BAB 15. MANIS DAN PAHIT

Lelaki ini mendelik dengan wajah yang memerah, dia terus mendesis dan mengger@ng seperti orang yang begitu putus asa.

"Ratna, terus lakukan..."

Perintah setengah memohon itu, membuat Ratna tersenyum puas. Sekarang di otaknya tak ada lagi wajah temannya, Anin yang sepuluh tahun menjadi sahabatnya. Tak ada juga suami kecil pemalunya yang penurut, Bowo.

Pesona Galih benar-benar membuatnya tergila-gila. Dia tak pernah menyangka, lelaki ini begitu lembut dan romantis. Tatapannya yang sendu merasuk itu menusuk hingga bathinnya.

Gelora dan gairah menggelegak, setan merajai kepalanya yang kesepian itu, sentuhan demi sentuhan Galih benar-benar menjadikannya lupa diri dan kehilangan jiwa manusianya.

Ya, bukankah hanya binatang yang mengabaikan perasaan orang lain, dia hanya mementingkan tuntutan bathinnya yang sarat nafsu.

Galih, entah apa pula yang ada di fikirannya, ketidak puasan macam apa yang di keluhkannya dari istrinya sendiri sehingga merasa halal menggerayangi tubuh sahabat istrinya itu.

Entah siapa yang memulai, ketika busana mereka telah tak lagi melekat di tempatnya. Mereka berdua bergumul seperti kerasukan setan.

"Aku...aku boleh memanggilmu sayang?" Mulut Galih meracau seperti orang gila.

"Tentu saja, asal Anin tidak tahu..." Jawaban Ratna benar-benar tak terpikirkan, rasa iri atau dengki apa yang melandasi pertemanannya dengan Anin hingga dia begitu tega hatinya pada sahabatnya yang telah memiliki anak satu itu.

Kepala Galih menyusup di bel@h@n d@da Ratna yang padat tanpa pernah menyvsui bayi itu. Mon tok dan menggoda.

Dan cinta terlarang itu terjadi, tanpa paksaan bahkan dalam kesadaran, Ratna menjadi mentor bagi seseorang yang terlihat begitu haus dan terlihat mengaguminya. Galih pun begitu pasrah ketika Ratna menjadi joki yang sempurna. Posisi yang tak pernah di lakukan oleh Anin yang santun.

"Ratnaaaaa....Ukh, sayaaaaaang....l" Pekik yang tak pernah didengar Ratna dari bibir suaminya itu seolah masuk ke syaraf-syaraf dan tulang sumsum Ratna.

Galih menggelepar dengan pias merah merona di penuhi kepuasan ketika dia telah menemukan puncak itu, bersama perempuan yang bukan istrinya.

Semuanya terjadi begitu saja? Ataukah begitu saja mereka melakukannya, tanpa memikirkan apa yang terjadi di belakang hari?

Ratna terbangun paginya dalam pelukan suami sahabatnya itu.

""Shhhh...bangun?" Ratna menepuk lembut pipi Galih. Saat Galih membuka matanya, sesaat dia tak berkedip seolah terkejut dengan siapa dia telah menghabiskan malam. Tetapi dalam detik berikut, senyumnya mengembang.

"Ponselmu berbunyi sedari tadi." Bisik Ratna dia hanya terbungkus dalam selimut nyaris tanpa bus@na.

Galih terkejut dan segera melompat dari tempat tidur ketika menyadari yang menelpon dia adalah Anin, istrinya.

"Stttt..." Galih yang hanya mengenakan segitiga peng@m@n itu meletakkan telunjuknya di bibir lalu mengedipkan matanya, sebelum berjalan tergesa menuju kamar mandi.

"Hallo sayang..." Suara Galih menyambut dengan renyahnya, terdengar dari kamar mandi. Dia mungkin VC, tetapi Ratna hanya menatap langit-langit kamar hotel dengan dada yang berkerinyut aneh. Rasa puas tetapi juga rasa sedikit bersalah atau mungkin tepatnya takut menggelitik hatinya. Dia segera sadar mereka berdua terjebak dalam hubungan yang tak normal.

