Nikah Paksa

Esok hari

Rumah Salma ...

Para tetangga saling bahu membahu membersihkan dan merapikan rumah Salma, mempersiapkan acara ijab kabul Salma.

“Salma, makan dulu yuk. Biar ada tenaganya,” pinta Retno, yang masuk ke kamar membawa sepiring nasi lengkap dengan lauk pauknya.

“Aku gak nafsu makan, Retno,” jawab Salma memelas.

“Kalau kamu gak makan, nanti akan tambah parah sakit kamu,” ujar Retno.

“Aku suapin ya,” tawar Retno.

Salma mengambil piring yang di bawa oleh Retno.

“Biar aku aja sendiri,” jawab Salma menolak, terpaksa menyendok nasi, dan memasukinya ke mulutnya sendiri.

“Retno, perasaan aku kok kedengaran di luar kamar kayak banyak orang?” tanya Salma.

“Oh itu tetangga pada bantuin ibu sama bapak bebenah rumah kamu, kayaknya tahlilan di adain siang ini,” jawab Retno, gadis itu berpraduga seperti itu, karena Paman Didit tidak menceritakan rencana yang sesungguhnya ke Retno, anaknya sendiri.

“Oh pantesan kedengaran berisik dan ramai,” balas Salma.

“Sekarang kamu habiskan makannya, biar cepat sehat,” pinta Retno. Tetap saja Salma makannya tidak semangat, tapi gadis itu memaksakan dirinya untuk makan.

“Salma, aku tinggal dulu ya. Mau mandi siap-siap buat acara tahlilan nanti siang,” ujar Retno berpamitan, pulang ke rumah sebelah.

“Iya, Retno,” jawab pelan Salma.

Setelah terasa kenyang makannya, di letakkannya piring yang masih ada sisa nasinya di atas nakas, kemudian meneguk segelas air minum.

“Salma,” sapa Bibi Tia yang baru saja masuk ke kamar Salma.

“Kamu, sudah enakkan badannya?” tanya Bibi Tia.

“Masih agak lemas dan badan sedikit panas,” jawab lemah Salma.

“Cepat sembuh ya Nak, di minum obat paracetamolnya. Dan nanti kamu hadir sebentar di acara siang ya. Ini Bibi bawakan baju gamis buat nanti kamu pakai ya,” ujar Bibi Tia, sambil meletakkan baju gamis berwarna putih di atas ranjang Salma.

“Iya Bibi, makasih banyak,” balas Salma.

“Kalau begitu Bibi tinggal dulu, soalnya masih ngurusin bagian konsumsi,” ujar Bibi Tia.

“Iya Bibi, maaf Salma gak bisa bantu ya Bik,” ada rasa penyesalan di hati gadis cantik itu. Bibi Tia tampak tersenyum lebar ketika meninggalkan kamar Salma, rasanya ingin buru-buru acara di siang hari mulai, lalu dia dan suaminya akan mendapatkan uang tiga ratus juta.

Siang pun tiba ...

Para tetangga dekat rumah Salma berdatangan ke rumah Salma, gadis cantik itu pun sudah membersihkan tubuhnya, kemudian mengenakan gamis putih yang tadi di bawakan oleh Bibi Tia.

Salma kemudian keluar dari kamarnya untuk mengikuti acara tahlilan, tapi kedua netra Salma merasa aneh.

Di tengah-tengah ruangan di atas tikar, ada meja pendek. Biasanya kalau ada tahlilan tidak ada meja, karena tidak perlu. Kemudian gadis itu melirik tetangga yang hadir, semuanya berpakaian sangat rapi seperti mau ke kondangan.

“Paman Didit, kok tumben ini ada meja di sini?” tanya pelan Salma.

Paman Didit mendekati gadis itu. “Salma begini siang ini Paman akan menikahkan kamu!” langsung Paman Didit menyampaikan, tanpa basa basi, tanpa melihat keadaan Salma keponakannya.

