy bahagia dengan Tianka. Namun, kenapa janin tak berdosa dalam rahimnya juga malah ingin meninggalkannya?

Petugas kebersihan atau yang lebih akrab disebut pasukan oren, bergegas membantu, memanggilkan Amel taksi dan sampai mendampinginya hingga rumah sakit ibu dan anak terdekat.

“Mamah sayang banget ke kamu, Nak. Mamah mohon, bertahanlah terlebih Mamah hanya punya kamu. Kamu alasan Mamah bertahan. Kamu alasan Mamah kuat sampai sekarang,” batin Amel sungguh memohon untuk keselamatan janin di dalam rahimnya yang ia takutkan benar-benar akan meninggalkannya akibat pendarahan yang ia alami. Padahal di rumah, di kamarnya dan Jemmy, pria yang di mata hukum masih resmi berstatus sebagai suaminya itu tengah membiarkan Tianka memeluknya dengan leluasa. Tianka memeluk Jemmy penuh kemanjaan, dari belakang. Layaknya biasa, wanita bertubuh langsing yang memiliki gunungan berukuran besar di dada itu tak segan menghampiri Jemmy ke kamar.

“Akhirnya ... makasih banyak, yah, Jem, kamu sudah buktiin janji kamu. Makasih banyak karena kamu sudah memilih aku,” ucap Tianka sembari mengendus dalam, aroma punggung Jemmy.

Raut wajah Jemmy masih tidak menentu. Pria itu berangsur menoleh hanya untuk menatap Tianka yang memang ada di belakangnya. “Aku mau siap-siap, mau ganti baju dulu,” ucapnya mengulas senyum, mencoba memberi Tianka pengertian. Namun jujur, kepergian Amel membuatnya merasa ada yang kurang. Seolah ada kepingan hatinya yang hilang, terlepas dari rasa sakit yang juga terasa kuat jauh di lubuk hatinya.

“Bentar, ih ... masih kangen. Ganti bajunya bentar lagi saja. Kamu kan tahu, aku selalu kangen kamu meski kita lagi bareng. Atau kalau enggak biar aku saja yang gantiin baju kamu?” Menahan senyum dan juga memasang wajah menggoda nan agresif andalannya, Tianka langsung mengubah keadaan, menguasai Jemmy dan malah menarik handuk yang masih melilit tubuh bagian bawah pria itu.

Handuk tersebut terjatuh asal ke lantai, layaknya jantung Jemmy yang seolah mengalami hal serupa akibat ulah Tianka. Ada gejolak kuat dari diri Jemmy sebagai laki-laki normal yang tentunya tidak bisa menolak apa yang Tianka lakukan.

“Enggak apa-apakan, kita ‘lakukan’ sekarang? Toh, sebentar lagi kita menikah, dan mamah kamu juga sudah pengin banget gendong anak kita?” manja Tianka. Tanpa memastikan ulahnya yang telah membuang asal handuk pembungkus tubuh bagian bawah Jemmy, ia merapatkan jarak mereka di tengah tatapannya yang terus lurus beradu dengan kedua mata Jemmy. Bisa ia pastikan, tak beda dengannya, pria di hadapannya juga sangat menginginkannya. Pria itu sudah berulang kali menelan ludah, membuat jakunnya naik turun secara teratur.

“Apa pun, ... demi kamu, aku pasti akan melakukan semuanya tanpa syarat, Jem!” lanjut Tianka yang kali ini berbisik menggoda dan sengaja menjilatt telinga kanan Jemmy. Tubuh Jemmy bak disengat arus listrik karenanya, menegang dan benar-benar tak tahan. Jauh di lubuk hatinya, Jemmy bersumpah dirinya akan tunduk kepada Tianka asal detik ini juga wanita itu memuaskannya. Benar saja, dalam sekali sentakan, Tianka berhasil membuat bibir mereka bertautan yang mana Jemmy juga langsung membalasnya dengan hasrat yang begitu liar.

“Luar biasa kamu Jem!” lirih Tianka. Andai kamu lihat ini, Mel. Nangis darah kamu! Makasih banyak, ya ... makasih banyak karena kamu sudah sadar diri dan mengembalikan semua yang seharusnya aku miliki dari dulu! Batin Tianka merasa menang dengan apa yang ia dapatkan. Bahkan meski Jemmy sampai membanting tubuhnya ke ranjang, di tengah napas mereka yang sama-sama memburu dan juga tatapan mereka yang terus beradu. Tianka malah bahagia karena kenyataan tersebut menegaskan, Jemmy sudah sangat menginginkannya.

Sisi lain Jemmy memang mengingatkan, ia telah melukai Amel sangat dalam yang mana apa yang akan ia lakukan kepada Tianka tak kurang satu jam dari kepergian Amel, akan membuat luka Amel makin menggunung andai wanita itu tahu. Namun sebagai laki-laki normal terlebih ia juga mencintai Tianka, Jemmy sungguh tidak kuasa menolak. Bahkan meski sempat berpikir untuk memperbaiki hubungannya dan Amel, Jemmy sungguh urung dan berniat baru akan melakukannya setelah ia menuntaskan hasratnya dengan Tianka. Lihatlah, betapa Tianka sangat menggoda ketika jemari lentiknya dengan sengaja membuat kedua kakinya agak berjarak dan menarik dalaman hitam dari sana kemudian melemparkannya kepadanya.

