BAB 4. Bertemu Ratna

Pagi itu, Anin sengaja mengantar Gita ke sekolah lebih awal kemudian menuju salon langganannya yang kini mulai jarang di kunjunginya karena dia merasa tak cukup penting terlalu sering ke sana, toh suaminya begitu mencintainya. Bukankah tak perlu terlalu berlebihan merawat diri. Malah menjadi boros saja?

Tetapi sejak gejolak dalam rumah tangganya terjadi, Anin mulai berfikir, mungkin dia perlu lebih memanjakan dirinya, setidaknya memupuk rasa percaya dirinya yang terhempas karena beberapa fakta perselingkuhan suaminya itu.

“Apakah aku perlu bersikap seolah-olah aku tak tahu apa-apa? Atau aku diam saja sebagai istri yang ditipu hanya untuk membuat mereka tak waspada? Mungkin aku akan pura-pura mengemis cinta pada suamiku. Sebelum aku kemudian membuat mereka berdua sadar, aku sudah tahu segalanya.”

Seribu pertanyaan dan fikiran membumbung di kepala Anin, rasa sakit itu menusuk-nusuk tetapi dia harus tetap menahan diri dalam kewarasan. Melabrak mereka bukan cara yang sempurna, karena paling-paling mereka berkelit dan semuanya bubar, Suaminya itu akan meminta maaf dan sang sahabat akan meyakinkannya bahwa tak mungkin mereka melakukan pengkhianatan di belakangnya. Tapi, itu tak menjamin semuanya berakhir bukan?

Berselingkuh tetaplah berselingkuh, satu kali dia melakukannya belum tentu dia tak mengulangnya!

Selingkuh soal kemampuan menyembunyikan sesuatu yang buruk di belakang, keberanian merangkai kebohongan dan skill bersandiwara tingkat dewa. Jika dia telah mahir, adakah yang menjamin dia tak melakukannya lagi biarpun pernah ketahuan?

Yang tersisa kemudian apa, tentu saja trauma dan luka bagi yang tersakiti seperti Anin.

Memaafkan mungkin bisa tapi melupakan belum tentu, seumur hidup Anin akan berkubang menyembuhkan luka di khianati.

Sekarang, faktanya dua orang melawan satu kepala yang sedang mendidih karena terluka, itu terlalu sederhana. Anin tak akan gegabah, soal kehancuran rumah tangga memang bukanlah yang di inginkannya jika memikirkan anak semata wayang mereka. Tetapi jika semua itu harus hancur sekalipun setidaknya Anin tak mau hanya berperan sebagai korban saja. Itu terlalu mudah untuk hatinya yang terluka.

‘Sayang, aku kangen kalian’

WA dari suaminya masuk berbarengan dengan Anin duduk di atas kursi bersiap menerima pelayanan seorang pegawai salon.

Jika dulu senyumnya akan merekah lebih lebar dari bunga mawar yang merekah sempurna tetapi kini hatinya merasa hambar, dan lagi-lagi menjadi jijik.

‘Ayang kapan pulang? Gita menanyakanmu’

Balas Anin sebelum mempersilahkan pegawai salon muda itu mulai memegang-megang kepalaku.

‘Nanti Sore, ya’

‘Tidak jadi acara reuniannya malam ini?’

Tulis Anin dengan iseng, dia sudah bisa menebak, semua rencana suaminya sedikit berubah gara-gara dia bertingkah mencari Retno tadi malam.

‘Sepertinya, aku berubah fikiran sayang. Ultah temanku itu tidak lebih penting dari kamu.’

Sekali lagi perut Anin terasa seperti di aduk-aduk. Gombal itu sudah tak mempan lagi baginya.

‘Kamu di mana sekarang?’

Pesan berikutnya masuk. Anin menyeringai sebentar sebelum dia mengetik satu kata singkat di layar ponselnya,

‘Salon’

‘Salon langgananmu?’

“Iya’

Okey, happy time, ya. By the way, Ratna ada menghubungimu?’

‘Belum. Aku hanya meninggalkan pesan WA tadi malam padanya. Kalau dia tidak balas juga, mungkin aku akan mampir ke rumahnya sebentar siang ini. Memangnya kenapa?’

‘Eh, tidak perlu kamu repot-repot ke rumahnya, aku iseng mencoba menghubunginya tadi malam. Dia sepertinya di rumah saja.’

