Berargumen

Gadis itu memicingkan matanya ke arah Kavin yang sok tidak melihat dan mendengar pembicaraan mereka berdua. Sepertinya gadis itu tidak jadi berhenti menjadi SPG, setelah tahu posisinya tidak sesuai keahliannya. Lagi pula dia masih bisa mencari pekerjaan di perusahaan lain. Yang jelas gadis itu tidak suka melihat wajah tampan nan angkuh itu.

“Maaf Pak, buat bekerja di posisi sekretaris sebenarnya tidak sesuai dengan keahlian saya. Sepertinya saya tidak akan mengambil kesempatan untuk bekerja di sini,” tolak Salma dengan penuh rasa sopan santunnya.

Penolakan yang sangat tak di duga oleh Kavin, dan sepetinya kata tolak membuat telinga pria itu teras tidak nyaman, lantas pria itu langsung beranjak dari duduknya kemudian menghampiri mereka berdua.

“Sepertinya kamu percaya diri sekali menolak bekerja sebagai sekretaris junior CEO, padahal banyak sekali karyawan yang mengincar posisi tersebut,” ucap Kavin dengan angkuhnya, menatap tajam ke arah Salma, kedua tangan pria itu terselip di saku celananya.

Banyak ribuan pelamar yang menginginkan bekerja di Perusahaan Indo Prakarsa, rela bekerja di posisi mana pun, dan baru kali ini pria angkuh itu melihat ada orang yang menolak bekerja di perusahaannya, namanya Salma!

Wah gawat ini Salma sudah membangkitkan singa jantan. Tuan Kavin pantang di tolak.....batin Ari mulai ketar ketir.

Gadis itu mendongakkan wajahnya agar bisa melihat wajah pria yang sudah berdiri di hadapannya, pria yang usianya 38 tahun lebih tapi masih terlihat muda.

“Maaf Tuan Kavin, bukan maksud saya percaya diri dalam menolak. Saya khawatir jika saya menerima posisi pekerjaan yang tidak sesuai dengan keahliannya, maka saya tidak bisa memberikan kontribusi yang baik untuk perusahaan ini,” jawab alasan Salma dengan suara tegasnya.

“Jangan-jangan nilai bagus semasa kamu kuliah itu hasil contekan semua, sepertinya penilaian Rektor sangat salah dalam menilai kamu,” cemooh Kavin dengan menyunggingkan salah satu sudut bibirnya.

Pria angkuh itu sengaja menaruhnya di posisi sekretarisnya, karena  ucapan Rektor kemarin yang menyatakan gadis itu memiliki nilai yang tertinggi, lalu alasan kedua karena pria itu sakit hati ketika gadis itu tidak mau menjabat tangannya. Jadi pria itu ingin tahu seberapa cerdasnya gadis itu.

Gadis itu membisu, tapi hatinya sudah mengucapkan sumpah serapah.

Kurang ajar ini laki, sungguh sangat semena-mena rupanya.....umpat batin Salma.

“Terima kasih atas penilaian buruknyaTuan Kavin, sepertinya Tuan lebih tahu tentang masa kuliah saya. Padahal saya baru bertemu Tuan dua hari ini,” balas tegas Salma. Kalau tidak ingat jika dia datang membawa nama baik universitasnya, mungkin jiwa bar-barnya sudah keluar. Rasanya ingin sekali menenggelamkan pria yang masih memperlihatkan keangkuhannya dalam posisi berdirinya,  ke laut  kalau bisa jangan muncul lagi ke permukaan laut.

“Saya tidak menilai kamu buruk, hanya menduga saja. Seharusnya mahasiswa yang memiliki nilai terbaik berarti otaknya cerdas, dan berarti bisa belajar cepat dengan hal-hal yang baru,” sahut Kavin, pria itu mendaratkan bokongnya di atas sofa pas di hadapan Salma.

