Ide Bibi Tia

“Selanjutnya Mas Didit, maunya seperti apa dengan masalah Salma?” tanya Bibi Tia turut duduk di samping suaminya.

“Anak kita ada tiga, di tambah Salma, yang mau tidak mau kita berdua harus mengurusnya. Otomatis sudah jadi tanggung jawab saya. Tapi keuangan kita juga serba kekurangan, buat kehidupan sehari-hari saja kita luntang lantung kalau gak di bantu almarhum bapaknya Salma,” Paman Didit mengurut dada, memikirkan kehidupan ke depannya, pasti akan terasa berat setelah meninggalnya bapaknya Salma.

“Mas Didit, Salma sebentar lagi kan lulus SMU bagaimana kalau mas Didit minta uang yang banyak terus minta sama orang yang nabrak Mas Yudo, menikahi Salma sebagai bentuk pertanggung jawaban. Jadi kalau Salma di nikahi oleh orang itu, kita gak akan repot memikirkan masa depan Salma,” usul Bibi Tia.

“Menikah! Kalau orang itu sudah menikah atau sudah tua bagaimana!! Saya gak tega keponakan saya menikah dengan pria yang tidak jelas!!” tukas Paman Didit.

“Begini loh Mas Didit, gak pa-pa pria itu statusnya menikah, sudah tua atau sudah kakek-kakek. Lagi pula pria bisa menikah lebih dari satu kok! Yang penting pria itu bisa membiayai kehidupan Salma, syukur-syukur bisa bantuin uang belanja kita tiap bulan!!” ide terlintas di otak Bibi Tia.

“Coba Mas Didit perhatiin pria yang datang mewakilkan Tuannya, setelan pakaiannya aja udah kayak orang kaya, berarti Tuannya orang kaya banget. Pikirkan lagi usulanku Mas, ini demi kehidupan kita juga. Kalau Tuan itu tidak mau, ancam kecelakaan ini lapor ke polisi, jadi tinggal pilih mau di penjara lama atau memberikan kita uang dan menikahi Salma,” ujar Bibi Tia, yang termasuk licik orangnya.

Paman Didit tampak mencerna semua ide istrinya, ada benarnya. Apakah ide istrinya harus di coba??

🌻🌻🌻

Salma masih berbaring lemah di ranjang kecilnya,, tak kuasa membuka matanya yang terasa berat.

Retno sepupu Salma, anaknya Paman Didit setia menunggu Salma siuman. Di balurnya minyak angin ke beberapa bagian tubuh Salma, berharap saudaranya cepat sadar.

“Eeugh ...,”lenguhan terdengar dari bibir Salma, kemudian gadis itu mulai mengerjapkan kelopak matanya berkali-kali.

“Salma,” panggil Retno, sambil memijat tangan Salma.

“Retno ... bapakku ... hiks ... hiks." Salma kembali teringat jika bapaknya telah tiada di dunia ini, dan gadis itu kembali menangis.

“Salma, yang sabar,” Retno berusaha menenangi saudara sepupunya.

Bibi Tia yang mendengar suara tangisan dari kamar, bergegas masuk ke dalam kamar Salma,”Nak, jangan menangis lagi, kasihan bapakmu kalau kamu menangis terus, bapakmu akan tersiksa, ikhlaskan kepergian bapakmu. Masih ada paman dan bibimu yang akan menemanimu,” Bibi Tia turut menenangi keponakan suaminya.

Dalam isak tangisnya dan masih dalam pembaringannya, Salma menatap wajah bibi Tia dan Retno. Mengikhlaskan kepergian orang yang sangat berarti tidaklah mudah, apalagi orang tua sendiri.

Gadis itu masih dirundung kesedihan yang tidak bisa di hentikan secepat itu, seperti kran air yang bisa di tutup jika sudah banjir dalam wadahnya.

“Bapak ... ibu ... hiks ... hiks,” tangisan pilu itu masih terdengar jelas dari mulut Salma, Retno dan Bibi Tia hanya bisa menemani, tak mungkin di tinggalkan begitu saja, seorang diri.

