Terlalu cantik

Yasmin memperhatikan sekali wajah dan penampilan wanita muda yang baru saja dia kenal.

“Dan perlu kamu ketahui, jangan pernah mengikuti jejak sekretaris sebelumnya yang telah keluar. Yaitu menggoda atasan, jangan jadi pelakor di Perusahaan Indo Prakarsa, karena aku tidak mentoleransi, aku akan meminta suami ku untuk memecatnya,” ujar Yasmin lembut, tapi dalam artinya.

“Tenang saja Nyonya Yasmin, saya bekerja di sini hanya satu bulan, tujuan saya hanya untuk bekerja bukan untuk menggoda atasan,” jawaban yang sangat tenang dari Salma.

“Bagus, aku pegang omongan kamu. Oh iya... satu lagi besok wajah kamu jangan make up, ini sangat berlebihan!” tukas Yasmin, ada rasa iri melihat wajah cantik sekretaris baru suaminya. Begitu posesif sekali Yasmin menjaga suaminya yang dikelilingi oleh para pekerja wanita, khususnya sekretarisnya.

Karena Yasmin sering dapat cerita jika suami temannya banyak yang berselingkuh dengan sekretarisnya. Hal itu Yasmin menjadi lebih waspada, walaupun suaminya jika selingkuh pun tetap aja kejantanannya tidak bisa tegak berdiri. Dan sebenarnya Kavin cukup setia dengan Yasmin, namun wanita itu tetap mengkhawatirkan.

Kedua wanita yang berbeda usia, namun Yasmin tidak tahu jika madunya sudah ada di hadapannya. Begitu juga dengan Salma, gadis itu tidak tahu jika di hadapannya itu adalah istri dari pria yang menikahinya. Kini di pertemukan karena sudah waktunya, tapi tanpa mengetahui status.

Yasmin menunjukkan senyum lembutnya namun terkesan tegas kepada Salma, begitu pula gadis itu mengulas senyum cantiknya namun terasa dingin.

“Kalau begitu saya permisi Nyonya Yasmin, sudah jam istirahat,” Salma meninggalkan kedua wanita itu, yang katanya teman akrab.

Belum ada sehari, sudah dapat ceramah panjang, sungguh perusahaan yang aneh, memang salah ya punya wajah cantik.ck.ck...gerutu batin Salma.

“Wajah cantik, tubuh sexy banget, kenapa takut

suaminya selingkuh? Kenapa pikirannya selalu negatif,” gumam Salma sendiri.

Gadis itu mencari pantry untuk bisa makan bekal yang di bawanya. Padahal sebenarnya gadis itu bisa saja berkumpul dengan empat orang teman kampusnya untuk makan di kantin, tapi saat ini gadis itu terlalu malas untuk berkumpul, lalu nanti mereka akan menceritakan bagian penempatan kerjanya di mana, lalu atasannya seperti apa. Cukup rasanya dia ingin makan siang, lanjut sholat dzuhur lalu kembali ke mejanya.

“Permisi, boleh saya numpang makan di sini?” tanya Salma ketika menemukan pantry yang masih satu lantai dengan ruangan CEO.

Beberapa petugas office girl dan office boy yang sedang menyantap makan siangnya, terkesiap melihat gadis cantik masuk ke ruang pantry.

“B-boleh mbak, masuk aja...,” ujar Rini sambil menggeser tempat duduknya, memberikan tempat kosong buat gadis itu.

“Terima kasih mbak, mas,” Salma turut bergabung dengan mereka, dan duduk bersama di satu meja.

Gadis itu kemudian mengeluarkan bekal makannya, dari tas bahunya.

“Oh iya, kenalkan nama saya Salma, baru mulai kerja hari ini,” sapa Salma, memperkenalkan diri.

“Aku Rini, mbak Salma,” jawab si wanita berkulit kuning langsat.

“Saya Ida, mbak Salma,” jawab si wanita berkulit sawo matang.

“Kalau yang sibuk ngunyah ini, Mas Paijo namanya,” ujar Rini.