Membahas masalah kepintaran, jangan salah...justru gadis itu cepat belajar. Namun alasan apa dia menolak bekerja di posisi sekretaris junior CEO? Di hati gadis itu ada penolakan bekerja berdekatan dengan pria angkuh itu, seakan ada benang merah yang membuat dia ingin menjauh dari pria itu!

Dalam situasi sekarang gadis itu berasa sedang di hakimi oleh kedua pria tampan ini, tatapan malasnya mulai muncul.

“Maaf Tuan Kavin, saya tetap menolak jika bekerja di bagian sekretaris, lagi pula bukannya Tuan bilang banyak karyawan yang menginginkannya, kenapa tidak diberi kesempatan kepada karyawan tersebut,” kembali berargumen Salma.

Pria itu mengetuk jemarinya di atas pahanya, menatap tajam gadis di depannya. Gadis itu kembali memalingkan wajahnya, malah menatap Ari.

Kedua netra Salma dan Kavin sekarang sama-sama tertuju ke Ari, membuat sang asisten merasa aneh.

“Tuan Kavin, sepertinya Salma menolak bekerja di sini, dan itu haknya,” Ari berusaha menjadi penengah antara Kavin dan Salma.

“Diam kamu, Ari!!” bentak Kavin.

Salma terkesiap mendengar suara bentakan Kavin.

Sepertinya aku sedang masuk ke kandang macan, belum apa-apa udah lihat bos ngebentak anak buahnya, apalagi kalau aku jadi sekretarisnya yang ada mati berdiri di bentak tiap hari.....batin Salma.

.

“Sebaiknya saya pamit, sebelumnya terima kasih Tuan Kavin atas kesempatan bisa bekerja di sini,” Salma buru buru mengambil tas bahunya yang berada di sampingnya, gadis itu beranjak dari duduknya lalu sedikit membungkukkan dirinya, sebagai tanda hormat.

“Duduk kembali!!” perintah Kavin dengan suara yang terdengar galak.

Salma menegakkan kembali tubuhnya, lalu menatap pria itu.

Eets dah belum jadi karyawan, sudah main perintah aja....batin Salma.

“Saya bilang duduk kembali, Salma!” suara pria itu mulai terdengar arogan. Wanita itu menaikkan salah satu alis matanya.

“Tuan....,” Ari berusaha agar Tuannya tidak menunjukkan arogansinya terhadap Salma, di pertemuan pertama kalinya.

“Kamu diam saja, Ari!!” tegur Kavin, tidak suka disela oleh asistennya.

Salma sedang menahan diri agar jiwa yang sudah minta di keluarkan tidak loncat keluar dari dirinya. Harus mencoba menjaga kesopanannya, tapi melihat sikap arogan pria itu, sungguh kepala gadis itu sudah mulai ngebul, asap-asap putih mulai keluar dari ubun-ubunnya. Disibaknya rambut panjangnya ke belakang, lalu mengusap tengkuk lehernya, aish.....sungguh gerakan yang menggoda di mata seorang pria. Tapi buat Kavin sungguh memuakkan melihatnya, bagaikan cewek penggoda, padahal Salma seperti itu untuk menahan dirinya yang sudah tersulut api.

“Salma, sebaiknya kamu duduk terlebih dahulu,” pinta Ari dengan ucapan lemahnya.

Sepertinya Salma masih betah dalam posisi berdirinya, gadis itu tidak terima diperintah untuk duduk. Sedangkan tatapan pria itu seperti sedang mengintimidasi wanita itu.

Dengan desah panjangnya, pria itu berdiri berhadapan dengan gadis itu.“Satu bulan, hanya satu bulan bekerja di posisi sekretaris, selanjutnya kamu akan di pindahkan ke divisi finance!” nego Kavin.

Masih membisu gadis itu.