JEDER

Jantung Salma berdegup cepat, kedua tangannya mulai terkepalkan, kedua netranya mulai tergenang air.

“Ma-maksud Paman apa!! P-paman mau menikahkan Salma. Gak ... gak mau Salma ... Salma tidak mau menikah!!” teriak histeris Salma tidak memperdulikan orang banyak, lalu gadis itu kembali masuk ke kamarnya.

Paman Didit dan Bibi Tia turut menyusul masuk ke kamar Salma.

“Ja-jangan gila Paman mau menikahkan Salma!!” teriak Salma kembali, dengan tatapan yang penuh emosi melihat Paman Didit dan Bibi Tia.

“Dengarkan dulu penjelasan Paman, Salma. Semua paman lakukan demi kebaikan dan masa depan kamu, Paman tidak mampu mencukupi kebutuhan kamu, apalagi bapak kamu sudah meninggal," tukas Paman Didit.

“Salma tidak butuh Paman mencukupi kebutuhan Salma!! Salma akan bekerja mencari uang untuk mencukupi kebutuhan Salma. Pokoknya Salma menolak untuk menikah!!” teriak Salma, suara tingginya terdengar sampai keluar kamar.

Tetangga yang sudah berdatangan hanya bisa saling berbisik, mendengar teriakan Salma, terutama para emak-emak yang mulutnya julid.

“Tidak bisa di batalkan, siang ini juga kamu akan menikah dengan pria yang telah menabrak bapak kamu. Paman meminta pria itu bertanggung jawab untuk masa depan kamu,” ujar tegas Paman Didit.

“A-apa dengan orang yang telah menabrak bapak. Paman benar-benar tega!! Seharusnya orang itu di penjara atau mati saja, bukan menikahi Salma. Paman sudah gila!!!” Salma histeris dengan mengacak-ngacak rambut panjangnya.

Di saat Salma berteriak ...

“Pak Didit, calon pengantin prianya sudah datang,” ujar Pak RT, berdiri pas di depan pintu kamar Salma, yang terbuka lebar.

“Usir pria itu Pak RT, Salma tidak ingin  menikah dengan pria yang telah membunuh bapak, seharusnya pria itu mati menggantikan Bapak Salma!!” teriak Salma sekencang mungkin, hingga suara Salma terdengar jelas di telinga Kavin, yang baru saja datang.

PLAK

PLAK

Bibi Tia menampar pipi Salma dengan kencangnya, agar gadis itu tidak kembali berteriak.

Salma terkesiap mendapat tamparan Bibi Tia. “DIAM  KAMU,  SALMA! TURUTI PERINTAH PAMAN KAMU! Atau kamu mau kami nikahkan dengan jurangan sapi yang sudah naksir kamu untuk jadi  istri keempatnya!!” ancam Bibi Tua dengan kedua matanya melotot, dan berkacak pinggang.

“Paman dan Bibi benar-benar tega ... hiks ... hiks,” tubuh gadis itu melorot jatuh ke lantai ubin yang terasa dingin.

“Salma baru kehilangan bapak, sekarang kalian menikahkan Salma dengan pria brengsek itu ... hiks ... hiks!!” umpat Salma, gadis itu sudah tak berdaya lagi.

“Sudah Mas Didit sekarang keluar dari kamar, segera mulai akad nikahnya. Pengantin wanita tetap di dalam kamar aja,” pinta Bibi Tia.

“Ya Bu, Bapak mulai saja acara akad nikahnya,” jawab Paman Didit keluar dari kamar Salma.

“Kamu tuh di kasih enak, di nikahi sama orang kaya aja gak mau! Hidup kamu akan terjamin, udah tahu kehidupan Paman kamu tuh susah, apalagi bapak kamu sudah tiada, makin susah kehidupan kami!” gerutu Bibi Tia.

Gadis itu menekukkan ke dua kakinya lalu membenamkan kepalanya di sela lulutnya, isak tangisnya mulai terdengar.

