BAB 6 White Rose Gold Swan

Ratna terdiam, matanya tak lekang dari Anin, terlihat jelas dia terpana.

"Bukankah membunuh orang yang menghancurkan rumah tangga kita itu setimpal dengan apa yang kita alami? Perempuan yang di selingkuhi itu, kehilangan semangat hidupnya, bukankah itu juga sama seperti mati juga?"

Ratna terkesiap, dia menggigit bibirnya yang tiba-tiba pucat.

"Setidaknya, meskipun dia sakit hati, bukankan puas juga jika mencincang orang yang telah menyakiti kita?" mata Anin membeliak besar, pertanyaan itu seperti begitu ingin jawaban dan tanggapan.

Mulut Ratna setengah terbuka tetapi dia tak berkata-kata, matanya lupa berkedip mendengar apa yang di ucapkan Anin itu.

“Itu seperti di film-film, kan?” Anin kemudian tergelak, seolah dia sedang bercanda, menetralkan keterkejutan yang sempat berkelebat di raut wajah Ratna.

“Aku hanya bercanda, Rat. Kok kamu jadi tegang begitu? Mana berani aku membunuh orang, itu kriminal. Yang ada kita bakal di penjara." Anin menepuk bahu Ratna sembari mengumbar tawa seperti ketika mereka berdua bercanda biasanya.

"Lagian mana ada orang sesetia suamiku itu bisa berselingkuh. Dia adalah best Husband in the world.” Anin tersenyum lebar. Kemudian, sesaat Anin yang terpaku pada penampilan Ratna. Sesuatu mengalihkan perhatiannya, pada sebuah benda yang berkilau cantik di sela rambut Ratna. Yang tak diperhatikannya sedari tadi.

"Eh, Kemana saja kamu belakangan ini? kamu sibuk sekali? Lama kita tidak ketemu, sampai aku tidak lihat perubahan barumu." Anin berucap sambil mengerutkan keningnya.

"Perubahan baruku? perubahan yang mana?" Ratna terlihat bingung, menatap ke sekujur tubuhnya dengan sikap salah tingkah.

"Itu." Anin menunjuk ke telinga Ratna yang membuat pias wajah sahabatnya itu segera merona dan tiba-tiba tegang. Tanpa sadar dia memegang cuping telinganya dengan sedikit gemetar.

"Kamu sekarang suka menggunakan anting? Sejak kapan? Setahuku dari dulu kamu paling tidak suka pake anting, kan?" Anin menunjukkan anting berlian yang di kenakan Ratna.

Ratna menyeringai seperti orang tertangkap basah, dia mengalihkan pandangannya ke luar mobil seakan mencari kalimat yang tepat.

"Oh, ini? mas Bowo yang membelikannya padaku." Jawabnya gelagapan.

Anin menganggukkan kepalanya dengan puas, dia ingat sebuah katalog sebuah toko perhiasan terkenal yang di bawa suaminya beberapa bulan yang lalu, dia meminta Anin memilih perhiasan mana yang ingin di minta Anin sebagai hadiah ulang tahunnya waktu itu.

Entah mengapa waktu itu, Galih merekomendasikan sebuah anting berlian bertajuk white rose gold swan, yang ada di dalam katalog itu. Anin sebenarnya sangat menyukainya, benar-benar menyukainya, siapa sih perempuan yang tak suka perhiasan apalagi berlian? tapi barang itu terlalu mahal untuk ukuran kantong Galih, menurut Anin.Satu bulan gaji suaminya saja belum menyentuh harganya.

Anin akhirnya menolak karena takut membebani Galih. Dia memilih di belikan jam tangan saja dengan alasan benda itu lebih berguna dan lebih murah di banding anting berlian yang mahal itu.

Dan kini, tak dinyana, di telinga Ratna telah menggantung white rose gold swan itu, sama persis dengan anting yang di tunjuk suaminya, berkilauan di terjang cahaya matahari siang. Dan tentu saja menjadi sempurna bersanding dengan wajah Ratna yang jelita.