“Sebaiknya kamu bisa menjaga nama baik universitas kamu, dan menerima tawaran ini, lagi pula sesuai prosedur di perusahaan, ada masa tiga bulan percobaan untuk menetapkan kontrak kerja selanjutnya,” tukas Kavin.

Gadis itu menghembuskan napas beratnya, lalu kembali duduk.

“Baiklah saya terima jika hanya satu bulan di posisi sekretaris junior,” Salma akhirnya memutuskan menerima demi menjaga nama baik kampusnya.

“Bagus, urus dia, Ari,” pria itu kembali menuju meja kerjanya dan duduk di kursi kebesarannya.

Sepertinya Pak Kavin orangnya arogan dan tidak suka di tolak....batin Salma membaca sekilas karakter Kavin.

“Salma, sebaiknya kita ke ruangan saya, nanti akan saya jelaskan semua pekerjaan sekalian memperkenalkan dengan sekretaris senior CEO,” ajak Ari.

“Baik Pak Ari.”

Enak saja kamu berani menolak perintah saya, dasar anak bau kencur, di kasih posisi yang enak malah nolak......batin Kavin.

Salma mengikuti langkah kaki sang asisten CEO, tanpa menatap wajah pria itu.

*bersambung..........ada apa lagi??

Kakak Readers jangan lupa tinggalin jejaknya 👣👣👣🤗*

Terpopuler

Comments

Fitri Yenti

Fitri Yenti

thor gk suka aku visualnya ke tua annnnnn

2025-01-29

0

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

gak penasaran Vin ayo dong pesaran sama Salma /Grin//Grin/

2025-01-29

0

hanie tsamara

hanie tsamara

iisshhh..iiisshh pa kevin..
galak bener😜

2025-01-21

0

lihat semua
Episodes
1 Kehilangan
2 Ide Bibi Tia
3 Kesepakatan Paman Didit dan Kavin
4 Nikah Paksa
5 Di tinggal oleh pengantin pria
6 Masalah Uang 300 juta
7 Bertemu untuk pertama kali
8 Bertemu untuk berpisah
9 Datang ke Jakarta
10 Melamar pekerjaan
11 Acara seminar - 1
12 Acara seminar - 2
13 Terpilih
14 Yasmin Sofika
15 Posisi kerja
16 Berargumen
17 Peraturan yang konyol
18 Terlalu cantik
19 Penasaran
20 Pertemuan Bisnis
21 Tuduhan Kavin
22 Kavin Meradang
23 Ancaman Kavin
24 Licik dibalas dengan kelicikan.
25 Bertemu dengan Mama Rossa
26 Tawaran Mama Rossa
27 Perdana ke mansion Adiputra
28 Salma emosi
29 Kedatangan Andri
30 Berteman dengan Andri
31 Makan siang bersama
32 Dasar Iblis
33 Hati yang memanas
34 Salma vs Merry
35 Kavin bertanya-tanya
36 Di kamar hanya berdua
37 Masih di kamar
38 Tak bereaksi
39 Ketika menantu kedua masak
40 Teguran Mama Rossa
41 Pikiran negatif
42 Mencarinya ke kantin
43 Ada apa di dalam lift?
44 Permintaan Salma
45 Kedatangan orang tua Yasmin