Bapak, ajak Salma pergi jauh ... rintihan batin Salma.

Salah apa Salma dengan adik Bapaknya, hingga dirinya dinikahkan dengan pria yang tak di kenal, di tambah lagi dinikahkan dengan pria yang telah merengut nyawa bapaknya sendiri.

Salahkah seorang gadis yatim piatu menjalankan kehidupannya, hingga orang lain merasa terbebani untuk mengurusinya. Sedangkan gadis itu belum menuntut apa-apa kepada orang lain baik itu kepada sanak saudaranya. Bukankah di balik mengurus anak yatim piatu akan ada pahala buat orang yang merawatnya!

Bibi Tia hanya bisa berdiri bersedekap melihat keponakan suaminya menangis, dengan memasang wajah sinisnya.

Sedangkan di luar kamar Salma, acara akad nikah sudah di mulai. Suara kata SAH ... SAH ... SAH terdengar jelas di telinga Salma dan Bibi Tia yang berada di kamar Salma. Tangisan Salma kembali meledak, meratapi nasibnya.

"Bapak, Ibu ... ajak Salma pergi ... hiks ... hiks," gumam Salma dalam rintihan tangisnya.

bersambung ... sabar Salma

Terpopuler

Comments

Nuryati Yati

Nuryati Yati

paman dan bibi yg jahat memanfaatkan musibah utk dpt keuntungan.. semoga karma menghampiri

