BAB 5. Melempar Kail

"Selamat malam Pak Ardi." Anin langsung bersuara saat ponselnya di angkat oleh kontak yang di tujunya.

"Selamat malam juga. Ya, bu?" Sambut suara laki-laki di seberang yang di sapanya dengan Pak Ardi itu.

"Pak Ardi, mulai besok tolong kirimkan semua laporan keuangan dan laporan perkembangan perusahaan kepada saya” Pinta Anin sembari mencari posisi nyaman duduk di atas tempat tidurnya yang telah di bersihkan oleh mbak Parmi sedari sore tadi.

Anin sengaja meminta malam ini tempat tidur mereka lebih rapih dan harum dari biasanya. Sepray yang di gunakan adalah yang terbaru. Matanya melirik pada lilin Aromatherapy di pinggir tempat tidur. Sempurna! Dia siap untuk menyambut Suaminya, Galih, pulang dari puncak malam ini.

"Tumben, bu?” Sahut Pak Ardi terdengar bingung, dia adalah orang kepercayaan Anin yang dipercayakan mengurus perusahaan mengatasnamakan dirinya. Dulu adalah asiaten ayahnya, kini adalah satu-satunya orang kepercayaan Anin yang tahu siapa jati diri Anin sebagai pemilik setengah dari saham di perusahaan itu.

Jadi, selama ini yang orang tahu pak Ardi adalah salah satu dewan direksi perusahaan di bawah om Haryo, tetapi sesungguhnya dia adalah pegawai rahasia milik Anin yang menjalankan bagiannya di perusahaan itu.

“Aku tiba-tiba merasa perlu untuk memeriksanya.” Dalih Anin. Selama ini dia tak banya tanya soal perusahaan, yang dia tahu perusahaan itu berjalan di bawah kendali om Haryo saja dan semua baik-baik saja. Lelaki tua yang melajang sampai tua itu sangat menyayanginya, perceraiannya dengan istrinya puluhan tahun yang lalu sangat membekas di hidupnya sehingga dia memilih tak menikah lagi dan fokus mengurus perusahaan dan mengangkat Anin menjadi anak adopsi diam-diam. Dokumen itu di rahasiakan, atas permintaan Anin.

Sekali lagi Anin tak ingin terlihat sebagai seorang perempuan kaya di mata siapapun terkhusus di depan suaminya Galih. Menjaga rasa percaya diri suaminya sebagai kepala keluarga itu lebih penting baginya untuk bisa hidup normal sebagaimana ibu rumah tangga lainnya di dunia ini.

“Pak Ardi, termasuk semua pengeluaran selama setengah bulan terakhir yang menggunakan nama bapak. " perintah Anin kemudian.

Di seberang tak menyahut, sepertinya dia sedikit tertegun dengan permintaan Anin.

"Apakah pak Ardi mengerti?" Tanya Anin memecah hening, sedikit bersikap tegas, pertanda dia tak menerima pertanyaan apapun yang berhubungan dengan permintaannya yang tak biasa itu.

"Baik, Bu."

Jawaban pak Ardi singkat dan padat meski Anin bisa membayangkan kebingungan di wajah pak Ardi.

"Tolong, tetap rahasikan semuanya, ya.” Tambah Anin lagi sebelum mengakhiri panggilan.

Sejenak suasana hening, mata Anin terpaku pada jam dinding sudah menunjukkan pukul delapan lewat tiga puluh menit. Ini sudah cukup malam, tapi belum ada tanda-tanda Galih pulang seperti janjinya yang pulang sore, sehari lebih cepat dari jadwal kepulangan yang di katakannya di awal. Tentu saja Anin bisa menebak, ada hubungannya dengan Ratna yang pulang tadi siang itu.

"Hhhh..." Anin menghela nafasnya, entah ke berapa kalinya dalam beberapa jam ini. Tak ada puterinya di tempat tidur, Gita sudah di ungsikannya ke kamar anaknya itu. Gita hanya tidur dengannya jika Galih sedang dinas luar saja.