46 Pewaris kekayaan Kavin
47 Hati Kavin yang meragu
48 Selembar cek
49 Rencana ke Bali
50 Kavin galau
51 Kebersamaan Salma dengan Mama Rossa
52 Panggil Mama
53 Ketika Kavin di omelin Salma
54 Rahasia Kavin
55 Tawaran Keanu
56 Opa Braymanto
57 Mereka datang
58 Baku hantam
59 Tuan Kavin IMPOTEN
60 Amarah Mama Rossa
61 Salma bukan pelakor tapi istri yang dibenci Kavin
62 Terbongkarnya satu rahasia
63 Salma pingsan
64 Kebencian Salma
65 Di rumah sakit
66 Kesedihan Salma
67 Menerima menikah kembali
68 Nabilla Inggrid Pratama & Shaka Abhirath Thalib
69 Di balik sikap istri yang baik
70 Menjauhlah dari Salma
71 Langkah selanjutnya
72 Jangan sampai Kavin tahu
73 Kebahagian Kavin sesaat
74 Hasutan Yasmin
75 Permainan di mulai
76 Permainan gagal
77 Petaka minuman dan obat laknat
78 Dia telah tiada
79 Salma Hadeeqa Istri yang dibenci
80 Mencintainya
81 Hukuman Yasmin
82 Ini kah takdir ku!
83 Sepuluh bulan kemudian...
84 Datang ke Belanda
85 Rayyan Abizar Adiputra
86 Kecurigaan Mama Rossa dan Kavin
87 Teka Teki Baby Rayyan
88 Rencana test DNA
89 Salma, kamu masih hidup!
90 Hasil test DNA
91 Rayyan,...ini daddy
92 Takkan menceraikan Salma
93 Ungkapan hati Salma dan Kavin
94 Baby Rayyan sakit
95 Hanya berdua di kamar baby Rayyan
96 Mengukir kenangan indah
97 Rahasia Allah
98 Kembali ke Indonesia
99 Akhirnya...
100 S2 : Ada yang patah hati
101 S2 : ada yang sakit
102 S2 : Dikira mimpi
103 S2 : Perhatian Kavin
104 S2 : Ari ajak nikah
105 S2 : Emy sang baby sitter
106 S2 : Emy mulai berulah
107 S2 : Sarapan pagi bersama
108 S2 : Teguran Salma
109 S2 : Tidak jadi baby sitter
110 S2 : Keributan di dapur
111 S2 : Namamu selalu ku sebut dalam tiap doaku
112 S2 : Jawaban
113 S2 : Retno malu
114 S2 : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
115 S2 : Persiapan acara makan malam
116 S2 : Jamuan makan malam
117 S2 : Kebahagian Paman Didit dan Bibi Tia
118 S2 : Minta izin
119 S2 : Terima nasibmu Emy
120 S2 : Persiapan acara nikah
121 S2 : Wedding Party
122 S2 : Honeymoon-1
123 S2 : Honeymoon - 2
124 S2 : Retno dan Ari
125 Akhir kisah Salma & Kavin
126 Kelanjutan kisah keluarga Kavin dan Salma
127 Rayyan, anak Kavin dan Salma
128 Om Bram, Nikah Yuk!
129 Pengasuh Majikan Impoten
130 HIJRAH ITU CINTA
131 My Sexy Husband
132 UnExpexted Marriage
133 Penghangat Ranjang Suami Orang
134 Baby Berondongku
135 Simpanan Bapak Kost
136 Gara-gara Turun Ranjang
Episodes