Salma mengulas senyum tipis, melihat pipi Mas Paijo gembul karena isi makanannya yang begitu penuh di dalam mulutnya, hingga tidak bisa menyapa Salma.

“Mari makan semuanya,” ujar Salma, mulai menyantap bekal makan siangnya.

“Mbak cantik kok gak makan di kantin aja atau di restoran?” tanya Rini.

“Kebetulan saya biasa bawa bekal sendiri, lagi pula saya juga belum tahu posisi kantinnya ada di mana,” jawab Salma.

“Mbak Salma, kerja di bagian apa?” sambung Ida.

“Saya di bagian sekretaris junior CEO, mbak Ida.”

“O-oh mbak Salma ini jadi sekretaris barunya Tuan Kavin,” Ida tercengang, wanita yang terlalu cantik bisa jadi sekretaris junior CEO pikir Ida.

“Kok mbak Ida kaget, memangnya kenapa?”

“Kaget aja mbak Salma, kok mbak dengan wajah yang terlalu cantik dan bening bisa lolos jadi sekretaris Tuan Kavin, padahal sekretaris sebelumnya wajahnya papasan tidak boleh terlalu cantik, apa peraturannya sekarang sudah di rubah,” ujar Ida.

Salma masih menyimak dan menikmati makan siangnya.

“Bisa aja berubah Ida, mungkin Nyonya Yasmin lagi baik hati, untuk kali ini,” sahut Rini.

Sepertinya semua hal itu, karyawan sudah pada tahu ya.....batin Salma.

“Mbak Salma, aku cuma mau bilangin hati-hati kalau kerja dengan Tuan Kavin, harus kuat mental, apalagi kalau menghadapi istrinya Nyonya Yasmin. Istrinya sih sebenarnya baik hati, tapi galak sama perempuan yang wajahnya cantik, apalagi kalau kerjanya berurusan dengan suaminya. Wah kudu hati-hati. Gak ada ampunnya deh tuh Nyonya Yasmin,” imbuh Rini.

“Kita sendiri yang jadi saksi ketika Nyonya Yasmin mengerek keluar wanita yang menggoda suaminya, gak di kasih ampun,” lanjut Ida bercerita.

“Rini, Ida....cogor kalian tuh gak bisa diam apa ya! Lemes banget kalian. Jangan takut-takutin karyawan baru dong, kasihan mbak Salma nya jadi ketakutan," tukas Mas Paijo, yang sudah menyelesaikan makan nasi bungkusnya.

“Bukan maksud menakuti Mas Paijo, tapi ngasih tahu aja. Biar lebih waspada, soalnya lihat wajah mbak Salma nya terlalu cantik,” balas Rini.

Hati Salma menghangat mendengar ucapan Rini, Ida dan Mas Paijo, karyawan yang bertugas menggunakan seragam itu, begitu perhatian, memberitahukan hal-hal tersebut.

“Gak pa-pa kok Mas Paijo, malah saya senang mbak Rini dan mbak Ida sudah memperingati saya,” jawab lembut Salma.

Rini dan Ida kembali terpesona lihat Salma, udah cantik, mau berbincang dengan mereka yang hanya karyawan level rendahan.

“Mbak Rini, mbak Ida, nanti saya numpang sholat di sini ya. Saya lihat ada tempat buat sholat,” pinta Salma, tadi sempat melihat ada pojokan untuk beribadah.

“Silahkan mbak Salma kalau mau sholat di sini, kalau mau ke musholla juga ada tapi di lantai bawah,” jawab Ida.

“Makasih ya, mbak Ida.”

Makan siang mereka terasa hangat ketika hadirnya Salma di ruang pantry. Begitulah Salma, bertemanlah tanpa memandang bulu. Sudah satu jam tak terasa wanita itu istirahat di ruang pantry.

“Ida....,” Rini menyikut tangan Ida, lalu kedua netranya melirik ke arah pintu.

