Penasaran

Salma menghentikan langkah kakinya, kemudian membalikkan tubuhnya agar bisa menghadap pria yang telah menegurnya.

Apa maksudnya mencariku, bukannya ini jam istirahat. Dan mbak Merry sudah memberitahukan jika aku boleh istirahat....batin Salma.

“Maaf Tuan Kavin, sungguh saya tidak tahu jika Tuan ada keperluan dengan saya. Bukankah ini jam istirahat?” tanya Salma, gadis itu sedikit melangkah mundur ketika Kavin mulai mendekatinya. Gadis itu teringat pesan Merry untuk menjaga jarak minimal dua meter, dengan pria itu.

“Jika ingin istirahat harus melapor dengan atasan dan hal itu harus kamu ketahui!!” ucap Kavin.

“Baik Tuan Kavin, akan saya ingat selalu,” balas Salma.

Sedari pertama kali Kavin melihat wajah Salma dari dekat tadi pagi, entah kenapa pria itu mulai gelisah ketika bekerja, selalu saja terbayang dengan wajah Salma. Dan merasa pernah bertemu dan pernah berhadapan sangat dekat, tapi entah di mana dan kapannya. Pria itu masih bertanya-tanya sendiri, dan penasaran dengan gadis itu.

Kedatangan istrinya Yasmin untuk makan siang bersama saja, rasanya hambar. Di pelupuk mata pria itu masih terbayang wajah Salma.

“Sudah kembali lagi ke meja, jangan lupa jika mau istirahat dan pulang lapor saya dulu,” titah Kavin.

“Baik Tuan Kavin,” gadis itu buru buru membalikkan badannya dan kembali melangkahkan kakinya dengan tenang menuju meja kerjanya, rupanya Kavin turut mengikuti langkah kaki gadis itu. Akan tetapi Salma menghiraukannya, menganggap tidak ada Kavin di belakangnya.

Tanpa di sadari oleh pria itu, dia sudah melangkahkan kaki menuju meja kerja Salma. Merry yang baru saja kembali dari kantin, merasa aneh melihat Kavin jalan membuntuti Salma.

“Merry...,” panggil Kavin.

“Ya Tuan Kavin,” jawab Merry dengan lembutnya.

“Siang ini kamu tidak jadi menemani saya rapat di luar, biar Salma yang menggantikan pekerjaan kamu,” ujar Kavin.

“Tuan Kavin tidak salah, Salma belum tahu apa-apa tentang pekerjaannya. Dan saya juga sudah menyiapkan semua data yang di perlukan untuk rapat nanti,” Merry tidak terima pekerjaannya di serobot oleh anak baru.

Kembali lagi Salma hanya bisa menyimak pembicaraan antara Kavin dan Merry, tidak ikut campur, justru gadis itu kembali duduk di kursi kerjanya.

“Data itu kasihkan ke Salma sekarang juga, lagi pula nanti ada Ari yang bisa mengajarinya sambil jalan,” perintah Kavin terkesan tidak ingin di bantah.

“Ta-tapi Tuan Kavin, saya hanya mengkhawatirkan jika Salma yang menggantikan saya, meeting Tuan akan berantakan. Apalagi Salma belum ada pengalaman kerja, Tuan,” kembali lagi Merry meyakinkan Kavin agar tidak menggantikan dirinya, apalagi Merry sangat senang sekali jika ada moment bisa rapat di luar mendampingi Kavin.

Ada benarnya juga kata Merry, jika Salma belum ada pengalaman kerja, berdasarkan CV yang dia baca. Salma sengaja tidak mencantumkan pekerjaannya sebagai SPG Kosmetik, padahal itu salah satu pengalaman kerja gadis itu.

