14 : Usaha Jemmy Dalam Meyakinkan Amel

Amel masih menjadi pemantau baik untuk setiap pesan WA masuk di ponselnya dan ia dapatkan dari Jemmy. Iya, pria itu begitu sibuk mengiriminya pesan.

 

Jemmy : Aku tahu aku salah. Kesalahanku fatal, tetapi bukan berarti aku enggak bisa berubah.

Jemmy : Aku tahu kamu sangat marah, kecewa ke aku. Dan aku tahu kamu belum tidur. Ayo buka pintunya. Aku akan tetap menunggu di sini sampai kamu bukain pintunya.

Seperti yang Amel duga, begitulah Jemmy. Amel yakin, pria itu benar-benar menunggu di depan sampai ia memaafkan atau setidaknya keluar, membukakan pintu. Kini, Amel sengaja membalas pesan Jemmy agar pria itu merasa makin tertantang.

Amel : Pergilah. Aku enggak mau, mamah kamu dan gundik itu mengotori butik aku.

Tanpa menunggu lama, Amel pun mendapat balasan dari Jemmy. Kali ini Jemmy begitu cekatan membalas setiap pesannya, menegaskan pria itu sedang sangat butuh sekaligus menganggap Amel penting. Padahal biasanya, Jemmy tidak begitu.

Jemmy : Aku pastikan itu tidak akan pernah terjadi.

Amel : Aku sudah bosan. Aku muak dengan janji-janji kamu!

Jemmy : Mel, tolong izinkan aku menebus semua kesalahanku kepada kalian. Izinkan aku membahagiakan kalian.

Terlalu lama berdiri membuat Amel merasakan dampaknya. Kedua mata Amel refleks terpejam, menahan pening yang juga sampai membuat matanya berkunang-kunang.

“Kok gini banget, ya? Ini aku anemia, apa memang bawaan hamil? Sebelumnya aku enggak pernah begini,” lirih Amel. Ia berangsur mencoba duduk di kursi kerjanya sambil berpegangan pada tepi meja. “Aku enggak boleh sampai jatuh.” Amel takut, bahkan sangat takut, janinnya mengalami luka fatal andai ia sampai jatuh seperti yang ia takutkan.

Jemmy : Aku sayang kamu. Aku sayang kalian!

Amel : Pergilah. Sekarang aku tahu, mana yang benar-benar tulus, mana juga yang hanya mengobral janji. Andai dari awal aku mendengarkan nasihat Mas Arden dan Mbak Keyra, andai aku enggak memberi kamu kesempatan, anak yang aku lahirkan pasti memiliki papah.

Amel membaca pesan dari Jemmy, sambil merebahkan kepalanya di meja. Sampai detik ini, bujuk rayu Jemmy sama sekali belum bisa membuat hatinya tersentuh karena ia telanjur terlalu terluka. Dan kini, ia sengaja mendiamkan Jemmy.

Sekitar dua jam kemudian, setelah Jemmy memberinya jeda dalam menghubungi, pesan dari Jemmy kembali menghiasi ponsel Amel. Amel yang ketiduran langsung kaget dan berusaha membacanya. Jemmy mengirimi Amel foto pintu masuk di butik Amel. Foto tersebut diambil dari sekitar bangku tunggu yang ada persis di sebelah pintu masuk utama butik. Amel paham itu.

Jemmy : Kamu sudah tidur?

Amel mendesah karena merasa malas setelah membaca pesan tersebut. Malahan, ia menerima telepon masuk dari Dion yang kebetulan menghiasi ponselnya.

“Sebentar lagi aku sampai. Aku pakai motor biar kamu enggak kelaparan.”

Dari seberang, Dion sampai berseru dan suaranya khas orang yang sedang mengendarai motor. Mendengar suara Dion yang sarat perhatian, Amel tak segan berkeluh kesah. Amel meminta Dion untuk secepatnya sampai dengan dalih karena kepalanya terasa sangat pusing.

Sekitar setengah jam kemudian, setelah Dion berjanji akan datang secepatnya, pria itu menepati janjinya. Dion datang dan mendapati Jemmy masih duduk terjaga di bangku tunggu sebelah pintu masuk yang tertutup. Pintu yang juga dihiasi keterangan tergantung bertuliskan CLOSED.

Api cemburu langsung membakar hati bahkan kehidupan seorang Jemmy hanya karena mendapati Dion kembali datang, membawa dua kantong berwarna putih berisi tumpukan kotak makanan terbilang besar.

“Ngapain kamu ke sini lagi?” sinis Jemmy sesaat setelah berhasil berdiri. Dion yang menepis tatapannya terlihat sangat cemas. Membuatnya curiga, sesuatu yang fatal telah terjadi di dalam sana dan menimpa Amel. Terlebih dua jam terakhir, Amel juga tidak merespons pesan darinya lagi.