Ida, Rini, dan Paijo langsung bangun dari duduknya begitu cepatnya, lalu berdiri tegak. Hingga Salma agak heran melihat mereka bertiga.

“Mbak Ida, mbak Rini sama mas Paijo, kenapa?” tanda tanya Salma.

“Ehmm......,” deheman suara bariton begitu berat terdengar dari belakang Salma. Gadis itu menoleh ke belakang, lalu kembali melengos ke arah semula.

Di kiraiin ada siapa, ternyata ada Tuan Kavin di depan pintu pantry...batin Salma.

Gadis itu mengambil tas bahunya, lalu beranjak berdiri dari duduknya.

“Makasih....ya,” ujar Salma pelan kepada tiga orang yang masih berdiri tegak. Lalu membalikkan badannya ke arah pintu pantry.

Terlihat Kavin masih berdiri tegak, dengan sorot mata yang tajam, lalu satu tangannya sudah berkacak pinggang.

Untung saja pintu pantry lebar  jadi tubuh Salma bisa menyelinap dari tubuh besar Kavin.

“Permisi, Tuan Kavin,” ujar sopan Salma ketika melewati Bosnya, begitu saja, lalu melangkahkan kakinya.

“Ooh begitu ya sopan santun kamu jadi sekretaris saya, tidak tahu kalau saya mencari kamu!” tegur Kavin dengan suara meninggi.

bersambung.......ah mulai deh masalah 🤧🤧

"Salahkah aku punya wajah cantik sejak lahir?" gumam Salma.