"Apakah ini salah?" Ratna *******-***** ujung selimutnya, sedikit berfikir tetapi kemudian rasa puas dan bahagia saat bercint@ dengan Galih menutupi rasa bersalahnya sendiri. Kenikm@tan terlarang itu menyisakan sensasi yang tak pernah terbayangkan olehnya.

Beberapa menit kemudian, Galih keluar dari kamar mandi, tampaknya dia telah menyelesaikan panggilan telpon dengan sang istri.

Tubuhnya terlihat sempurna dalam ukuran usia matangnya, mungkin perutnya tak kotak-kotak macam roti sobek tetapi tak banyak lemak di sana. Dan yang lebih luar biasa, stamina laki-laki ini malam tadi, Ratna nyaris kewalahan mengimbanginya.

"Anin telpon." Galih naik ke tempat tidur setelah meletakkan ponselnya di ayas meja.

"Aku tahu..." Sahut Ratna, dia menggelinjang ketika tangan Galih memeluk pinggangnya.

"Kita harus mengakhirinya, ini adalah kesalahan yang indah, tapi mari kita lupakan. Kembali lah pada kehidupan kita." Tiba-tiba Ratna berucap, dalam nada berat.

Mata Galih tak berkedip menatap ke arah perempuan yang kini berada dalam pelukannya itu.

"Kenapa?"

"Bukankah ini salah?"Ratna membalasnya dengan pertanyaan yang sesungguhnya tak tulus si ucapkannya.

"Aku sangat ingin Anin sepertimu, sedikit liar dan tak terlalu penurut. Aku mau dia sepanas dirimu bukan seperti teh hangat yang jika lama tak tersentuh menjadi dingin sendiri." Galih menciumi leher Ratna.

"Kamu tahu, Ratna sayang. Kamu seperti steak...hot dan amazing"

Ratna tersipu mendengar pujian Galih.

"Tak ada yang bisa seperti orang lain..." Ucap Ratna menggigit bibir, matanya terpejam ketika jemari Galih menjelajahi permulaan kulitnya.

"Dari dulu, aku melihatmu diam-diam, kamu berbeda dari Anin."

"Apa yang kurang dari Anin? Dia cantik, keibuan, dia tak pernah meninggikan suaranya padamu?"

"Anin tak kekurangan apapun sebagai istri, dia sempurna." Galih tersenyum kecut.

"Tapi, sesuatu yang sempurna kadang menjemukan. Dia datar seperti piring porselen. Dia tak punya keberanian sepertimu..."

Mata Ratna tak berkedip memandang Galih, dia menarik sudit bibirnya sendiri, menghadiahkan lelaki itu sebuah kecupan singkat.

Jawaban Galih memuaskan telinganya, itulah yang ingin di dengarnya. Satu kelebihannya yang tak di miliki si sempurna Anin.

Seorang lelaki yang tak pernah puas tentu saja akan mencari pembenaran dari setiap kesalahan yang di lakukannya. Sesuatu yang tak kurang tetap saja tak cukup memuaskan jika n@fsu merajainya.

Satu malam di tambah satu pagi di Singapura, keduanya memadu cinta terlarang itu, memuaskan tiap sela keinginan yang tak semestinya.

Saat keduanya kembali pulang ke Indonesia, ternyata semua tak berakhir begitu saja. Keduanya begitu candu untuk terus memadu n@fsu, selama itu tidak ketahuan, ternyata berselingkuh itu begitu nikm@t menurut Galih dan Ratna.

...***...

"Selamat pagi..." Anin sudah duduk di meja makan dengan sarapan 3 cangkir kopi pahit dan beberapa potong roti tawar yang bahkan tanpa selai ataupun olesan apapun.

Di meja itu benar-benar hanya itu! Sarapan yang sungguh tak biasa.

Ratna yang baru keluar dari kamarnya sudah berpakaian rapih dengan baju sedikit longgar dan kuno, baju yang di sediakan oleh Anin lewat Bik Irah pagi-pagi.