‘Oh, ya? wah, aku malah tak bisa menghubunginya, ponselnya tidak aktif'

‘Malam tadi kayaknya baru aktif, kamu mungkin sudah tidur. Aku sudah bilang, kalau ada waktu dia temani kamu saja ke salon, kamu lagi kesepian’

Aku berdecih sedikit muak. Sejak kapan dia perduli dengan diriku sampai menelpon Ratna?

‘Ayang perhatian sekali’'

tulis Anin dengan muka masam, membuat pegawai salon muda itu terlihat sedikit bingung.

“Boleh kita mencuci rambut ibu sekarang?” Tanyanya. Anin memang meminta pelayanan creambath dan facial kemudian jika sempat, sebelum menjemput Gita dari sekolah, mungkin Anin akan melakukan pedi-medi cure.

Anin mengangguk dan menyudahi chat WA itu, sekarang Anin sedang menunggu apa yang akan terjadi. Jika perkiraan Anin benar maka Retno sebentar lagi akan tiba di sini. Dia membuat tekanan kecil supaya Galih memulangkan Ratna lebih awal.

Tak sampai satu jam, saat Anin sedang menikmati pijatan di kepalanya,

“Haiiiii, An...!” Ratna muncul di depan pintu salon dengan dress pendek yang menunjukkn lekuk seksi tubuhnya, dia sudah menikah lima tahun dengan suaminya tetapi belum lagi di karuniakan anak, mungkin karena itu tubuhnya tak semelar badan Anin meski Anin juga tidak gembrot-gembrot amat. Anin cukup memperhatikan pola makanku meski dia tak suka olah raga. Tetapi pernah melahirkan tentu saja bentuk tubuh mereka berdua berbeda.

“Haiii…” Anin menyambut dengan senyum lebar yang sesungguhnya amat datar.

“Tadi malam, Galih telpon katanya kamu menghubungiku? Terus minta di temani ke salon hari ini.” Ratna langsung menyosor dengan memberikan ciuman di pipinya. Anin tak tahu harus bagaimana menanggapinya tetapi bau parfum itu sungguh dikenalnya. Aroma Citrus fruity yang segar menguar lembut sampai di rongga hidung Anin, itu adalah bau parfum Bvlg@ri Agv@ yang sangat akrab di penciuman Anin. Bagaimana tidak, parfum itu Anin lah yang memilihkannya untuk Galih.

Dulu, Galih sangat culun dan sederhana bahkan tak mengerti aroma parfum yang cocok untuknya dan Anin telah memilihkannya sesuai dengan kepribadian sang suami sekaligus aroma itu sangat di sukai Anin tentunya.

“Wah, maafkan aku Rat, aku jadi merepotkanmu.” Anin berusaha bersikap wajar meski dadanya merasa bergolak tak karuan.

“Tidak apa-apa, namanya juga teman. Lagian aku juga tidak ada kesibukan hari ini, apa salahnya aku santai denganmu. Dan lagi kalau di fikir-fikir sudah dua bulanan kita tak pernah ketemuan.” Begitu sumringahnya wajah Ratna, terlihat segar dan menyenangkan seperti biasanya. Dia sama sekali tak merasa tertekan dengan perbuatan jahatnya di belakang Anin.

“Kamu mau treatment apa, Rat?” Anin menyela berusaha mengendalaikan dirinya.

“Seperti biasa saja, aku mau meni –pedi saja, kemarin aku sudah setengah harian di salon, facial sampai luluran. Meetingnya lama sekali. ”

“Eh, di salon mana? Kok tidak ngajak aku? Siapa yang meeting?”

Seketika wajah Ratna merona sejenak, sepertinya dia keceplosan sesuatu, se lihai-lihainya tupai, kadangkala dia tergelincir sedikit, Anin tahu bersikap pura-pura tak tahu membuat orang kadang tak waspada.

“Eh, itu Nin, aku tidak ada kerjaan nunggu meeting dengan asisten bosku. Kamu tahukan sekarang aku kerja freelance di sebuah kantor iklan. Aku pernah kan’ cerita padamu…?” Ratna terlihat kelabakan dan dengan sengaja memanggil seorang pegawai salon yang cukup akrab dengan mereka, mengingat salon ini adalah langganan Ratna dan Anin dari mereka masih lajang.