2024-12-18

0

Darna

Darna

paman dan bibi gak punya hati

2025-02-21

0

Fitri Yenti

Fitri Yenti

hmmm thor aku suka deh

2025-01-29

0

lihat semua
Episodes
1 Kehilangan
2 Ide Bibi Tia
3 Kesepakatan Paman Didit dan Kavin
4 Nikah Paksa
5 Di tinggal oleh pengantin pria
6 Masalah Uang 300 juta
7 Bertemu untuk pertama kali
8 Bertemu untuk berpisah
9 Datang ke Jakarta
10 Melamar pekerjaan
11 Acara seminar - 1
12 Acara seminar - 2
13 Terpilih
14 Yasmin Sofika
15 Posisi kerja
16 Berargumen
17 Peraturan yang konyol
18 Terlalu cantik
19 Penasaran
20 Pertemuan Bisnis
21 Tuduhan Kavin
22 Kavin Meradang
23 Ancaman Kavin
24 Licik dibalas dengan kelicikan.
25 Bertemu dengan Mama Rossa
26 Tawaran Mama Rossa
27 Perdana ke mansion Adiputra
28 Salma emosi
29 Kedatangan Andri
30 Berteman dengan Andri
31 Makan siang bersama
32 Dasar Iblis
33 Hati yang memanas
34 Salma vs Merry
35 Kavin bertanya-tanya
36 Di kamar hanya berdua
37 Masih di kamar
38 Tak bereaksi
39 Ketika menantu kedua masak
40 Teguran Mama Rossa
41 Pikiran negatif
42 Mencarinya ke kantin
43 Ada apa di dalam lift?
44 Permintaan Salma
45 Kedatangan orang tua Yasmin
46 Pewaris kekayaan Kavin
47 Hati Kavin yang meragu
48 Selembar cek
49 Rencana ke Bali
50 Kavin galau
51 Kebersamaan Salma dengan Mama Rossa
52 Panggil Mama
53 Ketika Kavin di omelin Salma
54 Rahasia Kavin
55 Tawaran Keanu
56 Opa Braymanto
57 Mereka datang
58 Baku hantam
59 Tuan Kavin IMPOTEN
60 Amarah Mama Rossa
61 Salma bukan pelakor tapi istri yang dibenci Kavin
62 Terbongkarnya satu rahasia
63 Salma pingsan
64 Kebencian Salma
65 Di rumah sakit
66 Kesedihan Salma
67 Menerima menikah kembali
68 Nabilla Inggrid Pratama & Shaka Abhirath Thalib
69 Di balik sikap istri yang baik
70 Menjauhlah dari Salma
71 Langkah selanjutnya
72 Jangan sampai Kavin tahu
73 Kebahagian Kavin sesaat
74 Hasutan Yasmin
75 Permainan di mulai
76 Permainan gagal
77 Petaka minuman dan obat laknat
78 Dia telah tiada
79 Salma Hadeeqa Istri yang dibenci
80 Mencintainya
81 Hukuman Yasmin
82 Ini kah takdir ku!
83 Sepuluh bulan kemudian...
84 Datang ke Belanda
85 Rayyan Abizar Adiputra
86 Kecurigaan Mama Rossa dan Kavin
87 Teka Teki Baby Rayyan
88 Rencana test DNA
89 Salma, kamu masih hidup!
90 Hasil test DNA
91 Rayyan,...ini daddy
92 Takkan menceraikan Salma
93 Ungkapan hati Salma dan Kavin
94 Baby Rayyan sakit
95 Hanya berdua di kamar baby Rayyan
96 Mengukir kenangan indah
97 Rahasia Allah
98 Kembali ke Indonesia
99 Akhirnya...
100 S2 : Ada yang patah hati
101 S2 : ada yang sakit
102 S2 : Dikira mimpi
103 S2 : Perhatian Kavin
104 S2 : Ari ajak nikah
105 S2 : Emy sang baby sitter
106 S2 : Emy mulai berulah
107 S2 : Sarapan pagi bersama
108 S2 : Teguran Salma
109 S2 : Tidak jadi baby sitter
110 S2 : Keributan di dapur
111 S2 : Namamu selalu ku sebut dalam tiap doaku
112 S2 : Jawaban
113 S2 : Retno malu
114 S2 : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
115 S2 : Persiapan acara makan malam
116 S2 : Jamuan makan malam
117 S2 : Kebahagian Paman Didit dan Bibi Tia
118 S2 : Minta izin
119 S2 : Terima nasibmu Emy
120 S2 : Persiapan acara nikah
121 S2 : Wedding Party
122 S2 : Honeymoon-1
123 S2 : Honeymoon - 2
124 S2 : Retno dan Ari
125 Akhir kisah Salma & Kavin
126 Kelanjutan kisah keluarga Kavin dan Salma
127 Rayyan, anak Kavin dan Salma
128 Om Bram, Nikah Yuk!
129 Pengasuh Majikan Impoten
130 HIJRAH ITU CINTA
131 My Sexy Husband
132 UnExpexted Marriage
133 Penghangat Ranjang Suami Orang
134 Baby Berondongku
135 Simpanan Bapak Kost
136 Gara-gara Turun Ranjang
Episodes

