BAB 3. Bukan Layangan Putus

Semua pertanyaan itu berkecamuk di dalam dada Anin, seakan ingin mendobrak kesabarannya.

"Bagaimana sayang? Kenapa kamu melongo begitu?" Pertanyaan Galih membuat Anin terpaksa kembali mengurai senyum di bibirnya.

"Aku sedang memikirkan, betapa menyenangkan holiday dengan ayang di puncak." Anin menyahut sedikit getir.

"Ok! Nanti ku atur jadwal, siapa tahu akhir minggu ini kita bisa weekend di sini. Aku juga capek kerja terus nih, rasanya kangen jalan-jalan sama istriku yang cantik." Ocehan Galih yang seperti ini biasanya akan membuat Anin berbunga-bunga. Tapi, tidak kali ini. Dia tahu, suaminya itu sedang berbohong padanya.

"Ayang pulang kapan?" Tanya Anin kemudian.

"Lusa, sayang. Besok malam kan' ada undangan ulang tahun teman kampusku. Tidak enak kalau tak datang karena kebetulan juga aku ada di sini. Hitung-hitung reunian juga. Tidak apa-apa kan', sayang?"

"Oh, ya. Of course. I'm fine." Jawab Anin segera, gelegak rasa marah dan cemburu itu serasa berputar di perutnya. Dia tahu mungkin di dalam kamar itu dari sudut yang tak terlihat olehnya, Ratna sedang menatap mesra suaminya, apa yang mungkin mereka lakukan dalam satu ruangan tertutup bersama, Anin tak bisa membayangkannya.

"Baiklah, aku tutup dulu. Aku mau mandi dulu, sayang. Gerah di sini panas. Biar segar."

Gerah? Sejak kapan puncak cuacanya panas? Apa lagi di musim penghujan seperti ini?

"See you my wife. Nanti malam selepas meeting aku telpon ya, seperti biasa sebelum tidur. Aku tidak bisa tidur kalau belum liat kamu. I love you, muach."

Klik.

Panggilan video call itu berakhir. Anin tak bisa menahan gemuruh dalam dadanya, tangisnya pecah. Dia tak tahu kenapa, dia hanya ingin menangis saja! Wajah Ratna yang selalu ada untuknya dalam suka dan duka itu, teman rasa saudara. Dan itu mungkin sedang berasyik masyuk dengan suaminya di sana. Rasanya, semua roh jahat merasuk dalam dirinya, dia sanggup mencabik-cabik orang karena rada sakit yang sedang di tanggungnya.

"Tidak! Aku harus berdiri sebagai perempuan dalam level yang berbeda, aku tak akan melabrak, menginterogasi mereka sekarang dan berteriak dalam murka serta cemburu. Aku akan mengikuti permainan kalian, ku telusuri semua yang ingin ku ketahui, mempermainkanku ada harganya! Bagi kalian aku adalah victim yang mungkin lemah dan tak berdaya bahkan tak tahu apa-apa,

Tapi permainan baru saja dimulai dari pihakku sayang, jika terbukti kamu berselingkuh di belakangku!"

***

Malamnya, Anin menunggu dengan gelisah telpon dari sang suami, dia sengaja tidak menghubungi lebih dulu.

Mata Anin tertumbuk pada jam dinding, hampir jam sepuluh malam kurang lima menit. Seperti biasa, Galih akan menelponnya rutin jika dia berada di luar kota, Anin tak pernah memintanya begitu tetapi Galih sendiri yang melakukannya dengan suka rela sejak dulu, seperti rutinitas.

Jika melihat seperti ini, sebagai istri, Anin tak pernah mempunyai peluang untuk curiga pada Galih. Dia suami sempurna!

Ocehan Reno yang polos soal di bandara beberapa minggu yang lalu, membuka mata Anin, bahwa rumah tangganya yang tak beriak itu tidak dalam keadaan baik-baik saja.

Anin beranjak ke kamar mandi, menyikat gigi dan membersihkan wajahnya. Dia tak ingin wajah sembabnya setelah berkali-kali menangis sedari sore tadi. Air mata itu turun sendiri, meski Anin tak menginginkannya.

Dredeeeeeed...

Tanpa perlu menunggu lama ponselnya menggelepar di genggaman, Anin segera menyambut panggilan dari suaminya itu. Seperti biasa video call.

