12 : Dion, Pria yang Hangat

“Makan yang banyak. Lihat wajah kamu, vampir saja jauh lebih menarik ketimbang kamu kalau keadaanmu seperti ini,” cibir Dion. Ia merasa sangat tidak tega melihat Amel yang seperti sekarang.

Tak hanya wajah Amel yang pucat, tetapi juga kulit Amel yang lainnya. Amel terlihat sangat kurang sehat dan Dion yakin, tak semata karena wanita cantik itu sedang hamil. Namun karena memang ada alasan lain semacam masalah besar yang menguras waktu sekaligus pikiran Amel. Yang mana, kenyataan Amel yang malah tinggal di butik juga menjadi alasan kuat keyakinan Dion saat ini.

Sekitar satu bulan tidak bertemu, Dion merasa pangling pada Amel yang menjadi sangat kurus. Amel tak hanya terlihat kurang istirahat termasuk kekurangan gizi. Amel terlihat tertekan karena terlalu banyak pikiran, nyaris mendekati penderita anoreksia.

Di ruang kerja Amel yang sudah disulap menjadi sebagian kamar, kebersamaan mereka terjalin selang dua jam setengah dari pemesanan yang Amel lakukan.

Demi memastikan Amel baik-baik saja, Dion memang nekat datang mengantar semua pesanan Amel sendiri. Seperti dugaannya yang langsung berfirasat tidak enak, Amel sungguh tidak baik-baik saja. Malahan, Amel menjadi bungkam dan terkesan sengaja menyembunyikan segala sesuatunya dari Dion.

Tak seperti biasa, Amel langsung anteng, langsung menghabiskan semua menu yang Dion buatkan dan tadi sengaja Dion bukakan penutupnya. Satu lagi yang sengaja Dion siapkan sangat amat spesial, rujak! Padahal biasanya, Amel berisik dan paling bawel jika sudah berdebat dengan Dion.

“Hubunganmu dan Jemmy baik-baik saja, kan?” Dion memberanikan diri untuk mulai bertanya hal yang lebih sensitif.

Sambil terus menghabiskan nasi dan juga ayam bakarnya, Amel mengangguk. “Namun, ....” Amel tak kuasa melanjutkan ucapannya.

“Namun?” sebelah alis Dion terangkat, menegaskan kecurigaan sekaligus kekhawatiran yang tengah ia rasakan kepada Amel. Di hadapannya, wanita itu tersenyum. Senyum yang begitu dipaksakan dan malah membuat hasilnya terasa menyakitkan.

“Sebentar lagi, Jemmy pasti akan memesan pakaian pengantin kepadaku karena calonnya bilang, ingin aku yang buat pakaian pernikahan mereka secara langsung. Kamu enggak mau sekalian, biar orderan di butikku makin menggunung dan ATM aku makin gendut?”

Dion langsung mengernyit tak paham. Duduknya menjadi gusar bersama otaknya yang langsung berkelana. Masih seperti awal dugaannya, sesuatu yang fatal telah terjadi dan kini ia yakin, itu menyangkut hubungan Amel dengan Jemmy.

“Aku akan menghabiskan semua ini, jadi kamu jangan banyak bertanya,” ucap Amel sengaja membatasi Dion agar tidak memasuki kehidupannya.

“Aku tidak akan bertanya!” sergah Dion jengkel.

Dengan mulut penuh makanan, Amel menahan senyum. Tidak, Dion bukan tipikal egois. Dion pria penyayang yang juga sangat bertanggung jawab. Tunggu saja, sebentar lagi Dion juga akan menawari menu lain ke Amel untuk dimakan dini hari. Dion akan memberikannya cuma-cuma agar Amel tidak sakit terlebih kekurangan gizi.

“Ini sudah nyaris pukul sembilan malam. Sebentar lagi kamu pasti akan kembali lapar apalagi sekarang kamu enggak sendiri. Kamu mau pasta seperti biasa? Apa lasagna? Apa dua-duanya? Aku juga akan membuat minuman yang bagus buat janin dan ibu hamil.” Dion menatap Amel penuh kepedulian. Dengan ceria, wanita itu mengangguk-angguk dan Dion benci itu. Jelas-jelas terluka, tapi Amel masih ceria—seolah semuanya baik-baik saja.

Sampai detik ini Amel masih bersikap sangat hati-hati karena pria tampan di hadapannya dan merupakan seorang koki, sangat peka. Dion bisa dengan mudah tahu segalanya tanpa harus membuatnya bercerita.

“Kalau Jemmy hanya membuat kamu terluka, lepaskan saja!” tegas Dion meski suaranya kali ini, benar-benar lembut. Amel yang ia yakini hanya pura-pura ceria, berangsur menatapnya seiring wanita itu yang menjadi mengunyah makanannya dengan pelan.

