Bertemu untuk berpisah

“Saya akan memberikan uang sebagai upahnya jika kamu mau melakukan apa yang saya minta,” ujar pria itu dengan nada angkuhnya.

Gadis itu tidak langsung menjawabnya, tapi kembali menatap pria itu, dengan tatapan kesal.

“Lebih baik, saya panggilkan perawat saja. Biar bisa bantu bapak?” tawar Salma, rasanya aneh buat gadis itu tiba-tiba di minta untuk menyuapi pria yang tak di kenal.

“Lama datangnya, jika kamu mau memanggil perawat. Sedangkan tenggorokan saya sudah haus  begitu juga perut ku agak sakit,” pria itu berupaya agar gadis itu menuruti perintahnya, dan tidak membantahnya.

Angkuh sekali laki-laki ini, belum kenal udah minta di suapin makan....batin Salma.

Raut wajah Salma terlihat ragu untuk membantu pria itu, akan tetapi melihat keadaan pria itu yang tergolek lemah, rasa kemanusiaannya muncul. Tapi ada juga rasa tidak suka dengan menatap wajah pria itu, rasa tidak suka tanpa alasan tiba-tiba muncul di hati gadis itu. Seperti ada sesuatu, akan tetapi tidak bisa digambarkan.

“Baiklah......,” dengan terpaksa Salma menyetujui untuk membantu pria itu.

Langkah kaki gadis itu mulai mendekati ranjang pria itu, dan menarik kursi untuk dia duduk, tapi sebelumnya gadis itu mengambil botol minum dan memasukkan sedotan ke dalam botol.

“Ini.....diminum dulu Pak,” Salma menyodorkan botol tersebut, pria itu langsung menyeruputnya, bagaikan orang kehausan. Setelahnya gadis itu menekan tombol ranjang, agar posisi pria itu tidak terlalu rebahan. Akan susah saat membantu menyuapinya, jika posisi pria itu masih rebahan.

Salma mulai menyuapi pria itu penuh kehati-hatian, menutupi tangan gemetarnya ketika begitu dekat dengan pria itu. Sambil menerima suapan demi suapan, pria itu menatap dengan seksama wajah gadis cantik di hadapannya, yang sering sekali menundukkan wajahnya. Dan selalu memalingkan wajahnya, ada rasa tidak suka di tatap oleh mata tajam pria itu.

“Kamu, masih sekolah?” tanya pria itu.

“Iya Pak, saya masih sekolah.”

“Kelas berapa?”

“Masih kelas dua belas, Pak,” jawab Salma dengan suara datarnya.

Salma tidak banyak bertanya kepada pria tampan itu, cukup menjawab pertanyaan pria itu. Tapi di benaknya bertanya-tanya kenapa bisa terbaring di rumah sakit? kenapa tidak ada keluarga atau istri yang mendampingi di rumah sakit? Gadis itu hanya konsentrasi menyuapi pria itu. Berkenalan di antara mereka berdua pun tidak ada. Seperti ada rasa enggan di antara dua orang tersebut, walau hanya sekedar untuk menanyakan namanya.

Cukup makan waktu lama Salma menyuapi Kavin, lumayan membuat mereka berdua merasa aneh ketika berdua. Apalagi pria itu masih saja menatap wajahnya lekat-lekat.

Kenapa ada gadis berwajah bule di kampung ini......bukannya rata-rata gadis di desa, wajahnya biasa saja, jarang ada yang cantik sekali.......batin Kavin.

Ini cowok lama-lama, matanya tak colok juga....dari tadi ngelihatin aja!!......batin kesal Salma.

 Setelah selesai menyuapi pria itu, Salma meletakkan piring bekas makan pria itu di atas nakas.

“Nasib Bapak sepertinya sungguh beruntung masih selamat dari musibah, semoga lekas sembuh kembali. Jangan sampai seperti bapak saya yang meninggal akibat kecelakaan, gara-gara di tabrak oleh pria yang tak bertanggung.......ah semoga pria yang menabrak bapak saya meninggal juga,” tukas Salma dingin, kemudian beranjak dari duduknya untuk keluar dari ruang mawar 110.

DEG

Ucapan Salma bagaikan tamparan untuk pria itu. Tubuh pria itu tergidik ‘semoga pria yang menabrak meninggal juga’ sumpah serapah yang sangat menyeramkan di telinga pria itu, apalagi dengan kondisi pria itu baru mengalami kecelakaan. Dan pria itu juga habis menabrak orang tidak sengaja, namun korbannya meninggal. Akan tetapi pria itu segera menepis perasaan takut akan kematian, yang telah tak sengaja menghilangkan nyawa seseorang.

“Tunggu Dek, aku belum memberikan upah kamu,” pria itu mencegah agar Salma tidak keluar terlebih dahulu.