Semula Ratna enggan mengenakannya tetapi dia tak punya pilihan lain, dia tak mungkin pulang hanya dengan piyama tidur.

"Selamat pagi, Nin..." Ratna menarik kursi, sementara tak lama Galih juga turun dari kamar atas, tampaknya belum mandi. Dia masih mengenakan pakaian yang di gunakannya malam tadi untuk tidur.

"Apa ini, sayang? Tumben mejanya kosong?" Galih bertanya dengan heran, biasanya sarapan tersedia seperti favorit Galih, paling tidak nasi goreng atau bubur ayam di tambah susu atau teh manis, kadang jus. Galih tak suka sarapan dengan roti.

"Kadang kita harus mencoba, sesuatu yang pahit dan tawar supaya kita tahu manis itu seperti apa..." Suara Anin terdengar dingin bahkan raut mukanya tanpa ekspresi.

Terpopuler

Comments

Taryumi 2003

Taryumi 2003

och begitu ya klo lelaki selingkuh.. suka banding banding selingkuhan dgn pasangan asli nya..

2024-12-17

1

Jamayah Tambi

Jamayah Tambi

Lelaki kalau dah selingkuh memang suka buruk2kan isteri.Padshal itu yg kau lanyak tiap mlm.

2024-12-20

0

Jamayah Tambi

Jamayah Tambi

Ah berlakon lagi.Jalankan peranan masing2 sebelum pecah/Tongue//Tongue/

2024-12-20

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Awal Petaka
2 BAB 2. Sejak Kapan?
3 BAB 3. Bukan Layangan Putus
4 BAB 4. Bertemu Ratna
5 BONUS VISUAL
6 BAB 5. Melempar Kail
7 BAB 6 White Rose Gold Swan
8 BAB 7. Meyakinkan Hati
9 BAB 8. Terjaga Dalam Pelukan
10 BAB 9. Panggilan Sayang Yang Sama
11 BAB 10. Melatih Kesabaran
12 BAB 11. Baru Permulaan
13 BAB 12. Ular Belud@k
14 BAB 13. Sekilas Awal Mula
15 BAB 14. Masih Awal Mula Perselingkuhan
16 BAB 15. MANIS DAN PAHIT
17 BAB 16. Mengusir Secara Halus
18 BAB 17. Menjawab Pertanyaan.
19 BAB 18. Memancing Badai
20 BAB 19. Menunggu Waktu
21 BAB 20. Bukan Benalu
22 Bab 21. Di Bawah Payung Hitam
23 BAB 22. Dua Kursi Kosong
24 BAB 23. Tidak Lebih Mahal
25 BAB 24. Mengungkap Kebenaran
26 BAB 25. Bom Meledak
27 BAB 26. Rasa Yang Tak Sama
28 BAB 27. Menangis Tanpa Suara
29 BAB 28. Siap Untuk Pulang
30 BAB 29. Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula
31 BAB 30. Begitu Sulit Mencintai
32 BAB 31. Tak Ada Jalan Kembali
33 BAB 32. Kepemilikan
34 BAB 33. Cukup Dua Tamparan
35 BAB 34. Tak Suka Barang Bekas
36 BAB 35. Menjalankan Misi
37 BAB 36. DEAL
38 BAB 37. Karena Cinta?
39 BAB 38. Di Luar Skenario
40 BAB 39. Terlahir baru
41 BAB 40. Selalu Jadi Istriku
42 BAB 41. Pengantin Masa Kecil
43 BAB 42. Mencari Keadilan
44 BAB 43. Ibu Komisaris
45 BAB 44. Tak Memberi Kesempatan
46 BAB 45. Double Kill
47 BAB 46. Menerima Gugatan
48 BAB 47. Membandingkan
49 BAB 48. Jurang Terakhir
50 BAB 49. Berubah Tak Lagi Sama
51 BAB 50. Kejam Jika Membalas
52 BAB 51. Menagih sendiri
53 BAB 52. Di Balik Semua
54 BAB 53. Pinjam Mama Dulu
55 BAB 54. Menemukan Chemistry
56 BAB 55. Dibakar Cemburu
57 BAB 56. Kamu telah Membunuhnya
58 BAB 57. Rindu Papa
59 BAB 58. Bertemu
60 BAB 59. Sulit Di Gapai
61 BAB 60. Cinta Macam Apa
62 BAB 62. Demi Anak
63 Bab 63. Buket Mawar Makan Malam
64 Bab 64. Menghargai Diri Sendiri.
65 BAB 65. Seumur hidup itu terlalu lama.
66 EKSTRA PART. Mulut Runcing
67 EKSTRA PART. Jiwa Superhero Reno
Episodes