Ratna memang lulusan Jurusan Periklanan atau Advertising dimana itu adalah bidang keilmuan yang mempelajari bagaimana cara menerapkan strategi kreatif dalam periklanan melalui desain komunikasi visual, animasi, ilustrasi, sketsa serta topografi periklanan. Anin sendiri mengambil jurusan manajemen. Bukan tanpa alasan dia mengambil Jurusan ini, Om Haryo selaku walinya, dia dipersiapkan untuk mengerti tentang perusahaan. Hanya saja perkawinannya dengan Galih membuat Anin berfikir, ilmu itu cukup di simpannya saja dulu, dia merasa cukup puas dengan menikmati nafkah dari suaminya saja.

Anin menganggukkan kepalanya tidak kentara, kebohongan Ratna jelas terlukis di wajahnya yang sempat kelabakan itu.

“Aku tahu, Rat. Kamu setengah harian menunggu suamiku yang meeting, karena itu kamu menyibukkan diri sebelum melayaninya. Kamu ternyata adalah teman yang licik yang tak segan-segan menusukku dari belakang, sungguh tak kusangka.” Anin berucap dalam hati. Di pejamkannya matanya.

“Baiklah, mari kita lihat sampai mana kalian menipuku dan berusaha mempencundangiku. Tetaplah melihatku sebagai orang bodoh. Aku akan mengumpulkan semua bukti perselingkuhan kalian, dan mari kita lihat sampai kapan kamu akan menjadi pelakor dalam rumah tanggaku. Kamu sahabat rasa penjahat!”

Terpopuler

Comments

ernaningsih mahdi

ernaningsih mahdi

terus semangat anin jangan terpengaruh dg rayuan penghianat tetap kuat kok aku yg semangat ya intinya author yg harus tetap semangat memberikan layanan kepada kami para pembaca novel sehat selalu author

2025-02-12

1

Taryumi 2003

Taryumi 2003

andaikan Anin blom tau perselikuhan mereka, Anin juga pasti akan mikir, ngapain galih ikut nelp Ratna MLM,MLM , soalnya Ratna sahabat Anin , bukan sahabat galih..

2024-12-16

1

tenny

tenny

KL Ratna punya suami, endingnya suami Ratna dibikin nikah aja SM anin 😁 double kill

2025-02-04

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Awal Petaka
2 BAB 2. Sejak Kapan?
3 BAB 3. Bukan Layangan Putus
4 BAB 4. Bertemu Ratna
5 BONUS VISUAL
6 BAB 5. Melempar Kail
7 BAB 6 White Rose Gold Swan
8 BAB 7. Meyakinkan Hati
9 BAB 8. Terjaga Dalam Pelukan
10 BAB 9. Panggilan Sayang Yang Sama
11 BAB 10. Melatih Kesabaran
12 BAB 11. Baru Permulaan
13 BAB 12. Ular Belud@k
14 BAB 13. Sekilas Awal Mula
15 BAB 14. Masih Awal Mula Perselingkuhan
16 BAB 15. MANIS DAN PAHIT
17 BAB 16. Mengusir Secara Halus
18 BAB 17. Menjawab Pertanyaan.
19 BAB 18. Memancing Badai
20 BAB 19. Menunggu Waktu
21 BAB 20. Bukan Benalu
22 Bab 21. Di Bawah Payung Hitam
23 BAB 22. Dua Kursi Kosong
24 BAB 23. Tidak Lebih Mahal
25 BAB 24. Mengungkap Kebenaran
26 BAB 25. Bom Meledak
27 BAB 26. Rasa Yang Tak Sama
28 BAB 27. Menangis Tanpa Suara
29 BAB 28. Siap Untuk Pulang
30 BAB 29. Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula
31 BAB 30. Begitu Sulit Mencintai
32 BAB 31. Tak Ada Jalan Kembali
33 BAB 32. Kepemilikan
34 BAB 33. Cukup Dua Tamparan
35 BAB 34. Tak Suka Barang Bekas
36 BAB 35. Menjalankan Misi
37 BAB 36. DEAL
38 BAB 37. Karena Cinta?
39 BAB 38. Di Luar Skenario
40 BAB 39. Terlahir baru
41 BAB 40. Selalu Jadi Istriku
42 BAB 41. Pengantin Masa Kecil
43 BAB 42. Mencari Keadilan
44 BAB 43. Ibu Komisaris
45 BAB 44. Tak Memberi Kesempatan
46 BAB 45. Double Kill
47 BAB 46. Menerima Gugatan
48 BAB 47. Membandingkan
49 BAB 48. Jurang Terakhir
50 BAB 49. Berubah Tak Lagi Sama
51 BAB 50. Kejam Jika Membalas
52 BAB 51. Menagih sendiri
53 BAB 52. Di Balik Semua
54 BAB 53. Pinjam Mama Dulu
55 BAB 54. Menemukan Chemistry
56 BAB 55. Dibakar Cemburu
57 BAB 56. Kamu telah Membunuhnya
58 BAB 57. Rindu Papa
59 BAB 58. Bertemu
60 BAB 59. Sulit Di Gapai
61 BAB 60. Cinta Macam Apa
62 BAB 62. Demi Anak
63 Bab 63. Buket Mawar Makan Malam
64 Bab 64. Menghargai Diri Sendiri.
65 BAB 65. Seumur hidup itu terlalu lama.
66 EKSTRA PART. Mulut Runcing
67 EKSTRA PART. Jiwa Superhero Reno
Episodes