"Waaaah, ternyata mas Bowo romantis juga, ya?" Anin terkekeh.

Dia tahu benar, Bowo bukan orang yang suka berfoya-foya membelikan berlian meskipun dia cukup berada. Bowo terlalu sederhana untuk melakukan itu. Anin cukup mengenal karakter suami Ratna, meski tak dekat.

"I...iya, ku rasa sesekali memakai pemberian suami itu tidak ada salahnya, kan? Biar dia senang."

Setangkup cemburu menguar di hati Anin mendengar pernyataan Ratna. Memang luar biasa rasanya menahan perasaan cemburu dan sakit hati berbarengan, bertumpuk-tumpuk mendesak untuk di muntahkan tetapi kita berusaha menahannya supaya tak keluar.

Untung saja, suara bel panjang tanda pulang, menghentikan pembicaraan yang sedikit menegangkan bagi Ratna dan begitu menyesakkan bagi Anin.

"Eh, sudah pulang, itu Gita..."

Anin mengalihkan pandangannya dari Ratna dan segera membuka pintu mobil saat matanya mendapati Gita di antara anak-anak yang berada di kerumunan.

"Kamu boleh pulang saja, Rat. Tidak usah mengantarku dan Gita. Aku sudah menelpon sopir supaya menjemput kami." Ucap Anin sebelum menutup kembali pintu mobil.

"Lho, bisa saja aku mengantar kalian, sekalian saja."Pungkas Ratna.

"Terimakasih, Rat. Tapi, aku mungkin sedikit agak lama, aku harus menemui wali kelas Gita, ada yang mau di diskusikan soal perkembangan Gita. Aku tak bisa memastikan sampai jam berapa, jadi ku rasa kamu pulang saja duluan." Anin berusaha menguatkan hati, tersenyum selebar mungkin di depan orang yang telah mencuri perhatian suaminya di belakang punggungnya itu.

Perselingkuhan ini bukan hanya ilusinya, fakta demi fakta mulai terkuak, dirinya hanya perlu menguatkan hati saja, dengan begitu semua rencananya akan berjalan baik.

Terlalu enteng jika dia hanya melabrak mereka, penyelesaian itu terlalu umum dan hanya meninggalkan trauma baginya saja.

Ratna hanya mengangguk tak menyahut apa-apa, dia benar-benar kehilangan kata , dia hanya tersenyum gugup pada Anin. Tetapi, melihat reaksi Anin yang biasa-biasa saja seolah yang mereka bicarakan tadi hanya obrolan sambil lalu yang tak penting, dia terlihat lega.

“Hhhhh…” Nafas berat Anin membuyarkan lamunannya sendiri. Di amati foto pernikahannya dengan Galih, foto itu membangkitkan seribu kenangan di kepalanya sendiri dari bertahun-tahun yang lewat. Dia begitu jatuh cinta dengan kesederhanaan, kerja keras dan tentu saja ketampanannya. Dia bahkan rela menyembunyikan identitasnya demi berumah tangga dengan lelaki itu. Mereka adalah pasangan yang begitu bersahaja.Galih hanya tahu bahwa Anin seorang karyawan di perusahaan itu, bukan siapa-siapa.

Sesungguhnya, dia juga bukan apa-apa jika tanpa Anin, tanpa Galih tahu di balik layar Aninlah yang campur tangan hingga dia menjadi seperti sekarang ini.

Prestasi Galih tak terlalu menonjol tetapi dia adalah pekerja keras, penuh sopan santun, sikapnya juga lemah lembut meluluhkan hati Anin hingga gadis yang baru menyelesaikan kuliah manajemennya itu meyakinkan om Haryo untuk menaikkan jabatan Galih dan meminta restu dari walinya itu supaya dia bisa menikah dengan Galih.

Om Haryo semula menentang pernikahan mereka mengingat Galih bukan dari keluarga terpandang sementara latar Anin adalah pewaris setengah perusahaan yang sedang di kelolanya.