"Hallo, sayang..." Suaminya itu masih dalam balutan kemeja biru malam, terlihat rapih dan tampan meski hampir tengah malam.

"Maaf lambat dua menit dari seharusnya, aku tadi berada di dalam masih, meetingnya belum selesai."

"Tidak apa-apa. Kalau sibuk tidak perlu memaksa telpon." Sahut Anin datar.

"Gigi sudah tidur?"

"Sudah dari jam delapan tadi."

"Oh. Hari ini aku belum dengar suaranya. Besok pagi saja aku telpon dia."

Anin tak menjawab, dia hanya mengangguk.

"Ya, sudah sayang kalau begitu. Aku cuma mau ngabarin kamu. Meetingnya belum selesai, takutnya kamu menunggu."

"Akh, aku tidak terlalu menunggu kebetulan aku sedang membaca novel online saja karena belum mengantuk." Alasan Anin.

"Hey, sayang...aku kan sudah bilang, jangan melototin ponsel terus, baca novel online, nanti matamu sakit lho. Sebaiknya cepat tidur kalau sudah malam. Besok kamu ada rencana kemana?"

Seperhatian itu suaminya itu, adakah yang percaya kalau suaminya itu berselingkuh? Anin mengerutkan dahinya.

"Mengantar Gita sekolah, singgah ke salon mungkin sambil menunggu dia pulang. Mungkin aku perlu creambath sesekali."

"Tuh, aku sudah bilang, sering-sering saja me time. Kamu pasti capek tu di rumah ngurus rumah. Ke salon, perawatan pedi medi, creambath atau apalah...biar kamu rileks dan happy. Di rekening masih ada kan? Aku transfer lagi? Ada kartu kredit yang ku kasih itu jarang kamu pakai, jangan di tahan-tahan sayang, aku kerja buat kamu dan Gita. Yang menghabiskan duitku siapa kalau kamu kikir begitu." Suara tawa renyah suaminya itu, berdengung di telinga Anin.

Suaminya ini, selalu saja membuatnya tak punya keluhan apapun.

"Aku mau mengajak Ratna menemaniku besok ke salon, kami berdua sudah hampir satu bulan ini tak bertemu." Ucap Anin tiba-tiba. Dan seperti harapan Anin, dia melihat sejenak wajah suaminya itu terkesiap.

"Rat...Ratna?"

"Ya."

"Oh, tentu saja." Sahut Galih kemudian, lalu kembali menjadi tenang. Senyumnya mengembang.

"Tapi, nomornya tak bisa di hubungi seharian ini " Anin mengerutkan dahinya seolah-olah dia kebingungan.

"Mungkin dia belum pulang dari Jogja." Galih berdalih.

"Oh, ya? Apa kamu tahu kabarnya?"

"Akh, ti..tidak. Aku hanya menebak saja." Jawab Galih, sekarang Anin bisa menangkap sesungguhnya raut itu terlihat ragu ketika dia meneliti dengan sungguh-sungguh.

"Oke, baiklah ayang...besok pagi aku coba hubungi dia, aku juga rindu padanya. See you tommorow. Jaga kesehatan, jangan tidur terlalu malam. Kalau sudah beres meetingnya sebaiknya istirahat, kamu terlihat capek dari biasanya." Kalimat penutup dari Anin serupa sindiran, tentu saja wajah Galih terlihat berbeda dari biasanya, dia berusaha menyembunyikan sesuatu tentang keberadaan Ratna. Mendengar Anin mencarinya barang tentu dia kelabakan, orang yang sedang di bicarakan mereka sedang berbaring rileks dengan lingerie warna merahnya, menunggu Galih kembali ke kamar.

"Sayang, aku tidak terlalu capek kok, melihat wajahmu malam ini aku kembali segar bugar."Sambut Galih sambil mengedipkan mata pada Anin.

Selama ini, hati Anin akan bertebaran bunga seribu kembang jika di lontarkan kalimat rayu seperti itu dari suaminya tetapi malam ini dia merinding hingga perutnya mulas oleh rasa jijik. Rayuan itu sungguh membuat isi perutnya bergolak.

"Cepat pulang lusa ya, Gigi sering nanya papanya."

"Tentu saja, akupun tak betah di sini, aku rindu rumah. home sweet home."

Anin menelan ludahnya, dia nyaris mengeluarkan serapah.

BOHONG! PENDUSTA! Kamu tak pernah merindukan rumah, sandiwaramu benar-benar tak bercela, sementara kamu memadu nafsu dengan si ****** sahabatku sendiri!