Suara proses terbukanya pintu dan itu dilakukan oleh Amel, langsung mengusik mereka. Di pintu transparan yang luarnya dihiasi jeruji besi bercat putih sebagai pengaman, Amel yang memakai piama lengan panjang warna pink tua, tengah susah payah membuka gembok gerbang besinya.

“Pelan-pelan, Mel.” Dion sungguh mengkhawatirkan Amel. Ia sampai gelisah, tak bisa menunggu dengan tenang hanya karena kekhawatirannya.

“Ini sudah malam dan enggak seharusnya kamu mengganggu istri orang. Tolong hargai aku karena biar bagaimanapun, aku suami Amel dan aku enggak suka ada laki-laki lain mendekatinya!” tegas Jemmy lirih tapi terdengar menusuk.

Dion mengernyit, menatap tak habis pikir Jemmy yang terlihat jelas tak hanya ingin mengajaknya ribut, tetapi lebih. “Istri orang ...?” ucapnya yang kemudian tersenyum getir dan memang sengaja ia lakukan untuk mengejek Jemmy.

Jemmy meradang, ingin rasanya ia menghajar Dion, tapi Amel baru saja berdiri di hadapan mereka sesaat setelah wanita yang ia pastikan masih merupakan istri sahnya, berhasil membuka pintu.

Sambil mengerling, melirik Dion dan Jemmy silih berganti, Amel juga merenung. Amel mendapati aura kecemburuan dari Jemmy terhadap Dion. Kecurigaannya tersebut ditegaskan dengan rahang Jemmy yang mengeras dan juga kedua tangan pria itu yang sampai mengepal kencang. Tentu saja, tatapan Jemmy pada Dion juga jangan ditanyakan lagi. Tatapan Jemmy kepada Dion penuh amarah dan seolah mengobarkan kecemburuan. Terbukti, Jemmy juga sampai buru-buru meraih sebelah tangan Amel, menggenggamnya erat kemudian menariknya hingga tubuh mereka tak berjarak. Jemmy mendekap tubuh Amel dengan gerakan yang benar-benar posesif.

Dion tahu, kini Jemmy sengaja menegaskan kepadanya bahwa hubungan pria itu dengan Amel baik-baik saja. Amel masih berstatus sebagai istri orang, istri Jemmy, persis seperti yang beberapa saat lalu pria itu tegaskan.

“Kamu kenapa sih?” sinis Amel yang merasa risi dengan sikap Jemmy. Kemudian ia menoleh, menghadap sekaligus menatap Dion. Pria itu masih menatapnya sarat kekhawatiran, berbeda dengan Jemmy yang masih dikuasai sekaligus memperlakukannya penuh keposesifan.

“Biar aku saja yang taruh ini, kamu kelihatan sakit begitu.” Tanpa menunggu izin, Dion langsung memasuki butik Amel.

Amel melepas kepergian Dion yang memasuki butiknya sambil menghela napas pelan. Pria itu selalu perhatian, benar-benar tidak pernah berubah. Bahkan sekalipun selama ini, Jemmy kurang memperlakukan Dion dengan baik, terlebih tadi.

“Aku enggak suka, kalau kamu dekat dengan dia apalagi sampai begini, yah, Mel!” Jemmy menegaskan kemarahannya karena ia sungguh tidak ingin berbagi Amel dengan laki-laki mana pun, bahkan itu Dion yang ia ketahu sudah cukup akrab dengan Amel maupun keluarganya.

“Apaan, sih?” sinis Amel makin risi. Ia sengaja menghela napas kasar sebagai wujud dari kekesalannya kepada Jemmy. “Bilangnya sayang, tapi hobinya hanya mengatur, mengekang, tanpa peduli aku sedang kelaparan, bahkan sakit!”

Apa yang baru saja Amel keluhkan sukses membungkam seorang Jemmy yang seketika menunduk dalam bersama kata maaf yang pria itu sampaikan penuh sesal.

“Kata sayang, kata maaf, termasuk kata menyesal enggak bakalan bikin aku kenyang apalagi bikin aku dan janinku baik-baik saja. Malahan kalau aku makin stres begini, yang ada janinku juga kena lagi!” keluh Amel lagi.

“Kalau kamu serius sayang ke aku dan anakku, harusnya kamu selesaikan dulu urusan kamu dengan gundik itu. Termasuk dengan mamah kamu. Karena sampai kapan pun, kalau kamu masih belum tegas, ... semuanya beneran sia-sia. Nyawa aku dan anak aku menjadi taruhannya. Aku yakin kamu lebih tahu dari aku seperti apa mereka jika sudah berurusan dengan semua yang berkaitan dengan aku.” Amel memilih pergi meninggalkan Jemmy.