Salma kembali memutarkan badannya.“Tidak perlu membayar upah, saya ikhlas membantu bapak karena rasa kemanusiaan. Lagi pula tidak memungkinkan bapak memberikan upah buat saya. Untuk bergerak aja susah, cukup bapak ucapkan terima kasih saja,” balas Salma.

“Baiklah......saya turut berduka cita atas kematian bapak kamu, dek,” kata tulus pria itu.

“Terima kasih atas ucapan duka citanya Pak...,” jawab Salma, sejenak gadis itu masih menunggu ucapan terima  kasih dari pria yang sudah di bantunya.

Akan tetapi tetap tidak ada ucapan terima kasih keluar dari mulut pria itu.

“Ck.......bilang terima kasih aja, kayaknya susah sekali!” gumam Salma sambil lalu, kemudian keluar dari ruangan mawar 110.

“E-eh.....,” pria itu baru menyadarinya, gara-gara gumaman gadis itu.

“Siapa nama gadis itu?” gumam Kavin, lupa bertanya nama gadis yang telah menolongnya.

“Ah.....sudahlah....,” desah Kavin.

Pertemuan pertama kali yang tak di duga untuk Kavin dan Salma, tanpa mengetahui jika mereka adalah pasangan suami istri yang baru saja menikah kemarin.

“Sepertinya bapak tadi bukan orang sini, wajahnya terlalu tampan jadi orang sini......ah sudahlah.”

“Lagi sakit aja, masih gak bisa bilang terima kasih. Percuma ganteng tapi sombong....idih," gumam Salma, sembari mengetuk kamar mawar 111, sebelum membuka pintu, takut salah masuk seperti tadi, nanti ujung-ujungnya minta bantuan lagi.

🌹🌹

Hari demi hari berlalu, begitu bulan berjalan terus.

Hati gadis cantik sudah mulai menerima kepergian bapaknya dan kembali menjalankan rutinitas sehari-harinya, sedangkan status dia yang sudah menikah siri sudah banyak di ketahui oleh warga setempat, membuat para pria dan para juragan yang sempat ingin meminang gadis itu banyak yang patah hati. Ada untungnya juga dia di paksa nikah oleh Paman Didit, walau hingga detik ini gadis itu tidak tahu bentuk dan wajah pria yang telah menikahinya. Dan lagi pula gadis itu tidak mau tahu dan tidak mau kenal dengan suaminya, justru sangat membencinya.

Setelah dua bulan Salma menikah, Paman Didit menerima kedatangan tamu utusan Kavin bukan Ari sang asisten, memberikan surat yang berisikan buku tabungan beserta kartu ATM. Utusan Kavin memberikan pesan, bahwasanya ini nafkah untuk  Salma tiap bulan akan di kirim sebesar lima juta, sebagai tanggung jawab untuk keluarga korban kecelakaan.

Sebenarnya Paman Didit berharap jika pria yang telah menikah dengan keponakannya, datang untuk bersilaturahmi walau hanya dua bulan sekali, tapi permintaan itu langsung di tepis oleh utusan Kavin, tidak akan pernah terjadi dan jangan berharap. Paman Didit hanya bisa mendesah, memikirkan kembali nasib pernikahan Salma.

Di sore hari, terlihat gadis itu sedang bebenah rumah peninggalan bapaknya, gadis itu baru bisa bebenah setelah pulang sekolah.

“Salma.......,” sapa Paman Didit, yang masuk dari pintu samping rumahnya.

“Masuk, paman,” ujar Salma.

Di kursi yang sudah termakan usia, Paman Didit duduk, begitu juga Salma.

“Salma, ini tadi pagi utusan suami kamu mengantarkan buku tabungan dan ATM, untuk biaya hidup kamu tiap bulannya,” imbuh Paman Didit sembari memberikan amplop putih panjang.

Salah satu tangan Salma menerima amplop tersebut.

“Alangkah baiknya Salma ingin bercerai dengan pria yang menikahi Salma, Paman......bisakah?” pinta Salma.

bersambung........

