16 : Tidak Mudah

Kepergian Dion membuat Jemmy memeluk Amel dengan leluasa. Jujur, ia tidak menampik anggapan Dion. Karena melepaskan diri dari Tianka memang tidak mudah bahkan sangat tidak mudah. Buktinya, meski ia sudah sampai memblokir nomor ponsel Tianka, wanita itu tetap memakai nomor baru hanya untuk bisa terhubung dengannya.

“Habiskan makanannya, setelah itu kita tidur dan istirahat,” lirih Jemmy seiring ia yang mengakhiri dekapannya.

Amel tetap diam, masih menunduk dalam. Karena setelah semua yang terjadi, ia merasa ada jarak yang membuatnya merasa canggung bahkan tidak nyaman kepada Jemmy. Pun meski Jemmy sudah memperlakukannya dengan baik, lembut penuh perhatian. Rasanya tetap ada yang berbeda.

“Makan yang banyak biar kamu enggak sekurus ini,” lirih Jemmy sembari membingkai wajah Amel. Namun, tangan kanannya berangsur mengambil sendok dari mangkuk berisi salad buah milik Amel.

“Kamu bikin aku makan hati!” keluhnya sambil melirik kesal yang bersangkutan dan kebetulan menatapnya. Jemmy mengangguk-angguk kemudian kembali meminta maaf. Terus begitu selain pria itu yang masih berusaha kembali mendapatkan simpati terlebih hatinya.

---

Masih sangat pagi, Amel dikejutkan oleh keberadaan Jemmy yang tidur di sebelahnya. Pria itu bahkan tak segan memeluknya, seolah semuanya baik-baik saja. Semudah itu Jemmy melupakan kesalahannya sekaligus luka-luka Amel.

“Kamu tidurnya pulas banget,” ucap Jemmy sambil membingkai wajah Amel kemudian menatapnya penuh cinta. Sesekali, kedua tangannya juga membelai kepala Amel dengan sangat lembut.

Amel menghela napas pelan kemudian buru-buru menjaga jarak tak lama setelah Jemmy mendaratkan ciuman di keningnya. “Jem, aku masih sulit buat terbiasa.” Ia berangsur duduk kemudian merapikan asal penampilannya sebelum akhirnya ia berusaha turun dari tempat tidur, tetapi keberadaan Jemmy menghalanginya.

Jemmy berusaha bangun, mencoba menjadi suami siaga, membantu sang istri turun dari ranjang sederhana yang mereka tempati.

“Pelan-pelan,” ucap Jemmy sambil menatap Amel sebelum akhirnya ia buru-buru turun. Ia tak mengizinkan Amel jalan dan sengaja membopongnya.

“Mulai hari ini, ayo kita biasakan. Kita biasakan berpacaran, kencan. Oh, iya ... hari ini, kita lihat-lihat rumah baru kita. Aku kurang nyaman kalau kamu tinggal di sini. Tempat ini terlalu sempit. Tidur saja, aku harus menekuk kakiku,” ucap Jemmy sambil melangkah pelan membawa Amel ke kamar mandi.

“Memangnya kamu punya apa? Memangnya kamu bisa apa tanpa orang tua kamu?” ucap Amel. “Aku enggak bermaksud meremehkan apalagi merendahkan kamu, tetapi itulah kenyataannya. Selama ini, kamu selalu hidup dengan bermalas-malasan di atas harta dan kekayaan orang tua kamu.”

“Gini, lho. Sesayang-sayangnya orang tua ke orang lain, mereka pasti tetap condong sekaligus berat ke anak. Sementara semua yang selama ini aku punya, semua itu memang hak aku. Iya, aku memang enggak punya apa-apa sekaligus enggak bisa apa-apa tanpa mereka. Namun mulai sekarang, aku akan belajar buat lebih berguna demi kita,” ucap Jemmy sarat perhatian sekaligus kepedulian. Ia menurunkan Amel dengan hati-hati di depan kloset.

Di kamar mandi yang tidak begitu luas di sana tapi masih dihiasi wastafel lengkap dengan cermin, Jemmy sengaja meninggalkan Amel karena wanita itu tak mau ditunggui olehnya dan berdalih sudah sangat kebelet pipis.

Jemmy membasuh wajahnya. Ia menatap pantulan bayangan wajahnya pada cermin wastafel. Wajahnya masih babak belur dan langsung terasa sangat perih ketika ia membasuhnya menggunakan air apalagi sabun.

Di dalam dan hanya tertutup oleh pintu kaca tebal, Amel yang masih duduk di kloset, menjadi menatap tak tega Jemmy. Pria itu babak belur karena dihajar Arden. Amel memang tidak menyalahkan Arden karena Jemmy pantas mendapatkannya. Namun tetap saja, rasa peduli itu membuatnya untuk segera mengobati. Hingga beberapa saat kemudian, di pinggir tempat tidur, Amel mengobati luka-luka di wajah Jemmy.