Sedangkan di luar kamar, para tetangga saling bahu membahu menyiapkan tahlilan untuk almarhum bapaknya Salma, yang akan di gelar setelah bada Isya.

🌻🌻🌻

Hotel

Pria tampan dengan tubuh gagah tapi raut wajahnya terkesan tegas dan arogan, tampak berdiri tak jauh di ruang tamu yang ada di dalam kamar tempat pria itu menginap.

“Keluarga korban tidak terima uang damai sebesar seratus juta itu, ck!!” Lidah pria itu berdecak kesal.

“Iya Tuan, adik korban tidak mau terima uang damai ini,” jawab Ari asisten pribadi pria itu.

“Apa yang mereka inginkan?”

“Mereka minta bertemu dengan Tuan, setelahnya baru memutuskan. Jika Tuan tidak menyanggupi permintaan mereka, maka kasus kecelakaan ini akan di laporkan ke pihak berwajib," lapor Ari, hasil pertemuannya.

“Ada-ada saja, mereka berani mengancam saya!!” geram pria itu.

“Ini bukan kasus bisnis Tuan, ini kasus kecelakaan, yang telah merenggut nyawa seseorang,” Ari mengingatkan kepada Tuan Besarnya.

“Ya saya tahu itu!!” Pria itu tidak terima di ingatkan kecelakaan tadi pagi akibat kecerobohannya sendiri.

“Jadi bagaimana Tuan keputusannya, biar masalah ini cepat tuntas. Karena jadwal Tuan harus segera kembali ke ibu kota," tanya Ari.

“Baiklah, kamu agendakan pertemuan besok siang dengan keluarga korban, di restoran hotel ini,” akhirnya pria itu memutuskan untuk bertemu dengan keluarga korban.

“Baik Tuan, kalau begitu saya segera hubungi adik korban,” Ari dengan sigapnya menelepon Didit untuk memberitahukan pertemuan besok siang.

🌻🌻🌻

Esok hari ...

Salma Hadeeqa, gadis berusia 18 tahun memiliki wajah blasteran menuruni wajah almarhumah ibunya yang punya darah campuran Padang Belanda.

Terlihat termenung, duduk di samping makam bapaknya, wajahnya tampak sendu dan kedua mata indahnya mengalir air mata, sedangkan bibir ranumnya melafadzkan doa untuk almarhum bapaknya.

Paman Didit dan Retno setia menunggu Salma yang masih berada di samping makam bapaknya.

“Salma, waktunya kita pulang, matahari sudah mulai terik,” pinta Paman Didit dengan menyentuh bahu keponakannya. Tidak terasa mereka bertiga sudah lama berada di TPU, dan selama itu juga Paman Didit melirik jam tangannya, karena teringat akan temu janji dengan orang yang menabrak kakak kandungnya.

Gadis itu mendongakkan kepalanya melihat wajah Paman Didit, kemudian Retno membantu Salma untuk bangun dari duduknya di atas tanah. Langkah kaki gadis itu terasa enggan meninggalkan tempat pemakaman, Retno segera merangkul bahu Salma yang mulai terhuyung, takut jatuh tak sadarkan diri di sana.

Dengan sepeda motor yang dikemudi oleh Paman Didit, mereka bertiga kembali ke rumah Salma. Selepas Paman Didit mengantar Salma dan Retno pulang ke rumah, Paman Didit melanjutkan perjalanannya menuju kota ke tempat hotel yang telah diberitahukan oleh Ari.

🌻🌻🌻

Hotel

Ari sang asisten pribadi terlihat mondar mandir di lobby hotel, menanti kedatangan Didit, yang kelihatannya datang tidak tepat waktu yang telah di janjikan.

Dari luar lobby hotel terlihat seorang pria dengan penampilan sederhananya berjalan dengan cepatnya.

“Anda sudah di tunggu oleh Tuan saya,” tegur Ari, ketika pria itu menghampiri dirinya.

“Telat sedikit apa salahnya menunggu!!” ujar kasar Paman Didit.

“Silahkan anda ikuti saya,” pinta Ari, pria itu melangkahkan kakinya dengan langkah cepat, Paman Didit berusaha mengikuti kecepatan langkah pria itu.