Tangan kanan Dion terulur, kemudian membingkai pipi kiri Amel. “Jangan mengisi waktumu untuk hal-hal yang hanya membuatmu terluka. Kamu terlalu berharga untuk merasakan luka. Namun jika memang sudah telanjur ada, lawan luka itu. Kamu juga jangan merasa sendiri karena aku akan selalu ada buat kamu,” lirih Dion berkaca-kaca menatap Amel yang perlahan menunduk murung, di tengah air mata wanita itu yang akhirnya berjatuhan membasahi pipi.

---

Kepergian Dion setelah pria itu memastikan semua makanan racikannya habis oleh Amel, juga dibarengi dengan kedatangan Jemmy. Suasana sudah makin sunyi selain di butik yang tidak ada siapa-siapa lagi, kecuali mereka dan seorang satpam yang berjaga. Sementara di dalam sana, Amel juga hanya sendiri tanpa ada yang menemani.

Entah karena terbawa suasana atau bagaimana, kali ini Dion sungguh ingin mengamuk kepada Jemmy. Tak seperti biasa, penampilan Jemmy kali ini terbilang berantakan. Tak ada dasi terlebih jas yang membuat penampilan pria gagah di hadapannya tampak sangat menawan. Hanya kemeja lengan panjang warna merah maroon dan bagian lengannya disingsing hingga siku, dipadukan celana panjang bahan warna hitam. Selain itu, yang paling mencolok adalah luka lebam di wajah bagian kanan Jemmy. Jemmy seolah baru saja diamuk dengan keji dan Dion berpikir, itu Arden yang melakukannya lantaran Jemmy telah berani melukai Amel.

Pertemuan kini tak hanya membuat kedua tangan Dion mengepal kencang hingga otot-otot di tangan kekarnya tampak menegang. Sebab kedua tangan Jemmy yang membawa kantong besar berisi makanan, juga mengalami hal serupa. Dan kali ini, setelah sempat malas untuk menatap satu sama lain, tatapan keduanya bertemu. Tatapan yang sama-sama dikuasai amarah. Sorot lampu tembok di sebelah mereka menjadi saksi, bersama satpam di sana yang menjadi tegang sendiri.

“Apa maksud kamu menemui istriku diam-diam, ... semalam ini?!” Tatapan tajam Jemmy seolah nyaris mencabik Dion.

Mendengar itu, Dion yang mengenakan sweter cokelat tua dan bagian lengannya disingsing hingga siku, langsung tersenyum geli. Hanya sebatas itu tanpa balasan berarti karena Dion memutuskan masuk mobil yang terparkir di sebelah mereka. Dion memilih pergi tanpa sudi berurusan dengan Jemmy.

“Apa maksudnya? Dia meledekku?” gumam Jemmy yang menjadi bertanya-tanya, melepas kepergian Dion dengan tatapan kesal. Selain itu, Jemmy yang memang langsung cemburu juga penasaran, apa yang telah terjadi antara Amel dan Dion, terlebih Dion sampai datang dan baru pulang?

Tiba-tiba saja, benak Jemmy dihiasi kebersamaannya dan Tianka yang sempat diwarnai indahnya cinta dan melahirkan nafsu birahi hingga mengantarkan mereka pada kekhilafan, tapi sangat mereka nikmati. Benarkah hal serupa juga telah terjadi kepada Dion dan Amel, mengingat sebobrok apa pun Jemmy, pria tampan itu juga percaya, karma ada. Roda kehidupan selalu berputar dan tabur tuai juga akan tetap ia rasakan. Karena jika Jemmy saja selingkuh, tak menutup kemungkinan dirinya juga akan diselingkuhi.

Terpopuler

Comments

sherly

sherly

picik banget kamu, woiii Amel TDK seperti kamu dan pacarmu itu... karmamu blm dtg secepat itu...

2024-08-04

1

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

kau fikir Jemmy semua wanita sama..kau saja sama Tianka

2023-11-18

1

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

emang nya semua orang kelakuannya sama kek elo ma si dj4l4ng ? dasar lakik br3ngs3k !!!

