BAB 19. Menunggu Waktu

" Sayang, apa maksudmu?" Ratna menatap Galih yang baru saja tiba di apartemen yang di sewa khusus oleh Galih untuk mereka berdua melepaskan rindu karena tak mungkin mereka melakukan kemaksiatan di rumah Ratna yang nota bene adalah warisan Suami Ratna, Bowo. Di sana pun ada bi Inah dan Suaminya mang Pardi, orang kepercayaan keluarga Bowo yang telah mengurus rumah itu sejak keduanya belum menikah.

Jika mereka menuntaskan hasrat di sana, pastilah jadi masalah

"Anin mencurigai kita?" Ratna melonggarkan pelukannya, matanya membulat setelah mendengar kalimat pertama yang keluar dari bibir Galih, "Anin mencurigai hubungan kita."

"Ya, dia bahkan menyebut namamu tadi pagi." Ucap Galih dengan gusar.

Anin tergugu sesaat, dia terlihat panik kemudian.

"Dia...dia bilang apa?" Tanya Ratna dengan gugup seperti baru di ciduk.

"Anin menanyakan hubungan kita berdua, dia terlihat begitu cemburu. Aku belum pernah melihat sikapnya seperti itu." Galih memalingkan wajahnya yang terlihat gelisah.

"Dia mengamuk padamu?" Tanya Ratna dengan gugup.

Galih menggeleng, wajahnya terlihat masam.

"Kelihatannya dia hanya sekedar menebak saja tidak terlihat yakin sama sekali. Mungkin ada seseorang yang mempengaruhi fikirannya. Aku kenal sekali bagaimana Anin, dia orang yang seribu persen percaya padaku. Dia memujaku, tak mungkin dia mencurigaiku jika tak ada orang yang membuatnya berfikir..."

"Siapa? siapa yang memberitahunya? Rasanya tak ada orang yang tahu..."

"Itu yang sedang ku cari tahu. Siapa yang telah berani ikut campur dengan urusanku ini." Galih membalikkan badannya melepaskan jas yang di kenakannya, pakaian itu membuatnya merasa gerah.

Dia meninggalkam pesan WA kepada Anin setelah kejadian pagi tadi bahwa dia harus melakukan meeting sebentar karena Anin sama sekali tak berbicara lagi padanya. Moment ini di pergunakannya menemui Ratna yang telah menunggunya untuk dinner berdua di dalam apartemen privat mereka sejak setahun terakhir, tempat mereka membuat janji temu karena jika melakukannya di hotel sangat beresiko.

"Hampir dua tahun kita melakukannya, Anin tak pernah mencurigaiku sedikitpun, aku sudah cukup berhati-hati." Galih terlihat berpikir keras.

"Aduh, bagaimana ini?" Ratna menggigit bibirnya, dia tampak salah tingkah dan bingung.

"Kita harus mengakhiri semuanya sekarang, Anin sepertinya mencium hubungan kita."

"Mengakhirinya?" Ratna terlihat begitu terguncang mendengar kalimat itu.

Galih menatapnya dengan tajam,

"Kita tak mungkin sering bertemu lagi, aku yakin Anin sedang mengawasiku sekarang."

"Tapi..." Raut wajah Ratna sekeruh kolam di musim penghujan. Matanya tak berkedip menatap Galih.

"Semudah itu, kita berakhir?" Ratna menelan ludahnya dalam bimbang.

"Kamu kira ini keputusan yang mudah? Aku tak mungkin memperkeruh suasana dengan mempertaruhkan rumah tanggaku. Anin dan Gita..."

"Setelah satu setengah tahun kamu baru berfikir begitu?" Ratna menggelengkan kepalanya dengan tatapan putus asa.

"Ratna---"

"Apakah semuanya tak berarti apa-apa bagimu? Bagaimana kita bisa berakhir begitu saja seperti ini?" Wajah Ratna tiba-tiba terlihat memelas.

"Ratna, aku mempunyai istri dan kamu juga mempunyai suami, sekarang Anin mulai curiga, paling tidak kita jangan bertemu dulu..." Kalimat itu di ucapkan Galih dengan bimbang.