Tentu saja kalimat itu, hanya tertahan di tenggorokannya.

"Selamat malam, Ayang," Senyum kecut di kirimkan Anin

"Selamat malam juga sayang, i love you so much. Muach..."

Bersikap semuanya baik-baik saja itu ternyata sulit! Air mata Anin mengalir begitu saja seolah kelenjar rongga matanya itu telah mati rasa, cairan itu keluar tanpa di sadarinya malah.

"Berhenti menangis, Anindya! Kamu telah memboroskan air matamu yang berharga untuk para pengkhianat." Pekik suara hatinya.

Anin mengusap air matanya dengan kasar. Matanya beralih pada Gita yang tertidur nyenyak di atas ranjang.

Wajah polos itu sungguh tak tahu apa-apa, dia tak akan menunjukkan kesedihannya di depan gadis kecilnya ini.

"Aku bukan layangan putus! Kita akan lihat seperti apa semuanya ini akan berakhir. Apapun alasanmu, mengkhianatiku yang telah setia padamu bukan hal yang mudah untuk ku maafkan. Ratna, kita teman sejak lama, semua tentangku tak ada yang tak kau tahu tapi jika kamu merampas suamiku maka ku ciftakan neraka untukmu!"

Terpopuler

Comments

Siti Nurjanah

Siti Nurjanah

ayo lah anin kerja sama dgn suami ratna untuk membongkar perselingkuhan antara suami dan sahabat mu itu.aku yg baca aja dongkol apalagi kalau sampai itu terjadi padaku . ooooh tidak akan ku maafkan sampai akhir hayat ku

2025-03-27

0

anie Yustiani

anie Yustiani

suka dg cerita profil wanita tangguh, hayo Anin readers dukung kamu buat si Galih dan Ratna terpuruk se jatuh2nya apalagi suami Ratna TNI gak kebayang klo dia tau istrinya selingkuh tinggal di DOR! tuh si Galih wkwkwk

2025-03-01

0

Jamayah Tambi

Jamayah Tambi

Bagus Anin.Jgn mengalahbpda suami n sahabatmu..ini nama kawan makan kawan.Biarkan mereka bahagia sekejap.Lepas ni bagi mereka neraka palingvdalam.

2024-12-20

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Awal Petaka
2 BAB 2. Sejak Kapan?
3 BAB 3. Bukan Layangan Putus
4 BAB 4. Bertemu Ratna
5 BONUS VISUAL
6 BAB 5. Melempar Kail
7 BAB 6 White Rose Gold Swan
8 BAB 7. Meyakinkan Hati
9 BAB 8. Terjaga Dalam Pelukan
10 BAB 9. Panggilan Sayang Yang Sama
11 BAB 10. Melatih Kesabaran
12 BAB 11. Baru Permulaan
13 BAB 12. Ular Belud@k
14 BAB 13. Sekilas Awal Mula
15 BAB 14. Masih Awal Mula Perselingkuhan
16 BAB 15. MANIS DAN PAHIT
17 BAB 16. Mengusir Secara Halus
18 BAB 17. Menjawab Pertanyaan.
19 BAB 18. Memancing Badai
20 BAB 19. Menunggu Waktu
21 BAB 20. Bukan Benalu
22 Bab 21. Di Bawah Payung Hitam
23 BAB 22. Dua Kursi Kosong
24 BAB 23. Tidak Lebih Mahal
25 BAB 24. Mengungkap Kebenaran
26 BAB 25. Bom Meledak
27 BAB 26. Rasa Yang Tak Sama
28 BAB 27. Menangis Tanpa Suara
29 BAB 28. Siap Untuk Pulang
30 BAB 29. Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula
31 BAB 30. Begitu Sulit Mencintai
32 BAB 31. Tak Ada Jalan Kembali
33 BAB 32. Kepemilikan
34 BAB 33. Cukup Dua Tamparan
35 BAB 34. Tak Suka Barang Bekas
36 BAB 35. Menjalankan Misi
37 BAB 36. DEAL
38 BAB 37. Karena Cinta?
39 BAB 38. Di Luar Skenario
40 BAB 39. Terlahir baru
41 BAB 40. Selalu Jadi Istriku
42 BAB 41. Pengantin Masa Kecil
43 BAB 42. Mencari Keadilan
44 BAB 43. Ibu Komisaris
45 BAB 44. Tak Memberi Kesempatan
46 BAB 45. Double Kill
47 BAB 46. Menerima Gugatan
48 BAB 47. Membandingkan
49 BAB 48. Jurang Terakhir
50 BAB 49. Berubah Tak Lagi Sama
51 BAB 50. Kejam Jika Membalas
52 BAB 51. Menagih sendiri
53 BAB 52. Di Balik Semua
54 BAB 53. Pinjam Mama Dulu
55 BAB 54. Menemukan Chemistry
56 BAB 55. Dibakar Cemburu
57 BAB 56. Kamu telah Membunuhnya
58 BAB 57. Rindu Papa
59 BAB 58. Bertemu
60 BAB 59. Sulit Di Gapai
61 BAB 60. Cinta Macam Apa
62 BAB 62. Demi Anak
63 Bab 63. Buket Mawar Makan Malam
64 Bab 64. Menghargai Diri Sendiri.
65 BAB 65. Seumur hidup itu terlalu lama.
66 EKSTRA PART. Mulut Runcing
67 EKSTRA PART. Jiwa Superhero Reno
Episodes