Updated 67 Episodes

1
BAB 1. Awal Petaka
2
BAB 2. Sejak Kapan?
3
BAB 3. Bukan Layangan Putus
4
BAB 4. Bertemu Ratna
5
BONUS VISUAL
6
BAB 5. Melempar Kail
7
BAB 6 White Rose Gold Swan
8
BAB 7. Meyakinkan Hati
9
BAB 8. Terjaga Dalam Pelukan
10
BAB 9. Panggilan Sayang Yang Sama
11
BAB 10. Melatih Kesabaran
12
BAB 11. Baru Permulaan
13
BAB 12. Ular Belud@k
14
BAB 13. Sekilas Awal Mula
15
BAB 14. Masih Awal Mula Perselingkuhan
16
BAB 15. MANIS DAN PAHIT
17
BAB 16. Mengusir Secara Halus
18
BAB 17. Menjawab Pertanyaan.
19
BAB 18. Memancing Badai
20
BAB 19. Menunggu Waktu
21
BAB 20. Bukan Benalu
22
Bab 21. Di Bawah Payung Hitam
23
BAB 22. Dua Kursi Kosong
24
BAB 23. Tidak Lebih Mahal
25
BAB 24. Mengungkap Kebenaran
26
BAB 25. Bom Meledak
27
BAB 26. Rasa Yang Tak Sama
28
BAB 27. Menangis Tanpa Suara
29
BAB 28. Siap Untuk Pulang
30
BAB 29. Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula
31
BAB 30. Begitu Sulit Mencintai
32
BAB 31. Tak Ada Jalan Kembali
33
BAB 32. Kepemilikan
34
BAB 33. Cukup Dua Tamparan
35
BAB 34. Tak Suka Barang Bekas
36
BAB 35. Menjalankan Misi
37
BAB 36. DEAL
38
BAB 37. Karena Cinta?
39
BAB 38. Di Luar Skenario
40
BAB 39. Terlahir baru
41
BAB 40. Selalu Jadi Istriku
42
BAB 41. Pengantin Masa Kecil
43
BAB 42. Mencari Keadilan
44
BAB 43. Ibu Komisaris
45
BAB 44. Tak Memberi Kesempatan
46
BAB 45. Double Kill
47
BAB 46. Menerima Gugatan
48
BAB 47. Membandingkan
49
BAB 48. Jurang Terakhir
50
BAB 49. Berubah Tak Lagi Sama
51
BAB 50. Kejam Jika Membalas
52
BAB 51. Menagih sendiri
53
BAB 52. Di Balik Semua
54
BAB 53. Pinjam Mama Dulu
55
BAB 54. Menemukan Chemistry
56
BAB 55. Dibakar Cemburu
57
BAB 56. Kamu telah Membunuhnya
58
BAB 57. Rindu Papa
59
BAB 58. Bertemu
60
BAB 59. Sulit Di Gapai
61
BAB 60. Cinta Macam Apa
62
BAB 62. Demi Anak
63
Bab 63. Buket Mawar Makan Malam
64
Bab 64. Menghargai Diri Sendiri.
65
BAB 65. Seumur hidup itu terlalu lama.
66
EKSTRA PART. Mulut Runcing
67
EKSTRA PART. Jiwa Superhero Reno

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!