“Ayo miliki aku. Tubuh dan hidupku milikmu!” bisik Tianka.

Ketika Jemmy dan Tianka asyik memadu cinta panas mereka penuh gelora hingga dunia seolah hanya milik mereka karena Jemmy pun sama sekali tidak ingat kepada Amel terlebih rasa bersalahnya kepada wanita itu, di tempat berbeda dan penuh kekhawatiran sekaligus ketegangan, Amel tersedu-sedu memohon kepada dokter kandungan yang tengah memiliki.

“Mamah jangan stres, ya ... ayo rileks ... Mamah kuat, baby sayang Mamah, baby butuh Mamah yang bahagia. Mamah harus terus semangat,” ucap wanita berparas ayu yang juga memiliki kulit sangat putih tersebut. Ia tengah memastikan pembukaan pada rahim Amel. Wanita yang terus menangis memohon pertolongan kepadanya itu, dalam keadaan berbaring, sedangkan kedua kakinya ia pandu untuk tetap menempati posisi lekukan ranjang rawat khusus yang Amel tempati.

“Saya mohon, Dok ... saya mohon tolong bantu saya. Tolong lakukan apa pun asal janin saya baik-baik saja, Dok.” Amel tersedu-sedu. Sebelumnya, ia belum pernah setakut sekarang. Ia juga belum pernah memohon layaknya pengemis layaknya sekarang.

“Lakukan apa pun, Dok. Saya mohon.”

“Mamah ada nomor suami yang bisa kami hubungi agar Mamah merasa lebih baik?” tanya sang dokter yang sedari awal menangani Amel, sudah didampingi oleh seorang asisten.

Membahas suami, Amel malah makin terpuruk Amel seolah terempas ke titik nadir dan ia menggeleng.

“Mah, ... dukungan suami sangat membantu untuk proses ini. Demi janin kalian, ... Baby sungguh ingin disayang sama papah mamahnya. Karena dukungan suami juga akan membuat Mamah makin rileks. Mamah akan makin merasa dihargai.” Sang dokter makin serius membujuk, tapi kenyataan tersebut malah membuat Amel tersedu-sedu tak karuan.

Dukungan suami? Dia bahkan sengaja bermain api dan membuatku ada di titik ini, batin Amel merasa hancur tak berupa jika harus memikirkan nasib hubungannya dan Jemmy, hingga menjadikan calon anak mereka sebagai korban.

Meski pada akhirnya pihak rumah sakit menghubungi nomor ponsel Jemmy, tapi tak ada satu pun telepon yang direspons. Padahal, pihak rumah sakit tak hanya menghubungi dengan telepon rumah sakit, tapi juga nomor ponsel sang dokter dan tentu saja, nomor ponsel Amel. Sebab di dalam kamarnya, Jemmy sedang dimabukkan oleh cinta dan hasratnya kepada Tianka. Pergulatan panas dua insan yang sedang menuntaskan hasratnya itu masih berlangsung, meski ranjang yang mereka gunakan sudah tak karuan dan sangat berantakan. Terus begitu hingga mereka lelah dan seolah sudah tidak ada tenaga yang tersisa. Yang mana, tanpa membersihkan tubuh lebih dulu setelah pertempuran panas mereka, baik Jemmy terlebih Tianka yang menjadi sangat manja dan tak mau sedikit pun ditinggal Jemmy walau hanya geser, memilih untuk tidur. Sambil terus berpelukan, Jemmy meraih selimut yang sebagiannya terjatuh ke lantai untuk menyelimuti tubuh mereka.

 

Terpopuler

Comments

sherly

sherly

situasi yg beneran buat nyesek, istri lagi berjuang eh suaminya lagi enak2 sama selingkuhannya...