Amel bermaksud menyusul Dion, tapi Jemmy mendadak mencekal sebelah tangannya. Jemmy mendekapnya dari belakang sangat erat, hingga langkah Amel juga seketika terhenti. Pelukan erat yang Jemmy lakukan, seolah pria itu tidak akan melepaskan Amel.

“Aku akan melakukan apa pun yang kamu mau. Aku akan melakukan semuanya, besok juga!” bisik Jemmy meyakinkan.

Amel menggeleng kemudian berusaha menyingkirkan kedua tangan Jemmy yang mendekapnya. Namun, tenaganya yang memang tak seberapa, sama sekali tak mampu membuatnya untuk melakukannya.

“Aku akan berubah. Mulai detik ini juga, aku beneran berubah. Sumpah, Mel!” Jemmy membingkai erat wajah Amel, membuat wanita itu menengadah sempurna hanya untuk mengikuti tuntunannya, menatapnya.

“Bener kata Dion, ... Amel sekurus ini. Wajahnya saja tirus banget, dan beneran tinggal tulang,” batin Jemmy yang kemudian berkata, “Aku mohon, ... aku benar-benar menyesal. Aku minta maaf. I love you ....”

Tak ada keraguan walau hanya sedikit dari kenyataan Jemmy sekarang. Sebelumnya, Jemmy belum pernah seserius sekarang kepada siapa pun termasuk kepada Amel.

Haruskah Amel percaya dan memberi Jemmy kesempatan? Layaknya apa yang Jemmy katakan, demi keutuhan keluarga kecil mereka. Demi masa depan jabang bayi yang tengah bersarang dalam rahimnya dan memang membutuhkan sosok orang tua dalam formasi lengkap. Persis seperti yang sedari tadi sibuk Jemmy yakinkan kepada Amel.

“Please, ... demi anak kita. Aku beneran menyesal telah melukai kalian.” Sekali lagi Jemmy meyakinkan, melalui tutur lirih yang pria itu lakukan di depan pintu masuk butik Amel.

Mereka masih bertahan di sana meski Dion sudah terbilang lama masuk le butik lebih dulu. Kini, ulah Jemmy benar-benar membius Amel. Bukan karena ketampanan dan juga segala pesona pria itu, melainkan rencana masa depan sempurna untuk calon anak mereka. Amel bingung sebingung-bingungnya. Perlahan ia menunduk dalam sekaligus berat.

Tak lama berselang, Jemmy memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeluk Amel seerat mungkin yang juga menjadi bagian dari bujuk rayunya memperbaiki hubungan mereka.

“Setelah semua yang terjadi, hati kamu memang boleh mati untuk Jemmy dan juga semua laki-laki. Namun, jangan jika itu untuk kebaikan anak kamu, Mel,” batin Amel meyakinkan dirinya sendiri. Tatapannya bergetar dan sampai detik ini, ia belum membalas dekapan Jemmy yang Amel yakini langsung menyimpulkan dirinya telah memaafkan pria itu.

 

Terpopuler

Comments

S

S

Mulut sih bisa semanis madu tapi kelajuan di belakang siapa yang tahu.Pertimbangkan kemungkinan" yang gak enaknya Mel.Jangan.lupa.Suamimu mantan Play Boy.

2024-03-19

2

novi 99

novi 99

ngomongnya ingin balas dendam ...
eh skrg plin plan

2023-12-01

0

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

jangan terlalu cepet luluh, Mel ...
Jemmy musti buktiin dulu omongannya ...
emang dia bakalan bertindak apa sih ke ibu nya yg gila dan juga ke Tianka dj4l4ng ? jangan2 Jemmy malahan mlehoy kalo udah di depan 2 dedemit itu.