Ari melangkahkan kakinya menuju restoran yang masih berada di hotel tersebut, kemudian masuk ke dalam ruang VIP.

Terlihat ada seorang pria tampan duduk di salah satu bangku, dan sudah pasti dengan sorot mata tajamnya, tampan tapi terkesan sadis terlihat dari wajahnya.

“Pak Didit kenalkan ini Tuan Kavin Ardana Adiputra,” Ari memperkenalkan Didit dengan Kavin. Di antara mereka berdua tidak ada yang satu pun yang mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.

Antara Kavin dan Didit sama-sama sedang saling mengamati.

Ck ... pria kampungan !! batin sombong Kevin.

bersambung ...

4 NOVEMBER 2023

HIMBAUAN SEKALI LAGI BUAT KAKAK READERS !! SEMAKIN KARYA INI SERING BERADA DI BERANDA, SEMAKIN BANYAK YANG KASIH RATE 1, PADAHAL SEJAK AWAL SUDAH DIBERITAHUKAN JIKA TIDAK SUKA ALUR CERITANYA SILAKAN TINGGALKAN TANPA PERLU KASIH BINTANG 1, 2, 3!!! GARA-GARA JARI LINCAH BEBERAPA PEMBACA BIKIN RATE KARYA INI TURUN.

KAKAK SEMUA DI SINI BACANYA GRATIS, APA SUSAHNYA HARGAI PENULIS YANG SUSAH PAYAH MENULIS DI SINI!!! KAMI GAK DIBAYAR SAMA KALIAN!!

SESAK LOH RASANYA SEENAKNYA DI KASIH RATE 1, KALIAN GAK TAHU KALAU NASKAH SAYA DI SINI TIDAK DAPAT APA-APA! APALAGI DI REGULASI BARU INI, UNTUK DAPAT 200 RIBU AJA HARUS BERSUSAH PAYAH!!

TOLONG HARGAI KARYA PENULIS, BUKAN HANYA KARYA SAYA SAJA!!

Terpopuler

Comments

Emy 107

Emy 107

dasar pria sombong dy kira uang bisa byar seglanya.ini mslah nyawa pak orang kaya.🙄😏