2024-08-04

1

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

suami setan kau Jemmy 😠😠

2023-11-18

1

Adinda

Adinda

biadab kau jemi istrimu hamil kau main dengan jalang

2023-10-19

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Menantu yang Tak Diharapkan
2 2 : Istri yang Dibuang
3 3 : Godaan yang Sayang Untuk Ditolak
4 4 : Kabar Amel yang Keguguran
5 5 : Terlalu Menyakitkan
6 6 : Mati Rasa
7 7 : Sakit Tak Berdarah
8 8 : Balas Dendam Pun Telah Dimulai
9 9 : Gundik Perebut Calon Suami Orang
10 10 : Emosi yang Akhirnya Meledak
11 11 : Bangkit dan Memulai Lembaran Baru
12 12 : Dion, Pria yang Hangat
13 13 : Penyesalan Jemmy
14 14 : Usaha Jemmy Dalam Meyakinkan Amel
15 15 : Syarat Dan Kesempatan
16 16 : Tidak Mudah
17 17 : Serangan dan Tawaran Dari Sang Pelakor
18 18 : Menyerah Dan Ikhlas
19 19 : Tes DNA Dan Gugatan Perceraian
20 20 : Kepergian Amel
21 21 : Delapan Bulan Berlalu
22 22 : Rindu yang Ditolak
23 23 : Pembukaan dan Gelombang Cinta
24 24 : Dipaksa Menikah Lagi
25 25 : Benar-Benar Sulit
26 26 : Demi Anak-Anak
27 27 : Dukungan Dari Dion
28 28 : Diaminin Saja
29 29 : Ketika Suamiku Menikahi Cinta Pertamanya
30 30 : Terbiasa dan Bisa
31 31 : Kebohongan yang Mulai Tercium
32 32 : Kebahagiaan Dari Dion
33 33 : Kejutan Manis Dari Dion
34 34 : Pesona Mantan Istri
35 35 : Ingin Kembali Memiliki
36 36 : Jemmy yang Menjadi Posesif
37 37 : Teguran Untuk Jemmy
38 38 : Selingkuh dan CCTV
39 39 : Negatif dan Langsung Kacau
40 40 : Kejutan Dari Menantu Idaman
41 41 : Pembalasan Dan Jebakan
42 42 : Terasa Mustahil
43 43 : Peringatan Terakhir
44 44 : Mendadak Ijab Kabul, SAH!
45 45 : Campur Aduk
46 46 : Sesakit Ini, Semalu Ini!
47 47 : Karma yang Sangat Menyakitkan
48 48 : Pillow Talk
49 49 : Merasa Beruntung
50 50 : Rencana Balas Dendam Dari Tianka
51 51 : Kenekatan Pak Tohir
52 52 : Takut
53 53 : Serangan dan Bantuan
54 54 : Pembalasan Kejam
55 55 : Membereskan Masalah
56 56 : Hari Bahagia
57 TAMAT
58 Novel Baru : Pembalasan Seorang Istri yang Dianggap Sebagai Parasit Rumah Tangga
59 Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
60 Novel : Cinta Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
61 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
62 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
63 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
64 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
Episodes

Updated 64 Episodes

1
1 : Menantu yang Tak Diharapkan
2
2 : Istri yang Dibuang
3
3 : Godaan yang Sayang Untuk Ditolak
4
4 : Kabar Amel yang Keguguran
5
5 : Terlalu Menyakitkan
6
6 : Mati Rasa
7
7 : Sakit Tak Berdarah
8
8 : Balas Dendam Pun Telah Dimulai
9
9 : Gundik Perebut Calon Suami Orang
10
10 : Emosi yang Akhirnya Meledak
11
11 : Bangkit dan Memulai Lembaran Baru
12
12 : Dion, Pria yang Hangat
13
13 : Penyesalan Jemmy
14
14 : Usaha Jemmy Dalam Meyakinkan Amel
15
15 : Syarat Dan Kesempatan
16
16 : Tidak Mudah
17
17 : Serangan dan Tawaran Dari Sang Pelakor
18
18 : Menyerah Dan Ikhlas
19
19 : Tes DNA Dan Gugatan Perceraian
20
20 : Kepergian Amel
21
21 : Delapan Bulan Berlalu
22
22 : Rindu yang Ditolak
23
23 : Pembukaan dan Gelombang Cinta
24
24 : Dipaksa Menikah Lagi
25
25 : Benar-Benar Sulit
26
26 : Demi Anak-Anak
27
27 : Dukungan Dari Dion
28
28 : Diaminin Saja
29
29 : Ketika Suamiku Menikahi Cinta Pertamanya
30
30 : Terbiasa dan Bisa
31
31 : Kebohongan yang Mulai Tercium
32
32 : Kebahagiaan Dari Dion
33
33 : Kejutan Manis Dari Dion
34
34 : Pesona Mantan Istri
35
35 : Ingin Kembali Memiliki
36
36 : Jemmy yang Menjadi Posesif
37
37 : Teguran Untuk Jemmy
38
38 : Selingkuh dan CCTV
39
39 : Negatif dan Langsung Kacau
40
40 : Kejutan Dari Menantu Idaman
41
41 : Pembalasan Dan Jebakan
42
42 : Terasa Mustahil
43
43 : Peringatan Terakhir
44
44 : Mendadak Ijab Kabul, SAH!
45
45 : Campur Aduk
46
46 : Sesakit Ini, Semalu Ini!
47
47 : Karma yang Sangat Menyakitkan
48
48 : Pillow Talk
49
49 : Merasa Beruntung
50
50 : Rencana Balas Dendam Dari Tianka
51
51 : Kenekatan Pak Tohir
52
52 : Takut
53
53 : Serangan dan Bantuan
54
54 : Pembalasan Kejam
55
55 : Membereskan Masalah
56
56 : Hari Bahagia
57
TAMAT
58
Novel Baru : Pembalasan Seorang Istri yang Dianggap Sebagai Parasit Rumah Tangga
59
Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
60
Novel : Cinta Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
61
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
62
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
63
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
64
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!