🌹🌹

Ruang Direksi

Wanita yang sudah berusia senja namun masih memiliki tubuh yang sehat, dan raut wajahnya masih terlihat cantik. Sedang membaca CV milik Salma yang di bawakan oleh Ari asisten Kavin. Mama Rossa hampir tidak yakin melihat foto gadis itu, pikir Mama Rossa gadis itu berwajah kampungan, tapi ternyata sangat cantik melebihi menantu pertamanya Yasmin.

“Jadi gadis itu bekerja di sini?” tanya Mama Rossa.

“Iya Nyonya Rossa, istri kedua Tuan Kavin salah satu mahasiswa terbaik dan yang terpilih untuk bekerja di perusahaan, dan hari ini ini dia sudah mulai bekerja,” lapor Ari.

“Kavin sudah tahu jika gadis itu istri yang di nikahinya di kampung?” kembali bertanya Mama Rossa, sambil memikirkan sesuatu.

“Tuan Kavin sepertinya tidak tahu, dan memamg belum tahu," balas Ari.

Mama Rossa sedari dulu memang ingin tahu anak korban, dan meminta Ari untuk memberikan info perkembangan jika dia di tugaskan ke desa. Namun hasilnya nihil, karena gadis itu tidak ada di desa.

Akan tetapi ketika kemarin Ari melihat Salma di acara seminar, pria itu langsung memberitahukan keberadaan gadis itu kepada Mama Rossa.

“Di bagian posisi apa gadis itu bekerja?”

“Tuan Kavin memintanya bekerja sebagai sekretaris juniornya,” jawab Ari.

Mama Rossa menggeleng kepalanya tidak percaya, putranya menaruh gadis cantik sebagai sekretarisnya, hal yang tak di duga, biasanya pria itu akan memilih wajah yang biasa saja.

“Salma sebenarnya menolak di posisi tersebut, Tuan Kavin memintanya hanya untuk satu bulan saja. Dan Salma menyanggupinya,” ujar Ari.

“Menarik juga dia menolak di posisi yang sangat menguntungkan buat para wanita,” imbuh Mama Rossa.

“Saya ingin bertemu dengannya, tolong bawa dia menghadap saya secepatnya,” pinta Mama Rossa.

“Baik Nyonya Rossa, nanti saya akan mengajak Salma untuk menghadap.”

“Mmm......,” gumam Mama Rossa, kembali membaca CV milik Salma.

Cantik, nilai akademiknya memuaskan, seperti apakah gadis ini! Patut di perjuangkan, atau di biarkan begitu saja untuk selamanya....batin Mama Rossa.

Wanita tua itu sepertinya sedang berpikir keras, apa yang harus dilakukan untuk gadis itu.

🌻🌻

Kavin masih berdiri di antara kedua meja sekretarisnya, pria itu melihat Salma yang begitu tenangnya, tidak menggubris atau turut dalam pembicaraan dia dengan Merry, malah asik kembali membaca berkas yang diberikan oleh Ari.

Rahang pria angkuh itu mengetat seperti tidak suka dengan sikap gadis itu. “Salma, kamu siap-siap ikut meeting. Dan kamu...Merry bisa turut ikut juga,” perintah Kavin, keputusan pria itu membawa kedua sekretarisnya.

“Baik Tuan,” jawab Salma dengan tenangnya.

Mendapat jawaban dari Salma, pria itu langsung kembali ke ruangannya.

Sedangkan wajah Merry tampak masam, kecewa atas perintah Kavin. Sorot mata Merry mulai terlihat meremehkan dan sinis kepada Salma. Gadis itu menghiraukannya.

 🌻🌻

“Kamu duduk di belakang,” titah Merry, ketika mereka sudah berada di luar lobby.

“Baik, mbak Merry,” patuh Salma.

Kavin yang ada di depan mereka, menoleh ke belakang. “Merry, kamu duduk di bangku belakang, biar Salma duduk di bangku tengah sebelah saya,” titah Kavin.

“T-tapi Tuan...” Merry belum menyelesaikan berbicara, Salma sudah duluan masuk dan duduk di bagian belakang mobil

Terjadilah perdebatan segit.....