"Salma, jangan berani-berani melawan saya!!" tegur Kavin

Terpopuler

Comments

Dina Wulansari

Dina Wulansari

toorrr kurang suka lakik nya kurang waww gituu/Cry/

2025-02-27

0

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

waduh galaknyoooo 😮😮

2025-01-29

0

Emy 107

Emy 107

ehmmm sama" arrogan smw

2025-01-17

0

lihat semua
Episodes
1 Kehilangan
2 Ide Bibi Tia
3 Kesepakatan Paman Didit dan Kavin
4 Nikah Paksa
5 Di tinggal oleh pengantin pria
6 Masalah Uang 300 juta
7 Bertemu untuk pertama kali
8 Bertemu untuk berpisah
9 Datang ke Jakarta
10 Melamar pekerjaan
11 Acara seminar - 1
12 Acara seminar - 2
13 Terpilih
14 Yasmin Sofika
15 Posisi kerja
16 Berargumen
17 Peraturan yang konyol
18 Terlalu cantik
19 Penasaran
20 Pertemuan Bisnis
21 Tuduhan Kavin
22 Kavin Meradang
23 Ancaman Kavin
24 Licik dibalas dengan kelicikan.
25 Bertemu dengan Mama Rossa
26 Tawaran Mama Rossa
27 Perdana ke mansion Adiputra
28 Salma emosi
29 Kedatangan Andri
30 Berteman dengan Andri
31 Makan siang bersama
32 Dasar Iblis
33 Hati yang memanas
34 Salma vs Merry
35 Kavin bertanya-tanya
36 Di kamar hanya berdua
37 Masih di kamar
38 Tak bereaksi
39 Ketika menantu kedua masak
40 Teguran Mama Rossa
41 Pikiran negatif
42 Mencarinya ke kantin
43 Ada apa di dalam lift?
44 Permintaan Salma
45 Kedatangan orang tua Yasmin
46 Pewaris kekayaan Kavin
47 Hati Kavin yang meragu
48 Selembar cek
49 Rencana ke Bali
50 Kavin galau
51 Kebersamaan Salma dengan Mama Rossa
52 Panggil Mama
53 Ketika Kavin di omelin Salma
54 Rahasia Kavin
55 Tawaran Keanu
56 Opa Braymanto
57 Mereka datang
58 Baku hantam
59 Tuan Kavin IMPOTEN
60 Amarah Mama Rossa
61 Salma bukan pelakor tapi istri yang dibenci Kavin
62 Terbongkarnya satu rahasia
63 Salma pingsan
64 Kebencian Salma
65 Di rumah sakit
66 Kesedihan Salma
67 Menerima menikah kembali
68 Nabilla Inggrid Pratama & Shaka Abhirath Thalib
69 Di balik sikap istri yang baik
70 Menjauhlah dari Salma
71 Langkah selanjutnya
72 Jangan sampai Kavin tahu
73 Kebahagian Kavin sesaat
74 Hasutan Yasmin
75 Permainan di mulai
76 Permainan gagal
77 Petaka minuman dan obat laknat
78 Dia telah tiada
79 Salma Hadeeqa Istri yang dibenci
80 Mencintainya
81 Hukuman Yasmin
82 Ini kah takdir ku!
83 Sepuluh bulan kemudian...
84 Datang ke Belanda
85 Rayyan Abizar Adiputra
86 Kecurigaan Mama Rossa dan Kavin
87 Teka Teki Baby Rayyan
88 Rencana test DNA
89 Salma, kamu masih hidup!
90 Hasil test DNA
91 Rayyan,...ini daddy
92 Takkan menceraikan Salma
93 Ungkapan hati Salma dan Kavin
94 Baby Rayyan sakit
95 Hanya berdua di kamar baby Rayyan
96 Mengukir kenangan indah
97 Rahasia Allah
98 Kembali ke Indonesia
99 Akhirnya...
100 S2 : Ada yang patah hati
101 S2 : ada yang sakit
102 S2 : Dikira mimpi
103 S2 : Perhatian Kavin
104 S2 : Ari ajak nikah
105 S2 : Emy sang baby sitter
106 S2 : Emy mulai berulah
107 S2 : Sarapan pagi bersama
108 S2 : Teguran Salma
109 S2 : Tidak jadi baby sitter
110 S2 : Keributan di dapur
111 S2 : Namamu selalu ku sebut dalam tiap doaku
112 S2 : Jawaban
113 S2 : Retno malu
114 S2 : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
115 S2 : Persiapan acara makan malam
116 S2 : Jamuan makan malam
117 S2 : Kebahagian Paman Didit dan Bibi Tia
118 S2 : Minta izin
119 S2 : Terima nasibmu Emy
120 S2 : Persiapan acara nikah
121 S2 : Wedding Party
122 S2 : Honeymoon-1
123 S2 : Honeymoon - 2
124 S2 : Retno dan Ari
125 Akhir kisah Salma & Kavin
126 Kelanjutan kisah keluarga Kavin dan Salma
127 Rayyan, anak Kavin dan Salma
128 Om Bram, Nikah Yuk!
129 Pengasuh Majikan Impoten
130 HIJRAH ITU CINTA
131 My Sexy Husband
132 UnExpexted Marriage
133 Penghangat Ranjang Suami Orang
134 Baby Berondongku
135 Simpanan Bapak Kost
136 Gara-gara Turun Ranjang
Episodes