"Aku tahu!" Mata Ratna menjadi nyalang.

"Aku tahu itu tak perlu kamu beri tahu lagi. Tapi ini sudah terlanjur..." Ratna memeluk lengan Galih.

"Terlanjur?"

"Aku terlanjur mencintaimu, aku bahkan tak bisa berfikir hidup tanpa kamu lagi." Ratna mulai terisak.

"Aku mengerti." Galih merengkuh bahu Ratna dengan enggan. Tatapannya benar-benar bingung.

"Jangan meninggalkan aku, sayang..Sungguh, aku bisa mati jika kamu meninggalkan aku." Ratna mulai terisak.

"Dulu aku meminta kamu berhenti, saat pertama kali kita terperosok, tapi kamu menolaknya. Lalu, bagaimana bisa kamu mengakhiri semuanya sekarang begitu saja, bahkan aku mungkin sudah mati rasa pada suamiku sendiri." Ratna mencengkeram pergelangan tangan Galih seraya mendonggak.

"Kamu mengatakan kamu mencintaiku melebihi Anin, bukankah itu benar?"

Galih menatap mata Ratna yang berkaca-kaca, wajah cantiknya menjadi sembab. Perlahan kepalanya terangguk, dia dilanda bimbang tetapi tak bisa menampik rasa puas dan bahagia setelah mereguk semua pelayanan Ratna padanya selama ini. Bahkan dia tak sungkan mengakui pada sahabat istrinya itu, dia begitu c4ndu pada tubuh Ratna.

"Kita boleh tak bertemu sementara waktu tapi jangan pernah mengakhiri hubungan kita ini..." Mohon Ratna, sungguh tak ada kiblat sesal di wajahnya meski dia sadar hubungan mereka sangat tak wajar.

"Sayang, kita harus bisa melenyapkan kecurigaan Anin, aku tak mau rumah tangga kami hancur karena perselingkuhan kita. Apa kata orang-orang nanti, keluargaku pasti menghakimiku."

"Aku akan menjelaskan pada Anin dan meyakinkannya, dia pasti percaya padaku. Aku akan datang di hari anniv pernikahan kalian supaya dia percaya, kecurigaannya tidak beralasan." Ratna memeluk tubuh Galih dengan sikap manja dan mengiba.

Galih tak bergeming, dia masih terpekur memikirkan apa yang harus dilakukannya, baru kali ini dia bimbang. Tapi, pesona Ratna seolah memasung otaknya bahwa dia tak ingin berakhir, karena jika berakhir maka dia akan kehilangan Ratna. Tubuh dan pelayanan sahabat istrinya ini benar-benar telah memabukkan dirinya.

"Aku harus pulang sekarang..." Galih berusaha tak merespon ketika Ratna mulai memeluknya.

"Nanti Anin mencariku, aku takut dia mengawasiku." Galih memeluk Ratna seadanya tetapi Ratna sama sekali tak melonggarkan pelukannya.

"Jangan pergi..." Bisik Ratna manja.

"Hari ini ulang tahunku, berikan aku itu..." rengeknya sambil mengalungkan tangannya di pinggang Galih.

Sejurus kemudian Galih tak berdaya, saat Ratna membuatnya lupa diri.

Bahkan telpon dari suami Ratna, tak di indahkan perempuan ini, dia sibuk menuntaskan hasratnya.

...***...

Anin menatap nanar ke arah gedung Apartemen yang menjulang di seberang jalan. Helaan nafasnya terdengar tenang. Dia tahu di dalam kamar itu di antaranya ada suaminya yang sedang berasyik masyuk dengan sahabatnya sendiri.

"Kita ke bandara..." Ucapnya kemudian, menepuk bahu Reno, sopir sang suami yang terlihat polos dan gugup mengikuti perintah majikannya itu.

"Aku harus menjemput mertuaku, hari ini mereka datang." Kalimat itu seakan di ucapkannya pada dirinya sendiri.