Terpopuler

Comments

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

jgn dulu Salma lumayan Atm bisa utk kuliah...setelah kamu mandiri terseah kamu

2025-01-29

0

Fitri Yenti

Fitri Yenti

/Sob//Grin//Grin//Grin//Grin/

2025-01-29

0

Yusria Mumba

Yusria Mumba

kasiang salma,

2024-09-24

0

lihat semua
Episodes
1 Kehilangan
2 Ide Bibi Tia
3 Kesepakatan Paman Didit dan Kavin
4 Nikah Paksa
5 Di tinggal oleh pengantin pria
6 Masalah Uang 300 juta
7 Bertemu untuk pertama kali
8 Bertemu untuk berpisah
9 Datang ke Jakarta
10 Melamar pekerjaan
11 Acara seminar - 1
12 Acara seminar - 2
13 Terpilih
14 Yasmin Sofika
15 Posisi kerja
16 Berargumen
17 Peraturan yang konyol
18 Terlalu cantik
19 Penasaran
20 Pertemuan Bisnis
21 Tuduhan Kavin
22 Kavin Meradang
23 Ancaman Kavin
24 Licik dibalas dengan kelicikan.
25 Bertemu dengan Mama Rossa
26 Tawaran Mama Rossa
27 Perdana ke mansion Adiputra
28 Salma emosi
29 Kedatangan Andri
30 Berteman dengan Andri
31 Makan siang bersama
32 Dasar Iblis
33 Hati yang memanas
34 Salma vs Merry
35 Kavin bertanya-tanya
36 Di kamar hanya berdua
37 Masih di kamar
38 Tak bereaksi
39 Ketika menantu kedua masak
40 Teguran Mama Rossa
41 Pikiran negatif
42 Mencarinya ke kantin
43 Ada apa di dalam lift?
44 Permintaan Salma
45 Kedatangan orang tua Yasmin
46 Pewaris kekayaan Kavin
47 Hati Kavin yang meragu
48 Selembar cek
49 Rencana ke Bali
50 Kavin galau
51 Kebersamaan Salma dengan Mama Rossa
52 Panggil Mama
53 Ketika Kavin di omelin Salma
54 Rahasia Kavin
55 Tawaran Keanu
56 Opa Braymanto
57 Mereka datang
58 Baku hantam
59 Tuan Kavin IMPOTEN
60 Amarah Mama Rossa
61 Salma bukan pelakor tapi istri yang dibenci Kavin
62 Terbongkarnya satu rahasia
63 Salma pingsan
64 Kebencian Salma
65 Di rumah sakit
66 Kesedihan Salma
67 Menerima menikah kembali
68 Nabilla Inggrid Pratama & Shaka Abhirath Thalib
69 Di balik sikap istri yang baik
70 Menjauhlah dari Salma
71 Langkah selanjutnya
72 Jangan sampai Kavin tahu
73 Kebahagian Kavin sesaat
74 Hasutan Yasmin
75 Permainan di mulai
76 Permainan gagal
77 Petaka minuman dan obat laknat
78 Dia telah tiada
79 Salma Hadeeqa Istri yang dibenci
80 Mencintainya
81 Hukuman Yasmin
82 Ini kah takdir ku!
83 Sepuluh bulan kemudian...
84 Datang ke Belanda
85 Rayyan Abizar Adiputra
86 Kecurigaan Mama Rossa dan Kavin
87 Teka Teki Baby Rayyan
88 Rencana test DNA
89 Salma, kamu masih hidup!
90 Hasil test DNA
91 Rayyan,...ini daddy
92 Takkan menceraikan Salma
93 Ungkapan hati Salma dan Kavin
94 Baby Rayyan sakit
95 Hanya berdua di kamar baby Rayyan
96 Mengukir kenangan indah
97 Rahasia Allah
98 Kembali ke Indonesia
99 Akhirnya...
100 S2 : Ada yang patah hati
101 S2 : ada yang sakit
102 S2 : Dikira mimpi
103 S2 : Perhatian Kavin
104 S2 : Ari ajak nikah
105 S2 : Emy sang baby sitter
106 S2 : Emy mulai berulah
107 S2 : Sarapan pagi bersama
108 S2 : Teguran Salma
109 S2 : Tidak jadi baby sitter
110 S2 : Keributan di dapur
111 S2 : Namamu selalu ku sebut dalam tiap doaku
112 S2 : Jawaban
113 S2 : Retno malu
114 S2 : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
115 S2 : Persiapan acara makan malam
116 S2 : Jamuan makan malam
117 S2 : Kebahagian Paman Didit dan Bibi Tia
118 S2 : Minta izin
119 S2 : Terima nasibmu Emy
120 S2 : Persiapan acara nikah
121 S2 : Wedding Party
122 S2 : Honeymoon-1
123 S2 : Honeymoon - 2
124 S2 : Retno dan Ari
125 Akhir kisah Salma & Kavin
126 Kelanjutan kisah keluarga Kavin dan Salma
127 Rayyan, anak Kavin dan Salma
128 Om Bram, Nikah Yuk!
129 Pengasuh Majikan Impoten
130 HIJRAH ITU CINTA
131 My Sexy Husband
132 UnExpexted Marriage
133 Penghangat Ranjang Suami Orang
134 Baby Berondongku
135 Simpanan Bapak Kost
136 Gara-gara Turun Ranjang
Episodes