Suasana kamar tak lagi temaram karena selain semua gorden tebal sudah dibuka, jendelanya juga turut dibuka semua oleh Jemmy guna memperbaiki sirkulasi udara di sana. Jemmy menahan tangan kanan Amel yang tengah memoleskan salep peredam lebam di wajahnya.

“Apa?” lirih Amel sambil menatap heran Jemmy.

Bukannya menjawab, Jemmy malah mengabsen punggung tangan Amel dengan ciuman dan langsung mendapat omelan dari yang bersangkutan.

“Status hubungan kita terlebih di mata agama, sudah sangat enggak baik. Demi jaga-jaga biar enggak salah kaprah, kalau kamu memang serius mau lanjut, harusnya kita menjalani ijab kabul lagi. Tentu saja, kita harus melakukannya di depan orang tua kita. Kamu sanggup membuat itu terjadi? Kalau enggak, ya jangan harap aku mau sama kamu lagi. Kalau kamu menganggap aku terlalu ribet, ya silakan saja cari yang gampangan. Seperti kata Dion, yang semacam Tianka banyak di pinggir jalan. Dapat perhatian apalagi kepuasan dari mereka saking gampangnya asal kamu punya uang. Sementara kalau sama aku, aku enggak hanya butuh uang. Karena aku juga butuh tanggung jawab. Aku enggak munafik dan bilang aku enggak butuh uang. Buktinya, buat berobat kemarin dan menjalani pengobatan janin secara intensif saja bayarnya pakai uang. Bukan ucapan terima kasih apalagi janji dan kata maaf seperti yang sibuk kamu lakukan.” Amel menyikapi Jemmy dengan sangat tegas.

Jemmy mengangguk kilat dan menanggapi Amel tak kalah tegas. “Hari ini juga, setelah kita sarapan, aku akan membawamu menemui orang tuaku, setelah itu kita ke orang tuamu, kemudian kita menjalani ijab kabul lagi. Aku serius ke kamu dan aku mau fokus ke rumah tangga kita,” tegasnya.

“Hari ini juga, Jemmy akan membawaku bertemu dengan orang tuanya, dan dengan kata lain, aku akan bertemu ibu Marta?” batin Amel yang kemudian bertanya, “Kalau orang tuamu apalagi mamah kamu enggak setuju, bagaimana?” Itulah yang paling membuat Amel khawatir. Kekhawatiran yang juga menjadi jarak mengerikan untuk hubungan mereka, khususnya calon bayi mereka.

“Aku enggak peduli. Yang penting aku sudah minta restu secara baik-baik,” sergah Jemmy masih menyikapi Amel dengan tegas.

“Kalau Tianka masih tetap mengejar kamu, kalau dia nekat melukai calon anakku?” sergah Amel yang baru membayangkan saja sudah langsung merasa sedih.

“Aku sudah bilang ke dia, bahwa aku sudah meminta surat larangan khusus berkekuatan hukum karena surat tersebut berasal dari kepolisian. Andai Tianka sampai nekat melukai kamu, dia akan langsung dipenjara. Mendekati kita saja, dia wajib ada jarak. Minimal sepuluh meter, itu jarak terdekat dia dengan kita.” Jemmy masih sibuk meyakinkan.

Dalam hatinya, Amel bertanya-tanya. Benarkah Jemmy bisa dipercaya? Dan apakah apa yang Jemmy lakukan bisa membuat Tianka termasuk ibu Marta, jera? Sejauh ini, baik Tianka apalagi ibu Marta, selalu melakukan segala cara untuk menuntaskan setiap ambisi mereka. Bisa jadi, mereka juga tidak takut dan memang tidak peduli kepada polisi.

Terpopuler

Comments

sherly

sherly

senanglah si Jemmy kamu kasi kesempatan dia masuk ya dia anggap kamu dah maafin... pdhal dianya tetep tak bisa lepas dr gindiknya

2024-08-04

1

Erina Munir

Erina Munir

kasih liat buktinya perjanjiannya dong yg dri kepolisian....