2023-09-06

1

lihat semua
Episodes
1 1 : Menantu yang Tak Diharapkan
2 2 : Istri yang Dibuang
3 3 : Godaan yang Sayang Untuk Ditolak
4 4 : Kabar Amel yang Keguguran
5 5 : Terlalu Menyakitkan
6 6 : Mati Rasa
7 7 : Sakit Tak Berdarah
8 8 : Balas Dendam Pun Telah Dimulai
9 9 : Gundik Perebut Calon Suami Orang
10 10 : Emosi yang Akhirnya Meledak
11 11 : Bangkit dan Memulai Lembaran Baru
12 12 : Dion, Pria yang Hangat
13 13 : Penyesalan Jemmy
14 14 : Usaha Jemmy Dalam Meyakinkan Amel
15 15 : Syarat Dan Kesempatan
16 16 : Tidak Mudah
17 17 : Serangan dan Tawaran Dari Sang Pelakor
18 18 : Menyerah Dan Ikhlas
19 19 : Tes DNA Dan Gugatan Perceraian
20 20 : Kepergian Amel
21 21 : Delapan Bulan Berlalu
22 22 : Rindu yang Ditolak
23 23 : Pembukaan dan Gelombang Cinta
24 24 : Dipaksa Menikah Lagi
25 25 : Benar-Benar Sulit
26 26 : Demi Anak-Anak
27 27 : Dukungan Dari Dion
28 28 : Diaminin Saja
29 29 : Ketika Suamiku Menikahi Cinta Pertamanya
30 30 : Terbiasa dan Bisa
31 31 : Kebohongan yang Mulai Tercium
32 32 : Kebahagiaan Dari Dion
33 33 : Kejutan Manis Dari Dion
34 34 : Pesona Mantan Istri
35 35 : Ingin Kembali Memiliki
36 36 : Jemmy yang Menjadi Posesif
37 37 : Teguran Untuk Jemmy
38 38 : Selingkuh dan CCTV
39 39 : Negatif dan Langsung Kacau
40 40 : Kejutan Dari Menantu Idaman
41 41 : Pembalasan Dan Jebakan
42 42 : Terasa Mustahil
43 43 : Peringatan Terakhir
44 44 : Mendadak Ijab Kabul, SAH!
45 45 : Campur Aduk
46 46 : Sesakit Ini, Semalu Ini!
47 47 : Karma yang Sangat Menyakitkan
48 48 : Pillow Talk
49 49 : Merasa Beruntung
50 50 : Rencana Balas Dendam Dari Tianka
51 51 : Kenekatan Pak Tohir
52 52 : Takut
53 53 : Serangan dan Bantuan
54 54 : Pembalasan Kejam
55 55 : Membereskan Masalah
56 56 : Hari Bahagia
57 TAMAT
58 Novel Baru : Pembalasan Seorang Istri yang Dianggap Sebagai Parasit Rumah Tangga
59 Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
60 Novel : Cinta Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
61 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
62 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
63 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
64 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
Episodes

Updated 64 Episodes

1
1 : Menantu yang Tak Diharapkan
2
2 : Istri yang Dibuang
3
3 : Godaan yang Sayang Untuk Ditolak
4
4 : Kabar Amel yang Keguguran
5
5 : Terlalu Menyakitkan
6
6 : Mati Rasa
7
7 : Sakit Tak Berdarah
8
8 : Balas Dendam Pun Telah Dimulai
9
9 : Gundik Perebut Calon Suami Orang
10
10 : Emosi yang Akhirnya Meledak
11
11 : Bangkit dan Memulai Lembaran Baru
12
12 : Dion, Pria yang Hangat
13
13 : Penyesalan Jemmy
14
14 : Usaha Jemmy Dalam Meyakinkan Amel
15
15 : Syarat Dan Kesempatan
16
16 : Tidak Mudah
17
17 : Serangan dan Tawaran Dari Sang Pelakor
18
18 : Menyerah Dan Ikhlas
19
19 : Tes DNA Dan Gugatan Perceraian
20
20 : Kepergian Amel
21
21 : Delapan Bulan Berlalu
22
22 : Rindu yang Ditolak
23
23 : Pembukaan dan Gelombang Cinta
24
24 : Dipaksa Menikah Lagi
25
25 : Benar-Benar Sulit
26
26 : Demi Anak-Anak
27
27 : Dukungan Dari Dion
28
28 : Diaminin Saja
29
29 : Ketika Suamiku Menikahi Cinta Pertamanya
30
30 : Terbiasa dan Bisa
31
31 : Kebohongan yang Mulai Tercium
32
32 : Kebahagiaan Dari Dion
33
33 : Kejutan Manis Dari Dion
34
34 : Pesona Mantan Istri
35
35 : Ingin Kembali Memiliki
36
36 : Jemmy yang Menjadi Posesif
37
37 : Teguran Untuk Jemmy
38
38 : Selingkuh dan CCTV
39
39 : Negatif dan Langsung Kacau
40
40 : Kejutan Dari Menantu Idaman
41
41 : Pembalasan Dan Jebakan
42
42 : Terasa Mustahil
43
43 : Peringatan Terakhir
44
44 : Mendadak Ijab Kabul, SAH!
45
45 : Campur Aduk
46
46 : Sesakit Ini, Semalu Ini!
47
47 : Karma yang Sangat Menyakitkan
48
48 : Pillow Talk
49
49 : Merasa Beruntung
50
50 : Rencana Balas Dendam Dari Tianka
51
51 : Kenekatan Pak Tohir
52
52 : Takut
53
53 : Serangan dan Bantuan
54
54 : Pembalasan Kejam
55
55 : Membereskan Masalah
56
56 : Hari Bahagia
57
TAMAT
58
Novel Baru : Pembalasan Seorang Istri yang Dianggap Sebagai Parasit Rumah Tangga
59
Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
60
Novel : Cinta Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
61
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
62
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
63
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
64
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!