Updated 136 Episodes

1
Kehilangan
2
Ide Bibi Tia
3
Kesepakatan Paman Didit dan Kavin
4
Nikah Paksa
5
Di tinggal oleh pengantin pria
6
Masalah Uang 300 juta
7
Bertemu untuk pertama kali
8
Bertemu untuk berpisah
9
Datang ke Jakarta
10
Melamar pekerjaan
11
Acara seminar - 1
12
Acara seminar - 2
13
Terpilih
14
Yasmin Sofika
15
Posisi kerja
16
Berargumen
17
Peraturan yang konyol
18
Terlalu cantik
19
Penasaran
20
Pertemuan Bisnis
21
Tuduhan Kavin
22
Kavin Meradang
23
Ancaman Kavin
24
Licik dibalas dengan kelicikan.
25
Bertemu dengan Mama Rossa
26
Tawaran Mama Rossa
27
Perdana ke mansion Adiputra
28
Salma emosi
29
Kedatangan Andri
30
Berteman dengan Andri
31
Makan siang bersama
32
Dasar Iblis
33
Hati yang memanas
34
Salma vs Merry
35
Kavin bertanya-tanya
36
Di kamar hanya berdua
37
Masih di kamar
38
Tak bereaksi
39
Ketika menantu kedua masak
40
Teguran Mama Rossa
41
Pikiran negatif
42
Mencarinya ke kantin
43
Ada apa di dalam lift?
44
Permintaan Salma
45
Kedatangan orang tua Yasmin
46
Pewaris kekayaan Kavin
47
Hati Kavin yang meragu
48
Selembar cek
49
Rencana ke Bali
50
Kavin galau
51
Kebersamaan Salma dengan Mama Rossa
52
Panggil Mama
53
Ketika Kavin di omelin Salma
54
Rahasia Kavin
55
Tawaran Keanu
56
Opa Braymanto
57
Mereka datang
58
Baku hantam
59
Tuan Kavin IMPOTEN
60
Amarah Mama Rossa
61
Salma bukan pelakor tapi istri yang dibenci Kavin
62
Terbongkarnya satu rahasia
63
Salma pingsan
64
Kebencian Salma
65
Di rumah sakit
66
Kesedihan Salma
67
Menerima menikah kembali
68
Nabilla Inggrid Pratama & Shaka Abhirath Thalib
69
Di balik sikap istri yang baik
70
Menjauhlah dari Salma
71
Langkah selanjutnya
72
Jangan sampai Kavin tahu
73
Kebahagian Kavin sesaat
74
Hasutan Yasmin
75
Permainan di mulai
76
Permainan gagal
77
Petaka minuman dan obat laknat
78
Dia telah tiada
79
Salma Hadeeqa Istri yang dibenci
80
Mencintainya
81
Hukuman Yasmin
82
Ini kah takdir ku!
83
Sepuluh bulan kemudian...
84
Datang ke Belanda
85
Rayyan Abizar Adiputra
86
Kecurigaan Mama Rossa dan Kavin
87
Teka Teki Baby Rayyan
88
Rencana test DNA
89
Salma, kamu masih hidup!
90
Hasil test DNA
91
Rayyan,...ini daddy
92
Takkan menceraikan Salma
93
Ungkapan hati Salma dan Kavin
94
Baby Rayyan sakit
95
Hanya berdua di kamar baby Rayyan
96
Mengukir kenangan indah
97
Rahasia Allah
98
Kembali ke Indonesia
99
Akhirnya...
100
S2 : Ada yang patah hati
101
S2 : ada yang sakit
102
S2 : Dikira mimpi
103
S2 : Perhatian Kavin
104
S2 : Ari ajak nikah
105
S2 : Emy sang baby sitter
106
S2 : Emy mulai berulah
107
S2 : Sarapan pagi bersama
108
S2 : Teguran Salma
109
S2 : Tidak jadi baby sitter
110
S2 : Keributan di dapur
111
S2 : Namamu selalu ku sebut dalam tiap doaku
112
S2 : Jawaban
113
S2 : Retno malu
114
S2 : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
115
S2 : Persiapan acara makan malam
116
S2 : Jamuan makan malam
117
S2 : Kebahagian Paman Didit dan Bibi Tia
118
S2 : Minta izin
119
S2 : Terima nasibmu Emy
120
S2 : Persiapan acara nikah
121
S2 : Wedding Party
122
S2 : Honeymoon-1
123
S2 : Honeymoon - 2
124
S2 : Retno dan Ari
125
Akhir kisah Salma & Kavin
126
Kelanjutan kisah keluarga Kavin dan Salma
127
Rayyan, anak Kavin dan Salma
128
Om Bram, Nikah Yuk!
129
Pengasuh Majikan Impoten
130
HIJRAH ITU CINTA
131
My Sexy Husband
132
UnExpexted Marriage
133
Penghangat Ranjang Suami Orang
134
Baby Berondongku
135
Simpanan Bapak Kost
136
Gara-gara Turun Ranjang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!