Suasana di mobil mewah milik Kavin begitu mencekam, sudah berulang kali Salma menahan emosinya kepada Kavin dan Merry. Gadis itu bersikeras untuk duduk di bagian belakang, sebagai pegawai baru dia tahu diri. Dan mempersilahkan Merry sebagai sekretaris senior untuk duduk berdampingan dengan Kavin, lagi pula sudah terbiasakan, mereka berdua.

Ari sebagai asisten menjadi penengah buat Kavin dan Salma, sang asisten mempersilahkan gadis itu duduk di bangku belakang, dan Merry pun tersenyum puas, bisa kembali duduk dengan tenang di samping Kavin. Sedangkan Ari seperti biasa duduk di samping sopir.

Sok sekali dia tidak mau duduk di samping saya, jangan ge-er memangnya saya tertarik sama kamu, Salma....batin Kavin sungguh geram, melihat penolakan Salma yang begitu jelas.

 

 *bersambung.......

Kakak Readers yang cantik dan ganteng jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, jangan sampai jadi pembaca goib 😁😁 tunjukan dirinya dengan like, komen, klik favorit, di kasih poin....senang sekali. Biar semangat nulisnya......yuk*

 

Terpopuler

Comments

Nuryati Yati

Nuryati Yati

heleh gayamu Vin gk tertarik baru gk lihat sebentar aja nyariin

2024-12-18

1

hanie tsamara

hanie tsamara

diiihhh...
bos kevin sewot gara2 salma gk mau duduk depan😂

2025-01-21

0

Siti patma

Siti patma

apa nggak ketuan thor si kaxi ama si salma

2024-11-15

0

lihat semua
Episodes
1 Kehilangan
2 Ide Bibi Tia
3 Kesepakatan Paman Didit dan Kavin
4 Nikah Paksa
5 Di tinggal oleh pengantin pria
6 Masalah Uang 300 juta
7 Bertemu untuk pertama kali
8 Bertemu untuk berpisah
9 Datang ke Jakarta
10 Melamar pekerjaan
11 Acara seminar - 1
12 Acara seminar - 2
13 Terpilih
14 Yasmin Sofika
15 Posisi kerja
16 Berargumen
17 Peraturan yang konyol
18 Terlalu cantik
19 Penasaran
20 Pertemuan Bisnis
21 Tuduhan Kavin
22 Kavin Meradang
23 Ancaman Kavin
24 Licik dibalas dengan kelicikan.
25 Bertemu dengan Mama Rossa
26 Tawaran Mama Rossa
27 Perdana ke mansion Adiputra
28 Salma emosi
29 Kedatangan Andri
30 Berteman dengan Andri
31 Makan siang bersama
32 Dasar Iblis
33 Hati yang memanas
34 Salma vs Merry
35 Kavin bertanya-tanya
36 Di kamar hanya berdua
37 Masih di kamar
38 Tak bereaksi
39 Ketika menantu kedua masak
40 Teguran Mama Rossa
41 Pikiran negatif
42 Mencarinya ke kantin
43 Ada apa di dalam lift?
44 Permintaan Salma
45 Kedatangan orang tua Yasmin
46 Pewaris kekayaan Kavin