Di tatapnya piyama dress yang dikenakannya, masih baru, tetapi tentu saja tidak se hot jika menggunakan lingerie. Anin menahan diri untuk tak bersikap mencurigakan jika dia terlihat berubah mendadak untuk mencuri perhatian suaminya. Ini cukup untuk malam ini, tak perlu berlebihan. Ucapnya dalam hatinya terdalam.

Dia ingat bagaimana wajah Ratna tadi siang usai mereka berdua menghabiskan waktu di salon, ketika dia mengajak Ratna untuk menjemput Gita dari sekolahnya. Anin sengaja meminta sopir pulang setelah mengantarnya ke salon, jika perkiraannya meleset dan Ratna tak muncul di salon dia kan meminta sopirnya untuk menjemputnya lagi.

Tetapi, anin sudah merencanakan, jika tiba-tiba Ratna muncul di salon, dia akan menumpang mobil Ratna dan memintanya mengantar dirinya ke sekolah Gita.

“Aku heran dengan gossip perselingkuhan yang sedang beredar di medsos sekarang, seorang pelakor menyerang istri sah dengan membuka aib suaminya dan dirinya. Sepertinya, menurutku, dia tidak waras.” Anin memulai obrolan yang menjurus sekedar mencari reaksi Ratna menanggapi soal isu perselingkuhan seorang artis yang sedang marak itu.

“Oh, si artis c@del itu?” Ratna cepat menangkap, alisnya yang rapih itu naik tinggi. Tetapi tangannya menunjukkan kegelisahan saat memegang erat setiran mobil yang sedang dalam posisi parkir itu.

“Iya, dia berkoar-koar sudah menjalani perselingkuhan bertahun-tahun di belakang bersama suami orang. Sungguh prestasi yang luar biasa untuk seorang pelakor.” Anin berpura-pura terkekeh, menunjukkan seakan itu sebuah lelucon.

Mereka berdua berada di dalam mobil hanya berdua, di halaman parkir sekolah Gita yang di khususkan bagi penjemput. Anin sengaja berbicara demikian hanya mereka berdua saja, dia sesungguhnya masih tak percaya dengan perbuatan suami dan temannya itu karena itu dia bersikap seolah tak terjadi apa-apa sampai saat ini.

Sesaat Ratna diam, parasnya menegang.

"Bagaimana menurutmu?" Tanya Anin sambil melirik Ratna.

"Hah?" Ratna tergagap.

"Itu, si artis yang mengaku pelakor itu..."

"Oh..." Wajah Ratna merona sesaat sebelum ujung bibirnya naik dan berkata,“Iya, tidak tahu malu sekali jadi perempuan.”

"Sudah selingkuh, malah di wartakan kayak pengumuman saja. Tidak mikir itu." Ratna menimpali kemudian dengan wajah tanpa dosa.

“Heran jaman sekarang, kok orang bangga sekali ya, ketika berhasil menjadi perusuh dalam rumah tangga orang. Dia tidak mikir apa kalau itu dosa?” Anin melirik pada Ratna, pias perempuan itu biasa saja, malah sudut bibirnya tertarik sekaan mencemooh.

“Itu orang memang tidak ada urat malunya. Selingkuh kok di bangga-banggakan. Aku sih, kalau ada perempuan yang menggoda suamiku dan berselingkuh dengan suamiku, akan kutarik rambutnya. Biar dia tahu diri.” Ucapan itu di semburkan oleh Retno dengan bersemangat, sungguh tak ada yang akan mengira jika dia sebenarnya berbuat lebih kejam dari artis itu mungkin.

Dia berselingkuh dengan suami temannya sendiri! Itu seperti menusuk orang yang telah memepercayainya dengan segenap hati.

“Kamu akan menjambaknya, begitu?” Anin menoleh pada Ratna dengan tajam, yang di tatap sedikit jengah.