Updated 136 Episodes

1
Kehilangan
2
Ide Bibi Tia
3
Kesepakatan Paman Didit dan Kavin
4
Nikah Paksa
5
Di tinggal oleh pengantin pria
6
Masalah Uang 300 juta
7
Bertemu untuk pertama kali
8
Bertemu untuk berpisah
9
Datang ke Jakarta
10
Melamar pekerjaan
11
Acara seminar - 1
12
Acara seminar - 2
13
Terpilih
14
Yasmin Sofika
15
Posisi kerja
16
Berargumen
17
Peraturan yang konyol
18
Terlalu cantik
19
Penasaran
20
Pertemuan Bisnis
21
Tuduhan Kavin
22
Kavin Meradang
23
Ancaman Kavin
24
Licik dibalas dengan kelicikan.
25
Bertemu dengan Mama Rossa
26
Tawaran Mama Rossa
27
Perdana ke mansion Adiputra
28
Salma emosi
29
Kedatangan Andri
30
Berteman dengan Andri
31
Makan siang bersama
32
Dasar Iblis
33
Hati yang memanas
34
Salma vs Merry
35
Kavin bertanya-tanya
36
Di kamar hanya berdua
37
Masih di kamar
38
Tak bereaksi
39
Ketika menantu kedua masak
40
Teguran Mama Rossa
41
Pikiran negatif
42
Mencarinya ke kantin
43
Ada apa di dalam lift?
44
Permintaan Salma
45
Kedatangan orang tua Yasmin
46
Pewaris kekayaan Kavin
47
Hati Kavin yang meragu
48
Selembar cek
49
Rencana ke Bali
50
Kavin galau
51
Kebersamaan Salma dengan Mama Rossa
52
Panggil Mama
53
Ketika Kavin di omelin Salma
54
Rahasia Kavin
55
Tawaran Keanu
56
Opa Braymanto
57
Mereka datang
58
Baku hantam
59
Tuan Kavin IMPOTEN
60
Amarah Mama Rossa
61
Salma bukan pelakor tapi istri yang dibenci Kavin
62
Terbongkarnya satu rahasia
63
Salma pingsan
64
Kebencian Salma
65
Di rumah sakit
66
Kesedihan Salma
67
Menerima menikah kembali
68
Nabilla Inggrid Pratama & Shaka Abhirath Thalib
69
Di balik sikap istri yang baik
70
Menjauhlah dari Salma
71
Langkah selanjutnya
72
Jangan sampai Kavin tahu
73
Kebahagian Kavin sesaat
74
Hasutan Yasmin
75
Permainan di mulai
76
Permainan gagal
77
Petaka minuman dan obat laknat
78
Dia telah tiada
79
Salma Hadeeqa Istri yang dibenci
80
Mencintainya
81
Hukuman Yasmin
82
Ini kah takdir ku!
83
Sepuluh bulan kemudian...
84
Datang ke Belanda
85
Rayyan Abizar Adiputra
86
Kecurigaan Mama Rossa dan Kavin
87
Teka Teki Baby Rayyan
88
Rencana test DNA
89
Salma, kamu masih hidup!
90
Hasil test DNA
91
Rayyan,...ini daddy
92
Takkan menceraikan Salma
93
Ungkapan hati Salma dan Kavin
94
Baby Rayyan sakit
95
Hanya berdua di kamar baby Rayyan
96
Mengukir kenangan indah
97
Rahasia Allah
98
Kembali ke Indonesia
99
Akhirnya...
100
S2 : Ada yang patah hati
101
S2 : ada yang sakit
102
S2 : Dikira mimpi
103
S2 : Perhatian Kavin
104
S2 : Ari ajak nikah
105
S2 : Emy sang baby sitter
106
S2 : Emy mulai berulah
107
S2 : Sarapan pagi bersama
108
S2 : Teguran Salma
109
S2 : Tidak jadi baby sitter
110
S2 : Keributan di dapur
111
S2 : Namamu selalu ku sebut dalam tiap doaku
112
S2 : Jawaban
113
S2 : Retno malu
114
S2 : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
115
S2 : Persiapan acara makan malam
116
S2 : Jamuan makan malam
117
S2 : Kebahagian Paman Didit dan Bibi Tia
118
S2 : Minta izin
119
S2 : Terima nasibmu Emy
120
S2 : Persiapan acara nikah
121
S2 : Wedding Party
122
S2 : Honeymoon-1
123
S2 : Honeymoon - 2
124
S2 : Retno dan Ari
125
Akhir kisah Salma & Kavin
126
Kelanjutan kisah keluarga Kavin dan Salma
127
Rayyan, anak Kavin dan Salma
128
Om Bram, Nikah Yuk!
129
Pengasuh Majikan Impoten
130
HIJRAH ITU CINTA
131
My Sexy Husband
132
UnExpexted Marriage
133
Penghangat Ranjang Suami Orang
134
Baby Berondongku
135
Simpanan Bapak Kost
136
Gara-gara Turun Ranjang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!