47 Hati Kavin yang meragu
48 Selembar cek
49 Rencana ke Bali
50 Kavin galau
51 Kebersamaan Salma dengan Mama Rossa
52 Panggil Mama
53 Ketika Kavin di omelin Salma
54 Rahasia Kavin
55 Tawaran Keanu
56 Opa Braymanto
57 Mereka datang
58 Baku hantam
59 Tuan Kavin IMPOTEN
60 Amarah Mama Rossa
61 Salma bukan pelakor tapi istri yang dibenci Kavin
62 Terbongkarnya satu rahasia
63 Salma pingsan
64 Kebencian Salma
65 Di rumah sakit
66 Kesedihan Salma
67 Menerima menikah kembali
68 Nabilla Inggrid Pratama & Shaka Abhirath Thalib
69 Di balik sikap istri yang baik
70 Menjauhlah dari Salma
71 Langkah selanjutnya
72 Jangan sampai Kavin tahu
73 Kebahagian Kavin sesaat
74 Hasutan Yasmin
75 Permainan di mulai
76 Permainan gagal
77 Petaka minuman dan obat laknat
78 Dia telah tiada
79 Salma Hadeeqa Istri yang dibenci
80 Mencintainya
81 Hukuman Yasmin
82 Ini kah takdir ku!
83 Sepuluh bulan kemudian...
84 Datang ke Belanda
85 Rayyan Abizar Adiputra
86 Kecurigaan Mama Rossa dan Kavin
87 Teka Teki Baby Rayyan
88 Rencana test DNA
89 Salma, kamu masih hidup!
90 Hasil test DNA
91 Rayyan,...ini daddy
92 Takkan menceraikan Salma
93 Ungkapan hati Salma dan Kavin
94 Baby Rayyan sakit
95 Hanya berdua di kamar baby Rayyan
96 Mengukir kenangan indah
97 Rahasia Allah
98 Kembali ke Indonesia
99 Akhirnya...
100 S2 : Ada yang patah hati
101 S2 : ada yang sakit
102 S2 : Dikira mimpi
103 S2 : Perhatian Kavin
104 S2 : Ari ajak nikah
105 S2 : Emy sang baby sitter
106 S2 : Emy mulai berulah
107 S2 : Sarapan pagi bersama
108 S2 : Teguran Salma
109 S2 : Tidak jadi baby sitter
110 S2 : Keributan di dapur
111 S2 : Namamu selalu ku sebut dalam tiap doaku
112 S2 : Jawaban
113 S2 : Retno malu
114 S2 : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
115 S2 : Persiapan acara makan malam
116 S2 : Jamuan makan malam
117 S2 : Kebahagian Paman Didit dan Bibi Tia
118 S2 : Minta izin
119 S2 : Terima nasibmu Emy
120 S2 : Persiapan acara nikah
121 S2 : Wedding Party
122 S2 : Honeymoon-1
123 S2 : Honeymoon - 2
124 S2 : Retno dan Ari
125 Akhir kisah Salma & Kavin
126 Kelanjutan kisah keluarga Kavin dan Salma
127 Rayyan, anak Kavin dan Salma
128 Om Bram, Nikah Yuk!
129 Pengasuh Majikan Impoten
130 HIJRAH ITU CINTA
131 My Sexy Husband
132 UnExpexted Marriage
133 Penghangat Ranjang Suami Orang
134 Baby Berondongku
135 Simpanan Bapak Kost
136 Gara-gara Turun Ranjang
Episodes