2025-01-16

1

Fitri Yenti

Fitri Yenti

spa blg grtis thor klo gk pke kuota mb bisa buka untuk baaca

2025-01-29

0

Linda Wati

Linda Wati

ya saya tau susah bikin cerita yg menyentuh hati mks

2024-11-24

0

lihat semua
Episodes
1 Kehilangan
2 Ide Bibi Tia
3 Kesepakatan Paman Didit dan Kavin
4 Nikah Paksa
5 Di tinggal oleh pengantin pria
6 Masalah Uang 300 juta
7 Bertemu untuk pertama kali
8 Bertemu untuk berpisah
9 Datang ke Jakarta
10 Melamar pekerjaan
11 Acara seminar - 1
12 Acara seminar - 2
13 Terpilih
14 Yasmin Sofika
15 Posisi kerja
16 Berargumen
17 Peraturan yang konyol
18 Terlalu cantik
19 Penasaran
20 Pertemuan Bisnis
21 Tuduhan Kavin
22 Kavin Meradang
23 Ancaman Kavin
24 Licik dibalas dengan kelicikan.
25 Bertemu dengan Mama Rossa
26 Tawaran Mama Rossa
27 Perdana ke mansion Adiputra
28 Salma emosi
29 Kedatangan Andri
30 Berteman dengan Andri
31 Makan siang bersama
32 Dasar Iblis
33 Hati yang memanas
34 Salma vs Merry
35 Kavin bertanya-tanya
36 Di kamar hanya berdua
37 Masih di kamar
38 Tak bereaksi
39 Ketika menantu kedua masak
40 Teguran Mama Rossa
41 Pikiran negatif
42 Mencarinya ke kantin
43 Ada apa di dalam lift?
44 Permintaan Salma
45 Kedatangan orang tua Yasmin
46 Pewaris kekayaan Kavin
47 Hati Kavin yang meragu
48 Selembar cek
49 Rencana ke Bali
50 Kavin galau
51 Kebersamaan Salma dengan Mama Rossa
52 Panggil Mama
53 Ketika Kavin di omelin Salma
54 Rahasia Kavin
55 Tawaran Keanu
56 Opa Braymanto
57 Mereka datang
58 Baku hantam
59 Tuan Kavin IMPOTEN
60 Amarah Mama Rossa
61 Salma bukan pelakor tapi istri yang dibenci Kavin
62 Terbongkarnya satu rahasia
63 Salma pingsan
64 Kebencian Salma
65 Di rumah sakit
66 Kesedihan Salma
67 Menerima menikah kembali
68 Nabilla Inggrid Pratama & Shaka Abhirath Thalib
69 Di balik sikap istri yang baik
70 Menjauhlah dari Salma
71 Langkah selanjutnya
72 Jangan sampai Kavin tahu
73 Kebahagian Kavin sesaat
74 Hasutan Yasmin
75 Permainan di mulai
76 Permainan gagal
77 Petaka minuman dan obat laknat
78 Dia telah tiada
79 Salma Hadeeqa Istri yang dibenci
80 Mencintainya
81 Hukuman Yasmin
82 Ini kah takdir ku!
83 Sepuluh bulan kemudian...
84 Datang ke Belanda
85 Rayyan Abizar Adiputra
86 Kecurigaan Mama Rossa dan Kavin
87 Teka Teki Baby Rayyan
88 Rencana test DNA
89 Salma, kamu masih hidup!
90 Hasil test DNA
91 Rayyan,...ini daddy
92 Takkan menceraikan Salma
93 Ungkapan hati Salma dan Kavin
94 Baby Rayyan sakit
95 Hanya berdua di kamar baby Rayyan
96 Mengukir kenangan indah
97 Rahasia Allah
98 Kembali ke Indonesia
99 Akhirnya...
100 S2 : Ada yang patah hati
101 S2 : ada yang sakit
102 S2 : Dikira mimpi
103 S2 : Perhatian Kavin
104 S2 : Ari ajak nikah
105 S2 : Emy sang baby sitter
106 S2 : Emy mulai berulah
107 S2 : Sarapan pagi bersama
108 S2 : Teguran Salma
109 S2 : Tidak jadi baby sitter
110 S2 : Keributan di dapur
111 S2 : Namamu selalu ku sebut dalam tiap doaku
112 S2 : Jawaban
113 S2 : Retno malu
114 S2 : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
115 S2 : Persiapan acara makan malam
116 S2 : Jamuan makan malam
117 S2 : Kebahagian Paman Didit dan Bibi Tia
118 S2 : Minta izin
119 S2 : Terima nasibmu Emy
120 S2 : Persiapan acara nikah
121 S2 : Wedding Party
122 S2 : Honeymoon-1
123 S2 : Honeymoon - 2
124 S2 : Retno dan Ari
125 Akhir kisah Salma & Kavin
126 Kelanjutan kisah keluarga Kavin dan Salma
127 Rayyan, anak Kavin dan Salma
128 Om Bram, Nikah Yuk!
129 Pengasuh Majikan Impoten
130 HIJRAH ITU CINTA
131 My Sexy Husband
132 UnExpexted Marriage
133 Penghangat Ranjang Suami Orang
134 Baby Berondongku
135 Simpanan Bapak Kost
136 Gara-gara Turun Ranjang
Episodes