2023-07-03

0

💕Erna iksiru moon💕

💕Erna iksiru moon💕

please jan mau balik lagi jan mau luluh dan percaya Jemmy gt aja Mel

2022-12-22

1

lihat semua
Episodes
1 1 : Menantu yang Tak Diharapkan
2 2 : Istri yang Dibuang
3 3 : Godaan yang Sayang Untuk Ditolak
4 4 : Kabar Amel yang Keguguran
5 5 : Terlalu Menyakitkan
6 6 : Mati Rasa
7 7 : Sakit Tak Berdarah
8 8 : Balas Dendam Pun Telah Dimulai
9 9 : Gundik Perebut Calon Suami Orang
10 10 : Emosi yang Akhirnya Meledak
11 11 : Bangkit dan Memulai Lembaran Baru
12 12 : Dion, Pria yang Hangat
13 13 : Penyesalan Jemmy
14 14 : Usaha Jemmy Dalam Meyakinkan Amel
15 15 : Syarat Dan Kesempatan
16 16 : Tidak Mudah
17 17 : Serangan dan Tawaran Dari Sang Pelakor
18 18 : Menyerah Dan Ikhlas
19 19 : Tes DNA Dan Gugatan Perceraian
20 20 : Kepergian Amel
21 21 : Delapan Bulan Berlalu
22 22 : Rindu yang Ditolak
23 23 : Pembukaan dan Gelombang Cinta
24 24 : Dipaksa Menikah Lagi
25 25 : Benar-Benar Sulit
26 26 : Demi Anak-Anak
27 27 : Dukungan Dari Dion
28 28 : Diaminin Saja
29 29 : Ketika Suamiku Menikahi Cinta Pertamanya
30 30 : Terbiasa dan Bisa
31 31 : Kebohongan yang Mulai Tercium
32 32 : Kebahagiaan Dari Dion
33 33 : Kejutan Manis Dari Dion
34 34 : Pesona Mantan Istri
35 35 : Ingin Kembali Memiliki
36 36 : Jemmy yang Menjadi Posesif
37 37 : Teguran Untuk Jemmy
38 38 : Selingkuh dan CCTV
39 39 : Negatif dan Langsung Kacau
40 40 : Kejutan Dari Menantu Idaman
41 41 : Pembalasan Dan Jebakan
42 42 : Terasa Mustahil
43 43 : Peringatan Terakhir
44 44 : Mendadak Ijab Kabul, SAH!
45 45 : Campur Aduk
46 46 : Sesakit Ini, Semalu Ini!
47 47 : Karma yang Sangat Menyakitkan
48 48 : Pillow Talk
49 49 : Merasa Beruntung
50 50 : Rencana Balas Dendam Dari Tianka
51 51 : Kenekatan Pak Tohir
52 52 : Takut
53 53 : Serangan dan Bantuan
54 54 : Pembalasan Kejam
55 55 : Membereskan Masalah
56 56 : Hari Bahagia
57 TAMAT
58 Novel Baru : Pembalasan Seorang Istri yang Dianggap Sebagai Parasit Rumah Tangga
59 Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
60 Novel : Cinta Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
61 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
62 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
63 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
64 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
Episodes

Updated 64 Episodes

1
1 : Menantu yang Tak Diharapkan
2
2 : Istri yang Dibuang
3
3 : Godaan yang Sayang Untuk Ditolak
4
4 : Kabar Amel yang Keguguran
5
5 : Terlalu Menyakitkan
6
6 : Mati Rasa
7
7 : Sakit Tak Berdarah
8
8 : Balas Dendam Pun Telah Dimulai
9
9 : Gundik Perebut Calon Suami Orang
10
10 : Emosi yang Akhirnya Meledak
11
11 : Bangkit dan Memulai Lembaran Baru
12
12 : Dion, Pria yang Hangat
13
13 : Penyesalan Jemmy
14
14 : Usaha Jemmy Dalam Meyakinkan Amel
15
15 : Syarat Dan Kesempatan
16
16 : Tidak Mudah
17
17 : Serangan dan Tawaran Dari Sang Pelakor
18
18 : Menyerah Dan Ikhlas
19
19 : Tes DNA Dan Gugatan Perceraian
20
20 : Kepergian Amel
21
21 : Delapan Bulan Berlalu
22
22 : Rindu yang Ditolak
23
23 : Pembukaan dan Gelombang Cinta
24
24 : Dipaksa Menikah Lagi
25
25 : Benar-Benar Sulit
26
26 : Demi Anak-Anak
27
27 : Dukungan Dari Dion
28
28 : Diaminin Saja
29
29 : Ketika Suamiku Menikahi Cinta Pertamanya
30
30 : Terbiasa dan Bisa
31
31 : Kebohongan yang Mulai Tercium
32
32 : Kebahagiaan Dari Dion
33
33 : Kejutan Manis Dari Dion
34
34 : Pesona Mantan Istri
35
35 : Ingin Kembali Memiliki
36
36 : Jemmy yang Menjadi Posesif
37
37 : Teguran Untuk Jemmy
38
38 : Selingkuh dan CCTV
39
39 : Negatif dan Langsung Kacau
40
40 : Kejutan Dari Menantu Idaman
41
41 : Pembalasan Dan Jebakan
42
42 : Terasa Mustahil
43
43 : Peringatan Terakhir
44
44 : Mendadak Ijab Kabul, SAH!
45
45 : Campur Aduk
46
46 : Sesakit Ini, Semalu Ini!
47
47 : Karma yang Sangat Menyakitkan
48
48 : Pillow Talk
49
49 : Merasa Beruntung
50
50 : Rencana Balas Dendam Dari Tianka
51
51 : Kenekatan Pak Tohir
52
52 : Takut
53
53 : Serangan dan Bantuan
54
54 : Pembalasan Kejam
55
55 : Membereskan Masalah
56
56 : Hari Bahagia
57
TAMAT
58
Novel Baru : Pembalasan Seorang Istri yang Dianggap Sebagai Parasit Rumah Tangga
59
Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
60
Novel : Cinta Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
61
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
62
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
63
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
64
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!