Updated 136 Episodes

1
Kehilangan
2
Ide Bibi Tia
3
Kesepakatan Paman Didit dan Kavin
4
Nikah Paksa
5
Di tinggal oleh pengantin pria
6
Masalah Uang 300 juta
7
Bertemu untuk pertama kali
8
Bertemu untuk berpisah
9
Datang ke Jakarta
10
Melamar pekerjaan
11
Acara seminar - 1
12
Acara seminar - 2
13
Terpilih
14
Yasmin Sofika
15
Posisi kerja
16
Berargumen
17
Peraturan yang konyol
18
Terlalu cantik
19
Penasaran
20
Pertemuan Bisnis
21
Tuduhan Kavin
22
Kavin Meradang
23
Ancaman Kavin
24
Licik dibalas dengan kelicikan.
25
Bertemu dengan Mama Rossa
26
Tawaran Mama Rossa
27
Perdana ke mansion Adiputra
28
Salma emosi
29
Kedatangan Andri
30
Berteman dengan Andri
31
Makan siang bersama
32
Dasar Iblis
33
Hati yang memanas
34
Salma vs Merry
35
Kavin bertanya-tanya
36
Di kamar hanya berdua
37
Masih di kamar
38
Tak bereaksi
39
Ketika menantu kedua masak
40
Teguran Mama Rossa
41
Pikiran negatif
42
Mencarinya ke kantin
43
Ada apa di dalam lift?
44
Permintaan Salma
45
Kedatangan orang tua Yasmin
46
Pewaris kekayaan Kavin
47
Hati Kavin yang meragu
48
Selembar cek
49
Rencana ke Bali
50
Kavin galau
51
Kebersamaan Salma dengan Mama Rossa
52
Panggil Mama
53
Ketika Kavin di omelin Salma
54
Rahasia Kavin
55
Tawaran Keanu
56
Opa Braymanto
57
Mereka datang
58
Baku hantam
59
Tuan Kavin IMPOTEN
60
Amarah Mama Rossa
61
Salma bukan pelakor tapi istri yang dibenci Kavin
62
Terbongkarnya satu rahasia
63
Salma pingsan
64
Kebencian Salma
65
Di rumah sakit
66
Kesedihan Salma
67
Menerima menikah kembali
68
Nabilla Inggrid Pratama & Shaka Abhirath Thalib
69
Di balik sikap istri yang baik
70
Menjauhlah dari Salma
71
Langkah selanjutnya
72
Jangan sampai Kavin tahu
73
Kebahagian Kavin sesaat
74
Hasutan Yasmin
75
Permainan di mulai
76
Permainan gagal
77
Petaka minuman dan obat laknat
78
Dia telah tiada
79
Salma Hadeeqa Istri yang dibenci
80
Mencintainya
81
Hukuman Yasmin
82
Ini kah takdir ku!
83
Sepuluh bulan kemudian...
84
Datang ke Belanda
85
Rayyan Abizar Adiputra
86
Kecurigaan Mama Rossa dan Kavin
87
Teka Teki Baby Rayyan
88
Rencana test DNA
89
Salma, kamu masih hidup!
90
Hasil test DNA
91
Rayyan,...ini daddy
92
Takkan menceraikan Salma
93
Ungkapan hati Salma dan Kavin
94
Baby Rayyan sakit
95
Hanya berdua di kamar baby Rayyan
96
Mengukir kenangan indah
97
Rahasia Allah
98
Kembali ke Indonesia
99
Akhirnya...
100
S2 : Ada yang patah hati
101
S2 : ada yang sakit
102
S2 : Dikira mimpi
103
S2 : Perhatian Kavin
104
S2 : Ari ajak nikah
105
S2 : Emy sang baby sitter
106
S2 : Emy mulai berulah
107
S2 : Sarapan pagi bersama
108
S2 : Teguran Salma
109
S2 : Tidak jadi baby sitter
110
S2 : Keributan di dapur
111
S2 : Namamu selalu ku sebut dalam tiap doaku
112
S2 : Jawaban
113
S2 : Retno malu
114
S2 : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
115
S2 : Persiapan acara makan malam
116
S2 : Jamuan makan malam
117
S2 : Kebahagian Paman Didit dan Bibi Tia
118
S2 : Minta izin
119
S2 : Terima nasibmu Emy
120
S2 : Persiapan acara nikah
121
S2 : Wedding Party
122
S2 : Honeymoon-1
123
S2 : Honeymoon - 2
124
S2 : Retno dan Ari
125
Akhir kisah Salma & Kavin
126
Kelanjutan kisah keluarga Kavin dan Salma
127
Rayyan, anak Kavin dan Salma
128
Om Bram, Nikah Yuk!
129
Pengasuh Majikan Impoten
130
HIJRAH ITU CINTA
131
My Sexy Husband
132
UnExpexted Marriage
133
Penghangat Ranjang Suami Orang
134
Baby Berondongku
135
Simpanan Bapak Kost
136
Gara-gara Turun Ranjang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!