Ini adalah malam hari ke empat setelah pertengkaran di Cafe itu dan Anin tahu suaminya itu tak pernah bisa meninggalkan selingkuhannya itu. Aniverssary ke -9 tahun pernikahan mereka hanya tiga hari lagi, Anin hanya ingin membuat Galih dan Ratna tak akan melupakan hari itu seperti halnya dirinya yang tak akan memaafkan lagi kecurangan dua orang itu.

Anin hanya menunggu waktu!

...***...

SAKIT HATI TERBESAR SEORANG ISTRI ADALAH:

Ketika dia rela mengabdikan hidupnya hanya untuk suaminya, dia bahkan bisa menerima segala kekurangan dan kelebihan suaminya, dia pula bisa menerima semua keadaan hidup apa adanya bahkan kekurangan sekalipun.

Dia mengadikan dirinya hidup kesusahan dan menemani suaminya dalam keadaan sakit atau sehat, tapi pada akhirnya perjuangan dan kesetiaannya terbalaskan dengan sebuah Penghianatan.

Perempuan seperti ini, adakah yang melebihi sakit hatinya?

Terpopuler

Comments

Jamayah Tambi

Jamayah Tambi

Lelaki tak pernah mengaku salah selagi boleh berselindung.Bangkai ditutup dgn apa pun akan tetap tercium bau busuknya/Toasted//Toasted//Toasted//Toasted//Toasted/

2024-12-20

0

Taryumi 2003

Taryumi 2003

di awal cerita ditulis, pernikahan mereka udh enam tahun Thor, sekarang tiba tiba anniversary ke 9 tahun.. yg salah yg mana Thor..

2024-12-17

1

Taryumi 2003

Taryumi 2003

ya jelas udh mati rasa pada suami nya , org udh sering dijamajama Ama lelaki laen

2024-12-17

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Awal Petaka
2 BAB 2. Sejak Kapan?
3 BAB 3. Bukan Layangan Putus
4 BAB 4. Bertemu Ratna
5 BONUS VISUAL
6 BAB 5. Melempar Kail
7 BAB 6 White Rose Gold Swan
8 BAB 7. Meyakinkan Hati
9 BAB 8. Terjaga Dalam Pelukan
10 BAB 9. Panggilan Sayang Yang Sama
11 BAB 10. Melatih Kesabaran
12 BAB 11. Baru Permulaan
13 BAB 12. Ular Belud@k
14 BAB 13. Sekilas Awal Mula
15 BAB 14. Masih Awal Mula Perselingkuhan
16 BAB 15. MANIS DAN PAHIT
17 BAB 16. Mengusir Secara Halus
18 BAB 17. Menjawab Pertanyaan.
19 BAB 18. Memancing Badai
20 BAB 19. Menunggu Waktu
21 BAB 20. Bukan Benalu
22 Bab 21. Di Bawah Payung Hitam
23 BAB 22. Dua Kursi Kosong
24 BAB 23. Tidak Lebih Mahal
25 BAB 24. Mengungkap Kebenaran
26 BAB 25. Bom Meledak
27 BAB 26. Rasa Yang Tak Sama
28 BAB 27. Menangis Tanpa Suara
29 BAB 28. Siap Untuk Pulang
30 BAB 29. Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula
31 BAB 30. Begitu Sulit Mencintai
32 BAB 31. Tak Ada Jalan Kembali
33 BAB 32. Kepemilikan
34 BAB 33. Cukup Dua Tamparan
35 BAB 34. Tak Suka Barang Bekas
36 BAB 35. Menjalankan Misi
37 BAB 36. DEAL
38 BAB 37. Karena Cinta?
39 BAB 38. Di Luar Skenario
40 BAB 39. Terlahir baru
41 BAB 40. Selalu Jadi Istriku
42 BAB 41. Pengantin Masa Kecil
43 BAB 42. Mencari Keadilan
44 BAB 43. Ibu Komisaris
45 BAB 44. Tak Memberi Kesempatan
46 BAB 45. Double Kill
47 BAB 46. Menerima Gugatan
48 BAB 47. Membandingkan
49 BAB 48. Jurang Terakhir
50 BAB 49. Berubah Tak Lagi Sama
51 BAB 50. Kejam Jika Membalas
52 BAB 51. Menagih sendiri
53 BAB 52. Di Balik Semua
54 BAB 53. Pinjam Mama Dulu
55 BAB 54. Menemukan Chemistry
56 BAB 55. Dibakar Cemburu
57 BAB 56. Kamu telah Membunuhnya
58 BAB 57. Rindu Papa
59 BAB 58. Bertemu
60 BAB 59. Sulit Di Gapai
61 BAB 60. Cinta Macam Apa
62 BAB 62. Demi Anak
63 Bab 63. Buket Mawar Makan Malam
64 Bab 64. Menghargai Diri Sendiri.
65 BAB 65. Seumur hidup itu terlalu lama.
66 EKSTRA PART. Mulut Runcing
67 EKSTRA PART. Jiwa Superhero Reno
Episodes