Tapi, Anin adalah gadis yang keras kepala, dia membujuk Om Haryo hingga walinya ini akhirnya menyerah.

Dan itulah mereka, di foto itu, dalam bingkai pernikahan bahagia yang di latar belakangi oleh rasa saling cinta.

"Apa lagi yang kurang jika pernikahan itu di landasi pada cinta?" Anin menggigit bibirnya bibirnya sendiri, sekarang pada siapa dia mengadu, pernikahan ini adalah keinginannya sendiri!

"Kreeek..."

Pintu kamar terbuka, tepat di jam 10.05 WIB.

Seraut wajah yang mendadak menegang, semula terlihat berjingkit membuka pintu kamar dengan perlahan, terlihat sedikit terkejut mendapati Anin duduk sambil bersilang kaki di pinggir tempat tidur. Tubuhnya lurus menghadap arah pintu.

"Hai, Sayang? Kamu belum tidur?"

Galih muncul di sana dengan baju hem biru gelap bergaris putih. Dia menarik kopernya dengan tampilan lelah.

Terpopuler

Comments

ernaningsih mahdi

ernaningsih mahdi

kurang ajar sekali sigalih itu terserah authorlah yg menjalankan alur ceritanya yg penting aku suka sama ceritanya author hem yg pasti ceritanya makin menarik semangat ya author

2025-02-12

0

Jamayah Tambi

Jamayah Tambi

Lelah kerana bergomol dgn Ratna sang kekasih gelap/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-12-20

0

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

Galih plng tapi nyetor dulu sm jalang nya. muna dasar🤑

2024-12-26

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Awal Petaka
2 BAB 2. Sejak Kapan?
3 BAB 3. Bukan Layangan Putus
4 BAB 4. Bertemu Ratna
5 BONUS VISUAL
6 BAB 5. Melempar Kail
7 BAB 6 White Rose Gold Swan
8 BAB 7. Meyakinkan Hati
9 BAB 8. Terjaga Dalam Pelukan
10 BAB 9. Panggilan Sayang Yang Sama
11 BAB 10. Melatih Kesabaran
12 BAB 11. Baru Permulaan
13 BAB 12. Ular Belud@k
14 BAB 13. Sekilas Awal Mula
15 BAB 14. Masih Awal Mula Perselingkuhan
16 BAB 15. MANIS DAN PAHIT
17 BAB 16. Mengusir Secara Halus
18 BAB 17. Menjawab Pertanyaan.
19 BAB 18. Memancing Badai
20 BAB 19. Menunggu Waktu
21 BAB 20. Bukan Benalu
22 Bab 21. Di Bawah Payung Hitam
23 BAB 22. Dua Kursi Kosong
24 BAB 23. Tidak Lebih Mahal
25 BAB 24. Mengungkap Kebenaran
26 BAB 25. Bom Meledak
27 BAB 26. Rasa Yang Tak Sama
28 BAB 27. Menangis Tanpa Suara
29 BAB 28. Siap Untuk Pulang
30 BAB 29. Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula
31 BAB 30. Begitu Sulit Mencintai
32 BAB 31. Tak Ada Jalan Kembali
33 BAB 32. Kepemilikan
34 BAB 33. Cukup Dua Tamparan
35 BAB 34. Tak Suka Barang Bekas
36 BAB 35. Menjalankan Misi
37 BAB 36. DEAL
38 BAB 37. Karena Cinta?
39 BAB 38. Di Luar Skenario
40 BAB 39. Terlahir baru
41 BAB 40. Selalu Jadi Istriku
42 BAB 41. Pengantin Masa Kecil
43 BAB 42. Mencari Keadilan
44 BAB 43. Ibu Komisaris
45 BAB 44. Tak Memberi Kesempatan
46 BAB 45. Double Kill
47 BAB 46. Menerima Gugatan
48 BAB 47. Membandingkan
49 BAB 48. Jurang Terakhir
50 BAB 49. Berubah Tak Lagi Sama
51 BAB 50. Kejam Jika Membalas
52 BAB 51. Menagih sendiri
53 BAB 52. Di Balik Semua
54 BAB 53. Pinjam Mama Dulu
55 BAB 54. Menemukan Chemistry
56 BAB 55. Dibakar Cemburu
57 BAB 56. Kamu telah Membunuhnya
58 BAB 57. Rindu Papa
59 BAB 58. Bertemu
60 BAB 59. Sulit Di Gapai
61 BAB 60. Cinta Macam Apa
62 BAB 62. Demi Anak
63 Bab 63. Buket Mawar Makan Malam
64 Bab 64. Menghargai Diri Sendiri.
65 BAB 65. Seumur hidup itu terlalu lama.
66 EKSTRA PART. Mulut Runcing
67 EKSTRA PART. Jiwa Superhero Reno
Episodes