Updated 67 Episodes

1
BAB 1. Awal Petaka
2
BAB 2. Sejak Kapan?
3
BAB 3. Bukan Layangan Putus
4
BAB 4. Bertemu Ratna
5
BONUS VISUAL
6
BAB 5. Melempar Kail
7
BAB 6 White Rose Gold Swan
8
BAB 7. Meyakinkan Hati
9
BAB 8. Terjaga Dalam Pelukan
10
BAB 9. Panggilan Sayang Yang Sama
11
BAB 10. Melatih Kesabaran
12
BAB 11. Baru Permulaan
13
BAB 12. Ular Belud@k
14
BAB 13. Sekilas Awal Mula
15
BAB 14. Masih Awal Mula Perselingkuhan
16
BAB 15. MANIS DAN PAHIT
17
BAB 16. Mengusir Secara Halus
18
BAB 17. Menjawab Pertanyaan.
19
BAB 18. Memancing Badai
20
BAB 19. Menunggu Waktu
21
BAB 20. Bukan Benalu
22
Bab 21. Di Bawah Payung Hitam
23
BAB 22. Dua Kursi Kosong
24
BAB 23. Tidak Lebih Mahal
25
BAB 24. Mengungkap Kebenaran
26
BAB 25. Bom Meledak
27
BAB 26. Rasa Yang Tak Sama
28
BAB 27. Menangis Tanpa Suara
29
BAB 28. Siap Untuk Pulang
30
BAB 29. Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula
31
BAB 30. Begitu Sulit Mencintai
32
BAB 31. Tak Ada Jalan Kembali
33
BAB 32. Kepemilikan
34
BAB 33. Cukup Dua Tamparan
35
BAB 34. Tak Suka Barang Bekas
36
BAB 35. Menjalankan Misi
37
BAB 36. DEAL
38
BAB 37. Karena Cinta?
39
BAB 38. Di Luar Skenario
40
BAB 39. Terlahir baru
41
BAB 40. Selalu Jadi Istriku
42
BAB 41. Pengantin Masa Kecil
43
BAB 42. Mencari Keadilan
44
BAB 43. Ibu Komisaris
45
BAB 44. Tak Memberi Kesempatan
46
BAB 45. Double Kill
47
BAB 46. Menerima Gugatan
48
BAB 47. Membandingkan
49
BAB 48. Jurang Terakhir
50
BAB 49. Berubah Tak Lagi Sama
51
BAB 50. Kejam Jika Membalas
52
BAB 51. Menagih sendiri
53
BAB 52. Di Balik Semua
54
BAB 53. Pinjam Mama Dulu
55
BAB 54. Menemukan Chemistry
56
BAB 55. Dibakar Cemburu
57
BAB 56. Kamu telah Membunuhnya
58
BAB 57. Rindu Papa
59
BAB 58. Bertemu
60
BAB 59. Sulit Di Gapai
61
BAB 60. Cinta Macam Apa
62
BAB 62. Demi Anak
63
Bab 63. Buket Mawar Makan Malam
64
Bab 64. Menghargai Diri Sendiri.
65
BAB 65. Seumur hidup itu terlalu lama.
66
EKSTRA PART. Mulut Runcing
67
EKSTRA PART. Jiwa Superhero Reno

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!