“Hey, tentu saja! Memangnya kamu akan membiarkan orang yang merebut suamimu?”

Anin sungguh berdecak dalam hati, dia tak menyangka sahabatnya itu begitu pro dalam berbohong bahkan sekarang dia benar-benar tak layak di curigai dengan kenaturalan sikapnya.

Anin menganggukkan kepalanya sekan membenarkan pendapat temannya itu. Dia sedang melempar kail ke dalam kolam dan ikan serakah itu kini mematuknya.

“Tentu saja, perempuan mana yang sudi di selingkuhi. Tetapi jika aku mendapati suamiku bermain gila dengan pelakor, kamu tahu apa yang akan ku lakukan?” Anin mengernyit dahinya sambil terlihat berfikir.

“Apa?” Ratna terkesiap sejenak.

“Aku akan membunuh mereka berdua perlahan-lahan.”

Terpopuler

Comments

anie Yustiani

anie Yustiani

gak sabar nih Galih ditendang dari perusahaan Anin gak kebayang kagetnya Galih klo ternyata Anin sang konglomerat..

2025-03-01

0

Jamayah Tambi

Jamayah Tambi

Anin pura2 tak tau.Rasakan Tarna.Mcm tak bersalah./CoolGuy//CoolGuy/

2024-12-20

0

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

keren Anin, pepet terus Ratna, ulat keket injek biar penyet ☺

2024-12-26

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Awal Petaka
2 BAB 2. Sejak Kapan?
3 BAB 3. Bukan Layangan Putus
4 BAB 4. Bertemu Ratna
5 BONUS VISUAL
6 BAB 5. Melempar Kail
7 BAB 6 White Rose Gold Swan
8 BAB 7. Meyakinkan Hati
9 BAB 8. Terjaga Dalam Pelukan
10 BAB 9. Panggilan Sayang Yang Sama
11 BAB 10. Melatih Kesabaran
12 BAB 11. Baru Permulaan
13 BAB 12. Ular Belud@k
14 BAB 13. Sekilas Awal Mula
15 BAB 14. Masih Awal Mula Perselingkuhan
16 BAB 15. MANIS DAN PAHIT
17 BAB 16. Mengusir Secara Halus
18 BAB 17. Menjawab Pertanyaan.
19 BAB 18. Memancing Badai
20 BAB 19. Menunggu Waktu
21 BAB 20. Bukan Benalu
22 Bab 21. Di Bawah Payung Hitam
23 BAB 22. Dua Kursi Kosong
24 BAB 23. Tidak Lebih Mahal
25 BAB 24. Mengungkap Kebenaran
26 BAB 25. Bom Meledak
27 BAB 26. Rasa Yang Tak Sama
28 BAB 27. Menangis Tanpa Suara
29 BAB 28. Siap Untuk Pulang
30 BAB 29. Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula
31 BAB 30. Begitu Sulit Mencintai
32 BAB 31. Tak Ada Jalan Kembali
33 BAB 32. Kepemilikan
34 BAB 33. Cukup Dua Tamparan
35 BAB 34. Tak Suka Barang Bekas
36 BAB 35. Menjalankan Misi
37 BAB 36. DEAL
38 BAB 37. Karena Cinta?
39 BAB 38. Di Luar Skenario
40 BAB 39. Terlahir baru
41 BAB 40. Selalu Jadi Istriku
42 BAB 41. Pengantin Masa Kecil
43 BAB 42. Mencari Keadilan
44 BAB 43. Ibu Komisaris
45 BAB 44. Tak Memberi Kesempatan
46 BAB 45. Double Kill
47 BAB 46. Menerima Gugatan
48 BAB 47. Membandingkan
49 BAB 48. Jurang Terakhir
50 BAB 49. Berubah Tak Lagi Sama
51 BAB 50. Kejam Jika Membalas
52 BAB 51. Menagih sendiri
53 BAB 52. Di Balik Semua
54 BAB 53. Pinjam Mama Dulu
55 BAB 54. Menemukan Chemistry
56 BAB 55. Dibakar Cemburu
57 BAB 56. Kamu telah Membunuhnya
58 BAB 57. Rindu Papa
59 BAB 58. Bertemu
60 BAB 59. Sulit Di Gapai
61 BAB 60. Cinta Macam Apa
62 BAB 62. Demi Anak
63 Bab 63. Buket Mawar Makan Malam
64 Bab 64. Menghargai Diri Sendiri.
65 BAB 65. Seumur hidup itu terlalu lama.
66 EKSTRA PART. Mulut Runcing
67 EKSTRA PART. Jiwa Superhero Reno
Episodes