Updated 67 Episodes

1
BAB 1. Awal Petaka
2
BAB 2. Sejak Kapan?
3
BAB 3. Bukan Layangan Putus
4
BAB 4. Bertemu Ratna
5
BONUS VISUAL
6
BAB 5. Melempar Kail
7
BAB 6 White Rose Gold Swan
8
BAB 7. Meyakinkan Hati
9
BAB 8. Terjaga Dalam Pelukan
10
BAB 9. Panggilan Sayang Yang Sama
11
BAB 10. Melatih Kesabaran
12
BAB 11. Baru Permulaan
13
BAB 12. Ular Belud@k
14
BAB 13. Sekilas Awal Mula
15
BAB 14. Masih Awal Mula Perselingkuhan
16
BAB 15. MANIS DAN PAHIT
17
BAB 16. Mengusir Secara Halus
18
BAB 17. Menjawab Pertanyaan.
19
BAB 18. Memancing Badai
20
BAB 19. Menunggu Waktu
21
BAB 20. Bukan Benalu
22
Bab 21. Di Bawah Payung Hitam
23
BAB 22. Dua Kursi Kosong
24
BAB 23. Tidak Lebih Mahal
25
BAB 24. Mengungkap Kebenaran
26
BAB 25. Bom Meledak
27
BAB 26. Rasa Yang Tak Sama
28
BAB 27. Menangis Tanpa Suara
29
BAB 28. Siap Untuk Pulang
30
BAB 29. Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula
31
BAB 30. Begitu Sulit Mencintai
32
BAB 31. Tak Ada Jalan Kembali
33
BAB 32. Kepemilikan
34
BAB 33. Cukup Dua Tamparan
35
BAB 34. Tak Suka Barang Bekas
36
BAB 35. Menjalankan Misi
37
BAB 36. DEAL
38
BAB 37. Karena Cinta?
39
BAB 38. Di Luar Skenario
40
BAB 39. Terlahir baru
41
BAB 40. Selalu Jadi Istriku
42
BAB 41. Pengantin Masa Kecil
43
BAB 42. Mencari Keadilan
44
BAB 43. Ibu Komisaris
45
BAB 44. Tak Memberi Kesempatan
46
BAB 45. Double Kill
47
BAB 46. Menerima Gugatan
48
BAB 47. Membandingkan
49
BAB 48. Jurang Terakhir
50
BAB 49. Berubah Tak Lagi Sama
51
BAB 50. Kejam Jika Membalas
52
BAB 51. Menagih sendiri
53
BAB 52. Di Balik Semua
54
BAB 53. Pinjam Mama Dulu
55
BAB 54. Menemukan Chemistry
56
BAB 55. Dibakar Cemburu
57
BAB 56. Kamu telah Membunuhnya
58
BAB 57. Rindu Papa
59
BAB 58. Bertemu
60
BAB 59. Sulit Di Gapai
61
BAB 60. Cinta Macam Apa
62
BAB 62. Demi Anak
63
Bab 63. Buket Mawar Makan Malam
64
Bab 64. Menghargai Diri Sendiri.
65
BAB 65. Seumur hidup itu terlalu lama.
66
EKSTRA PART. Mulut Runcing
67
EKSTRA PART. Jiwa Superhero Reno

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!