2023-09-06

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Menantu yang Tak Diharapkan
2 2 : Istri yang Dibuang
3 3 : Godaan yang Sayang Untuk Ditolak
4 4 : Kabar Amel yang Keguguran
5 5 : Terlalu Menyakitkan
6 6 : Mati Rasa
7 7 : Sakit Tak Berdarah
8 8 : Balas Dendam Pun Telah Dimulai
9 9 : Gundik Perebut Calon Suami Orang
10 10 : Emosi yang Akhirnya Meledak
11 11 : Bangkit dan Memulai Lembaran Baru
12 12 : Dion, Pria yang Hangat
13 13 : Penyesalan Jemmy
14 14 : Usaha Jemmy Dalam Meyakinkan Amel
15 15 : Syarat Dan Kesempatan
16 16 : Tidak Mudah
17 17 : Serangan dan Tawaran Dari Sang Pelakor
18 18 : Menyerah Dan Ikhlas
19 19 : Tes DNA Dan Gugatan Perceraian
20 20 : Kepergian Amel
21 21 : Delapan Bulan Berlalu
22 22 : Rindu yang Ditolak
23 23 : Pembukaan dan Gelombang Cinta
24 24 : Dipaksa Menikah Lagi
25 25 : Benar-Benar Sulit
26 26 : Demi Anak-Anak
27 27 : Dukungan Dari Dion
28 28 : Diaminin Saja
29 29 : Ketika Suamiku Menikahi Cinta Pertamanya
30 30 : Terbiasa dan Bisa
31 31 : Kebohongan yang Mulai Tercium
32 32 : Kebahagiaan Dari Dion
33 33 : Kejutan Manis Dari Dion
34 34 : Pesona Mantan Istri
35 35 : Ingin Kembali Memiliki
36 36 : Jemmy yang Menjadi Posesif
37 37 : Teguran Untuk Jemmy
38 38 : Selingkuh dan CCTV
39 39 : Negatif dan Langsung Kacau
40 40 : Kejutan Dari Menantu Idaman
41 41 : Pembalasan Dan Jebakan
42 42 : Terasa Mustahil
43 43 : Peringatan Terakhir
44 44 : Mendadak Ijab Kabul, SAH!
45 45 : Campur Aduk
46 46 : Sesakit Ini, Semalu Ini!
47 47 : Karma yang Sangat Menyakitkan
48 48 : Pillow Talk
49 49 : Merasa Beruntung
50 50 : Rencana Balas Dendam Dari Tianka
51 51 : Kenekatan Pak Tohir
52 52 : Takut
53 53 : Serangan dan Bantuan
54 54 : Pembalasan Kejam
55 55 : Membereskan Masalah
56 56 : Hari Bahagia
57 TAMAT
58 Novel Baru : Pembalasan Seorang Istri yang Dianggap Sebagai Parasit Rumah Tangga
59 Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
60 Novel : Cinta Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
61 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
62 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
63 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
64 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
Episodes

Updated 64 Episodes

1
1 : Menantu yang Tak Diharapkan
2
2 : Istri yang Dibuang
3
3 : Godaan yang Sayang Untuk Ditolak
4
4 : Kabar Amel yang Keguguran
5
5 : Terlalu Menyakitkan
6
6 : Mati Rasa
7
7 : Sakit Tak Berdarah
8
8 : Balas Dendam Pun Telah Dimulai
9
9 : Gundik Perebut Calon Suami Orang
10
10 : Emosi yang Akhirnya Meledak
11
11 : Bangkit dan Memulai Lembaran Baru
12
12 : Dion, Pria yang Hangat
13
13 : Penyesalan Jemmy
14
14 : Usaha Jemmy Dalam Meyakinkan Amel
15
15 : Syarat Dan Kesempatan
16
16 : Tidak Mudah
17
17 : Serangan dan Tawaran Dari Sang Pelakor
18
18 : Menyerah Dan Ikhlas
19
19 : Tes DNA Dan Gugatan Perceraian
20
20 : Kepergian Amel
21
21 : Delapan Bulan Berlalu
22
22 : Rindu yang Ditolak
23
23 : Pembukaan dan Gelombang Cinta
24
24 : Dipaksa Menikah Lagi
25
25 : Benar-Benar Sulit
26
26 : Demi Anak-Anak
27
27 : Dukungan Dari Dion
28
28 : Diaminin Saja
29
29 : Ketika Suamiku Menikahi Cinta Pertamanya
30
30 : Terbiasa dan Bisa
31
31 : Kebohongan yang Mulai Tercium
32
32 : Kebahagiaan Dari Dion
33
33 : Kejutan Manis Dari Dion
34
34 : Pesona Mantan Istri
35
35 : Ingin Kembali Memiliki
36
36 : Jemmy yang Menjadi Posesif
37
37 : Teguran Untuk Jemmy
38
38 : Selingkuh dan CCTV
39
39 : Negatif dan Langsung Kacau
40
40 : Kejutan Dari Menantu Idaman
41
41 : Pembalasan Dan Jebakan
42
42 : Terasa Mustahil
43
43 : Peringatan Terakhir
44
44 : Mendadak Ijab Kabul, SAH!
45
45 : Campur Aduk
46
46 : Sesakit Ini, Semalu Ini!
47
47 : Karma yang Sangat Menyakitkan
48
48 : Pillow Talk
49
49 : Merasa Beruntung
50
50 : Rencana Balas Dendam Dari Tianka
51
51 : Kenekatan Pak Tohir
52
52 : Takut
53
53 : Serangan dan Bantuan
54
54 : Pembalasan Kejam
55
55 : Membereskan Masalah
56
56 : Hari Bahagia
57
TAMAT
58
Novel Baru : Pembalasan Seorang Istri yang Dianggap Sebagai Parasit Rumah Tangga
59
Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
60
Novel : Cinta Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
61
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
62
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
63
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
64
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!