Updated 67 Episodes

1
BAB 1. Awal Petaka
2
BAB 2. Sejak Kapan?
3
BAB 3. Bukan Layangan Putus
4
BAB 4. Bertemu Ratna
5
BONUS VISUAL
6
BAB 5. Melempar Kail
7
BAB 6 White Rose Gold Swan
8
BAB 7. Meyakinkan Hati
9
BAB 8. Terjaga Dalam Pelukan
10
BAB 9. Panggilan Sayang Yang Sama
11
BAB 10. Melatih Kesabaran
12
BAB 11. Baru Permulaan
13
BAB 12. Ular Belud@k
14
BAB 13. Sekilas Awal Mula
15
BAB 14. Masih Awal Mula Perselingkuhan
16
BAB 15. MANIS DAN PAHIT
17
BAB 16. Mengusir Secara Halus
18
BAB 17. Menjawab Pertanyaan.
19
BAB 18. Memancing Badai
20
BAB 19. Menunggu Waktu
21
BAB 20. Bukan Benalu
22
Bab 21. Di Bawah Payung Hitam
23
BAB 22. Dua Kursi Kosong
24
BAB 23. Tidak Lebih Mahal
25
BAB 24. Mengungkap Kebenaran
26
BAB 25. Bom Meledak
27
BAB 26. Rasa Yang Tak Sama
28
BAB 27. Menangis Tanpa Suara
29
BAB 28. Siap Untuk Pulang
30
BAB 29. Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula
31
BAB 30. Begitu Sulit Mencintai
32
BAB 31. Tak Ada Jalan Kembali
33
BAB 32. Kepemilikan
34
BAB 33. Cukup Dua Tamparan
35
BAB 34. Tak Suka Barang Bekas
36
BAB 35. Menjalankan Misi
37
BAB 36. DEAL
38
BAB 37. Karena Cinta?
39
BAB 38. Di Luar Skenario
40
BAB 39. Terlahir baru
41
BAB 40. Selalu Jadi Istriku
42
BAB 41. Pengantin Masa Kecil
43
BAB 42. Mencari Keadilan
44
BAB 43. Ibu Komisaris
45
BAB 44. Tak Memberi Kesempatan
46
BAB 45. Double Kill
47
BAB 46. Menerima Gugatan
48
BAB 47. Membandingkan
49
BAB 48. Jurang Terakhir
50
BAB 49. Berubah Tak Lagi Sama
51
BAB 50. Kejam Jika Membalas
52
BAB 51. Menagih sendiri
53
BAB 52. Di Balik Semua
54
BAB 53. Pinjam Mama Dulu
55
BAB 54. Menemukan Chemistry
56
BAB 55. Dibakar Cemburu
57
BAB 56. Kamu telah Membunuhnya
58
BAB 57. Rindu Papa
59
BAB 58. Bertemu
60
BAB 59. Sulit Di Gapai
61
BAB 60. Cinta Macam Apa
62
BAB 62. Demi Anak
63
Bab 63. Buket Mawar Makan Malam
64
Bab 64. Menghargai Diri Sendiri.
65
BAB 65. Seumur hidup itu terlalu lama.
66
EKSTRA PART. Mulut Runcing
67
EKSTRA PART. Jiwa Superhero Reno

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!