Updated 67 Episodes

1
BAB 1. Awal Petaka
2
BAB 2. Sejak Kapan?
3
BAB 3. Bukan Layangan Putus
4
BAB 4. Bertemu Ratna
5
BONUS VISUAL
6
BAB 5. Melempar Kail
7
BAB 6 White Rose Gold Swan
8
BAB 7. Meyakinkan Hati
9
BAB 8. Terjaga Dalam Pelukan
10
BAB 9. Panggilan Sayang Yang Sama
11
BAB 10. Melatih Kesabaran
12
BAB 11. Baru Permulaan
13
BAB 12. Ular Belud@k
14
BAB 13. Sekilas Awal Mula
15
BAB 14. Masih Awal Mula Perselingkuhan
16
BAB 15. MANIS DAN PAHIT
17
BAB 16. Mengusir Secara Halus
18
BAB 17. Menjawab Pertanyaan.
19
BAB 18. Memancing Badai
20
BAB 19. Menunggu Waktu
21
BAB 20. Bukan Benalu
22
Bab 21. Di Bawah Payung Hitam
23
BAB 22. Dua Kursi Kosong
24
BAB 23. Tidak Lebih Mahal
25
BAB 24. Mengungkap Kebenaran
26
BAB 25. Bom Meledak
27
BAB 26. Rasa Yang Tak Sama
28
BAB 27. Menangis Tanpa Suara
29
BAB 28. Siap Untuk Pulang
30
BAB 29. Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula
31
BAB 30. Begitu Sulit Mencintai
32
BAB 31. Tak Ada Jalan Kembali
33
BAB 32. Kepemilikan
34
BAB 33. Cukup Dua Tamparan
35
BAB 34. Tak Suka Barang Bekas
36
BAB 35. Menjalankan Misi
37
BAB 36. DEAL
38
BAB 37. Karena Cinta?
39
BAB 38. Di Luar Skenario
40
BAB 39. Terlahir baru
41
BAB 40. Selalu Jadi Istriku
42
BAB 41. Pengantin Masa Kecil
43
BAB 42. Mencari Keadilan
44
BAB 43. Ibu Komisaris
45
BAB 44. Tak Memberi Kesempatan
46
BAB 45. Double Kill
47
BAB 46. Menerima Gugatan
48
BAB 47. Membandingkan
49
BAB 48. Jurang Terakhir
50
BAB 49. Berubah Tak Lagi Sama
51
BAB 50. Kejam Jika Membalas
52
BAB 51. Menagih sendiri
53
BAB 52. Di Balik Semua
54
BAB 53. Pinjam Mama Dulu
55
BAB 54. Menemukan Chemistry
56
BAB 55. Dibakar Cemburu
57
BAB 56. Kamu telah Membunuhnya
58
BAB 57. Rindu Papa
59
BAB 58. Bertemu
60
BAB 59. Sulit Di Gapai
61
BAB 60. Cinta Macam Apa
62
BAB 62. Demi Anak
63
Bab 63. Buket Mawar Makan Malam
64
Bab 64. Menghargai Diri Sendiri.
65
BAB 65. Seumur hidup itu terlalu lama.
66
EKSTRA PART. Mulut Runcing
67
EKSTRA PART. Jiwa Superhero Reno

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!