Updated 136 Episodes

1
Kehilangan
2
Ide Bibi Tia
3
Kesepakatan Paman Didit dan Kavin
4
Nikah Paksa
5
Di tinggal oleh pengantin pria
6
Masalah Uang 300 juta
7
Bertemu untuk pertama kali
8
Bertemu untuk berpisah
9
Datang ke Jakarta
10
Melamar pekerjaan
11
Acara seminar - 1
12
Acara seminar - 2
13
Terpilih
14
Yasmin Sofika
15
Posisi kerja
16
Berargumen
17
Peraturan yang konyol
18
Terlalu cantik
19
Penasaran
20
Pertemuan Bisnis
21
Tuduhan Kavin
22
Kavin Meradang
23
Ancaman Kavin
24
Licik dibalas dengan kelicikan.
25
Bertemu dengan Mama Rossa
26
Tawaran Mama Rossa
27
Perdana ke mansion Adiputra
28
Salma emosi
29
Kedatangan Andri
30
Berteman dengan Andri
31
Makan siang bersama
32
Dasar Iblis
33
Hati yang memanas
34
Salma vs Merry
35
Kavin bertanya-tanya
36
Di kamar hanya berdua
37
Masih di kamar
38
Tak bereaksi
39
Ketika menantu kedua masak
40
Teguran Mama Rossa
41
Pikiran negatif
42
Mencarinya ke kantin
43
Ada apa di dalam lift?
44
Permintaan Salma
45
Kedatangan orang tua Yasmin
46
Pewaris kekayaan Kavin
47
Hati Kavin yang meragu
48
Selembar cek
49
Rencana ke Bali
50
Kavin galau
51
Kebersamaan Salma dengan Mama Rossa
52
Panggil Mama
53
Ketika Kavin di omelin Salma
54
Rahasia Kavin
55
Tawaran Keanu
56
Opa Braymanto
57
Mereka datang
58
Baku hantam
59
Tuan Kavin IMPOTEN
60
Amarah Mama Rossa
61
Salma bukan pelakor tapi istri yang dibenci Kavin
62
Terbongkarnya satu rahasia
63
Salma pingsan
64
Kebencian Salma
65
Di rumah sakit
66
Kesedihan Salma
67
Menerima menikah kembali
68
Nabilla Inggrid Pratama & Shaka Abhirath Thalib
69
Di balik sikap istri yang baik
70
Menjauhlah dari Salma
71
Langkah selanjutnya
72
Jangan sampai Kavin tahu
73
Kebahagian Kavin sesaat
74
Hasutan Yasmin
75
Permainan di mulai
76
Permainan gagal
77
Petaka minuman dan obat laknat
78
Dia telah tiada
79
Salma Hadeeqa Istri yang dibenci
80
Mencintainya
81
Hukuman Yasmin
82
Ini kah takdir ku!
83
Sepuluh bulan kemudian...
84
Datang ke Belanda
85
Rayyan Abizar Adiputra
86
Kecurigaan Mama Rossa dan Kavin
87
Teka Teki Baby Rayyan
88
Rencana test DNA
89
Salma, kamu masih hidup!
90
Hasil test DNA
91
Rayyan,...ini daddy
92
Takkan menceraikan Salma
93
Ungkapan hati Salma dan Kavin
94
Baby Rayyan sakit
95
Hanya berdua di kamar baby Rayyan
96
Mengukir kenangan indah
97
Rahasia Allah
98
Kembali ke Indonesia
99
Akhirnya...
100
S2 : Ada yang patah hati
101
S2 : ada yang sakit
102
S2 : Dikira mimpi
103
S2 : Perhatian Kavin
104
S2 : Ari ajak nikah
105
S2 : Emy sang baby sitter
106
S2 : Emy mulai berulah
107
S2 : Sarapan pagi bersama
108
S2 : Teguran Salma
109
S2 : Tidak jadi baby sitter
110
S2 : Keributan di dapur
111
S2 : Namamu selalu ku sebut dalam tiap doaku
112
S2 : Jawaban
113
S2 : Retno malu
114
S2 : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
115
S2 : Persiapan acara makan malam
116
S2 : Jamuan makan malam
117
S2 : Kebahagian Paman Didit dan Bibi Tia
118
S2 : Minta izin
119
S2 : Terima nasibmu Emy
120
S2 : Persiapan acara nikah
121
S2 : Wedding Party
122
S2 : Honeymoon-1
123
S2 : Honeymoon - 2
124
S2 : Retno dan Ari
125
Akhir kisah Salma & Kavin
126
Kelanjutan kisah keluarga Kavin dan Salma
127
Rayyan, anak Kavin dan Salma
128
Om Bram, Nikah Yuk!
129
Pengasuh Majikan Impoten
130
HIJRAH ITU CINTA
131
My Sexy Husband
132
UnExpexted Marriage
133
Penghangat Ranjang Suami Orang
134
Baby Berondongku
135
Simpanan Bapak Kost
136
Gara-gara Turun Ranjang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!