Updated 67 Episodes

1
BAB 1. Awal Petaka
2
BAB 2. Sejak Kapan?
3
BAB 3. Bukan Layangan Putus
4
BAB 4. Bertemu Ratna
5
BONUS VISUAL
6
BAB 5. Melempar Kail
7
BAB 6 White Rose Gold Swan
8
BAB 7. Meyakinkan Hati
9
BAB 8. Terjaga Dalam Pelukan
10
BAB 9. Panggilan Sayang Yang Sama
11
BAB 10. Melatih Kesabaran
12
BAB 11. Baru Permulaan
13
BAB 12. Ular Belud@k
14
BAB 13. Sekilas Awal Mula
15
BAB 14. Masih Awal Mula Perselingkuhan
16
BAB 15. MANIS DAN PAHIT
17
BAB 16. Mengusir Secara Halus
18
BAB 17. Menjawab Pertanyaan.
19
BAB 18. Memancing Badai
20
BAB 19. Menunggu Waktu
21
BAB 20. Bukan Benalu
22
Bab 21. Di Bawah Payung Hitam
23
BAB 22. Dua Kursi Kosong
24
BAB 23. Tidak Lebih Mahal
25
BAB 24. Mengungkap Kebenaran
26
BAB 25. Bom Meledak
27
BAB 26. Rasa Yang Tak Sama
28
BAB 27. Menangis Tanpa Suara
29
BAB 28. Siap Untuk Pulang
30
BAB 29. Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula
31
BAB 30. Begitu Sulit Mencintai
32
BAB 31. Tak Ada Jalan Kembali
33
BAB 32. Kepemilikan
34
BAB 33. Cukup Dua Tamparan
35
BAB 34. Tak Suka Barang Bekas
36
BAB 35. Menjalankan Misi
37
BAB 36. DEAL
38
BAB 37. Karena Cinta?
39
BAB 38. Di Luar Skenario
40
BAB 39. Terlahir baru
41
BAB 40. Selalu Jadi Istriku
42
BAB 41. Pengantin Masa Kecil
43
BAB 42. Mencari Keadilan
44
BAB 43. Ibu Komisaris
45
BAB 44. Tak Memberi Kesempatan
46
BAB 45. Double Kill
47
BAB 46. Menerima Gugatan
48
BAB 47. Membandingkan
49
BAB 48. Jurang Terakhir
50
BAB 49. Berubah Tak Lagi Sama
51
BAB 50. Kejam Jika Membalas
52
BAB 51. Menagih sendiri
53
BAB 52. Di Balik Semua
54
BAB 53. Pinjam Mama Dulu
55
BAB 54. Menemukan Chemistry
56
BAB 55. Dibakar Cemburu
57
BAB 56. Kamu telah Membunuhnya
58
BAB 57. Rindu Papa
59
BAB 58. Bertemu
60
BAB 59. Sulit Di Gapai
61
BAB 60. Cinta Macam Apa
62
BAB 62. Demi Anak
63
Bab 63. Buket Mawar Makan Malam
64
Bab 64. Menghargai Diri Sendiri.
65
BAB 65. Seumur hidup itu terlalu lama.
66
EKSTRA PART. Mulut Runcing
67
EKSTRA PART. Jiwa Superhero Reno

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!