Updated 136 Episodes

1
Kehilangan
2
Ide Bibi Tia
3
Kesepakatan Paman Didit dan Kavin
4
Nikah Paksa
5
Di tinggal oleh pengantin pria
6
Masalah Uang 300 juta
7
Bertemu untuk pertama kali
8
Bertemu untuk berpisah
9
Datang ke Jakarta
10
Melamar pekerjaan
11
Acara seminar - 1
12
Acara seminar - 2
13
Terpilih
14
Yasmin Sofika
15
Posisi kerja
16
Berargumen
17
Peraturan yang konyol
18
Terlalu cantik
19
Penasaran
20
Pertemuan Bisnis
21
Tuduhan Kavin
22
Kavin Meradang
23
Ancaman Kavin
24
Licik dibalas dengan kelicikan.
25
Bertemu dengan Mama Rossa
26
Tawaran Mama Rossa
27
Perdana ke mansion Adiputra
28
Salma emosi
29
Kedatangan Andri
30
Berteman dengan Andri
31
Makan siang bersama
32
Dasar Iblis
33
Hati yang memanas
34
Salma vs Merry
35
Kavin bertanya-tanya
36
Di kamar hanya berdua
37
Masih di kamar
38
Tak bereaksi
39
Ketika menantu kedua masak
40
Teguran Mama Rossa
41
Pikiran negatif
42
Mencarinya ke kantin
43
Ada apa di dalam lift?
44
Permintaan Salma
45
Kedatangan orang tua Yasmin
46
Pewaris kekayaan Kavin
47
Hati Kavin yang meragu
48
Selembar cek
49
Rencana ke Bali
50
Kavin galau
51
Kebersamaan Salma dengan Mama Rossa
52
Panggil Mama
53
Ketika Kavin di omelin Salma
54
Rahasia Kavin
55
Tawaran Keanu
56
Opa Braymanto
57
Mereka datang
58
Baku hantam
59
Tuan Kavin IMPOTEN
60
Amarah Mama Rossa
61
Salma bukan pelakor tapi istri yang dibenci Kavin
62
Terbongkarnya satu rahasia
63
Salma pingsan
64
Kebencian Salma
65
Di rumah sakit
66
Kesedihan Salma
67
Menerima menikah kembali
68
Nabilla Inggrid Pratama & Shaka Abhirath Thalib
69
Di balik sikap istri yang baik
70
Menjauhlah dari Salma
71
Langkah selanjutnya
72
Jangan sampai Kavin tahu
73
Kebahagian Kavin sesaat
74
Hasutan Yasmin
75
Permainan di mulai
76
Permainan gagal
77
Petaka minuman dan obat laknat
78
Dia telah tiada
79
Salma Hadeeqa Istri yang dibenci
80
Mencintainya
81
Hukuman Yasmin
82
Ini kah takdir ku!
83
Sepuluh bulan kemudian...
84
Datang ke Belanda
85
Rayyan Abizar Adiputra
86
Kecurigaan Mama Rossa dan Kavin
87
Teka Teki Baby Rayyan
88
Rencana test DNA
89
Salma, kamu masih hidup!
90
Hasil test DNA
91
Rayyan,...ini daddy
92
Takkan menceraikan Salma
93
Ungkapan hati Salma dan Kavin
94
Baby Rayyan sakit
95
Hanya berdua di kamar baby Rayyan
96
Mengukir kenangan indah
97
Rahasia Allah
98
Kembali ke Indonesia
99
Akhirnya...
100
S2 : Ada yang patah hati
101
S2 : ada yang sakit
102
S2 : Dikira mimpi
103
S2 : Perhatian Kavin
104
S2 : Ari ajak nikah
105
S2 : Emy sang baby sitter
106
S2 : Emy mulai berulah
107
S2 : Sarapan pagi bersama
108
S2 : Teguran Salma
109
S2 : Tidak jadi baby sitter
110
S2 : Keributan di dapur
111
S2 : Namamu selalu ku sebut dalam tiap doaku
112
S2 : Jawaban
113
S2 : Retno malu
114
S2 : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
115
S2 : Persiapan acara makan malam
116
S2 : Jamuan makan malam
117
S2 : Kebahagian Paman Didit dan Bibi Tia
118
S2 : Minta izin
119
S2 : Terima nasibmu Emy
120
S2 : Persiapan acara nikah
121
S2 : Wedding Party
122
S2 : Honeymoon-1
123
S2 : Honeymoon - 2
124
S2 : Retno dan Ari
125
Akhir kisah Salma & Kavin
126
Kelanjutan kisah keluarga Kavin dan Salma
127
Rayyan, anak Kavin dan Salma
128
Om Bram, Nikah Yuk!
129
Pengasuh Majikan Impoten
130
HIJRAH ITU CINTA
131
My Sexy Husband
132
UnExpexted Marriage
133
Penghangat Ranjang Suami Orang
134
Baby Berondongku
135
Simpanan Bapak Kost
136
Gara-gara Turun Ranjang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!