Updated 136 Episodes

1
Kehilangan
2
Ide Bibi Tia
3
Kesepakatan Paman Didit dan Kavin
4
Nikah Paksa
5
Di tinggal oleh pengantin pria
6
Masalah Uang 300 juta
7
Bertemu untuk pertama kali
8
Bertemu untuk berpisah
9
Datang ke Jakarta
10
Melamar pekerjaan
11
Acara seminar - 1
12
Acara seminar - 2
13
Terpilih
14
Yasmin Sofika
15
Posisi kerja
16
Berargumen
17
Peraturan yang konyol
18
Terlalu cantik
19
Penasaran
20
Pertemuan Bisnis
21
Tuduhan Kavin
22
Kavin Meradang
23
Ancaman Kavin
24
Licik dibalas dengan kelicikan.
25
Bertemu dengan Mama Rossa
26
Tawaran Mama Rossa
27
Perdana ke mansion Adiputra
28
Salma emosi
29
Kedatangan Andri
30
Berteman dengan Andri
31
Makan siang bersama
32
Dasar Iblis
33
Hati yang memanas
34
Salma vs Merry
35
Kavin bertanya-tanya
36
Di kamar hanya berdua
37
Masih di kamar
38
Tak bereaksi
39
Ketika menantu kedua masak
40
Teguran Mama Rossa
41
Pikiran negatif
42
Mencarinya ke kantin
43
Ada apa di dalam lift?
44
Permintaan Salma
45
Kedatangan orang tua Yasmin
46
Pewaris kekayaan Kavin
47
Hati Kavin yang meragu
48
Selembar cek
49
Rencana ke Bali
50
Kavin galau
51
Kebersamaan Salma dengan Mama Rossa
52
Panggil Mama
53
Ketika Kavin di omelin Salma
54
Rahasia Kavin
55
Tawaran Keanu
56
Opa Braymanto
57
Mereka datang
58
Baku hantam
59
Tuan Kavin IMPOTEN
60
Amarah Mama Rossa
61
Salma bukan pelakor tapi istri yang dibenci Kavin
62
Terbongkarnya satu rahasia
63
Salma pingsan
64
Kebencian Salma
65
Di rumah sakit
66
Kesedihan Salma
67
Menerima menikah kembali
68
Nabilla Inggrid Pratama & Shaka Abhirath Thalib
69
Di balik sikap istri yang baik
70
Menjauhlah dari Salma
71
Langkah selanjutnya
72
Jangan sampai Kavin tahu
73
Kebahagian Kavin sesaat
74
Hasutan Yasmin
75
Permainan di mulai
76
Permainan gagal
77
Petaka minuman dan obat laknat
78
Dia telah tiada
79
Salma Hadeeqa Istri yang dibenci
80
Mencintainya
81
Hukuman Yasmin
82
Ini kah takdir ku!
83
Sepuluh bulan kemudian...
84
Datang ke Belanda
85
Rayyan Abizar Adiputra
86
Kecurigaan Mama Rossa dan Kavin
87
Teka Teki Baby Rayyan
88
Rencana test DNA
89
Salma, kamu masih hidup!
90
Hasil test DNA
91
Rayyan,...ini daddy
92
Takkan menceraikan Salma
93
Ungkapan hati Salma dan Kavin
94
Baby Rayyan sakit
95
Hanya berdua di kamar baby Rayyan
96
Mengukir kenangan indah
97
Rahasia Allah
98
Kembali ke Indonesia
99
Akhirnya...
100
S2 : Ada yang patah hati
101
S2 : ada yang sakit
102
S2 : Dikira mimpi
103
S2 : Perhatian Kavin
104
S2 : Ari ajak nikah
105
S2 : Emy sang baby sitter
106
S2 : Emy mulai berulah
107
S2 : Sarapan pagi bersama
108
S2 : Teguran Salma
109
S2 : Tidak jadi baby sitter
110
S2 : Keributan di dapur
111
S2 : Namamu selalu ku sebut dalam tiap doaku
112
S2 : Jawaban
113
S2 : Retno malu
114
S2 : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
115
S2 : Persiapan acara makan malam
116
S2 : Jamuan makan malam
117
S2 : Kebahagian Paman Didit dan Bibi Tia
118
S2 : Minta izin
119
S2 : Terima nasibmu Emy
120
S2 : Persiapan acara nikah
121
S2 : Wedding Party
122
S2 : Honeymoon-1
123
S2 : Honeymoon - 2
124
S2 : Retno dan Ari
125
Akhir kisah Salma & Kavin
126
Kelanjutan kisah keluarga Kavin dan Salma
127
Rayyan, anak Kavin dan Salma
128
Om Bram, Nikah Yuk!
129
Pengasuh Majikan Impoten
130
HIJRAH ITU CINTA
131
My Sexy Husband
132
UnExpexted Marriage
133
Penghangat Ranjang Suami Orang
134
Baby Berondongku
135
Simpanan Bapak Kost
136
Gara-gara Turun Ranjang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!